Find anything on DBL Indonesia

Menang Telak, Putri PSKD ke Final

dblindonesia.com - 6 February 2011

TIM putri SMA PSKD 1 Jakarta akhirnya melenggang mulus ke babak final Honda Development Basketball League (DBL) 2011 Invitational Tournament. Di semifinal yang berlangsung di Hall A Senayan, kemarin (5/2), mereka mengandaskan asa SMA Tarsisius 1 Jakarta dengan skor telak 48-4. Di quarter pertama, SMA PSKD 1 Jakarta yang menurunkan pemain bukan starter pada laga sebelumnya, tampil pelan.

Sepertinya hal ini karena terbawa penampilan SMA Tarsisius 1, yang terkesan ingin mengatur tempo lambat. Beberapa saat, anak-anak Tarsi bisa bermain tenang dan mengimbangi kekuatan PSKD 1. Set play dan zone defense Tarsi sempat membuat putri PSKD 1 kebingungan.

Sadar akan hal tersebut, Pelatih PSKD 1 Yohannes menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih sabar dan memancing lawan untuk keluar. Benar saja. Keran poin PSKD 1 mengucur deras usai mereka menemukan irama. Shooting maupun permainan di bawah ring mereka jadi hidup. Quarter pembuka ditutup PSKD 1 dengan 10-2. PSKD 1 mulai melakukan rotasi pemain. Mereka kemudian begitu nyaman melakukan man to man dan fastbreak-fastbreak mereka dengan mudah menghasilkan point. Di quarter kedua ini, PSKD 1 tak membiarkan jaring mereka digoyang lawan. Skor quarter kedua, 20-2. Tak satu bola pun Tarsi bisa mengemas poin.

Quarter ketiga? Sama saja! PSKD 1 sama sekali tak memberikan kesempatan lawan untuk berkembang Ika Stefani, Irma, Putri, Annisa dan lainnya begitu berani melakukan penetrasi. Walau memang akurasi shooting hingga lay up mereka tak begitu akurat. Untung rebounds mereka tak ada perlawanan. Quarter ketiga, ditutup PSKD 1 dengan 30-2. Quarter terakhir, tak juga berbeda. Helgi Ratnawati cs di kubu Tarsisius tak mampu membendung setiap screen, penetrasi atau beradu rebounds dengan PSKD 1. Game akhirnya ditutup dengan kemenangan PSKD 1, 48-4. Mereka ke final, menunggu pemenang antara SMAN 3 Jakarta versus SMAN 70 Jakarta.

“Saya cukup puas dengan penampilan tim kali ini. Meski harus diakui akurasi shooting anakanak masih belum akurat selayaknya level mereka,” ujar Yohannes seusai laga. Kak Joy, panggilannya, berkilah masalah akurasi itu disebabkan pada awalnya anak-anak asuhnya sempat terkesan menganggap remeh lawan. “Namun untung mereka bisa cepat sadar dan kembali fokus tak mau main-main,” ujarnya. Menyinggung calon lawan, entah itu SMAN 3 atau SMAN 70, Joy menilai kedua tim tersebut harus diwaspadai. “SMAN 3 kita sudah tahu mereka kuat. SMAN 70 belakangan saya dengar juga sedang bagus. Yang pasti kalau mau menang di final, kami harus merubah gaya main dan harus lebih konsentrasi. Kalau tidak, SMAN 3 atau SMAN 70 bisa lebih baik,” ujar Joy.

Sementara dari pelatih SMA Tarsisius 1 Jakarta, Yustomo tak mengelak timnya sulit mengembangkan permainan mereka. “Lawan lebih baik. Mereka sangat pantas menang dan layak ke final,” ujar Yustomo. Dijelaskannya juga, Tarsisius tak dapat maksimal mempersiapkan diri menghadapi Honda DBL 2011 karena terkendala tak memiliki lapangan. “Di sekolah sedang ada renovasi. Mungkin baru musim depan kami bisa kembali memakai lapangan dengan optimal,” katanya. Kendala lapangan tadi, diakui Yustomo membuat dia dan timnya sulit membentuk team work dan pengembangan strategi. “Sekali lagi mereka (PSKD 1) memang cukup pantas melaju ke final,” aku Yustomo. (md)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments