Find anything on DBL Indonesia

Mangsa Baru The Lions

dblindonesia.com - 12 November 2018 GIGIH: Pemain SMAK 5 Penabur, Abednego (tengah) berusaha mencetak poin saat timnya berhadapan dengan SMAN 3 Jakarta. (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Hasil mengejutkan mewarnai perhelatan hari kedua Honda DBL DKI JAKARTA Championship Series 2018. Sekolah debutan yang menjadi juara North Region, SMAK 5 Penabur berhasil menumbangkan raksasa ibu kota yang telah mengoleksi dua gelar juara Honda DBL DKI Jakarta, SMAN 3 Jakarta. Hal ini menjadi peringatan bagi tim-tim besar di Jakarta. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5) sebelumnya sudah menerkam mangsa besar pertamanya di North Region, SMA Kolese Kanisius.

Laga bertajuk bigmatch ini dilangsungkan pada hari Minggu (11/11) kemarin. Dengan menggunakan ciri khas bermain run and gun, The Lions berhasil menaklukan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor tipis 32-30. Pada awalnya, The Lions sempat tertinggal dan hanya dapat menorehkan 3 poin di papan skor tertinggal 2 angka dari Teladan. Keunggulan ini pun terus berlanjut hingga kuarter kedua yang berakhir dengan skor 12-8 untuk keunggulan Teladan.

 

Namun, pada kuarter ketiga mala petaka mulai terjadi untuk Teladan. Kualitas pertahanan yang apik mulai berhasil ditunjukan oleh The Lions. Mereka dapat menahan laju skor Teladan di kuarter ketiga. Produktivitas dari torehan poin The Lions terus meningkat. Alhasil pada menit keenam kuarter ketiga, mereka dapat menyusul perolehan poin Teladan. Skor akhir kuarter ketiga pun tercatat 21-18 untuk keunggulan The Lions.

Melihat ketertinggalan ini, Teladan terus menambah daya gedor mereka. Meski bermain tanpa salah satu pemain andalannya, Eizerr Weizmann Hatta, peraih back to back Champion Honda DBL DKI Jakarta edisi 2013 dan 2014 ini tetap ngotot memeprlihatkan kualitasnya. Teladan pun dapat unggul pada kuarter keempat dengan mengemas 12 poin. Sang kapten, Salman Alfarisi berhasil menjadi pemain yang mencetak skor terbanyak sepanjang laga. Total 16 poin dapat dia bukukan untuk timnya.

Hanya saja dewi fortuna seakan tak berpihak pada sekolah asal Setiabudi tersebut. Di sisi lain, The Lions juga menunjukkan kualitasnya. Torehan offensive rebound menjadi faktor utama kemengan Nathan dkk. Melihat data statistik, offensive rebound yang berhasil diamankan oleh The Lions berjumlah 21 kali, unggul 13 angka dibandingkan dengan Teladan yang hanya menorehkan 8 kali.

Tentu, The Lions pun memiliki banyak kesempatan untuk kembali mencoba peruntungannya memasukan bola ke dalam ring lawan. Christopher Dharma menjadi pemain yang tengah on-fire kala menjamu Teladan. Pemain bernomor punggung 24 itu membukukan rebound sebanyak 8 kali. Selain iu, pemain yang akrab disapa CD itupun menorehkan 12 poin untuk timnya.

Sang kapten The Lions, Nathan mengaku bangga terhadap pencapaian dari timnya. Menurutnya dengan mengalahkan Teladan kesempatan untuk menjadi juara dapat terlihat lebih cerah dari sebelumnya “Teladan adalah lawan yang paling kuat berada di bagan kami. Mengalahkan mereka tentunya sangat membakar semangat dan optimisme kami untuk dapat masuk ke babak final di Championship Series,” ucapnya sambil tersenyum. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments