Find anything on DBL Indonesia

Jeratan Grup Neraka

dblindonesia.com - 6 November 2018 DRAWING: Kiri ke kanan, perwakilan dari SMAN 61, SMAN 3, SMA A-Izhar, dan SMAN 21 saat mengambil undian grup Honda DBL DKI Jakarta Chhampionship Series 2018 Senin (5/11) malam. (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Pada hari Senin (5/11) kemarin para tim terbaik dari masing-masing region melakukan drawing, guna menentukan grup pada Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Babak Championship akan dimainkan dengan sistem setengah kompetisi, grup dan knock out. Prosesi drawing sendiri dilaksanakan di Piazza Mall Gandaria City. Sebanyak 16 tim (8 tim putra dan 8 tim putri) terbaik perwakilan region akan bertarung pada babak Championship Series di GOR Soemantri Brodjonegoro pada 10-17 November mendatang.

Sebelum drawing dimulai, berbagai rangkaian kegiatan dilakukan untuk menyambut momen penting tersebut. Mulai dari pertandingan Mainbasket 3X3 Competition, talkshow with Darbotz, serta charity for Palu dan Donggala. Setelah itu, acara puncak sesi drawing pun tiba. Hasil drawing sendiri menghasilkan bagan pertandingan yang menarik.

Pada sektor putri, juara regional Selatan SMAN 28 Jakarta bergabung ke dalam grup A. Tim asal Jati Padang tersebut tergabung bersama SMAN 36, SMAN 16, dan SMAN 30. Kapten dari SMAN 28, Sophia Rebecca Adventa merasa yakin timnya dapat meraih hasil maksimal pada seri penentu ini. “Jika dibandingkan dengan di South Region lalu, saat ini kami bisa lebih bernafas lega. Sebab, pada regional Selatan justru kami sudah dipertemukan dengan tim-tim besar. Namun, tetap tim yang berada di Championship merupakan tim unggulan perwakilan wilayahnya,” ucapnya.

Sementara pada sektor putra SMA Permai tergabung dalam grup neraka. Aldy Adrian dkk masuk ke dalam Grup A yang diisi oleh tim-tim berpengalaman di Honda DBL DKI Jakarta sebelumnya. SMA Permai akan mengarungi perjalanan bersama SMA Al-Izhar, SMAN 21, dan juga SMA Bukit Sion. Tiga tim tersebut memiliki torehan mentereng di edisi sebelumnya.

AIPL (julukan SMA Al-Izhar) merupakan semifinalis Honda DBL DKI Jakarta tiga tahun silam. Lalu Dust (julukan SMAN 21) yang keluar sebagai juara East Region merupakan finalis di tahun 2015. Sementara itu, Bukit Sion sendiri adalah tim yang pernah menorehkan back to back champion pada tahun 2014 dan 2015.

Sebagai sekolah debutan tentu hal itu merupakan tantangan besar bagi tim asal Pluit tersebut. Sang kapten, Aldy Adrian menanggapi hasil drawing dengan santai.“Lawan-lawan kami memang tim besar yang kaya akan pengalaman. Tapi, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan setiap pertandingan. Sampai titik darah penghabisan, kami akan memperjuangkan kejayaan Permai,” ucap pemain bernomor punggung 26 tersebut usai sesi drawing.

Usai menelan pil pahit dari SMAK 5 Penabur di final North Region lalu, tim asuhan Julius Sitanggang tersebut langsung membenahi permainannya. Aldy sendiri sempat dirundung cedera ankle beberapa waktu lalu. Namun, pemain yang memiliki dribble mematikan tersebut juga sudah belajar dari kesalahan pada North Region lalu. “Kami masih malas defense. Hal itu membuat barisan pertahanan kami mudah diterobos. Di Championship kesalahan kecil pun tidak boleh terjadi,” jelasnya.

Di sisi lain 4 tim putra lainnya SMAN 3, SMAK 5 Penabur, SMAN 61, dan SMAN 2 akan tergabung dalam Grup B. Tentu ini akan menjadi pertandingan yang sayang untuk dilewati. Lalu di Grup B putri, pemegang 3 trofi Honda DBL DKI Jakarta, SMAN 3 akan mengarungi pertarungan sengit dengan SMAN 71, SMK Yadika 2, dan SMAN 18. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments