Find anything on DBL Indonesia

Buksi Sempat Frustasi

dblindonesia.com - 10 September 2018

Mangga Besar - Berstatus sebagai tim unggulan bukan berarti bakal melenggang dengan mudah. Itulah yang dialami tim putra SMA Bukit Sion saat melakoni laga perdana mereka pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region di GOR Lokasari, Minggu (9/9) kemarin. Apalagi, lawan yang dihadapi, SMA Dian Harapan, memberi perlawanan agresif sejak tip off dimulai.

Sempat frustasi, lewat perjuangan keras, Buksi (julukan SMA Bukit Sion) berhasil mengatasi perlawanan sengit SMA Dian Harapan dengan keunggulan 31-18.  Buksi memang memiliki status yang mentereng di ajang kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Dari enam kali penyelenggaraan Honda DBL DKI Jakarta Series, Buksi tercatat tiga kali berhasil menembus final, dan dua kali merengkuh gelar secara beruntun alias back to back champion pada edisi 2014 dan 2015. Dengan status sebagai salah satu tim yang difavoritkan bakal lolos mewakili West Region, Buksi justru terlambat panas. 

Tim yang dipoles  Jap Ricky Lesmana ini membuka poin pada 10 detik awal. Namun, Dian Harapan berhasil mengembalikan keadaan. Melalui motor serangan Stanley Luis, Dian Harapan mendulang poin berkat turn over dari sang lawan.

Buksi sempat tertinggal 2-5 dari Dian Harapan. Skor 5-6 di akhir kuarter pertama untuk keunggulan Dian Harapan. Arahan pelatih saat jeda kuarter membangunkan mental juara anak-anak Buksi. Mesin poin Buksi baru ‘panas’ pada kuarter kedua.

“Kuarter pertama kami kecolongan, tapi setelah jeda kami kembali menemukan ritme,” ujar Jap Ricky.  Dalam laga ini, Buksi tidak tampil dengan skuad terbaik mereka. Sang kapten tim, Darryl Sebastian yang tahun lalu berhasil menembus skuad DBL Indonesia All-Star 2017, terpaksa absen lantaran memperkuat Timnas 3X3 U-18 di Malaysia. 

Tanpa kehadiran Darryl, Buksi masih memiliki Dixie Sterling. Pemain nomor 5 ini menjadi bintang dalam laga ini. Torehan 13 poin dikemasnya, melalui akurasi tiga kali tembakan three point beruntun dan dua kali tembakan box shoot, membuat Buksi leading jauh. Buksi menutup kuarter kedua dengan keunggulan 18-8. 

Sadar timnya tertinggal di kuarter kedua, pelatih Dian Harapan, Hery Antonius memperkuat zona pertahanan. Menurutnya, Dixie sangat berbahaya, berulang kali anak asuhnya diplot untuk menjaga shooter handal Buksi itu. Namun, rotasi tidak berjalan mulus. “Kami leading di awal, saya coba arahkan agar menghentikan nomor 5. Tapi, dia tampil lebih baik,” pungkas pelatih berusia 29 tahun tersebut. 

Di dua kuarter akhir, Buksi benar-benar mengoptimalkan penyerangan. Berulang kali drive ke dalam pertahanan lawan tak mampu dibendung pertahanan Dian Harapan. Lagi-lagi Dixie mencetak poin melalui akurasi free throw dan memberikan passing akurat, hingga Buksi bisa menyudahi perlawanan lawan.

“Kami selalu ditakutkan tim-tim di Jakarta, terutama di Jakbar. Hal ini tentu jadi pelajaran agar kami tidak boleh meremehkan dan harus tetap fokus untuk menjadi champion Honda DBL DKI Jakarta Series,” ucap pelatih berusia 30 tahun tersebut. (*)

Story Provided By Warta Kota

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments