Find anything on DBL Indonesia

News

SERIES
 
 
Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
10 April 2019

Surabaya – Musim baru Honda DBL 2019 sudah semakin dekat. Kompetisi basket pelajar SMA se-Indonesia ini akan digelar mulai bulan Juli mendatang. Di tahun ke-16 penyelenggaraannya, para student-athlete dari 30 kota di 22 provinsi akan memperebutkan gelar juara di setiap provinsinya.

Pada bulan Juli nanti, akan ada tujuh kota yang menjadi kota penyelenggaraan pertama Honda DBL 2019. Diantaranya ada Honda DBL West Sumatra, Honda DBL South Kalimantan, Honda DBL East Kalimantan, Honda DBL West Java Series North Region, Honda DBL West Java Series East Region, Honda DBL East Nusa Tenggara Series dan Honda DBL East java Series – Babak Penyisihan.

Untuk proses pendaftaran tahun ini akan dibagi menjadi dua batch. Batch pertama dimulai pada 15 April 2019 mendatang di kota-kota seperti Surabaya, Padang, Banjarmasin, Samarinda, Bekasi, Cirebon, Kupang, Jayapura, Bogor, Solo, Semarang, Bandung, Lampung, Medan, Makassar, Malang, dan DKI Jakarta all region.

Lalu, di batch kedua, kota-kota seperti Jambi, Manado, Bali, Aceh, Tangerang, Pekanbaru, Jogja, Palembang, Pontianak, dan Mataram bisa mendaftarkan timnya pada tanggal 15 Juli 2019.

Hal yang wajib diperhatikan oleh para peserta adalah menyiapkan berbagai berkas-berkas pendaftaran. Mulai dari surat rekomendasi kepala sekolah, akta kelahiran/kk, rapor semester terakhir, SHUN SMP, pas foto, halaman depan rapot, ID official, dan lisensi C kepelatihan.

“Nah, buat para siswa berprestasi dan siswa kelas X, kalian tetap bisa berlaga di musim ini bersama tim sekolah kalian. jadi, persiapkan semuanya mulai dari berkas hingga latihan sebelum berlaga ya!,” ujar Astrid Septiana, Senior Manager Event DBL Indonesia.

Ditutup dengan Liburan ke Disney California Adventure Park
1 March 2019

Agenda padat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat ditutup dengan liburan menyenangkan. Mereka mendapatkan hadiah dari DBL Indonesia berupa jalan-jalan di Disney California Adventure Park, Anaheim, Amerika Serikat, kemarin, 26 Februari waktu California.

 

Hadiah ini memang pernah dijanjikan oleh Founder & CEO DBL Indonesia Azrul Ananda sehari sebelum keberangkatan mereka ke AS pada 20 Februari lalu. Namun, seluruh anggota tim tidak pernah mengetahui akan mendapatkan hadiah apa.

 

Saat itu, Azrul hanya menjanjikan bila tim student-athlete terbaik di Indonesia ini melakukan hal istimewa, maka sebuah hadiah akan diberikannya.

 

Dalam sepekan kunjungan mereka ke AS, beberapa agenda mereka lakukan. Yang paling utama adalah menimba ilmu olahraga basket level advance di fasilitas terbaik yang ada di kota Los Angeles.

 

Misalnya di Los Angeles Swimming Stadium yang terletak di kawasan Exposition Park, Los Angeles. Di dalam gedung bersejarah bagi atlet AS pada masa Olimpiade Los Angeles 1932 itu, tim Honda DBL Indonesia All-Star berlatih dengan salah satu NBA Skills Trainer terbaik, James Hunt.

 

Lalu, pada hari berikutnya, mereka menyambangi fasilitas latihan milik legenda NBA Kobe Bryant, Mamba Sports Academy (MSA), yang terletak di Thousand Oaks, satu jam perjalanan dari pusat kota Los Angeles. Saat itu, para pemain dan pelatih diajak untuk meningkatkan mental mereka. Layaknya seorang Kobe Bryant.

 

Hasil dari dua pelatihan tersebut sedikit banyaknya memberikan warna pada turnamen nasional yang mereka ikuti keesokan harinya di daerah Corona, California, AS. Berlangsung selama dua hari pada 23-24 Februari, tim pelajar terbaik di Indonesia ini mencuri atensi para peserta dan pengunjung umum Dtermine Your Destiny National Tournament.

 

Permainan basket mereka dinilai luar biasa. Tim putra bahkan melaju hingga babak final setelah meraih tiga kemenangan dari empat pertandingan. Dua di antaranya bahkan memiliki rata-rata margin skor akhir hingga menyentuh 30 poin. Meski di babak final itu mereka belum mampu meraih kemenangan.

 

Namun, hujan apresiasi lantas mereka dapatkan. Bahkan, sejumlah perwakilan klub maupun organisasi basket langsung mendatangi tim ofisial Honda DBL Indonesia All-Star 2018 in person. Dengan terbuka, mereka memberikan invitasi kepada tim ini untuk mengikuti turnamen yang lebih besar dan berskala internasional.

 

Hal ini cukup menarik. Mengingat tim yang dibentuk pada akhir tahun 2018 lalu bertanding melawan klub-klub yang berafiliasi dengan AAU. Artinya, secara kultur basket, tim Indonesia ini bisa jadi tidak sekuat klub-klub tersebut, yang bertahun-tahun ditempa di tempat kelahiran olahraga basket itu sendiri.

 

Tapi, hasil ini membuka sebuah fakta baru. Bahwa keberadaan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 cukup diperhitungkan. Kabar tersebut bahkan menyebar di komunitas warga negara Indonesia yang ada di Los Angeles. Bahkan hingga telinga Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles.

 

Tak ayal, pada hari keenam lawatan mereka di kota para malaikat, tim KJRI pun ikut menengok latihan terakhir tim hebat ini. Saat itu, mereka tengah berlatih dengan NBA skills trainer lainnya, Jordan Lawley, di Asics Sports Performance Center di Irvin, California, AS.

 

“Kami benar-benar kaget waktu menerima kabar tersebut. Karena sejujurnya belum pernah ada tim pelajar dari Indonesia yang punya banyak agenda latihan dan turnamen di Los Angeles. Dan tentu kami ikut senang dengan prestasi yang berhasil diraih tim Honda DBL Indonesia All-Star, mendapatkan juara kedua di turnamen,” ungkap Poppy Yeany, Konsul Fungsi Penerangan & Sosial Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.

 

Berkaca pada hasil tersebut, akhirnya DBL Indonesia pun memenuhi janjinya. Memberikan hadiah kepada tim basket masa depan Indonesia tersebut. Berupa liburan di Disney California Adventure Park, Anaheim.

 

“Ini adalah bentuk apresiasi dari kami di DBL Indonesia atas kerja keras, kerja sama, dan prestasi yang sudah mereka raih di Los Angeles. Prestasi mereka tahun ini sangat layak diacungi jempol. Sebab inilah kali pertama DBL Indonesia mengirimkan tim All-Star-nya ke Amerika Serikat untuk mengikuti sebuah turnamen resmi berskala nasional,” tutur Yondang Tubangkit, General Manger DBL Indonesia sekaligus manajer tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. (*)

Raih Title Runner-Up, Tim Putra All-Star Cetak Sejarah
1 March 2019

Tim putra Honda DBL Indonesia All-Star 2018 cetak sejarah baru. Mereka menduduki posisi runner-up setelah kalah 33-39 dari Team DTermined, sebuah tim yang memiliki reputasi cukup baik di California, pada turnamen nasional DTermine Your Destiny di Corona, California, kemarin (24/2, waktu California).

 

Inilah untuk pertama kalinya ada tim pelajar dari Indonesia yang bermain di sebuah turnamen nasional di Amerika Serikat. Dan masuk final. Terlebih, para peserta yang datang dari berbagai kota di AS, terutama California, itu merupakan klub yang terafiliasi dengan Amateur Athletic Union of the United States (AAU).

 

Dalam turnamen yang berlangsung di Get It Done Sports Complex, Corona, California, pertandingan final berlangsung ketat dalam dua babak. Sejak tip-off, kedua tim sama-sama bermain ngotot. Permainan cepat diperagakan oleh kedua tim.

 

Tertinggal 10-20 di paruh pertama pertandingan, tim All-Star bermain cerdas dan mampu come back. Permainan lawan yang mengandalkan tembakan dari luar garis busur 3 angka coba mereka redam. Ruang tembak ditutup, lalu dipaksa untuk penetrasi ke dalam. Di paint area, barisan big man siap menyambutnya. Mereka sigap menghalau bola yang dibawa mendekat ring mereka.

 

Alhasil, di babak kedua, perolehan skor musuh menurun. Sebaliknya, tim Honda DBL All-Star melejit. Banyak poin yang mereka dapatkan dari fast break dan tembakan dua angka. Para pemain tidak menunjukkan ketakutan sama sekali dalam menghadapi defense lawan. Hingga 5 menit menjelang laga berakhir, papan skor menunjukkan angka 30-30. Tim All-Star menyamakan kedudukan.

 

Sayang, pesatnya perolehan skor pada babak kedua itu tidak dapat dipertahankan di menit-menit akhir pertandingan. Tim All-Star justru melakukan beberapa turnover yang dikonversi dengan baik menjadi angka oleh lawan. Perolehan poin mereka berhenti di angka 33, sementara lawan berhasil mengunggulinya dengan skor 39.

 

Pelatih tim putra Honda DBL Indonesia All-Star mengatakan bahwa timnya bermain sangat baik dalam laga tersebut. Meski demikian, dia miliki catatan penting mengapa tren perolehan angka mereka stagnan pada menit-menit akhir.

 

“Pelajaran terbaik dari final ini adalah bagaimana mengontrol ego saat game ketat. Kita sempat menyamakan kedudukan. Comeback setelah tertinggal belasan poin. Tapi, anak-anak banyak yang eksekusi tembakan terlalu cepat. Beberapa kali mereka bermain nggak pakai strategi. Ingin show-off. Ada juga yang nggak pede. Itu jadi boomerang buat mereka,” jelas pelatih yang berasal dari SMA Bukit Sion Jakarta.

 

“Lagi dan lagi kita kalah dari mereka (Team DTermined, Red) saat tight game,” tambahnya.

 

Pertemuan Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team DTermined di babak final itu memang untuk kedua kalinya. Pertemuan pertama mereka terjadi saat babak penyisihan Sabtu (23/2 waktu California) kemarin. Saat itu tim All-Star juga kalah setelah tight game yang seru. Mereka akhirnya kalah dengan skor 50-59 dengan alasan yang serupa.

 

Garda sekaligus kapten tim putra Honda DBL All-Star Andreas Marcellino Bonfilio (SMA St. Louis 1 Surabaya) juga mengatakan hal senada. Menurut Marcel, tim All-Star terlalu banyak yang terburu-buru di menit akhir pertandingan. “Banyak yang nggak sabar waktu megang bola. Buru-buru passing, buru-buru shooting. Ini jadi pelajaran buat kita biar lebih sabar kalau dapat game kayak gitu lagi,” jelasnya.

 

Untuk diketahui, tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dapat tampil di babak final setelah memenangkan tiga dari 4 pertandingan penyisihan. Turnamen berlagsung selama dua hari, 23-24 Februari.

 

Turnamen tersebut juga dikuti oleh tim Putri Honda DBL Indonesia All-Star. Namun, mereka harus berpuas diri bermain hingga babak penyisihan saja. Tim putri kalah dua kali dari tiga pertandingan penyisihan. Hasil itu belum mampu untuk membuat mereka tampil di final. (*)

Adaptasi Regulasi Baru, Tim Putra dan Putri Honda DBL All-Star Berbagi Kemenangan Dengan Lawan
25 February 2019

Tidak ada latihan sama sekali di agenda hari keempat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat. Sebab, hari itu (23/2 waktu California) mereka harus menjalani tantangan yang berbeda. Yakni mengikuti turnamen nasional Dtermine Your Destiny.

Berlangsung di Get It Done Sports Arena di Corona, California, tim putra dan putri sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Turnamen masih akan berlangsung sampai hari ini (24/2) waktu California.

Udara dingin di Corona, California sempat menjadi kekhawatiran tim Honda DBL Indonesia All-Star. Pagi itu, udara sempat menyentuh angka 4 derajat celcius. Ini adalah suhu terendah sepanjang lawatan mereka di AS hingga kemarin (23/2).

Turnamen dibuka dengan pertandingan di partai putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team Dtermined Select. Bermain di dalam Pool A Grade D1 (8th Grade), tim putri All-Star benar-benar kesulitan untuk menemukan peak dalam permainan mereka.

Selain udara dingin yang memperlambat gerakan, perbedaan regulasi yang diterapkan dalam pertandingan tersebut juga membuat serangan mereka kian tidak efektif. Sejumlah bad call dari wasit mereka terima, yang jika menurut peraturan FIBA yang biasa digunakan, seharusnya call tersebut tidak perlu terjadi. Momentum tidak pernah berpihak ke srikandi pelajar Indonesia itu.

Di pertandingan pertama tersebut, skor akhir 20-38 menjadi milik lawan.

Coaching staff tim putri All-Star berpendapat bahwa kekalahan mereka dalam game pertama itu dideterminasi oleh faktor regulasi. Sejumlah strategi tidak bisa mulus dilakukan karena banyaknya bad call dari wasit dan juga lambatnya adaptasi pemain dengan regulasi.

Di pertandingan berikutnya, tim All-Star memperbaiki segala kekurangan mereka. Tubuh yang sudah lebih bisa beradaptasi dengan udara dingin memudahkan mereka. Berhadapan dengan tim WE-R1 yang memiliki materi pemain lebih komplit daripada tim sebelumnya, Faizzatus Shoimah dkk “mengaum”. Mereka menang 42-35.

Center mereka, Amelia Ryan Ayu (SMAN 8 Malang) tampil galak di bawah ring. Beberapa upaya lawan dalam mencetak angka dimentahkannya. Duet pelatih IGN Ngurah Teguh dan Yunita Sugianto pun mampu mencegah turnover, traveling, dan foul banyak dilakukan oleh tim asuhannya sebagaimana yang terjadi di game pertama.

Apa yang terjadi pada tim putri cepat ditanggapi oleh pelatih tim putra, Jap Ricky Lesamana dan Docta Ignoran Pambudi. Keduanya dengan cepat menginstruksikan anak asuh mereka untuk memulai pemanasan lebih cepat. Juga briefing mendalam tentang regulasi yang berlaku dalam turnamen tersebut.

“Saya nggak mau kecolongan. Yang terjadi di pertandingan pertama tim cewek saya pelajari. Saya minta penjelasan lebih lanjut ke petugas pertandingan. Lalu saya jelaskan ke anak-anak,” ungkap Jap Ricky.

Alhasil, pertandingan pertama tim putra Honda DBL Indonesia All-Star melawan tim Just Play relatif berjalan sesuai skenario. Barisan garda tim All-Star mampu membuat tim lawan frustasi dengan drive tajam serta passing cepat meraka.

Begitu juga dengan para Big Man. Bola rebound berhasil mereka amankan. Sebagian di antaranya dikonversi menjadi angka. Hasilnya, tim yang dipimpin oleh Andreas Marcellino Bonfilio (SMAN St. Louis 1 Surabaya) menang besar. Skor akhir 62-23 mereka bawa pulang.

Di pertandingan berikutnya, mereka juga tampil mengesankan. Melawan Team DTermined yang kemampuannya setara, daya gedor mereka tidak melemah. Mereka mampu untuk terus menjaga keunggulan dari lawan.

Namun, petaka datang 3 menit sebelum pertandingan berakhir. Banyak eksekusi yang dilakukan terburu-buru. Alhasil, momentum justru berbalik memihak tim lawan. Skor 50-48 segera berubah. Rentetan timbakan 3 angka yang dilakukan lawan membuat konsentrasi All-Star buyar. Buzzer akhir pertandingan berbunyi saat papan skor menunjukkan angka 50-59. Andreas Marcellino dkk kalah.

Meski demikian, kans tim putra dan putri untuk menjuarai turnamen masih terbuka. Hari ini mereka masih akan bertanding. Tim putri akan menghadapi  R2H. Sementara tim putra bertanding dua kali. Yakni melawan tim Long Beach Gold dan Norco Stampede. Jika mereka memenangkan pertandingan tersebut, partai final akan dilakukan pada sore harinya di tempat yang sama. (*)

Tim Honda DBL All-Star Dilatih untuk Menjadi ‘Kobe Bryant’
24 February 2019

Los Angeles - Hari ketiga berada di Los Angeles, Amerika Serikat, tim Honda DBL Indonesia All-Star kembali mendapat pelajaran yang sangat mahal. Mereka mendapatkannya saat berlatih di Mamba Sports Academy (MSA) di kawasan Thousand Oaks, kemarin (22/2, waktu Los Angeles).

Pelatihan di MSA ini memiliki karakter yang berbeda dibandingkan dengan pelatihan dari James Hunt. Bersama James Hunt, tim All-Star dipaksa untuk memperbaiki detail gerakan fundamental. Nah, di MSA, para trainer melatih tim para bintang ini untuk menggunakan fundamental basket di dalam berbagai skenario permainan. Terutama dalam hal finishing.

Adalah Dee Pinkard, AJ Moye, Jonathan Davis, dan Hannah Ascencig yang menjadi trainer dalam pelatihan Honda DBL Indonesia All-Star di MSA. Mereka berempat memiliki jam terbang yang tinggi dalam karir kepelatihan basket (basketball trainer). Dee dan AJ bahkan juga menjadi trainer tim Honda DBL Indoensia All-Star tahun sebelumnya.

Di sesi pertama latihan, dua lapangan basket yang terletak bersebelahan dijadikan 4 pos latihan. Tiap lapangan dibagi menjadi dua stations. Begitu pula dengan timnya. Masing-masing tim (putra dan putri) dibagi menjadi dua. Keempat pelatih Honda DBL Indonesia All-Star juga dibagi untuk membantu di setiap pos.

Di pos pertama, materinya adalah pemantapan ball handling. Dan di pos kedua, materinya adalah dribbling. Di lapangan kedua, materinya berkutat pada penyelesaian serangan. Yaitu pos post up finishing dan pos shooting finishing.

Keempat pos mungkin terlihat santai. Seluruh materi yang diberikan adalah kemampuan dasar pebasket. Namun, bukan berarti apa yang diberikan kepada para All-Star tidak sebanding dengan nama besar MSA itu sendiri. Justru sebaliknya.

Sebagai akademi olahraga, para trainer MSA tahu benar bagaimana membuat para atlet binaannya dapat menyerap maksimal semua ilmu yang diberikan dalam sesi latihan.

Meski tidak ada teriakan dan sempritan peluit, seperti saat latihan bersama James Hunt sehari sebelumnya, latihan tetap berada pada koridor pakem MSA: menumbuhkan ‘Mamba Mentality’ pada setiap atlet.

Nilai tersebut memang diadaptasi dari pemiliknya, Kobe Bryant, legenda NBA dari klub Los Angeles Lakers. Mereka ingin tim All-Star memiliki mental seperti Kobe: selalu mengejar potensi terbaik melalui kerja keras, keputusan cerdas, dan tidak pernah beralasan.

Maka, dalam latihan tersebut, seluruh pelatih mengawasi dengan saksama gerak tubuh setiap pemain. Bagaimana kaki mereka bergerak lalu berhenti, posisi kaki saat menapak, ayunan tangan kala membawa bola, busungan dada, pegangan pada bola, hingga arah tatapan mata pemain.

Saddam Asyruna, garda tim putra Honda DBL Indonesia All-Star dari SMA Kharisma Bangsa Tangerang mengungkapkan bahwa ini adalah latihan skill terbaik yang pernah dia ikuti. “Ini tuh penting banget. Mereka (trainer MSA) bener-bener memperhatikan gerakan kita gimana, finishing kita gimana. Ternyata saya masih punya banyak kekurangan yang selama ini nggak saya sadari,” ujar Saddam.

Setelah sesi pertama, latihan masih terus berlanjut hingga sesi ketiga. Tiap sesi tetap berhubungan dengan empat pos latihan yang sudah dilaksanakan di awal. Namun dengan tingkat kesulitan yang berbeda.

Dee Pinkard, trainer MSA yang turun tangan menangani tim All-Star mengatakan bahwa dirinya melihat kemampuan yang luar biasa dari pada anggota tim. Namun, kemampuan itu banyak yang belum tergali dengan maksimal.

“Aku menyaksikan setiap gerakan mereka. Mereka sangat baik. Namun saya harap mereka mau untuk terus mengulang apa yang sudah mereka pelajari di sini. Karena itu penting. Saya sangat yakin potensi mereka sangat besar,” ungkap Dee. “Apalagi kami selalu berkeinginan agar setiap atlet yang kami tangani punya Mamba Mentality di dalam diri mereka.”

Latihan ini akan semakin memantapkan tim Honda DBL Indonesia All-Star yang akan mengikuti turnamen Dtermine Your Destiny National Tournament di Get It Done Sports Arena di Corona, California, sejak pagi sampai sore hari ini. Setelah itu, mereka akan menonton laga NCAA Division 1 Basketball antara University of Oregon melawan University of California Los Angeles (UCLA) pukul 7 malam di basket hall kampus UCLA. (*)

Gerakan Marcel Pukau James Hunt
24 February 2019

Los Angeles - James Hunt menjadi “pemeras” energi tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 kemarin (21/2). Latihan pertama tim All-Star di Los Angeles, Amerika Serikat memang begitu menguras energi. Padahal yang dipelajari adalah fundamental basket. Gerakan yang paling dasar pula.

Basketball skills trainer para bintang NBA itu mengobrak-abrik kemampuan fundamental para pemain selama tiga jam penuh. Latihan berlangsung di Expo Center yang terletak gedung Los Angeles Swimming Stadium, kawasan Exposition Park, Los Angeles.

Terdapat delapan stations yang dipelajari para pemain. Yaitu footwork, ball handling, shooting, defense, reading and reacting, team concepts, scoring, dan balanced movement patterns.

Footwork menjadi materi primadona dalam latihan pertama tim All-Star di negera asal olahraga basket tersebut. “Gerakan bertahan membutuhkan usaha keras,” ungkap James saat memulai latihan. Dia ingin para pemain tidak memandang remeh setiap detail dalam gerakan bertahan yang akan mereka pelajari.

Di station pertama tersebut, posisi kaki pemain dipaksa untuk tetap rendah serta mengambil langkah panjang. Pandangan mata juga dipaksa untuk lurus ke depan, bukan ke bawah. Gerakan banyak dilakukan tanpa bola basket. Betul-betul fokus pada gerakan kaki, tangan, dan fokus pandangan pemain.

“Pertahankan posisi dan gerakan seperti ini. Kalian akan lebih mudah untuk kalian melakukan defense dan juga drive saat menyerang,” jelas pelatih yang sudah banyak membina atlet profesional itu.

Dalam 15 menit pertama, James Hunt memiliki satu catatan penting untuk diperhatikan baik-baik oleh seluruh pemain. Yakni teknik pick and roll yang masih belum sempurna.

“Ingat ini, hal terpenting dalam bermain basket adalah melakukan pick and roll! Itu adalah dasar yang harus dilakukan dengan benar,” ujar James kepada para pemain.

Menurut pengamatan James, para pemain masih suka melupakan kuncian putaran kaki saat melakukan pick and roll. Tumpuan kaki masih sering berpindah posisi. Hal sederhana itu sejatinya tidak boleh terjadi, mengingat keberhasilan gerakan selanjutnya sangat bergantung dari kesempurnaan gerakan pick and roll.

“Karena intinya (dari gerakan ini) adalah kamu membuat musuh tertipu dengan gerakanmu,” tambahnya lagi.

Pelatihan ala James Hunt memang dikenal sebagai pelatihan detail gerakan tubuh. Terutama footwork dan bodywork. Apalagi bila pesertanya adalah anak muda seperti para pemain All-Star. Sinkronisasi gerakan tubuh begitu ditekankan untuk dapat dikuasai oleh para pemain supaya permainan basket mereka lebih sempurna.

Pelatihan dari James Hunt ini melengkapi seluruh pelatihan yang selama ini sudah diikuti oleh pemain. Termasuk dalam latihan di event Honda DBL Camp yang digelar awal Desember tahun lalu.

Intan Permatasari, business manager DBL Academy yang melakukan supervisi program tim All-Star mengatakan, bahwa latihan bersama James Hunt memang sudah dirancang demikian.

“Kami memang merancang program latihan yang berjenjang untuk tim Honda DBL All-Star. Pada Honda DBL Camp lalu latihan banyak terkonsentrasi pada teknik dan pola permainan. Nah latihan di Amerika Serikat ini latihannya terkonsentrasi pada detail dari setiap gerakan fundamental,” jelasnya.

Intan melanjutkan, bahwa selama di Amerika, tim All-Star akan mendapat beberapa jenis pelatihan serupa. Namun dengan spesifikasi yang berbeda. Tujuannya agar kemampuan yang dimiliki para pemain dapat meningkat dan dalam sektor yang lebih luas.

Di dalam salah satu station, James terpukau dengan gerakan Andreas Marcelino Bonfilio, garda All-Star dari SMA St. Louis 1 Surabaya. Dan setelah itu berkali-kali dia menyampaikan kekagumannya kepada pemain yang juga menjadi MVP Honda DBL Camp kala itu. Menurutnya, Marcel -panggilan akrab Andreas Marcelino- punya sesuatu yang sangat spesial.

“Dia sangat spesial. Andai saja dia beruntung bisa bersekolah di sini, aku yakin dia juga yang akan paling bersinar. Amazing boy!” puji pelatih yang kini menangani latihan basket keluarga Shaquille O’Neal.

Namun, secara umum James Hunt menilai apa yang dilakukan tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 selama sesi latihan sangat baik. Meski hampir di setiap station selalu dimulai dengan berbagai kesalahan penerapan teknik, namun mereka bekerja kerja untuk dapat memperbaiki itu.

“Mereka terlihat sangat kerja keras untuk memperbaiki kekurangan. Saya sangat respect kepada mereka dan saya melihat masa depan yang sangat cerah pada diri mereka semua,” tukas pelatih personal pemilik akademi basket Purpose Driven Training tersebut.

Sebelum menuju Expo Center, terlebih dahulu rombongan All-Star mengunjungi Griffith Observatory. Sebuah observatorium, planetarium, serta exhibition hall yang terletak di perbukitan Hollywood. Pada malam harinya, tim ini berkesempatan untuk menonton langsung laga NBA antara Los Angeles Lakeres melawan Houston Rockets.

Hari ini (23/2) mereka akan kembali berlatih. Namun di tempat yang berberda. Yaitu di fasilitas latihan milik legenda basket dunia Kobe Bryant di Kawasan Thousand Oaks, California. Mereka juga dijadawlkan untuk jalan-jalan sore di Melrose Avenue, sebuah kawasan perbelanjaan dekat Hollywood Boulevard. (*)

Latihan Perdana Ditangani Pelatih Basket Level NBA
24 February 2019

Gulung Tim Basket Unair, Tim Honda DBL Indonesia All-Star Menatap Los Angeles Optimistis
19 February 2019

Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 sapu bersih seluruh laga uji coba. Dalam laga kedua mereka yang berlangsung di DBL Arena, tim para bintang level SMA ini mampu menekuk lutut lawan mereka dengan skor meyakinkan. Baik tim putra maupun tim putri menghadapi tim basket Universitas Airlangga (Unair) kemarin (18/2).

Skuat putri memenangkan duel dengan skor 53-36. Sementara skuat putra kampiun dengan skor akhir 60-39.

Di sektor putra, tim pelatih menerapkan hal yang berbeda. Tidak seperti pertandingan sebelumnya, kali ini mereka memberikan ruang yang lebih leluasa kepada para pemainnya untuk improve pola permainan. Meski diwarnai dengan sejumlah turnover, namun tim All-Star tidak pernah memberikan kesempatan kepada lawan untuk mengungguli perolehan poin mereka.

Duo bigman All-Star Julian Alexandre dan Muhammad Naufal tampil menawan. Bermain dengan minute play lebih dari 20 menit, keduanya kerap mengobrak-abrik pertahanan lawan dari bawah ring. Julian bahkan beberapa kali memecah kebuntuan timnya dalam mengemas angka. Total 17 angka berhasil mereka sumbangkan di pertandingan tersebut.

Mario Davidson, garda andalan tim All-Star Honda DBL juga bermain sangat apik. Seperti uji coba sebelumhya, Mario kembali menjadi pencetak poin terbanyak untuk timnya dengan torehan 11 angka.

Dinakhodai oleh kapten tim Marcelino Bonfilio, tim All-Star kerap mengagalkan usaha lawan untuk mencetak angka. Dari 20 turnover yang dilakukan tim Unair, mereka mampu mengonversinya menjadi 11 angka. Hasil ini cukup baik mengingat turnover yang mereka lakukan juga sama banyak.

Di sektor putri, tim All-Star juga kembali tampil impresif sejak kuarter pertama. Mereka memperagakan pola permainan yang rapi. Serangan beruntun dari para garda melejitkan perolehan skor mereka di dua kuarter pertama dengan skor 28-16.

Di kuarter ketiga, mereka bahkan sempat meninggalkan tim lawan dengan selisih 26 angka.

“Anak-anak malam ini cerdik membaca gerakan lawan. Karena chemistry yang makin kuat, mereka juga bisa mengalirkan bola lebih lancar. Banyak peluang yang berhasil dimanfaatkan untuk cetak angka,” jelas assistant coach tim putri All-Star Yunita Sugianto.

Hasil mengesankan juga mereka catatkan pada statistik tembakan bebas yang mencapai 100 persen. “Akurasi free throw yang 100 persen itu bukti kalau anak-anak enjoy dan bisa lepas dari tekanan,” lanjut coach yang kerap disapa Camcam tersebut.

Duet Faizzatus Shoimah dan Leandra Pelealu pun lagi-lagi menghasilkan banyak momentum positif. Keduanya menyumbangkan 22 angka untuk kemenangan tim mereka.

Capaian mengesankan tim All-Star ini membangkitkan optimisme untuk menghadapi agenda mereka selanjutnya. Yaitu ke Amerika Serikat.

Laga melawan tim elit tingkat universitas di Jawa Timur semalam itu sekaligus menutup semua agenda uji coba dalam rangka training camp yang dilaksanakan oleh DBL Indonesia. Pemusatan latihan itu diadakan sebagai persiapan akhir sebelum tim student-athlete terbaik di Indonesia tersebut akan ke kota Los Angeles, Amerika Serikat, pada Rabu (20/2) esok.

Di sana, mereka akan berlatih basket level advance di bawah arahan para top basketball skills trainer. Mereka juga akan melakoni sejumlah scrimmage game dan pertandingan penting. (*)

Faizzatus Shoimah dan Mario Davidson Bawa Tim Honda DBL Indonesia All-Star Menangkan Laga Uji Coba Pertama
19 February 2019

Hari kedua pelaksanaan training camp Honda DBL Indonesia All-Star 2018 ditutup dengan dua laga uji coba. Masing-masing untuk tim putra dan tim putri. Pertandingan berlangsung di DBL Academy Pakuwon, Surabaya, pada Minggu (17/2). Kedua laga tersebut berhasil dimenangkan oleh tim All-Star Honda DBL.

Laga uji coba dibuka dengan pertandingan di sektor putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan Wonder Whatsapp Surabaya. Laga ini dimenangkan oleh tim All-Star dengan skor meyakinkan, 68-39.

Ini adalah pertemuan kedua mereka. Sebelumnya mereka pernah berseteru dalam training camp pertama pada bulan Januari lalu. Saat itu tim All-Star juga menang 43-33.

Permainan cantik diperagakan oleh tim All-Star sejak tip-off. Gempuran tim asuhan head coach IGN Teguh Putra Negara dan assistant coach Yunita Sugianto tak mampu dibendung lawan. Jelang akhir kuarter pertama, tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2018 sudah unggul jauh dari lawan. Skor akhir 23-8 menutup kuarter pertama untuk keunggulan tim putri All-Star.

Keadaan tak banyak berubah di kuarter selanjutnya. Bahkan hingga buzzer kuarter terakhir berbunyi. Faizzatus Shoimah -kapten tim putri all-star Honda DBL- terus memimpin kawan-kawannya untuk menyerang jantung pertahanan Whatsapp. Secara gradual, defense tim All-Star terus membaik di setiap kuarternya.

Total, 18 kali steal berhasil mereka bukukan. Tim lawan juga dipaksa melakukan turnover hingga 21 kali. Ais -panggilan akrab Faizzatus- menjadi pencetak skor tertinggi dengan torehan 15 angka, disusul Leandra Pelealu dengan 11 angka.

Teguh berpendapat bahwa kunci kemenangan tim asuhannya ada di komunikasi yang semakin membaik.

“Dalam dua kali training camp, chemistry mereka terus membaik. Makanya komunikasi mereka bisa berjalan di lapangan. Kesalahan-kesalahan kecil di kuarter pertama bisa diminimalisir di kuarter-kuarter berikutnya,” jelasnya.

Di sektor putra, pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim saling menunjukkan determinasinya. Di kuarter pertama, tim All-Star hanya mampu unggul tipis 15-13 dari tim Porprov Surabaya, lawan uji coba mereka malam itu.

Marcelino Bonfilio Andreas -kapten tim putra All-Star- harus bersusah payah mematahkan game plan lawan. Serangan mereka kerap menemui jalan buntu karena rapatnya pertahanan sang rival. Namun demikian, mereka tetap mampu menjaga keunggulan hingga kuarter ketiga dengan skor 54-45.

Meski di atas kertas mereka lebih diunggulkan, namun tim besutan Jap Ricky Lesmana dan Docta Ignoran Pambudi itu memiliki masalah pada kedisiplinan dalam bertahan. Kekhawatiran para pelatih pun terbukti di kuarter terakhir.

Dua menit sebelum buzzer kuarter keempat berbunyi, tim Porprov Surabaya berhasil mengungguli perolehan poin tim All-Star 67-68. Padahal, di kuarter sebelumnya, mereka sempat tertinggal 17 angka dari Marcel cs.

“Defense anak-anak berantakan di kuarter terakhir. Fokusnya hilang. Padahal di tiga kuarter sebelumnya mereka disiplin banget. Meski akhirnya menang, mereka harus belajar keras memperbaiki itu,” jelas head coach Ricky.

Beruntung tim All-Star mampu menjaga motor serangan tetap bekerja di menit akhir pertandingan. Terutama man of the match malam itu, Mario Davidson. Aksi drive-nya ke jantung pertahanan Porprov di 30 detik terakhir kembali membuat All-Star unggul lagi 72-71. Hasil tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.

Di tim lawan, Andre Kristiano menjadi pencetak skor terbanyak dengan torehan 28 angka. Sementara di tim All-Star, Mario Davidson mencetak double-double dengan raihan 17 poin dan 10 rebound.

Pagi sebelumnya, tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 terlebih dahuli menjalani sesi latihan fundamental. Latihan berdurasi 2,5 jam itu dimanfaatkan baik-baik oleh para pemain. Sebab mereka tidak memiliki banyak waktu untuk melaksanakan beberapa drill. Begitu pun dengan hari ini (18/2).

Hari ini, tim Honda DBL All-Star akan mengikuti pelatihan pembangungan karakter pada pagi hari sebelum kembali melakoni laga uji coba kedua pada malam harinya. Mereka akan menghadapi tim Universitas Airlangga, salah satu tim elit level universitas di wilayah Jawa Timur.

Setelah itu, latihan hari terakhir adalah cooling down session. Sebab keesokan paginya tim para bintang ini harus menempuh 24 jam perjalanan udara menuju Ontario International Airport, California, Amerika Serikat. Mereka akan berada di Amerika Serikat hingga 26 Februari 2019. (*)

Pemusatan Latihan Kedua Dimulai, Tim All-Star DBL Siapkan Diri Hadapi Lawan Berat
19 February 2019

Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 sudah berkumpul kembali di Surabaya untuk menjalani training camp kedua kemarin (16/2). Para student-athlete Indonesia terbaik tingkat SMA itu akan mempersiapkan diri mereka sebelum berangkat ke Los Angeles, Amerika Serikat pada 20-26 Februari 2019 mendatang.

Menu dalam training camp ini diracik oleh para pelatih All-Star serta head coach DBL Academy. Berlangsung di DBL Academy Pakuwon, Surabaya, hingga 19 Februari, para pelatih mempersiapkan tim para bintang tersebut agar siap menghadapi advance training serta scrimmage game di kota para malaikat.

Dalam latihan hari pertama, beberapa jenis latihan disantap oleh para pemain. Seperti pola transisi menyerang-bertahan dengan cepat, pola menyerang dengan skenario tertentu, hingga memperbanyak latihan menembak tiga angka.

Yunita Sugianto, asisten pelatih tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2018, mengatakan bahwa di hari pertama tersebut, tim asuhannya dilatih untuk memecah kebuntuan dalam sebuah skenario permainan. Salah satunya adalah kala para garda tembak (shooting guard) sudah dimatikan ruang geraknya oleh lawan.

“Mereka latihan untuk bebasin semua shooter yang dijaga ketat lawan. Mereka harus bisa balikin bola ke playmaker, lalu screen dan pick and roll, supaya ruang tembak jadi terbuka lagi,” ungkapnya menjelaskan.

Sementara di tim putra, sesi latihan banyak diisi dengan pola-pola sederhana. Sebab tim pelatih menilai bahwa para pemain butuh rileks setelah menempuh perjalanan panjang dari kota masing-masing menuju Surabaya kemarin.

Namun, di hari perdana training camp, dua pemain belum dapat bergabung dalam sesi latihan. Mereka adalah Sabrina Ayu (SMA Dian Harapan Makassar) dan Anthoni Putra Aipassa (SMA Jhon 23 Merauke). Keduanya baru akan bergabung pada sesi latihan hari ini (17/2).

Manajer tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 mengonfirmasi bahwa dalam pemusatan latihan kali ini, tim All-Star akan menjalani tiga pertandingan uji coba. Nanti malam, tim Putra akan melakoni scrimmage game melawan tim Porprov Jatim. Sementara tim Putri akan kembali menghadapi tim Whatsapp Surabaya, tim semiprofesional yang sudah mereka hadapi saat training camp pertama.

“Kami sudah berkoordinasi dengan banyak pihak agar training camp kedua ini betul-betul dapat mendongkrak performa tim. Baik dari segi teknis maupun mental. Salah satunya dengan memastikan tim lawan agar turun dengan skuad terbaik mereka, supaya tim All-Star Honda DBL dapat mengeluarkan kemampuan mereka 100 persen,” tutur Yondang.

Di hari berikutnya, baik tim Putra maupun Putri akan menghadapi tim basket Universitas Airlangga mulai pukul 5 sore. Dan di hari terakhir, uji coba dilakukan secara internal saja. Seluruh latihan dan uji coba berlangsung di DBL Academy Pakuwon.

Untuk diketahui, tim Honda DBL Indonesia All-Star merupakan para pemain terbaik yang diseleksi dari pelaksanaan liga Honda DBL. Sebelum menjadi 12 putra dan 12 putri penghuni tim All-Star, mereka harus menyisihkan ratusan pemain pilihan dari 22 provinsi dalam ajang DBL Camp yang digelar pada Desember tahun 2018 lalu.

Selama di AS nanti, tim para bintang tersebut akan melakoni latihan level advance yang tidak main-main. Seperti latihan dan scrimmage game dengan para basketball skills trainer level NBA Jordan Lawley dan James Hunt, serta latihan di fasilitas training berkelas seperti Asics Training Center dan juga Mamba Sports Academy milik legenda basket dunia Kobe Bryant. (*)

Pride2 Lengkapi Line-up DBL x Ardiles Shoes (Setelah Sukses Merilis AZA6 dan AD1)
13 February 2019

JAKARTA-Menghancurkan barrier atau penghalang pertumbuhan basket di tanah air. Itulah tekad perusahaan basket terbesar, DBL Indonesia. Bersama Ardiles, produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya. Mengawali tahun 2019, kolaborasi ini sukses merilis beragam pilihan DBL x Ardiles shoes. Sepatu basket berkualitas tinggi, keren, tapi dengan harga terjangkau. Sehingga makin banyak anak Indonesia bermain basket.

Bertempat di Event Space Go Work FX Sudirman Jakarta, DBL x Ardiles resmi merilis Pride2 Rabu (13/2). Sepatu generasi kedua seri Pride ini makin melengkapi line-up DBL x Ardiles. Setelah kolaborasi ini sukses merilis sepatu AZA6 pada Desember 2018. Dilanjutkan dengan diluncurkannya sepatu AD1, signature shoe pebasket profesional pertama di Indonesia pada 26 Januari 2019 kemarin.

Tiga sepatu hasil kolaborasi ini jadi bukti bahwa basket bisa dirambah seluruh kalangan. Hal itu sesuai dengan tujuan utama dari Azrul Ananda founder dan CEO DBL Indonesia yang menginginkan basket bisa diterima seluruh kalangan masyarakat di Indonesia. “Banyak anak-anak terutama di luar pulau seperti Aceh atau Papua yang tidak bisa bermain basket karena alasan sepatu. Saya sangat gembira melihat sepatu DBL dan Ardiles ini bisa membantu mereka mengejar impiannya,” pungkas Azrul.

Pride2 sendiri diposisikan berbeda dengan AZA6 maupun AD1. Hadir dengan tiga kombinasi warna; hitam/kuning, merah/hitam, dan hitam/hijau. Pride2 adalah sepatu basket berkualitas namun dengan harga sangat-sangat terjangkau. Tersedia dengan ukuran 39 hingga 47, sepatu ini dijual di kisaran Rp 300 ribu!

Pride2 diharapkan dapat mengancurkan penghalang para pebasket muda di penjuru tanah air untuk meraih kebanggaan atau pride. Dalam mengejar mimpi sebagai student athlete. Seperti yang telah dilakukan DBL Indonesia dalam mengembangkan basket di tanah air. Melalui Honda Developmental Basketball League (DBL). Kompetisi basket pelajar terbesar yang konsisten digelar sejak 2008. Hingga kini menjangkau 30 kota di 22 provinsi. Dari Aceh hingga Papua.

"Lewat Pride2, kami ingin terus mengembangkan barisan pilihan sepatu basket berkualitas dengan harga terjangkau. Kami ingin terus mendorong industri pendukung olahraga di Indonesia. Semoga kelak brand Indonesia bisa jadi raja di negeri sendiri," kata Azrul ”AZA” Ananda, founder dan CEO DBL Indonesia.

Azrul menambahkan, bahwa sepatu-sepatu DBL x Ardiles dikembangkan dengan portofolio yang berbeda-beda. Sepatu AZA6, misalnya. Dirilis paling duluan, pada Desember 2018. Adalah sepatu flagship, melanjutkan edisi sebelumnya, AZA5, yang dirilis akhir 2017. Membawa misi utama kolaborasi DBL x Ardiles untuk memudahkan orang atau anak membeli sepatu basket. Sepatu itu harganya sangat terjangkau, dan bisa multifungsi. Bukan hanya untuk basket, tapi juga bisa untuk sekolah dan bekerja.

Sedangkan sepatu AD1 adalah sepatu basket yang mengutamakan performa, khususnya untuk pemain dengan gerakan cepat. Kebanyakan pemain basket di Indonesia butuh sepatu seperti ini.

Nama “AD1” adalah akronim dari nama pebasket muda yang sedang melejit karirnya: Abraham Damar Grahita. Guard berusia 23 tahun milik klub Stapac Jakarta ini adalah bintang masa kini dan masa depan tim nasional basket Indonesia.

Abraham dipilih oleh DBL Indonesia dan Ardiles untuk mencatat sejarah besar ini. Pada musim 2017 lalu, dia menyabet predikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut meraih gold medal pada SEABA Championship 2018. Mempersembahkan medali perak di SEA Games 2017 di Malaysia. Dia juga menjadi andalan di Asian Games 2018 lalu di Jakarta.

“Saya sangat berterima kasih kepada DBL dan Ardiles. Dengan sepatu AD1 saya berharap bisa menginspirasi anak-anak di seluruh Indonesia. Karena saya ini just kid from bangka yang ternyata bisa menjadi pemain basket pertama yang memiliki signature shoe di Indonesia,” ujar Abraham.

DBL Indonesia dan Ardiles sudah mengembangkan AD1 selama 1,5 tahun. Bahkan, Abraham Damar sudah menjalani proses scan dan cetak kaki untuk membantu risetnya. Sudah seperti pemain-pemain basket pemilik signature shoe kelas dunia!

”Visi dan misi kami (DBL Indonesia dan Ardiles, Red) sama. Yaitu, ikut mengemangkan basket Indonesia. Ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk show off, bahwa produk lokal juga tak kalah dengan brand luar,” ujar Kim Pan Seung, Direktur A1 Ardiles.

Sementara itu, Abraham mengaku sangat shock dan bahagia ketika ditunjukkan sepatu AD1 untuk kali pertama. “Saya diundang ke Surabaya, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Ketika melihat sepatu itu, saya langsung tidak bisa berkata apa-apa. Bangga, bahagia, terharu,” ungkapnya. 

Sepatu Abraham Damar (AD1) ini tersedia dalam tiga kombinasi warna. Hitam-merah, sesuai dengan warna khas timnya, Stapac Jakarta. Lalu merah-putih, untuk dia pakai saat membela Timnas Basket Indonesia. Serta ada warna biru-oranye muda, warna khas DBL Academy.

Untuk harga, sepatu ini tetap dijual dengan harga sangat terjangkau, di kisaran Rp 400 ribu. Dan, tersedia dengan ukuran 34 hingga 47. Jadi, para orang tua sekarang tidak lagi pusing membelikan sepatu basket buat anaknya. Seluruh pilihan sepatu DBL x Ardiles itu dapat dibeli di pelosok kota di tanah air. Termasuk dibeli secara online melalui www.dbl-store.com.  (*)

Skuad Putri Raih Kemenangan di Laga Uji Coba
8 January 2019

SURABAYA - Keseruan tak hanya tersaji pada scrimmage game tim putra. Tim putri pun menyajikan pertandingan yang sengit ketika melawan tim basket Whatsapp Surabaya. Mereka berhasil menang dengan skor 43-33.

Defense Apik Tim Putra Sulit Ditembus Lawan
8 January 2019

SURABAYA – Scrimmage Game menjadi agenda penutup serangkaian acara training camp pertama Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Dalam laga uji coba yang diselenggarakan di DBL Academy Pakuwon Mall Surabaya, tim putra menghadapi BBM Vikings Warriors Surabaya yang merupakan tim divisi. Sedangkan tim putri berhadapan dengan tim divisi Whatsapp Surabaya.

Inilah Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018
5 January 2019

Setelah lima hari penyelenggaraan Honda DBL Camp 2018, terpilihlah 12 student-athlete putra dan putri terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka resmi menyandang gelar terkeren dalam jagad perbasketan pelajar tanah air, Honda DBL Indonesia All-Star 2018. Melalui proses persaingan dan pemilihan yang sangat ketat, para Honda DBL Indonesia All-Star 2018 nantinya akan menimba ilmu di Los Angeles, Amerika Serikat Februari 2019 mendatang. Inilah daftar nama tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018:

300 pasang AZA 6 Sold Out Kurang dari 11 Jam
18 December 2018

AZA 6 mendapat respons luar biasa. Sejak kali pertama diperkenalkan kepada publik, Sabtu (15/12) lalu. Seakan sudah tak sabar menunggu, kesempatan pre order secara online tak disia-siakan. Kurang dari 11 jam, sebanyak 300 pasang pertama AZA 6 langsung ludes terjual.

The Journey of AZA Shoes
13 December 2018

Tak terasa, sejak 2009 hingga 2017 sudah ada lima DBL Shoes yang diproduksi masal dan kelimanya sangat diterima masyarakat.