Find anything on DBL Indonesia

Akhirnya, Honda DBL untuk SMA Ibu Kota

dblindonesia.com - 2 February 2011

JAKARTA – Kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL), akhirnya memberi kesempatan bagi sejumlah SMA ibu kota untuk ikut berkompetisi. Mulai 4 Februari besok, tim-tim itu berlaga di Honda DBL Invitational Tournament, di Hall A Senayan Jakarta.

Ajang ini digelar sebagai even pendukung seri kelima National Basketball League (NBL) Indonesia, liga tertinggi di tanah air, yang berlangsung 5-13 Februari. “Sudah banyak sekali pihak yang meminta Honda DBL untuk mampir ke Jakarta. Namun kami belum bisa mengabulkan, karena kami memang lebih memprioritaskan kompetisi di daerah. Sekarang, dengan momen adanya NBL Indonesia di Jakarta, kami rasa momennya telah tiba untuk menjajal konsep student-athlete kami di ibu kota,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL, yang juga commissioner NBL Indonesia.

Azrul menambahkan, kompetisi ini masih bersifat Invitational Tournament. Belum format penuh Honda DBL seperti di kota-kota lain, dari Aceh sampai Papua. Namun, dia berharap ini bisa menjadi alat ukur yang baik, seandainya tahun depan benar-benar ada Honda DBL “yang sebenarnya” di ibu kota. “Kami ingin melihat seperti apa respons penyelenggaraan Honda DBL ini,” ucapnya.

Untuk Honda DBL Inviational Tournament di Jakarta, PT DBL Indonesia selaku penyelenggara Honda DBL dan NBL Indonesia telah mengundang 14 tim (delapan putra, enam putri).

Selain mencari juara, turnamen ini juga akan memilih pemain-pemain dan pelatih-pelatih terbaik, yang akan diikutkan dalam DBL World Camp di Surabaya, Juli mendatang. “Meski berstatus Invitational Tournament, mereka yang terpilih tetap berhak ikut seleksi masuk DBL Indonesia All-Star 2011, yang akan belajar dan bertanding di Amerika Serikat,” ungkap Azrul.

Selasa lalu (1/2), panitia telah melakukan technical meeting bersama para peserta. Dalam pertemuan itu, para peserta mendapat penjelasan tentang peraturan kompetisi, sekaligus melakukan drawing untuk menentukan lawan.

“Ada sejumlah aturan yang masih berbeda dengan di kota-kota lain di Indonesia. Tapi, kami tetap strict menerapkan aturan umur. Pemain yang pernah tidak naik kelas juga tetap tidak boleh ikut. Salah satu yang beda, di Jakarta masih belum ada kompetisi dance seperti di kota-kota lain,” jelas Yondang Tubangkit, events and basketball operations coordinator DBL Indonesia.

Tentu saja, kesempatan ikut Honda DBL ini disambut senang oleh para pelajar ibu kota. Banyak yang mengaku sudah lama kenal DBL, tapi belum bisa mencicipinya karena tidak mengunjungi Jakarta.

”Saya sudah pernah nonton video-video DBL di YouTube. Meriah gitu. Tapi, ditunggu-tunggu kok nggak datang-datang ke Jakarta. Terus, tiba-tiba kita dapat undangan untuk ikut Honda DBL. Untung saya masih kelas dua. Coba kalau udah kelas tiga, kan nggak bisa ikut,” ujar Christian Gunawan, pemain SMA PSKD I Jakarta usai technical meeting. ”Senang-lah rasanya. Bisa ikut DBL sekarang. Siapa tahu bisa terpilih ke Surabaya buat camp, terus siapa tahu lagi bisa ke Amerika,” tambahnya.

Jader Badia, pelatih tim putra SMAN 36 Jakarta, sempat melontarkan protes. Dia menyesal Honda DBL baru hadir tahun ini. Sebab, dia sudah mengikuti kompetisi ini sejak SMA, namun tak pernah bisa ikut.

”Sudah banyak teman-teman yang ngomongin DBL. Apalagi ada DBL juga di Tangerang. Saya pernah juga nonton DBL di Surabaya. Tapi, sampai lulus SMA, DBL tak kunjung ke Jakarta,” ungkap Jader, yang juga lulusan SMAN 36. ”Yah, tapi nggak apa lah. Kalau nggak bisa ikut jadi pemain, minimal bisa jadi pelatih,” imbuhnya.

Honda DBL 2011 Invitational Tournament di Jakarta berlangsung hingga 11 Februari. Seluruh tim bertanding dengan sistem gugur. (azz)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments