Sponsor
22-Jul-2009
Sempat Terkendala Izin, Sukses Lalui Target Awal

PONTIANAK - Penyelenggaraan Honda DBL 2009 Pontianak Post sudah memasuki hari keempat. Sudah ada empat tim yang lolos ke babak Big Eight. Salah satunya, tim putra SMA Santo Ignatius Singkawang, Kalimantan Barat. Mulanya, banyak yang menganggap tim besutan Filipus Simon ini sebagai tim underdog. Pasalnya mereka baru pertama ikut even basket pelajar terbesar di Indonesia ini.

Perjalanan mereka menuju Big Eight tidak mudah. Tim putra SMA Santo Ignatius melalui perjuangan yang cukup berat. Sejak ada pengumuman Honda DBL 2009 Pontianak Post, Mei lalu, tim basket sekolah ini langsung merapatkan barisan, dikomando oleh Harry Japri, sang kapten. Mereka berdiskusi membahas persiapan dan pembuatan proposal. Diskusi itu juga dihadiri para alumni yang masih sering nimbrung atau ikutan main basket di sekolah.

Proposal yang mereka susun cukup mengejutkan pihak sekolah. Sebab, tim ini berencana menginap selama penyelengaraan Honda DBL 2009 di Pontianak. Alasannya sebenarnya logis, jarak antara Singkawang dan Pontianak cukup jauh, kurang lebih jarak tempuhnya sekitar 3 jam.

”Kalau harus pulang pergi Singkawang-Pontianak, stamina pemain bisa terkuras. Padahal, jeda dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya cuma 2 hari. Para pemain sih sepakat menginap di Pontianak. Tapi, tentunya itu berpengaruh ke biaya,” ungkap Filipus.

Pihak sekolah agak berat jika harus mengucurkan dana untuk biaya menginap anggota tim basket. Selain itu, faktor akademis juga menjadi bahan pertimbangan. Dengan menginap di Pontinak, tentunya anggota tim basket harus meninggalkan pelajaran selama beberapa hari.

Tekad para pemain sudah bulat. Mereka tak kehabisan akal, mengajukan proposal ke ikatan alumni. Kebetulan, himpunan alumni SMA Santo Ignatius yang mulanya berada di Jakarta sudah memiliki kantor cabang di Singkawang. ”Kebetulan pula, salah satunya dulu juga anggota tim basket. Beliau satu visi dengan kami, ingin memajukan basket SMA Santo Ignatius,” terang Wibowo Budi Prasetio, forward tim ini.

Seminggu kemudian, perjuangan mereka berbuah manis. Proposal yang mereka layangkan disetujui kantor pusat himpunan alumni sekolahnya. ”Bantuan alumni kami pakai untuk biaya transport dan akomodasi selama di Pontianak, termasuk kesehatan,” lanjut Wibowo.

Setelah kepastian bantuan dari alumni itu datang, pihak sekolah pun lebih mudah memberikan izin. Dengan syarat, jika jeda pertandingan lebih dari dua hari, maka anggota tim harus pulang ke Singkawang. Sehingga, mereka tidak terlalu banyak mengejar pelajaran yang tertinggal.

Satu problem teratasi, bukan berarti masalah lain tidak muncul. Setelah sampai di Pontianak, tim ini masih menghadapi kendala dalam hal fasilitas latihan yang kurang memadai. Penginapan mereka tidak dilengkapi fasilitas lapangan yang bisa digunakan untuk latihan basket.

Setelah menjelajahi sekitar hotel, mereka menemukan halaman hotel yang kurang lebih berukuran setengah lapangan basket. Akhirnya dengan seizin pihak hotel, lapangan itulah yang dipakai untuk latihan. Meskipun, halaman itu tidak dilengkapi ring basket.

”Tidak bisa maksimal memang. Halaman itu hanya bisa kami gunakan untuk latihan fisik serta game ringan. Untuk latihan shooting, kami mengira-ngira ketinggian ring. Lalu, di akhir sesi latihan kami gunakan untuk briefing mengenai strategi menghadapi lawan,” terang Filipus, sang pelatih.

Meski semua terkesan apa adanya, bukan berarti SMA Santo Ignatius tak punya target. Target lolos 8 besar saat ini sudah tercapai. Setelah di pertandingan pertama, mereka menang 36-18 atas SMKN 3 Pontianak, lalu mengalahkan SMAN 2 Pontianak, 37-13. Setelah lolos ke delapan besar, perjuangan belum berakhir.

”Kami gembira bisa lolos ke Big Eight. Artinya, kesempatan untuk melangkah ke Final Four makin dekat. Fokus kami saat ini pertandingan melawan SMA Santo Paulus. Semoga kami menang,” tekadnya.

Honda DBL Pontianak Post 2009 ini diikuti oleh 24 tim putra dan 16 tim putri. Kompetisi ini masih akan berlangsung hingga 27 Juli mendatang. (www.deteksibasketball.com)


barback

Supported by Perbasi Kompas TV League Proteam Ultra Milk







DBL ARENA
Home of DBL
View location
Virtual tour
Surabaya 16-18 Agt 2009
NBA Player:
Kevin Martin
(Sacramento Kings)
NBA Assistant Coaches:
Neal Meyer (LA Clippers)
Joe Prunty
(Port. Trail Blazers)
DBL Makes History
Danny Granger (Indiana Pacers)
Star of The First-Ever
NBA Event in Indonesia

NBA Basketball
Clinics 2008 >
DBL EVERYWHERE
Facebook Twitter Flickr YouTube Kaskus
BASKETBALL LINKS
         
 
logo
Copyright © 2010 PT DBL Indonesia, All rights reserved.
Any commercial use or distribution without the express written
consent of DBL Indonesia is strictly prohibited.