Find anything on DBL Indonesia

Ihsan Faiz Tak Terbendung

dblindonesia.com - 1 November 2018 GAHAR: Ihsan Faiz Ilhamsyah, center dari SMAN 21 menorehkan double double mengesenkan dengan 29 poin dan 19 rebound saat timnya berjumpa dengan SMAN 39 di babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region Rabu (31/10). (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Tim putra SMAN 21 Jakarta berhasil mengalahkan SMAN 39 Jakarta pada babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region kemarin (31/10). Aksi Ihsan Faiz Ilhamsyah kembali mencuri perhatian penonton yang hadir di GOR Pulogadung. Bigman milik Dust  (julukan SMAN 21) ini mengemas double-double yang luar biasa. Berkat kemampuannya, SMAN 21 mampu menang 59-43 atas musuhnya.

Bak air bah yang datang tiba-tiba, permainan Faiz tidak dapat terbendung oleh ketatnya penjagaan anak-anak Galan (julukan SMAN 39). Student athlete dengan tinggi 190 sentimeter tersebut berhasil mengemas 29 poin dan 19 rebound. Pemain bertubuh gempal tersebut nampak gahar saat berada di paint area lawan. Dengan badan besarnya, Faiz dengan mudah mencetak poin melalui under ring yang ciamik.

Bukan hanya seram saat menyerang, efektifitas Faiz ketika bertahan juga membuat Galan kesulitan menembus pertahanan Dust. Hal itu dibuktikan dengan torehan 11 kali defensive rebound  serta 5 block dari Faiz di zona pertahanan Dust. Namun, pada kuarter awal pelatih kepala Dust, Rizqy Almushaddieq tidak memainkan Faiz sebagai starter.

Benar saja, Galan sangat bermain lepas sebelum Faiz masuk. Pada kuarter pertama, Galan mengejutkan Dust dengan permainan cepat, yang membuat pertahanan Dust kocar-kacir. Tim asal Kayu Putih tersebut tertinggal 7 poin pada lima menit kuarter pertama. Melihat hal ini, sang pelatih langsung memainkan Faiz. Masuknya Faiz memberikan angin segar bagi lini serang Dust. Suplai bola terkonsentrasi kepada Faiz, hal ini pun menjadi titik balik keunggulan Dust pada kuarter pertama.  Skor berakhir 14-10 untuk keunggulan Dust.

Galan yang dari awal berani memainkan tempo cepat menusuk ke dalam pertahanan lawan, terlihat mulai kebingungan. Kekokohan Faiz sebagai tembok pertahanan Dust membuat head coach Galan, Christian Poltak memberikan tugas kepada Muhammad Hanif Raihan untuk bermain sedikit keluar. Galan pun mengandalakan shooting dari area three point. Namun, tembakan Hanif belum bisa menuai kebuntuan. Dari 10 kali percobaan tembakan tiga angka, hanya empat kali yang dapat dikonversi menjadi poin. Hanya saja secerca harapan untuk mengembalikan keadaan muncul. Pemain Galan bernomor punggung 0 Achmad Al Jufri sempat menipiskan keadaan menjadi 27-23 melalui tembakan buzzer beater sebelum kuarter kedua usai.

Namun dewi fortuna seakan berpihak kepada Dust pada kuarter akhir. Finalis tahun 2015 itu dengan leluasa memainkan pola dan menjadikan Faiz sebagai target man pada pertandingan sore hari itu. Pada kuarter penentu Dust berlari menjauh meninggalkan Galan. Sebanyak 19 poin ditorehkan Dust, unggul jauh 16 poin meninggalkan kejaran Galan. Adam Febrian menutup kemenangan Dust atas Galan dengan skor 59-43.

Melihat performa gemilang Faiz, kapten dari Dust, Rizki Andika mengaku bangga dengan pencapaian center andalannya ini. “Penampilan Faiz tidak seperti biasanya. Dia sangat ngotot selama bermain di DBL ini. Dirinya sangat berjasa membantu tim melangkah ke final,” ucapnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments