Find anything on DBL Indonesia

Langsung Tatap Patbhe

dblindonesia.com - 25 January 2015

TIM putri SMAN 8 (Delayota) Jogja berhasil membuka Honda DBL 2015 Jogjakarta Series dengan hasil positif. Menghadapi SMAN 9 Jogja (Trapsilla) pada pertandingan pertama Grup A, tim besutan Denissa Rahman tersebut menang dengan skor 18-6.

Hasil ini sangat penting untuk Delayota. Sebab, jika kalah, mereka hanya bisa berharap keunggulan persentase poin overall. Pada hal, jalan untuk meraih hal ini sangat sulit, karena lawan yang dihadapi pada pertandingan pamungkas penyisihan, adalah SMAN 4 Jogja (Patbhe).

Pada laga melawan Trapsilla, Delayota boleh dibilang tidak melakukan start dengan baik. Di kuarter satu, Marcellina Carissa dkk sering membuat error. Hasilnya, tertinggal satu angka, 2-3. Memasuki kuarter kedua, Delayota perlahan bangkit. Sukses meminimalisasi perolehan poin Trapsilla, Delayota berbalik unggul 8-5.

Separo kedua pertandingan akhirnya dikuasai Delayota. Bukan hanya menambah angka demi angka, Delayota cuma membiarkan satu poin saja yang masuk ke ring mereka pada kuarter tiga dan empat. Hasilnya, Delayota menutup laga dengan skor 18-6. Usai pertandingan Denis-sapaan akrab Denissa- mengatakan, pada awal laga tim asuhannya mengalami kegugupan. Banyaknya pemain yang masih duduk di kelas I, juga menjadi faktornya.

“Pemain kami masih banyak yang junior. Karena itu dari awal laga sampai paro pertama kuarter dua, anak-anak gagal main maksimal karena gugup. Tapi saya senang, karena setelah itu mereka bisa lepas,” jelasnya. Pada laga melawan Patbhe beberapa hari mendatang, Denis optimistis timnya bisa meraih kemenangan. Patbhe diakui tim super. Sudah dua tahun secara berturutturut tim asuhan Johan Palagan itu keluar sebagai Champion Honda DBL Jogjakarta Series. Tapi ia menilai tahun ini Patbhe sudah tak sekuat tahun 2013 dan 2014.

“Patbhe ada penurunan. Mereka tak sekuat tahun lalu. Karena itu saya optimistis, bisa menang dari Patbhe,” jelasnya. Bantuan mantan pelatih SMA Budi Mulya Dua (BMD) Hanindito yang saat ini menjadi ofisial Delayota sebagai guru pendamping, juga sangat berpengaruh terhadap mental maupun teknik bermain Delayota. Menurut Denis, masukan dari Hanindito sangat bermanfaat baginya dalam meracik tim.“Bersyukur, tahun ini Delayota punya ofisial yang juga seorang pelatih berpengalaman, Pak Hanindito,” katanya. Kehadiran Hanindito banyak memberi pengaruh positif pada dirinya dalam meracik tim. “Boleh dibilang, Delayota sekarang dibentuk bersama coach Hanindito dan bantuan para alumnus,” tukasnya. (nes/jko/ga)

Story Provided by Radar Jogja

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments