Find anything on DBL Indonesia

Final Klasik Ke-7!

dblindonesia.com - 15 September 2017 Forward dan kapten tim putra SMAN 2 Denpasar Ananta Wisnu Putra dihadang pemain SMA Soverdi Tuban di GOR Purna Krida, Kerobokan, kemarin.(Foto: Miftahuddin/Radar Bali)

SETELAH digelar sejak 5 September lalu, Honda DBL 2017 Bali Series memasuki babak puncak. Final Party pada Sabtu besok (16/9) di GOR Purna Krida, Kerobokan, akan mempertemukan 4 tim putra-putri terbaik. Yakni final klasik antara tim putra SMAN 1 Denpasar (Smansaden) melawan SMAN 2 Denpasar (Resman). Dan final cewek mempertemukan SMAN 1 Denpasar (Smansaden( melawan champion musim lalu SMAN 1 Gianyar (Dosman).

Laga final putra antara putra Smansaden vs Resman adalah final ketujuh kedua bebuyutan basket SMA Bali tersebut, dalam 9 tahun gelaran Honda DBL Bali Series, sejak digelar pada 2009 silam. Dua final party yang tidak mempertemukan keduanya adalah pada tahun 2010 dan 2014.

Dalam Fantastic Four kemarin, tim putra Smansaden yang champion musim lalu, kemarin menaklukkan tetangganya SMAN 7 Denpasar (Sisma) dengan skor 41-26. Sedangkan cowok Resman menang atas SMA Soverdi Tuban lewat skor 61-32.

Pelatih Resman I Ketut Bintara Suyasa mengatakan, baru 60 persen defense yang dilakukan anak asuhnya. Jelas itu menjadi pekerjaan rumah tersendiri. “Untungnya kami tidak sampai 50 persen ke bawah. Kalau sudah 50 persen, habis sudah kami,” ucapnya.

Sebenarnya permainan anak asuhnya semakin hari semakin membaik di Honda DBL Bali Series kali ini. Hanya saja, defense lebih buruk dari angkatan-angakatan sebelumnya. “Sebelumnya Resman itu kuat defense. Yang jelas, instruksi yang saya berikan sudah jalan,” bebernya.

Sementara itu, skuad Soverdi terlihat sangat sedih dengan hasil yang diraih kali ini. beberapa pemain terlihat menangis sesenggukan di ruang ganti pemain. Namun sang pelatih I Gusti Ngurah Teguh Putra Negara tetap memberikan semangat kepada anak asuhnya. “Ini bukan akhir dari segalanya. Masih banyak waktu untuk perbaikan tahun depan,” tegasnya.

Teguh mengungkapkan, sebagian pemainnya adalah kelas XII dan inilah tahun terakhir mereka merasakan DBL. Jelas itu yang membuat kecewa skuadnya. “Kalau di pertandingan tadi, banyak missed free throw. Lawannya kebanyakan sukses free throw. Yang jelas, mental bermain mereka perlu dibenahi termasuk defense out box dan komunikasi antar pemain,” ucap mantan pemain hang Tuah IM Sumsel itu.

Sementara pelatih putra Smansade IGN Rusta Wijaya mengaku puas dengan permainan anak asuhnya kali ini. “Lancar pertandingan. Cukup puas. Hanya kami kecolongan di kuarter kedua. Mereka (Sisma, Red) bisa memberikan perlawanan yang cukup bagus. Pemain kami sepertinya agak lengah juga,” ucapnya. Dia mengatakan, defense yang masih mengalami kendala.

“Di final nanti, eksekusi finshingnya diperbaiki. Harus dan wajib,” ucapnya. Di sisi lain Pelatih SMAN 7 Denpasar Bayu Sena Putra mengakui anak asuhnya bermain sangat lepas di pertandingan kemarin. “Mungkin sudah sampai babak semifinal dan tahu lawannya Smansa. mereka main tenang dan lepas saja,” ucap mantan pelatih tim putra SMA Santo Yoseph Denpasar tersebut.

Raut wajah kecewa juga tidak ada di Bayu Sena. Justru raut wajah sumringah yang terpancar. Mungkin karena ini menjadi pencapaian terbesar Bayu Sena karena berhasil membawa Sisma ke babak fantastic four setelah tujuh musim. (lit/han)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments