Find anything on DBL Indonesia

Mau Interview Pemain, Dikira Pengin Kenalan

dblindonesia.com - 12 October 2010

SEMANGATpara peserta Journalist Competition meliput Honda DBL Junior 2010 patut diacungi jempol. Meski masih SMP, aksi mereka tak kalah dengan jurnalis profesional. Mereka tampil berani untuk bisa mendapatkan berbagai angle yang menarik

Pada setiap pertandingan Honda DBL Junior 2010, pelajar dengan notes dan kamera selalu hilir mudik di DBL Arena Surabaya. Mereka adalah para pelajar SMP yang mengikuti Journalist Competition Honda DBL Junior 2010. Banyak cerita dan pengalaman seru yang dialami.

Di antara mereka, ada satu orang yang rajin ngendon di sekitar ring. Setiap hari, pelajar itu menenteng kamera profesional. Gerak-gerik matanya fokus mengamati pertandingan sambil sesekali mengarahkan bidikan ke objek yang dituju. Dia adalah Senna Satrio, peserta Journalist Competition dari SMP Al Falah Deltasari, Sidoarjo.

Meski sekolahnya tak masuk babak utama Honda DBL Junior 2010, Senna tetap bersemangat datang ke DBL Arena Surabaya. Setiap pulang sekolah, dia pasti langsung berangkat ke DBL Arena. Senna berusaha tak melewatkan setiap momen yang terjadi selama Honda DBL Junior 2010.

”Rumahku kan berada di daerah Bendul Merisi, tak begitu jauh lokasinya dari DBL Arena. Jadi, orang tuaku tak terlalu khawatir kalau aku meliput. Yang penting, tugas-tugas sekolahku udah selesai dan pulang ke rumah tepat waktu,” ujar cowok berkacamata itu.

Journalist Competition Honda DBL Junior 2010 merupakan lomba jurnalistik pertama yang diikutinya. Dia menyatakan mendapatkan banyak pengalaman selama memotret pertandingan di even tersebut. Berbagai kendala pernah dia alami ketika berusaha mengambil angle gambar yang diinginkan.

”Paling sering sih terhalang oleh wasit. Jadi, pas lagi dapat aksi pemain incaranku, tiba-tiba ada wasit yang nyelonong lewat. Padahal, aku udah dapat angle yang pas saat itu. Nyesel banget kalau ingat-ingat kejadian itu,” ujar Senna.

Walau rajin meliput Honda DBL Junior 2010, Senna masih menyimpan target yang belum direalisasikan. Yaitu, memotret aksi slam dunk bintang SMP Cita Hati Surabaya, Vincent Rivaldi Kosasih. Dia sebenarnya punya kesempatan memotret si ”Yao Ming” Surabaya itu saat melawan SMP Ta’miriyah Surabaya.

”Kesempatan tersebut gagal gara-gara aku keasyikan lihat aksinya Vincent. Dia main luar biasa bagus saat itu. Sampai-sampai aku lupa kalau belum memotret penampilannya,” ujar Senna sambil nyengir.

Pengalaman seru lain dialami Rita Ferlita dari SMPN 13 Surabaya. Cewek yang berposisi sebagai penulis itu berusaha mencari angle yang tak biasa di tiap pertandingan. Tak jarang, dia harus berani dan menahan malu dalam proses hunting-nya.

Misalnya, ketika akan mewawancarai pemain basket dari SMPN 7 Surabaya, Aldenndy Lubeg Angkasa. Saat akan menghampiri Aldenndy untuk interview, tiba-tiba dia disoraki para pemain SMPN 7. Rita dikira mau kenalan dengan Aldenndy.

”Saat itu, aku benar-benar malu banget. Pa dahal, aku cuma pengin interview. Maklum saat pertandingan, dia banyak dieluelukan pendukung SMPN 7 Surabaya. Aku penasaran sama kehebatannya. Garaga ra itu, interview-ku sama dia jadi nggak nya man,” ujar Rita malu-malu ketika mengingat momen itu. (nay/c6/kkn)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments