Find anything on DBL Indonesia

Honda DBL All-Stars

NEWS

Ditutup dengan Liburan ke Disney California Adventure Park
1 March 2019

Agenda padat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat ditutup dengan liburan menyenangkan. Mereka mendapatkan hadiah dari DBL Indonesia berupa jalan-jalan di Disney California Adventure Park, Anaheim, Amerika Serikat, kemarin, 26 Februari waktu California.

 

Hadiah ini memang pernah dijanjikan oleh Founder & CEO DBL Indonesia Azrul Ananda sehari sebelum keberangkatan mereka ke AS pada 20 Februari lalu. Namun, seluruh anggota tim tidak pernah mengetahui akan mendapatkan hadiah apa.

 

Saat itu, Azrul hanya menjanjikan bila tim student-athlete terbaik di Indonesia ini melakukan hal istimewa, maka sebuah hadiah akan diberikannya.

 

Dalam sepekan kunjungan mereka ke AS, beberapa agenda mereka lakukan. Yang paling utama adalah menimba ilmu olahraga basket level advance di fasilitas terbaik yang ada di kota Los Angeles.

 

Misalnya di Los Angeles Swimming Stadium yang terletak di kawasan Exposition Park, Los Angeles. Di dalam gedung bersejarah bagi atlet AS pada masa Olimpiade Los Angeles 1932 itu, tim Honda DBL Indonesia All-Star berlatih dengan salah satu NBA Skills Trainer terbaik, James Hunt.

 

Lalu, pada hari berikutnya, mereka menyambangi fasilitas latihan milik legenda NBA Kobe Bryant, Mamba Sports Academy (MSA), yang terletak di Thousand Oaks, satu jam perjalanan dari pusat kota Los Angeles. Saat itu, para pemain dan pelatih diajak untuk meningkatkan mental mereka. Layaknya seorang Kobe Bryant.

 

Hasil dari dua pelatihan tersebut sedikit banyaknya memberikan warna pada turnamen nasional yang mereka ikuti keesokan harinya di daerah Corona, California, AS. Berlangsung selama dua hari pada 23-24 Februari, tim pelajar terbaik di Indonesia ini mencuri atensi para peserta dan pengunjung umum Dtermine Your Destiny National Tournament.

 

Permainan basket mereka dinilai luar biasa. Tim putra bahkan melaju hingga babak final setelah meraih tiga kemenangan dari empat pertandingan. Dua di antaranya bahkan memiliki rata-rata margin skor akhir hingga menyentuh 30 poin. Meski di babak final itu mereka belum mampu meraih kemenangan.

 

Namun, hujan apresiasi lantas mereka dapatkan. Bahkan, sejumlah perwakilan klub maupun organisasi basket langsung mendatangi tim ofisial Honda DBL Indonesia All-Star 2018 in person. Dengan terbuka, mereka memberikan invitasi kepada tim ini untuk mengikuti turnamen yang lebih besar dan berskala internasional.

 

Hal ini cukup menarik. Mengingat tim yang dibentuk pada akhir tahun 2018 lalu bertanding melawan klub-klub yang berafiliasi dengan AAU. Artinya, secara kultur basket, tim Indonesia ini bisa jadi tidak sekuat klub-klub tersebut, yang bertahun-tahun ditempa di tempat kelahiran olahraga basket itu sendiri.

 

Tapi, hasil ini membuka sebuah fakta baru. Bahwa keberadaan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 cukup diperhitungkan. Kabar tersebut bahkan menyebar di komunitas warga negara Indonesia yang ada di Los Angeles. Bahkan hingga telinga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles.

 

Tak ayal, pada hari keenam lawatan mereka di kota para malaikat, tim KJRI pun ikut menengok latihan terakhir tim hebat ini. Saat itu, mereka tengah berlatih dengan NBA skills trainer lainnya, Jordan Lawley, di Asics Sports Performance Center di Irvin, California, AS.

 

“Kami benar-benar kaget waktu menerima kabar tersebut. Karena sejujurnya belum pernah ada tim pelajar dari Indonesia yang punya banyak agenda latihan dan turnamen di Los Angeles. Dan tentu kami ikut senang dengan prestasi yang berhasil diraih tim Honda DBL Indonesia All-Star, mendapatkan juara kedua di turnamen,” ungkap Poppy Yeany, Konsul Fungsi Penerangan & Sosial Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.

 

Berkaca pada hasil tersebut, akhirnya DBL Indonesia pun memenuhi janjinya. Memberikan hadiah kepada tim basket masa depan Indonesia tersebut. Berupa liburan di Disney California Adventure Park, Anaheim.

 

“Ini adalah bentuk apresiasi dari kami di DBL Indonesia atas kerja keras, kerja sama, dan prestasi yang sudah mereka raih di Los Angeles. Prestasi mereka tahun ini sangat layak diacungi jempol. Sebab inilah kali pertama DBL Indonesia mengirimkan tim All-Star-nya ke Amerika Serikat untuk mengikuti sebuah turnamen resmi berskala nasional,” tutur Yondang Tubangkit, General Manger DBL Indonesia sekaligus manajer tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. (*)

Raih Title Runner-Up, Tim Putra All-Star Cetak Sejarah
1 March 2019

Tim putra Honda DBL Indonesia All-Star 2018 cetak sejarah baru. Mereka menduduki posisi runner-up setelah kalah 33-39 dari Team DTermined, sebuah tim yang memiliki reputasi cukup baik di California, pada turnamen nasional DTermine Your Destiny di Corona, California, kemarin (24/2, waktu California).

 

Inilah untuk pertama kalinya ada tim pelajar dari Indonesia yang bermain di sebuah turnamen nasional di Amerika Serikat. Dan masuk final. Terlebih, para peserta yang datang dari berbagai kota di AS, terutama California, itu merupakan klub yang terafiliasi dengan Amateur Athletic Union of the United States (AAU).

 

Dalam turnamen yang berlangsung di Get It Done Sports Complex, Corona, California, pertandingan final berlangsung ketat dalam dua babak. Sejak tip-off, kedua tim sama-sama bermain ngotot. Permainan cepat diperagakan oleh kedua tim.

 

Tertinggal 10-20 di paruh pertama pertandingan, tim All-Star bermain cerdas dan mampu come back. Permainan lawan yang mengandalkan tembakan dari luar garis busur 3 angka coba mereka redam. Ruang tembak ditutup, lalu dipaksa untuk penetrasi ke dalam. Di paint area, barisan big man siap menyambutnya. Mereka sigap menghalau bola yang dibawa mendekat ring mereka.

 

Alhasil, di babak kedua, perolehan skor musuh menurun. Sebaliknya, tim Honda DBL All-Star melejit. Banyak poin yang mereka dapatkan dari fast break dan tembakan dua angka. Para pemain tidak menunjukkan ketakutan sama sekali dalam menghadapi defense lawan. Hingga 5 menit menjelang laga berakhir, papan skor menunjukkan angka 30-30. Tim All-Star menyamakan kedudukan.

 

Sayang, pesatnya perolehan skor pada babak kedua itu tidak dapat dipertahankan di menit-menit akhir pertandingan. Tim All-Star justru melakukan beberapa turnover yang dikonversi dengan baik menjadi angka oleh lawan. Perolehan poin mereka berhenti di angka 33, sementara lawan berhasil mengunggulinya dengan skor 39.

 

Pelatih tim putra Honda DBL Indonesia All-Star mengatakan bahwa timnya bermain sangat baik dalam laga tersebut. Meski demikian, dia miliki catatan penting mengapa tren perolehan angka mereka stagnan pada menit-menit akhir.

 

“Pelajaran terbaik dari final ini adalah bagaimana mengontrol ego saat game ketat. Kita sempat menyamakan kedudukan. Comeback setelah tertinggal belasan poin. Tapi, anak-anak banyak yang eksekusi tembakan terlalu cepat. Beberapa kali mereka bermain nggak pakai strategi. Ingin show-off. Ada juga yang nggak pede. Itu jadi boomerang buat mereka,” jelas pelatih yang berasal dari SMA Bukit Sion Jakarta.

 

“Lagi dan lagi kita kalah dari mereka (Team DTermined, Red) saat tight game,” tambahnya.

 

Pertemuan Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team DTermined di babak final itu memang untuk kedua kalinya. Pertemuan pertama mereka terjadi saat babak penyisihan Sabtu (23/2 waktu California) kemarin. Saat itu tim All-Star juga kalah setelah tight game yang seru. Mereka akhirnya kalah dengan skor 50-59 dengan alasan yang serupa.

 

Garda sekaligus kapten tim putra Honda DBL All-Star Andreas Marcellino Bonfilio (SMA St. Louis 1 Surabaya) juga mengatakan hal senada. Menurut Marcel, tim All-Star terlalu banyak yang terburu-buru di menit akhir pertandingan. “Banyak yang nggak sabar waktu megang bola. Buru-buru passing, buru-buru shooting. Ini jadi pelajaran buat kita biar lebih sabar kalau dapat game kayak gitu lagi,” jelasnya.

 

Untuk diketahui, tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dapat tampil di babak final setelah memenangkan tiga dari 4 pertandingan penyisihan. Turnamen berlagsung selama dua hari, 23-24 Februari.

 

Turnamen tersebut juga dikuti oleh tim Putri Honda DBL Indonesia All-Star. Namun, mereka harus berpuas diri bermain hingga babak penyisihan saja. Tim putri kalah dua kali dari tiga pertandingan penyisihan. Hasil itu belum mampu untuk membuat mereka tampil di final. (*)

Adaptasi Regulasi Baru, Tim Putra dan Putri Honda DBL All-Star Berbagi Kemenangan Dengan Lawan
25 February 2019

Tidak ada latihan sama sekali di agenda hari keempat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat. Sebab, hari itu (23/2 waktu California) mereka harus menjalani tantangan yang berbeda. Yakni mengikuti turnamen nasional Dtermine Your Destiny.

Berlangsung di Get It Done Sports Arena di Corona, California, tim putra dan putri sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Turnamen masih akan berlangsung sampai hari ini (24/2) waktu California.

Udara dingin di Corona, California sempat menjadi kekhawatiran tim Honda DBL Indonesia All-Star. Pagi itu, udara sempat menyentuh angka 4 derajat celcius. Ini adalah suhu terendah sepanjang lawatan mereka di AS hingga kemarin (23/2).

Turnamen dibuka dengan pertandingan di partai putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team Dtermined Select. Bermain di dalam Pool A Grade D1 (8th Grade), tim putri All-Star benar-benar kesulitan untuk menemukan peak dalam permainan mereka.

Selain udara dingin yang memperlambat gerakan, perbedaan regulasi yang diterapkan dalam pertandingan tersebut juga membuat serangan mereka kian tidak efektif. Sejumlah bad call dari wasit mereka terima, yang jika menurut peraturan FIBA yang biasa digunakan, seharusnya call tersebut tidak perlu terjadi. Momentum tidak pernah berpihak ke srikandi pelajar Indonesia itu.

Di pertandingan pertama tersebut, skor akhir 20-38 menjadi milik lawan.

Coaching staff tim putri All-Star berpendapat bahwa kekalahan mereka dalam game pertama itu dideterminasi oleh faktor regulasi. Sejumlah strategi tidak bisa mulus dilakukan karena banyaknya bad call dari wasit dan juga lambatnya adaptasi pemain dengan regulasi.

Di pertandingan berikutnya, tim All-Star memperbaiki segala kekurangan mereka. Tubuh yang sudah lebih bisa beradaptasi dengan udara dingin memudahkan mereka. Berhadapan dengan tim WE-R1 yang memiliki materi pemain lebih komplit daripada tim sebelumnya, Faizzatus Shoimah dkk “mengaum”. Mereka menang 42-35.

Center mereka, Amelia Ryan Ayu (SMAN 8 Malang) tampil galak di bawah ring. Beberapa upaya lawan dalam mencetak angka dimentahkannya. Duet pelatih IGN Ngurah Teguh dan Yunita Sugianto pun mampu mencegah turnover, traveling, dan foul banyak dilakukan oleh tim asuhannya sebagaimana yang terjadi di game pertama.

Apa yang terjadi pada tim putri cepat ditanggapi oleh pelatih tim putra, Jap Ricky Lesamana dan Docta Ignoran Pambudi. Keduanya dengan cepat menginstruksikan anak asuh mereka untuk memulai pemanasan lebih cepat. Juga briefing mendalam tentang regulasi yang berlaku dalam turnamen tersebut.

“Saya nggak mau kecolongan. Yang terjadi di pertandingan pertama tim cewek saya pelajari. Saya minta penjelasan lebih lanjut ke petugas pertandingan. Lalu saya jelaskan ke anak-anak,” ungkap Jap Ricky.

Alhasil, pertandingan pertama tim putra Honda DBL Indonesia All-Star melawan tim Just Play relatif berjalan sesuai skenario. Barisan garda tim All-Star mampu membuat tim lawan frustasi dengan drive tajam serta passing cepat meraka.

Begitu juga dengan para Big Man. Bola rebound berhasil mereka amankan. Sebagian di antaranya dikonversi menjadi angka. Hasilnya, tim yang dipimpin oleh Andreas Marcellino Bonfilio (SMAN St. Louis 1 Surabaya) menang besar. Skor akhir 62-23 mereka bawa pulang.

Di pertandingan berikutnya, mereka juga tampil mengesankan. Melawan Team DTermined yang kemampuannya setara, daya gedor mereka tidak melemah. Mereka mampu untuk terus menjaga keunggulan dari lawan.

Namun, petaka datang 3 menit sebelum pertandingan berakhir. Banyak eksekusi yang dilakukan terburu-buru. Alhasil, momentum justru berbalik memihak tim lawan. Skor 50-48 segera berubah. Rentetan timbakan 3 angka yang dilakukan lawan membuat konsentrasi All-Star buyar. Buzzer akhir pertandingan berbunyi saat papan skor menunjukkan angka 50-59. Andreas Marcellino dkk kalah.

Meski demikian, kans tim putra dan putri untuk menjuarai turnamen masih terbuka. Hari ini mereka masih akan bertanding. Tim putri akan menghadapi  R2H. Sementara tim putra bertanding dua kali. Yakni melawan tim Long Beach Gold dan Norco Stampede. Jika mereka memenangkan pertandingan tersebut, partai final akan dilakukan pada sore harinya di tempat yang sama. (*)

Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi ‘Kobe Bryant’
24 February 2019

Los Angeles - Hari ketiga berada di Los Angeles, Amerika Serikat, tim Honda DBL Indonesia All-Star kembali mendapat pelajaran yang sangat mahal. Mereka mendapatkannya saat berlatih di Mamba Sports Academy (MSA) di kawasan Thousand Oaks, kemarin (22/2, waktu Los Angeles).

Pelatihan di MSA ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pelatihan dari James Hunt. Bersama James Hunt, tim All-Star dipaksa untuk memperbaiki detail gerakan fundamental. Nah, di MSA, para trainer melatih tim para bintang ini untuk menggunakan fundamental basket di dalam berbagai skenario permainan. Terutama dalam hal finishing.

Adalah Dee Pinkard, AJ Moye, Jonathan Davis, dan Hannah Ascencig yang menjadi trainer dalam pelatihan Honda DBL Indonesia All-Star di MSA. Mereka berempat memiliki jam terbang yang tinggi dalam karir kepelatihan basket (basketball trainer). Dee dan AJ bahkan juga menjadi trainer tim Honda DBL Indoensia All-Star tahun sebelumnya.

Di sesi pertama latihan, dua lapangan basket yang terletak bersebelahan dijadikan 4 pos latihan. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim (putra dan putri) dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All-Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.

Di pos pertama, materinya adalah pemantapan ball handling. Dan di pos kedua, materinya adalah dribbling. Di lapangan kedua, materinya berkutat pada penyelesaian serangan. Yaitu pos post up finishing dan pos shooting finishing.

Keempat pos mungkin terlihat santai. Seluruh materi yang diberikan adalah kemampuan dasar pebasket. Namun, bukan berarti apa yang diberikan kepada para All-Star tidak sebanding dengan nama besar MSA itu sendiri. Justru sebaliknya.

Sebagai akademi olahraga, para trainer MSA tahu benar bagaimana membuat para atlet binaannya dapat menyerap maksimal semua ilmu yang diberikan dalam sesi latihan.

Meski tidak ada teriakan dan sempritan peluit, seperti saat latihan bersama James Hunt sehari sebelumnya, latihan tetap berada pada koridor pakem MSA: menumbuhkan ‘Mamba Mentality’ pada setiap atlet.

Nilai tersebut memang diadaptasi dari pemiliknya, Kobe Bryant, legenda NBA dari klub Los Angeles Lakers. Mereka ingin tim All-Star memiliki mental seperti Kobe: selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.

Maka, dalam latihan tersebut, seluruh pelatih mengawasi dengan saksama gerak tubuh setiap pemain. Bagaimana kaki mereka bergerak lalu berhenti, posisi kaki saat menapak, ayunan tangan kala membawa bola, busungan dada, pegangan pada bola, hingga arah tatapan mata pemain.

Saddam Asyruna, garda tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang mengungkapkan bahwa ini adalah latihan skill terbaik yang pernah dia ikuti. “Ini tuh penting banget. Mereka (trainer MSA) bener-bener memperhatikan gerakan kita gimana, finishing kita gimana. Ternyata saya masih punya banyak kekurangan yang selama ini nggak saya sadari,” ujar Saddam.

Setelah sesi pertama, latihan masih terus berlanjut hingga sesi ketiga. Tiap sesi tetap berhubungan dengan empat pos latihan yang sudah dilaksanakan di awal. Namun dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Dee Pinkard, trainer MSA yang turun tangan menangani tim All-Star mengatakan bahwa dirinya melihat kemampuan yang luar biasa dari pada anggota tim. Namun, kemampuan itu banyak yang belum tergali dengan maksimal.

“Aku menyaksikan setiap gerakan mereka. Mereka sangat baik. Namun saya harap mereka mau untuk terus mengulang apa yang sudah mereka pelajari di sini. Karena itu penting. Saya sangat yakin potensi mereka sangat besar,” ungkap Dee. “Apalagi kami selalu berkeinginan agar setiap atlet yang kami tangani punya Mamba Mentality di dalam diri mereka.”

Latihan ini akan semakin memantapkan tim Honda DBL Indonesia All-Star yang akan mengikuti turnamen Dtermine Your Destiny National Tournament di Get It Done Sports Arena di Corona, California, sejak pagi sampai sore hari ini. Setelah itu, mereka akan menonton laga NCAA Division 1 Basketball antara University of Oregon melawan University of California Los Angeles (UCLA) pukul 7 malam di basket hall kampus UCLA. (*)

Gerakan Marcel Pukau James Hunt
24 February 2019

Los Angeles - James Hunt menjadi “pemeras” energi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 kemarin (21/2). Latihan pertama tim All-Star di Los Angeles, Amerika Serikat memang begitu menguras energi. Padahal yang dipelajari adalah fundamental basket. Gerakan yang paling dasar pula.

Basketball skills trainer para bintang NBA itu mengobrak-abrik kemampuan fundamental para pemain selama tiga jam penuh. Latihan berlangsung di Expo Center yang terletak gedung Los Angeles Swimming Stadium, kawasan Exposition Park, Los Angeles.

Terdapat delapan stations yang dipelajari para pemain. Yaitu footwork, ball handling, shooting, defense, reading and reacting, team concepts, scoring, dan balanced movement patterns.

Footwork menjadi materi primadona dalam latihan pertama tim All-Star di negera asal olahraga basket tersebut. “Gerakan bertahan membutuhkan usaha keras,” ungkap James saat memulai latihan. Dia ingin para pemain tidak memandang remeh setiap detail dalam gerakan bertahan yang akan mereka pelajari.

Di station pertama tersebut, posisi kaki pemain dipaksa untuk tetap rendah serta mengambil langkah panjang. Pandangan mata juga dipaksa untuk lurus ke depan, bukan ke bawah. Gerakan banyak dilakukan tanpa bola basket. Betul-betul fokus pada gerakan kaki, tangan, dan fokus pandangan pemain.

“Pertahankan posisi dan gerakan seperti ini. Kalian akan lebih mudah untuk kalian melakukan defense dan juga drive saat menyerang,” jelas pelatih yang sudah banyak membina atlet profesional itu.

Dalam 15 menit pertama, James Hunt memiliki satu catatan penting untuk diperhatikan baik-baik oleh seluruh pemain. Yakni teknik pick and roll yang masih belum sempurna.

“Ingat ini, hal terpenting dalam bermain basket adalah melakukan pick and roll! Itu adalah dasar yang harus dilakukan dengan benar,” ujar James kepada para pemain.

Menurut pengamatan James, para pemain masih suka melupakan kuncian putaran kaki saat melakukan pick and roll. Tumpuan kaki masih sering berpindah posisi. Hal sederhana itu sejatinya tidak boleh terjadi, mengingat keberhasilan gerakan selanjutnya sangat bergantung dari kesempurnaan gerakan pick and roll.

“Karena intinya (dari gerakan ini) adalah kamu membuat musuh tertipu dengan gerakanmu,” tambahnya lagi.

Pelatihan ala James Hunt memang dikenal sebagai pelatihan detail gerakan tubuh. Terutama footwork dan bodywork. Apalagi bila pesertanya adalah anak muda seperti para pemain All-Star. Sinkronisasi gerakan tubuh begitu ditekankan untuk dapat dikuasai oleh para pemain supaya permainan basket mereka lebih sempurna.

Pelatihan dari James Hunt ini melengkapi seluruh pelatihan yang selama ini sudah diikuti oleh pemain. Termasuk dalam latihan di event Honda DBL Camp yang digelar awal Desember tahun lalu.

Intan Permatasari, business manager DBL Academy yang melakukan supervisi program tim All-Star mengatakan, bahwa latihan bersama James Hunt memang sudah dirancang demikian.

“Kami memang merancang program latihan yang berjenjang untuk tim Honda DBL All-Star. Pada Honda DBL Camp lalu latihan banyak terkonsentrasi pada teknik dan pola permainan. Nah latihan di Amerika Serikat ini latihannya terkonsentrasi pada detail dari setiap gerakan fundamental,” jelasnya.

Intan melanjutkan, bahwa selama di Amerika, tim All-Star akan mendapat beberapa jenis pelatihan serupa. Namun dengan spesifikasi yang berbeda. Tujuannya agar kemampuan yang dimiliki para pemain dapat meningkat dan dalam sektor yang lebih luas.

Di dalam salah satu station, James terpukau dengan gerakan Andreas Marcelino Bonfilio, garda All-Star dari SMA St. Louis 1 Surabaya. Dan setelah itu berkali-kali dia menyampaikan kekagumannya kepada pemain yang juga menjadi MVP Honda DBL Camp kala itu. Menurutnya, Marcel -panggilan akrab Andreas Marcelino- punya sesuatu yang sangat spesial.

“Dia sangat spesial. Andai saja dia beruntung bisa bersekolah di sini, aku yakin dia juga yang akan paling bersinar. Amazing boy!” puji pelatih yang kini menangani latihan basket keluarga Shaquille O’Neal.

Namun, secara umum James Hunt menilai apa yang dilakukan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 selama sesi latihan sangat baik. Meski hampir di setiap station selalu dimulai dengan berbagai kesalahan penerapan teknik, namun mereka bekerja kerja untuk dapat memperbaiki itu.

“Mereka terlihat sangat kerja keras untuk memperbaiki kekurangan. Saya sangat respect kepada mereka dan saya melihat masa depan yang sangat cerah pada diri mereka semua,” tukas pelatih personal pemilik akademi basket Purpose Driven Training tersebut.

Sebelum menuju Expo Center, terlebih dahulu rombongan All-Star mengunjungi Griffith Observatory. Sebuah observatorium, planetarium, serta exhibition hall yang terletak di perbukitan Hollywood. Pada malam harinya, tim ini berkesempatan untuk menonton langsung laga NBA antara Los Angeles Lakeres melawan Houston Rockets.

Hari ini (23/2) mereka akan kembali berlatih. Namun di tempat yang berberda. Yaitu di fasilitas latihan milik legenda basket dunia Kobe Bryant di Kawasan Thousand Oaks, California. Mereka juga dijadawlkan untuk jalan-jalan sore di Melrose Avenue, sebuah kawasan perbelanjaan dekat Hollywood Boulevard. (*)

Latihan Perdana Ditangani Pelatih Basket Level NBA
24 February 2019

Skuad Putri Raih Kemenangan di Laga Uji Coba
8 January 2019

SURABAYA - Keseruan tak hanya tersaji pada scrimmage game tim putra. Tim putri pun menyajikan pertandingan yang sengit ketika melawan tim basket Whatsapp Surabaya. Mereka berhasil menang dengan skor 43-33.

Defense Apik Tim Putra Sulit Ditembus Lawan
8 January 2019

SURABAYA – Scrimmage Game menjadi agenda penutup serangkaian acara training camp pertama Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Dalam laga uji coba yang diselenggarakan di DBL Academy Pakuwon Mall Surabaya, tim putra menghadapi BBM Vikings Warriors Surabaya yang merupakan tim divisi. Sedangkan tim putri berhadapan dengan tim divisi Whatsapp Surabaya.

Inilah Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018
5 January 2019

Setelah lima hari penyelenggaraan Honda DBL Camp 2018, terpilihlah 12 student-athlete putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka resmi menyandang gelar terkeren dalam jagad perbasketan pelajar tanah air, Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Melalui proses persaingan dan pemilihan yang sangat ketat, para Honda DBL Indonesia All-Star 2018 nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat Februari 2019 mendatang. Inilah daftar nama tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018:

Kejutan Sebelum Pulang ke Indonesia
12 February 2018

LOS ANGELES—Perjalanan tim Honda DBL Indonesia All-Star hampir berakhir. Selama enam hari di Los Angeles, para pemain dan pelatih telah menunjukkan kerja keras. Semangat mempelajari hal baru. Atas kerja kerasnya, Sabtu (10/2) pagi, mereka mendapat hadiah kejutan. Jalan-jalan penutup di Universal Studios Hollywood!

Tampil Agresif Kalahkan Gahr
11 February 2018

LOS ANGELES—Berani lebih agresif menjadi kunci kemenangan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2017. Bermain melawan Gahr High School, Jumat (9/2) waktu LA, tim putra dan putri meraih kemenangan. Putra menang 57-49, putri 52-35.

Merasakan Lapangan Latihan Klay Thompson
10 February 2018

LOS ANGELES—Setelah menjalani training keras beberapa hari, Kamis (8/2) waktu LA, tim Honda DBL Indonesia All-Star 2017 bisa sedikit istirahat. Mereka berjalan-jalan ke Santa Monica Pier menikmati suasana jelang matahari terbenam. Paginya, hadir sebuah kejutan kecil saat mengunjungi Santa Margarita High School. Ternyata itu adalah SMA tempat sang bintang Golden State Warriors, NBA Champion, Klay Thompson!

Belajar Langsung dari Pelatih Steve Nash
9 February 2018

LOS ANGELES—“Kita hanya melakukan hal-hal yang sederhana, semangati diri, semangati teman kalian agar yang sederhana itu dilakukan sungguh-sungguh dan terus jadi lebih baik,” ungkapan Jordan Lawley di awal latihan itu membakar semangat pemain dan pelatih Honda DBL Indonesia All-Star 2017.

Merasakan Sensasi Nonton di VIP Box Staples Center
8 February 2018

LOS ANGELES—Setelah menghabiskan pagi hingga siang berlatih keras bersama Sports Academy, tim Honda DBL Indonesia All-Star 2017 mendapat hiburan setimpal. Malam harinya, rombongan pemain dan pelatih terbaik itu menyaksikan pertarungan Los Angeles Lakers melawan tim tamu Phoenix Suns. Langsung di Staples Center.

Sempurnakan Skill Dasar
8 February 2018

CALIFORNIA - Mendapat kesempatan berlatih di Sports Academy tak disia-siakan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2017. Selama dua hari, empat pelatih utama Sports Academy turun tangan langsung. Dibantu dengan beberapa asisten pelatih. Materi yang diajarkan menyentuh fundamental basket. Dibagi dalam beberapa drill station.