Find anything on DBL Indonesia

Lebih Bangga Berkulit Gelap, Tanda Sudah Latihan Keras

dblindonesia.com - 18 July 2008

Cara Tim Putra SMPN 3 Surabaya Naikkan Gengsi Ekskul Basket

Diakui oleh anak-anak tim SMPN 3 Surabaya, ekskul basket di sekolahnya tak begitu punya pamor. Meski awalnya diikuti banyak peserta, satu per satu di antara mereka berhenti di tengah jalan. Beberapa yang bertahan kini berusaha menaikkan gengsi ekskul tersebut.

SEJAK kedatangan pelatih baru di SMPN 3 Surabaya, Habibie Hadi, tim basket sekolah itu seolah mendapatkan angin segar. Cara-cara mengajar Habibie yang tidak biasa membuat tim tersebut lebih semangat bertanding. Dalam salah satu kompetisi basket di Surabaya, tim putra SMPN 3 bahkan berhasil keluar sebagai juara.

Semangat mereka makin menggebu ketika Honda DBL 2008 datang. ”Kompetisi itulah yang kami tunggu-tunggu. Soalnya, DBL paling keren,” ungkap Hasan Fuadi, forward SMPN 3.

Menurut Fuad, bila timnya bisa menang di satu pertandingan DBL saja, sangat mungkin gengsi ekskul basket di SMPN 3 jadi lebih tinggi. ”Kami ingin membuktikan bahwa tim basket juga bisa membuat sekolah bangga,” katanya.

Maka, sejak tiga bulan terakhir, tim putra SMPN 3 disibukkan dengan latihan-latihan rutin. Tidak hanya di dalam sekolah, minimal empat kali dalam seminggu Habibie membawa anak-anak didiknya itu berlatih di lapangan Universitas Negeri Surabaya. ”Kami tidak ingin membebani sekolah dengan meminta fasilitas ini-itu. Jadi, kami latihan di luar,” tutur pelatih yang juga alumnus SMPN 3 tersebut.

Porsi latihan mereka terhitung tidak biasa. Mereka berlatih mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore. Begitu sampai di lapangan, mereka langsung disuguhi dengan makanan pembuka berupa joging. Sejam kemudian, ada drill latihan fisik. Mulai sit-up, push-up, dan back-up. Meski terik matahari datang, mereka tidak berhenti latihan. Kulit jadi lebih gelap tak mereka khawatirkan.

”Malah, kalau kulit kami jadi hitam, kami lebih bangga. Itu tanda bahwa kami sudah latihan keras. Yang kulitnya lebih putih (terang, Red) justru jadi bahan ejekan,” jelas Fuad.

Selesai latihan fisik, tim itu kembali berisitirahat sejenak. Lalu, latihan mereka lanjutkan ke kolam renang yang juga berada di lokasi latihan tersebut. ”Setelah latihan, kami biasanya berenang bareng,” ungkap Habibie.

Ternyata, pelatih berusia 21 tahun itu memang sengaja membungkus latihan fisik dalam wujud berenang. ”Itu bagus buat pernapasan. Soalnya, kalau disuruh lari, anak-anak kan biasanya males. Ketika diajak latihan di air, mereka lebih semangat. Padahal, menurut saya, itu justru lebih berat,” ucapnya.

Secara bergantian, anak-anak SMPN 3 tersebut diadu agar bisa lebih cepat sampai ke ujung kolam seberang. ”Caranya terserah anak-anak. Mau lari atau renang, yang penting sampai ke ujung. Mereka senang sekali kalau disuruh balapan. Jadi, walau kesannya main-main, mereka sedang latihan,” ujar Habibie.

Tim itu berharap usaha yang mereka lakukan bisa berbuah manis. ”Semoga teman-teman dan guru-guru mau mendukung kami dan ekskul basket sehingga jadi lebih disukai,” harap Fuad mewakili tim basketnya. (aul/kiy/azz)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments