Find anything on DBL Indonesia
Adaptasi Regulasi Baru, Tim Putra dan Putri Honda DBL All-Star Berbagi Kemenangan Dengan Lawan
25 February 2019

Tidak ada latihan sama sekali di agenda hari keempat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat. Sebab, hari itu (23/2 waktu California) mereka harus menjalani tantangan yang berbeda. Yakni mengikuti turnamen nasional Dtermine Your Destiny.Berlangsung di Get It Done Sports Arena di Corona, California, tim putra dan putri sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Turnamen masih akan berlangsung sampai hari ini (24/2) waktu California.Udara dingin di Corona, California sempat menjadi kekhawatiran tim Honda DBL Indonesia All-Star. Pagi itu, udara sempat menyentuh angka 4 derajat celcius. Ini adalah suhu terendah sepanjang lawatan mereka di AS hingga kemarin (23/2).Turnamen dibuka dengan pertandingan di partai putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team Dtermined Select. Bermain di dalam Pool A Grade D1 (8th Grade), tim putri All-Star benar-benar kesulitan untuk menemukan peak dalam permainan mereka.Selain udara dingin yang memperlambat gerakan, perbedaan regulasi yang diterapkan dalam pertandingan tersebut juga membuat serangan mereka kian tidak efektif. Sejumlah bad call dari wasit mereka terima, yang jika menurut peraturan FIBA yang biasa digunakan, seharusnya call tersebut tidak perlu terjadi. Momentum tidak pernah berpihak ke srikandi pelajar Indonesia itu.Di pertandingan pertama tersebut, skor akhir 20-38 menjadi milik lawan.Coaching staff tim putri All-Star berpendapat bahwa kekalahan mereka dalam game pertama itu dideterminasi oleh faktor regulasi. Sejumlah strategi tidak bisa mulus dilakukan karena banyaknya bad call dari wasit dan juga lambatnya adaptasi pemain dengan regulasi.Di pertandingan berikutnya, tim All-Star memperbaiki segala kekurangan mereka. Tubuh yang sudah lebih bisa beradaptasi dengan udara dingin memudahkan mereka. Berhadapan dengan tim WE-R1 yang memiliki materi pemain lebih komplit daripada tim sebelumnya, Faizzatus Shoimah dkk “mengaum”. Mereka menang 42-35.Center mereka, Amelia Ryan Ayu (SMAN 8 Malang) tampil galak di bawah ring. Beberapa upaya lawan dalam mencetak angka dimentahkannya. Duet pelatih IGN Ngurah Teguh dan Yunita Sugianto pun mampu mencegah turnover, traveling, dan foul banyak dilakukan oleh tim asuhannya sebagaimana yang terjadi di game pertama.Apa yang terjadi pada tim putri cepat ditanggapi oleh pelatih tim putra, Jap Ricky Lesamana dan Docta Ignoran Pambudi. Keduanya dengan cepat menginstruksikan anak asuh mereka untuk memulai pemanasan lebih cepat. Juga briefing mendalam tentang regulasi yang berlaku dalam turnamen tersebut.“Saya nggak mau kecolongan. Yang terjadi di pertandingan pertama tim cewek saya pelajari. Saya minta penjelasan lebih lanjut ke petugas pertandingan. Lalu saya jelaskan ke anak-anak,” ungkap Jap Ricky.Alhasil, pertandingan pertama tim putra Honda DBL Indonesia All-Star melawan tim Just Play relatif berjalan sesuai skenario. Barisan garda tim All-Star mampu membuat tim lawan frustasi dengan drive tajam serta passing cepat meraka.Begitu juga dengan para Big Man. Bola rebound berhasil mereka amankan. Sebagian di antaranya dikonversi menjadi angka. Hasilnya, tim yang dipimpin oleh Andreas Marcellino Bonfilio (SMAN St. Louis 1 Surabaya) menang besar. Skor akhir 62-23 mereka bawa pulang.Di pertandingan berikutnya, mereka juga tampil mengesankan. Melawan Team DTermined yang kemampuannya setara, daya gedor mereka tidak melemah. Mereka mampu untuk terus menjaga keunggulan dari lawan.Namun, petaka datang 3 menit sebelum pertandingan berakhir. Banyak eksekusi yang dilakukan terburu-buru. Alhasil, momentum justru berbalik memihak tim lawan. Skor 50-48 segera berubah. Rentetan timbakan 3 angka yang dilakukan lawan membuat konsentrasi All-Star buyar. Buzzer akhir pertandingan berbunyi saat papan skor menunjukkan angka 50-59. Andreas Marcellino dkk kalah.Meski demikian, kans tim putra dan putri untuk menjuarai turnamen masih terbuka. Hari ini mereka masih akan bertanding. Tim putri akan menghadapi  R2H. Sementara tim putra bertanding dua kali. Yakni melawan tim Long Beach Gold dan Norco Stampede. Jika mereka memenangkan pertandingan tersebut, partai final akan dilakukan pada sore harinya di tempat yang sama. (*)...

 
Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi ‘Kobe Bryant’
24 February 2019

Los Angeles - Hari ketiga berada di Los Angeles, Amerika Serikat, tim Honda DBL Indonesia All-Star kembali mendapat pelajaran yang sangat mahal. Mereka mendapatkannya saat berlatih di Mamba Sports Academy (MSA) di kawasan Thousand Oaks, kemarin (22/2, waktu Los Angeles).Pelatihan di MSA ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pelatihan dari James Hunt. Bersama James Hunt, tim All-Star dipaksa untuk memperbaiki detail gerakan fundamental. Nah, di MSA, para trainer melatih tim para bintang ini untuk menggunakan fundamental basket di dalam berbagai skenario permainan. Terutama dalam hal finishing.Adalah Dee Pinkard, AJ Moye, Jonathan Davis, dan Hannah Ascencig yang menjadi trainer dalam pelatihan Honda DBL Indonesia All-Star di MSA. Mereka berempat memiliki jam terbang yang tinggi dalam karir kepelatihan basket (basketball trainer). Dee dan AJ bahkan juga menjadi trainer tim Honda DBL Indoensia All-Star tahun sebelumnya.Di sesi pertama latihan, dua lapangan basket yang terletak bersebelahan dijadikan 4 pos latihan. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim (putra dan putri) dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All-Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.Di pos pertama, materinya adalah pemantapan ball handling. Dan di pos kedua, materinya adalah dribbling. Di lapangan kedua, materinya berkutat pada penyelesaian serangan. Yaitu pos post up finishing dan pos shooting finishing.Keempat pos mungkin terlihat santai. Seluruh materi yang diberikan adalah kemampuan dasar pebasket. Namun, bukan berarti apa yang diberikan kepada para All-Star tidak sebanding dengan nama besar MSA itu sendiri. Justru sebaliknya.Sebagai akademi olahraga, para trainer MSA tahu benar bagaimana membuat para atlet binaannya dapat menyerap maksimal semua ilmu yang diberikan dalam sesi latihan.Meski tidak ada teriakan dan sempritan peluit, seperti saat latihan bersama James Hunt sehari sebelumnya, latihan tetap berada pada koridor pakem MSA: menumbuhkan ‘Mamba Mentality’ pada setiap atlet.Nilai tersebut memang diadaptasi dari pemiliknya, Kobe Bryant, legenda NBA dari klub Los Angeles Lakers. Mereka ingin tim All-Star memiliki mental seperti Kobe: selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.Maka, dalam latihan tersebut, seluruh pelatih mengawasi dengan saksama gerak tubuh setiap pemain. Bagaimana kaki mereka bergerak lalu berhenti, posisi kaki saat menapak, ayunan tangan kala membawa bola, busungan dada, pegangan pada bola, hingga arah tatapan mata pemain.Saddam Asyruna, garda tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang mengungkapkan bahwa ini adalah latihan skill terbaik yang pernah dia ikuti. “Ini tuh penting banget. Mereka (trainer MSA) bener-bener memperhatikan gerakan kita gimana, finishing kita gimana. Ternyata saya masih punya banyak kekurangan yang selama ini nggak saya sadari,” ujar Saddam.Setelah sesi pertama, latihan masih terus berlanjut hingga sesi ketiga. Tiap sesi tetap berhubungan dengan empat pos latihan yang sudah dilaksanakan di awal. Namun dengan tingkat kesulitan yang berbeda.Dee Pinkard, trainer MSA yang turun tangan menangani tim All-Star mengatakan bahwa dirinya melihat kemampuan yang luar biasa dari pada anggota tim. Namun, kemampuan itu banyak yang belum tergali dengan maksimal.“Aku menyaksikan setiap gerakan mereka. Mereka sangat baik. Namun saya harap mereka mau untuk terus mengulang apa yang sudah mereka pelajari di sini. Karena itu penting. Saya sangat yakin potensi mereka sangat besar,” ungkap Dee. “Apalagi kami selalu berkeinginan agar setiap atlet yang kami tangani punya Mamba Mentality di dalam diri mereka.”Latihan ini akan semakin memantapkan tim Honda DBL Indonesia All-Star yang akan mengikuti turnamen Dtermine Your Destiny National Tournament di Get It Done Sports Arena di Corona, California, sejak pagi sampai sore hari ini. Setelah itu, mereka akan menonton laga NCAA Division 1 Basketball antara University of Oregon melawan University of California Los Angeles (UCLA) pukul 7 malam di basket hall kampus UCLA. (*)...

 
Gerakan Marcel Pukau James Hunt
24 February 2019

Los Angeles - James Hunt menjadi “pemeras” energi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 kemarin (21/2). Latihan pertama tim All-Star di Los Angeles, Amerika Serikat memang begitu menguras energi. Padahal yang dipelajari adalah fundamental basket. Gerakan yang paling dasar pula.Basketball skills trainer para bintang NBA itu mengobrak-abrik kemampuan fundamental para pemain selama tiga jam penuh. Latihan berlangsung di Expo Center yang terletak gedung Los Angeles Swimming Stadium, kawasan Exposition Park, Los Angeles.Terdapat delapan stations yang dipelajari para pemain. Yaitu footwork, ball handling, shooting, defense, reading and reacting, team concepts, scoring, dan balanced movement patterns.Footwork menjadi materi primadona dalam latihan pertama tim All-Star di negera asal olahraga basket tersebut. “Gerakan bertahan membutuhkan usaha keras,” ungkap James saat memulai latihan. Dia ingin para pemain tidak memandang remeh setiap detail dalam gerakan bertahan yang akan mereka pelajari.Di station pertama tersebut, posisi kaki pemain dipaksa untuk tetap rendah serta mengambil langkah panjang. Pandangan mata juga dipaksa untuk lurus ke depan, bukan ke bawah. Gerakan banyak dilakukan tanpa bola basket. Betul-betul fokus pada gerakan kaki, tangan, dan fokus pandangan pemain.“Pertahankan posisi dan gerakan seperti ini. Kalian akan lebih mudah untuk kalian melakukan defense dan juga drive saat menyerang,” jelas pelatih yang sudah banyak membina atlet profesional itu.Dalam 15 menit pertama, James Hunt memiliki satu catatan penting untuk diperhatikan baik-baik oleh seluruh pemain. Yakni teknik pick and roll yang masih belum sempurna.“Ingat ini, hal terpenting dalam bermain basket adalah melakukan pick and roll! Itu adalah dasar yang harus dilakukan dengan benar,” ujar James kepada para pemain.Menurut pengamatan James, para pemain masih suka melupakan kuncian putaran kaki saat melakukan pick and roll. Tumpuan kaki masih sering berpindah posisi. Hal sederhana itu sejatinya tidak boleh terjadi, mengingat keberhasilan gerakan selanjutnya sangat bergantung dari kesempurnaan gerakan pick and roll.“Karena intinya (dari gerakan ini) adalah kamu membuat musuh tertipu dengan gerakanmu,” tambahnya lagi.Pelatihan ala James Hunt memang dikenal sebagai pelatihan detail gerakan tubuh. Terutama footwork dan bodywork. Apalagi bila pesertanya adalah anak muda seperti para pemain All-Star. Sinkronisasi gerakan tubuh begitu ditekankan untuk dapat dikuasai oleh para pemain supaya permainan basket mereka lebih sempurna.Pelatihan dari James Hunt ini melengkapi seluruh pelatihan yang selama ini sudah diikuti oleh pemain. Termasuk dalam latihan di event Honda DBL Camp yang digelar awal Desember tahun lalu.Intan Permatasari, business manager DBL Academy yang melakukan supervisi program tim All-Star mengatakan, bahwa latihan bersama James Hunt memang sudah dirancang demikian.“Kami memang merancang program latihan yang berjenjang untuk tim Honda DBL All-Star. Pada Honda DBL Camp lalu latihan banyak terkonsentrasi pada teknik dan pola permainan. Nah latihan di Amerika Serikat ini latihannya terkonsentrasi pada detail dari setiap gerakan fundamental,” jelasnya.Intan melanjutkan, bahwa selama di Amerika, tim All-Star akan mendapat beberapa jenis pelatihan serupa. Namun dengan spesifikasi yang berbeda. Tujuannya agar kemampuan yang dimiliki para pemain dapat meningkat dan dalam sektor yang lebih luas.Di dalam salah satu station, James terpukau dengan gerakan Andreas Marcelino Bonfilio, garda All-Star dari SMA St. Louis 1 Surabaya. Dan setelah itu berkali-kali dia menyampaikan kekagumannya kepada pemain yang juga menjadi MVP Honda DBL Camp kala itu. Menurutnya, Marcel -panggilan akrab Andreas Marcelino- punya sesuatu yang sangat spesial.“Dia sangat spesial. Andai saja dia beruntung bisa bersekolah di sini, aku yakin dia juga yang akan paling bersinar. Amazing boy!” puji pelatih yang kini menangani latihan basket keluarga Shaquille O’Neal.Namun, secara umum James Hunt menilai apa yang dilakukan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 selama sesi latihan sangat baik. Meski hampir di setiap station selalu dimulai dengan berbagai kesalahan penerapan teknik, namun mereka bekerja kerja untuk dapat memperbaiki itu.“Mereka terlihat sangat kerja keras untuk memperbaiki kekurangan. Saya sangat respect kepada mereka dan saya melihat masa depan yang sangat cerah pada diri mereka semua,” tukas pelatih personal pemilik akademi basket Purpose Driven Training tersebut.Sebelum menuju Expo Center, terlebih dahulu rombongan All-Star mengunjungi Griffith Observatory. Sebuah observatorium, planetarium, serta exhibition hall yang terletak di perbukitan Hollywood. Pada malam harinya, tim ini berkesempatan untuk menonton langsung laga NBA antara Los Angeles Lakeres melawan Houston Rockets.Hari ini (23/2) mereka akan kembali berlatih. Namun di tempat yang berberda. Yaitu di f...

 
Latihan Perdana Ditangani Pelatih Basket Level NBA
24 February 2019

Los Angeles - Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 tiba di Los Angeles, Amerika Serikat, kemarin (21/2). Pesawat China Airlines yang mereka tumpangi mendarat pukul 1 siang waktu setempat (05.00 Wib) di bandara internasional Ontario, California, AS. Lebih dari 20 jam waktu yang digunakan untuk menempuh jarak lebih dari 15 ribu kilometer dari kota Surabaya.Diberitakan sebelumnya, bahwa tim yang beranggotakan 24 pemain dan 4 pelatih terbaik dari penyelenggaraan liga Honda DBL di seluruh Indonesia ini memiliki banyak agenda. Yakni latihan basket tingkat advance di sejumlah fasilitas terbaik. Serta dilatih oleh para basketball skills trainer berkaliber NBA.Di hari pertama mereka menginjakkan kaki di negeri Paman Sam, sejumlah tantangan sudah harus mereka hadapi. Yang paling utama adalah suhu udara. Juga jetlag.Pada bulan Februari ini, AS memang masih menghadapi musim dingin yang ekstrem. Suhu udaranya lebih rendah dari biasanya. Termasuk di kota Los Angeles.Normalnya, suhu udara di bulan seperti ini terjaga di kisaran 10-18 Celsius. Namun kali ini suhu merosot di kisaran 13 derajat celcius saat siang hari, dan 5 derajat celcius di malam hari. Kondisi ini menyulitkan skuat all-star. Sebab, di saat yang bersamaan mereka juga harus berjuang menghadapi jetlag.Yondang Tubangkit, manajer tim Honda DBL Indnonesia All-Star menjelaskan bahwa kondisi kota Los Angeles yang demikian sudah dijelaskan kepada seluruh anggota tim. Maka, perlengkapan yang di bawa ke kota ini sudah layak untuk menahan hembusan udara dingin dari bukit Hollywood.“Pakaian hangat sudah dibawa oleh seluruh tim. Kami juga memastikan pemanas ruangan bekerja dengan baik di penginapan,” ujar Yondang memastikan.Perbedaan waktu 15 jam antara Indonesia bagian barat dengan Los Angeles ternyata juga cukup menguras banyak energi. Di hari pertama itu, mereka harus beradaptasi dengan banyak hal.Melihat kondisi tersebut, tim DBL Indonesia sengaja membuat seluruh anggota tim rileks sejenak. Hari itu tidak ada lapangan basket, stretching, maupun technical briefing di jadwal mereka. Tim All-Star hanya dibawa keliling kota Los Angeles yang terkenal dengan pusat perfilman dan hiburannya.Mereka juga diajak menikmati padatnya trotoar fenomenal “bertabur bintang” Hollywood Walk of Fame di Hollywood Boulevard. Termasuk melihat persiapan Dolby Theatre yang tengah berbenah untuk menggelar Piala Oscar pada Minggu (24/2) waktu setempat.“Hari ini mereka semua kami ajak untuk bersantai sejenak. Kami nggak ingin mereka drop lantaran jetlag dan adaptasi dengan suhu rendah. Malam ini pun kami menyiapkan vitamin agar besok pagi mereka bisa fit untuk memulai latihan,” jelas Yondang Tubangkit, manajer tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018.Kamis pagi ini (hari Jumat, 22 Februari jam 1 malam Wib) tim All-Star dijadwalkan berlatih dengan James Hunt. Dia merupakan basketball skills trainer terkenal di AS. Sudah selama 15 tahun ini dirinya melatih pebasket dari segala background, termasuk pemain dan coaching staff NBA.“James Hunt sudah mempersiapkan materi latihan untuk diajarkan kepada para pemain kita (Honda DBL Indonesia All-Star, Red). Ini pasti sangat bagus untuk perkembangan fundamental basket para pemain. Pemain sekelas Shaquille O’Neal aja mempercayakan James Hunt untuk melatih anaknya bermain basket,” kata Yondang lagi.Arlan Alexander, garda tim All-Star dari SMA BPK Penabur Cirebon, mengatakan bahwa dia sudah tidak sabar untuk segera dilatih oleh James Hunt.“Tujuannya aku susah payah buat bisa masuk Honda DBL All-Star kan memang latihan di Amerika. Dan dilatih sama pelatih tebaik. Ya jelas aku nggak sabar buat besok dilatih James Hunt. Malam ini aku istirahat yang bener supaya besok fit,” jelasnya.Latihan tersebut akan berlangsung selama tiga jam. Namun, sebelum menuju hall basket Roy A. Anderson Recreation Center di kompleks Exposition Park, Los Angeles, mereka terlebih dahulu akan mampir ke Griffith Observatory di perbukitan Hollywood. Itu merupakan salah satu obervatorium, planetarium, dan sekaligus tempat pameran sains terkemuka di AS.Selesai latihan pun mereka kembali akan mengunjungi tempat fenomenal lainnya. Yaitu Staples Center, markas klub basket NBA Los Angeles Lakers. Malam itu Los Angeles Lakers akan berhadapan dengan Houston Rockets. Dan tim Honda DBL All-Star akan menghabiskan malam mereka di sana. (*)...

 
MORE NEWS