Find anything on DBL Indonesia

Enggan Silau Nama Besar

dblindonesia.com - 10 November 2018 Pertandingan SMAN 3 kontra SMA Al-Izhar. (Taufiq/DBL Indonesia)

(Persiapan Wakil South Region)

DKI JAKARTA- Dikenal memiliki tim basket menakutkan, para wakil South Region tidak ingin di atas angin. Empat wakil South Region tetap mewaspadai kejutan dari wakil regional lainnya. Keempat tim dari regional Selatan tersebut adalah tim putra SMAN 3 Jakarta dan SMA Al-Izhar serta tim putri SMAN 28 Jakarta dan SMAN 3 Jakarta. Meski acap kali menjadi unggulan, mereka tetap mempersiapkan hal khusus untuk menghadapi Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018.

Datang sebagai juara, tim putra SMAN 3 Jakarta tetap mawas diri terhadap lawannya. Tim asal Setiabudi tersebut melakukan intens untuk latihan tim maupun individu. Teladan (julukan SMAN 3 Jakarta) merupakan satu-satunya sekolah yang mengirimkan dua wakilnya di Championship Series ini. Bersama tim putrinya, putra Teladan rutin melakukan latihan usai South Region lalu. Melalui kapten tim putri Teladan, Insyira Keysa mengungkapkan optimalkan latihan. “Semoga kami bisa kawing gelar lagi,” ungkapnya.

Hal serupa juga dipersiapkan SMA Al-Izhar. Tim asal Pondok Labu tersebut siap kembali dengan torehan manis. Setelah absen satu tahun lalu di Honda DBL DKI Jakarta AIPL (julukan SMA Al-Izhar) ingin membuktikan mereka merupakan salah satu tim kuat di Ibu kota.

“Setelah kalah di final South Region lalu, kami langsung berbenah memperbaiki kesalahan. Kami latihan tiga kali dalam seminggu ditambah improve dari para individu tim. Selain itu, kami juga hangout bareng biar makin dapat chemistrynya,” ujar kapten AIPL Indra Zhafrandary.

Hal senada juga diungkapkan kapten tim SMAN 28 Jakarta, Sophia Adventa Rebecca. Menurutnya menjadi juara South Region bukan jaminan untuk melangkah mudah di Championship Series nanti. “Semua tim memiliki kekuatannya sendiri, tentu nggak ada yang kami anggap enteng,” ujarnya. Lebih lanjut MVP JRBL Jakarta Series 2015 itu juga menuturukan masih banyak evaluasi meski bisa juara di regional Selatan.

“Kami naikkan intensitas berlatih kami. Sebelumnya hanya 2 kali dalam seminggu. Sekarang menjadi 3 kali dalam seminggu. Ditambah latihan pribadi untuk mengasah skill bermain para pemain,” ungkp dara berusia 16 tahun itu.

Sementara itu salah satu tim bertabur prestasi lainnya, SMAN 3 Jakarta juga tetap ingin konsisten guna mempertahankan nama besar mereka. Putri Teladan sadar, kekalahan dari SMAN 28 di final South Region membuat mereka tidak bisa bersantai. Insyira Keysa dkk bahkan terpecut untuk revans dengan salah satu rivalnya tersebut.

“Kami optimalin waktu senggang untuk latihan, terutama bagian defense. Selain itu latihan individu juga terus kami lakukan. Kami ingin bertemu SMAN 28 lagi di final Championship untuk balas dendam,” ucap kapten tim Teladan Insyira. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments