Find anything on DBL Indonesia

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) AMBISI UKIR SEJARAH

dblindonesia.com - 20 October 2018 Taufiq/DBL Indonesia. Grafis: Haksni/DBL Indonesia

DKI JAKARTA- Kekuatan SMAN 3 Jakarta di pentas basket Jakarta sudah tidak diragukan lagi. Untuk kompetisi sekelas Honda DBL DKI Jakarta saja mereka sudah memegang dua trofi, berdampingan dengan SMA Bukit Sion sebagai pemegang gelar terbanyak. Selain itu, torehan mentereng lainnya juga masih dipegang SMAN 3. Anak-anak Setiabudi adalah tim pertama yang berhasil mengawinkan gelar putra dan putri pada 2016 lalu.

Namun, bukan berarti sang penantang harus kalah sebelum berperang. Sejatinya, SMA Al-Izhar bukanlah anak baru di liga bergengsi se tanah air seri Jakarta ini. Pada tiga tahun silam, tim asal Pondok Labu itu merupakan semifinalis di Honda DBL DKI Jakarta. Kala itu, langkahnya, dihentikan Bukit Sion. Tak pelak, duel ini diprediksi akan berjalan ketat sepanjang kuarter.

Bagi Al-Izhar gelar yang akan diraih ini merupakan trofi pertama mereka di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu momentum ini enggan dilepas begitu saja oleh anak-anak Pondok Labu tersebut. Prestasi terbaik Indra Z. Kusuma dkk adalah tampil sebagai semfinalis pada edisi 2015. Setahun setelahnya, prestasi mereka menurun. Al-Izhar harus angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan SMAN 71 Jakarta.

Sementara bagi Teladan (julukan SMAN 3), final merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, mereka telah tampil dua kali di final pada tahun 2012 dan 2016, hasilnya trofi selalu jatuh ke tangan mereka. Harapan besar juga ada di benak putra Teladan untuk kawin gelar lagi dengan tim putrinya yang berhadapan dengan SMAN 28. Namun, meski memiliki nama besar bukan berarti tak memiliki kekurangan. Teladan dibayangi kegagalan tahun lalu. Tim polesan Andi Oktafiyanto itu terpeleset di fase big eight, setelah ditumbangkan oleh sang runner up 2016 , SMAN 71.

Karena itu kedua tim sama sekali tidak ingin kehilangan asa di final tahun ini. Meski, keduanya sudah resmi menjadi wakil South Region di Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Jika menilik statistik, kedua tim memiliki torehan luar biasa. Porduktivitas torehan poin kedua tim berada di atas 150 dari empat pertandingan. Al-Izhar mampu membukukan 182 poin sementara Teladan menorehkan 166 poin.

Selain itu, efektivitas percobaan kedua tim pun sama kuat. Tercatat, field goals Teladan mencapai 27,9%, sebaliknya sang lawan Al-Izhar hanya terpaut 0,2% saja, di angka 27,7%. Hal itu membuktikan materi pemain dari kedua tim sama-sama menebar ancaman baagi lawannya. Dari segi individu kedua tim juga memiliki jagoan.

Namun, skill individu pemain Teladan lebih merata. Lima pilar utama mereka doyan mengoyak ring lawan. Dimulai dari Joseph Dolok Hidefumi dengan catatan 23 poin. Lalu ada sang kapten Salman Alfarisi yang telah mengukir 24 poin. Satu poin lebih banyak ada Eizerr Weizmann Hatta dan Brian Gunawan dengan 25 poin. Dan pencetak poin terbanyak Vito Angga Dinata yang telah membukukan 28 poin.

Berbanding terbalik dengan Teladan, torehan poin Al-Izhar terkonsentrasi di dua pemain mereka. Kemal Arishy Salim dan Rayhan Alfaro Ferdinand masing-masing telah mencetak 52 dan 47 poin bagi timnya. Sementara tiga pilar lainnya, mencetak setengah poin dari keduanya. Indra Zhafrandary dan Khairan Shauma Drajat sama-sama mengemas 27 poin. Dan satu pemain lagi Moslie Axell Adhyatman dengan catatan 12 poin.

Dari segi duel udara, pemain Al-Izhar lebih unggul dibanding Teladan. Sang kapten Khairan Shauma Drajat handal saat duel udara, tercatat 43 rebounds telah diukirnya. Sementara dari Teladan, pemain bernomor punggung 2 Joseph Dolok Hidefumi mencatatkan 28 kali rebounds.

Perjalanan kedua tim menuju final pun patut diacungi. Al-Izhar mampu menumpas dua lawan dengan nama besar, yaitu SMAN 6 Jakarta dan SMA Kolese Gonzaga. Begitupun dengan Teladan. Mereka memupuskan harapan SMA Pangudi Luhur sebagai debutan dan semifinalis tahun lalu SMAN 34.

Kapten tim Teladan percaya diri mampu menumpas Al-Izhar. “Secara skill dan postur kami menang di atas mereka. Pertandingan melawa SMA Pangudi Luhur dan SMAN 34 lebih ketat dibanding bertemu Al-Izhar besok (re: hari ini),” pungkas sang kapten, Salman Alfarisi.

Kapten tim Al-Izhar Khairan Shauma Drajat tak mau pulang dengan kekalahan, dirinya tak gentar lawan SMAN 3. “Kami berambisi untuk menjadi juara di Selatan. Kami tak peduli lawan siapa, tim raksasa seperti SMAN 3 akan kami tumbangkan,” jelas pemain center tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments