Find anything on DBL Indonesia

Harapan Terakhir Sapta Eka

dblindonesia.com - 30 October 2018 MELIUK-LIUK: Pemain SMAN 71, Putri Hanifa Nowira (kanan) melakukan aksi dribble yang gesit saat melewati kawalan dari pemain SMAN 12. (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Kekalahan tim putra SMAN 71 Jakarta dari SMAN 61 Jakarta membuat tim putri Sapta Eka (julukan SMAN 71) jadi satu-satunya harapan sekolah untuk bertahan di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Langkah putri Sapta Eka sendiri berbuah manis pada babak awal. Mereka berhasil menumpas perlawanan SMAN 12 Jakarta dengan skor telak 20-7.

Dengan mengutamakan kekompakan tim, Anak-anak asal Duren Sawit tersebut berhasil memukul perlawanan dari Cassgard (julukan SMAN 12). Meskipun sejak awal pertandingan kedudukan dapat seimbang. Setelah kuarter pertama usai, srikandi Sapta Eka berhasil justru berhasil mendominasi jalannya pertandingan. Penampilan cemerlang yang ditampilkan oleh mereka di lapangan dapat mempertegas posisi mereka sebagai salah satu calon kuat untuk keluar sebagai perwakilan tim putri dari Timur.

Pada paruh pertama, Sapta Eka langsung meninggalkan perolehan nilai dari lawannya. Meskipun begitu, pada kuarter pertama Sapta Eka sempat kesulitan menembus pertahanan putri Cassgard. Alhasil perolehan skor pada kuarter pertama hanya menghasilkan skor 4-2 untuk kemenangan Sapta Eka.

Namun, pada kuarter kedua taji runnerup Honda DBL DKI Jakarta Series 2015 dapat diperlihatkan. Dengan menggunakan pola penyerangan yang rapi serta eksekusi yang matang, mereka dapat meninggalkan Cassgard. Skor kuarter kedua berakhir dengan angka 10-2 untuk keunggulan dari Sapta Eka.

Kekuatan besar Sapta Eka semakin tak terbendung. Anak asuh Muhammad Ridzky tersebut dapat memperlihatkan penyerangan yang baik dan efektif. Begitupun dengan sisi pertahanan putri Sapta Eka yang rapat sangat rapat. Di kuarter terakhir, Sapta Eka mampu memperlebar selisih poin lebih dari 10 angka.

Zafirah Windi Annisa menjadi pemain yang berhasil tampil prima pada laga tersebut. Peman kelahiran 2001 tersebut mampun membukukan 7 poin berkat akurasi tembakkan dari dalam garis three point. Selain itu pemain bernomor punggung 12 itu mampu mengemas 7 rebound untuk mengamankan ringnya dari serangan lawan.

Kalah dengan skor yang jauh, Pelatih Kepala Cassgard, Bastian Herbowo mengatakan banyak yang perlu dibenahi dari tim yang sudah dia asuh selama setahun itu. “Masalah mental dan fisik merupakan hal utama untuk ikut DBL tahun depan. Semoga next time skuad kami lebih matang dan seimbang baik dari sisi first team maupun second team,” jelasnya.

Di sisi lain, coach Muhammad Ridzky merasa optimis Sapta Eka dapat meraih hasil maksimal tahun ini. Pelatih yang sudah mengasuh Sapta Eka selama 4 tahun itu merasa optimis dengan skuad yang dibawa di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. “Tidak ada tim yang sempurna. Meski kami menang, evaluasi tetap ada. Namun, saya yakin anak-anak bisa mencapai babak final nanti,” ucapnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments