Find anything on DBL Indonesia

Lolos Final, sang Arstitek Belum Puas

dblindonesia.com - 7 February 2011

MESKI menang dan lolos ke babak final Honda Development Basketball League (DBL) 2011 Invitational Tournament, penampilan tim putra SMA PSKD 1 Jakarta belum membuat pelatihnya puas. Bahkan, usai laga semifinal melawan SMAN 22 di Hall A Senayan, kemarin (6/2) Yang mereka menangkan dengan skor 36-24, pelatih tim Yan Emmanuel Evan Gomies berang di ruang ganti pemain.

Ade, demikian biasa dia disapa, geram dan terdengar mencari tahu apa masalah para pemain. ”Terus terang saya tidak tahu apa masalah mereka (pemain). Apa kurang tidur semalam atau apa, masih harus kami evaluasi. Saya kecewa. Permainan kami hancur,” tandas Ade kepada INDOPOS. Sang Arsitek mengulas, semua pemain bermain tidak pada level performa mereka. Baik defense, offense, akurasi hingga transisi defense- offense anak-anak asuhnya, dia nilai jauh di bawah standar.

”Ini bukan masalah menang kalah saja. Namun ikut dalam kompetisi DBL tentunya kita punya ukuran atau grafik permainan. Dan saya lihat, 12 pemain yang kami miliki tidak bermain dalam performa mereka. Padahal mereka tahu, tadi itu babak semifinal,” ujarnya. Di kuarter pertama, sang lawan SMAN 22 sempat memegang kendali di 3 menit pertama. PSKD 1 terdesak dan terpaksa para pemainnya sering melakukan fault. Untung akurasi lawan sedang buruk, hingga 6 kali free throw gagal menghasilkan point. SMA PSKD 1 cepat ambil alih. Pemain-pemain mereka Christian, Kalvin, Bisma, Edward mencoba bangkit dan cukup sukses. Kuarter ini mereka tutup dengan 10-3.

Di kuarter kedua, meski selalu memimpin point, memang terlihat jelas level permainan Christian dkk, biasa-biasa saja. Mereka beruntung, lawan yang mengandalkan Krisna, Katon Aji Baskoro dan Farhan belum bisa mengembangkan set play yang baik. Kuarter kedua, PSKD 1 masih jauh memimpin 19-5. Demikian juga di kuarter ketiga. Meski anak-anak PSKD 1 tetap memimpin, mereka terlihat tegang, bahkan jarang sekali berkomunikasi di dalam lapangan. Sementara, SMAN 22 cukup militan mencoba bangkit dengan mengandalkan fastbreak.

Walau di kuarter ini mereka cukup dominan, namun perolehan angka masih tertinggal. Skor 24- 11 untuk PSKD 1. Kuarter terakhir, SMAN 22 panas. Katon, Farhan, Krisna dan Alfredo berkali-kali mampu membongkar key hole PSKD 1 dengan penetrasi-penetrasinya. Namun, koleksi angka lawan sudah cukup jauh dan sesekali Kalvin atau Christian masih bisa menambah poin. Game akhirnya ditutup dengan kemenangan PSKD 1 36-24. ”Kalau masih seperti ini level permainan tim, di final baik lawan SMAN 3 atau SMA IPEKA Tomang tetap bahaya buat kami,” kata Ade. Di final yang akan dilangsungkan Jumat (11/ 2), PSKD 1 masih menunggu game semifinal antara SMAN 3 Jakarta versus SMA IPEKA Tomang, Selasa (8/2). (md)

Duel Klasik di Semifinal Putri

DUA tim putri yang akan berseteru di lapangan Hall A Senayan Jakarta, sore ini sudah sangat saling mengenal satu sama lain. SMAN 3 Jakarta dan SMAN 70 Jakarta bakal saling mengalahkan di partai semifinal Honda Development Basketball League (DBL) 2011 Invitational Tournament. Karena sering ketemu di berbagai turnamen tahun ini, kedua tim mengaku sudah membaca dan memahami lawan. Mungkin, disinilah serunya game nanti. Mental dan kesabaran mungkin menjadi penentu hasil. Ditambah lagi, di Honda DBL semua mungkin terjadi, dan selama rivalitas SMAN 3-SMAN 70, belum pernah mereka bertanding tanpa anak-anak kelas III.

Kini saatnya! Pelatih SMAN 3, Miranti Sari menyebutkan timnya sudah sangat siap menatap semifinal Honda DBL 2011. ”Kita sudah sering ketemu dengan 70 di berbagai event. Tapi pasti di setiap event momennya berbeda. Saya hanya minta anak-anak tetap fokus buat pertandingan lawan 70,” ujar Sari, kemarin (6/2). Sari menyebutkan, kecepatan fastbreak mereka masih akan jadi andalan untuk melawan SMAN 70. ”Untuk defense, kita lihat situasi di lapangan saja. SMAN 70 bukan tim yang mudah dikalahkan, mereka punya pemain-pemain bagus. Saya hanya berharap tim lebih bisa mengembangkan permainan mereka, main bagus dan kompak,” katanya.

Di babak sebelumnya, SMAN 3 Jakarta berhasil membekap tim SMAN 22 Jakarta dengan 33-17. Kekuatan tim SMAN 3 begitu penuh power dan antusias di ajang Honda DBL ini. Mengandalkan fastbreak dan defense ketat, mereka cukup leluasa bermain cepat dan penetrasinya sering berbuah point saat laga itu Skuad mereka terbilang merata. Mutiara Riahna Sitepu, Zaza dan Nadya Nazira cukup solid. ”Karena sering ketemu, kita sudah saling kenal karakter. Sulit mencari rahasia kekuatan antara kami dengan 70. Kini, tinggal fokus ke dalam tim saja. Jaga kondisi tubuh dan mental jelang laga nanti. Mudah-mudahan semua berjalan baik untuk kami,” kata Nadya. Dari kubu calon rival, Pelatih SMAN 70 Abdul Karim mengatakan mengapresiasi kekuatan calon lawan.

”SMAN 3 tim yang bagus. Seingat saya, dalam setahun ini kami sudah lima kali ketemu, posisi 3-2 untuk 70. Tapi pastinya momen setiap kejuaraan akan berbeda. Kalau sama-sama mengenal kekuatan, berarti tinggal bagaimana memanfaatkan momen saja,” ujar Karim. Pelatih berusia 35 tahun ini menyebutkan, timnya akan mengandalkan permainan fastbreak cepat. ”Setahu saya kami kalah di postur. Pemain kami lebih kecil- kecil. Tapi say optimistis ini akan kami manfaatkan menjadi sebuah keuntungan. 70 harus bermain cepat,” ujar Karim. Dari salah seorang pemain, small forward SMAN 70, Audry Marlita Ramadhani menegaskan kesiapan timnya menghadapi ajang Honda DBL. SMAN 70 di babak sebelumnya mendapatkan bye.

”Kami sudah mempersiapkan diri. Kemudian, setelah tahu akan melawan SMAN di semifinal, kita juga semakin siap. Nggak tahu kenapa, kita sering banget ketemu. Di DBL, kami harus lebih baik,” singkat Audry. Pemenang dari partai ini nanti, akan menyusul tim putri SMA PSKD 1 Jakarta ke final. PSKD 1 di semifinal menang telak atas SMA Tarsisius 1 Jakarta, 48-4. (md)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments