Find anything on DBL Indonesia

BEDA NASIB DUA FINALIS

dblindonesia.com - 10 October 2018 YAKIN JUARA: Nasser Muhammad, kapten tim SMAN 71 siap bawa timnya menjadi juara di perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region pada 26 Oktober hingga 2 November nanti. (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Di tengah riuhnya persiapan para sekolah wilayah Selatan. Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region sudah melaksanakan Technical Meeting (TM). East Region sendiri akan terselenggara di GOR Kecamatan Pulo Gadung pada 26 Oktober hingga 2 November nanti. Bertempat di Agathis Room Hotel Max One Pemuda, Jakarta Timur kemarin (9/10) 29 tim turut hadir di TM tersebut. East Region terlihat lebih spesial.

Pasalnya, dua finalis Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu berasal dari wilayah Jakarta Timur. Adalah SMAN 22 Jakarta yang keluar sebagai juara dan SMAN 71 Jakarta yang harus puas finish di peringkat kedua, Langkah kedua tim itu berbeda nasib di East Region tahu ini. Tapi, keduanya tetap ngotot ingin bertemu kembali di final tahun ini.

Sebagai runner-up tahun lalu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) masih merasa geregetan dengan performanya dua tahun terakhir ini. Sudah dua seri beruntun, 2016 dan 2017, Sapta Eka merasakan atmosfer final Honda DBL DKI Jakarta. Namun, tim asal Duren Sawit itu selalu berakhir di peringkat kedua. Melihat hasil ini, kapten tim Sapta Eka Nasser Muhammad tetap memasang target juara di tahun ini. “Dua kali kegagalan beruntun membuat kami selalu berbenah. Sudah puas kami menjadi pemanis di final. Tahun ini Sapta Eka akan angkat trofi,” tungkasnya.

Jika melihat hasil drawing pada TM kemarin, perjalanan Sapta Eka menuju babak final dihadapkan dengan jalan terjal. Mereka satu bagan dengan salah satu rivalnya SMAN 61 Jakarta. Selain itu, salah satu tim underdog SMA Al Ma’ruf juga siap menerkam sang runner up. Namun, Nasser dan tim tetap yakin  mereka tembus final. “Aku puas namun sempat terkejut melihat hasil drawing. Di laga awal kami lawan SMAN 105, tapi perjalanan sesungguhnya kala bertemu SMAN 61 nanti,” cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara mental juara juga tetap diperlihatkan SMAN 22. Datang sebagai juara bertahan Riverside (julukan SMAN 22) di atas angin. Namun, beban berat tetap berada di pundak Adra Novena sebagai salah satu pemain Riverside untuk mempertahankan gelar. “Kami akan melalui perjalanan panjang sebelum melangkah jauh ke final. Kami belum pernah bertemu SMAN 14 sebelumnya. Tapi, aku yakin, materi pemain kami di atas mereka” imbuh siswa kelas XI tersebut.

Adra turut berkomentar ketika melihat bagan TM. Menurutnya, perjalanan semua tim di Jakarta Timur akan berlangsung menegangkan di tiap laga. Dirinya juga berkomentar, petualangan Riverside akan lebih mulus dibanding lawannya di final tahun lalu. “Menarik banget ya, SMAN 71 tidak satu bagan dengan kami. Namun perjalanan mereka lebih berat karena ada SMAN 61 di sana. Tapi tetap kami ingin bertemu mereka lagi di final,” tutur cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara dari wilayah Selatan, lima pertandingan akan dihelat pada opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region pada 13 Oktober nanti. Diantaranya, ada laga big match tim putra SMAN 82 Jakarta kontra SMAN 8 Jakarta serta tim putri SMAN 3 Jakarta yang akan meladeni perlawanan SMAN 70 Jakarta. (*)

Story Provided by Warta Kota

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments