Find anything on DBL Indonesia

Pembuktian Sang Runner-up Selatan

dblindonesia.com - 11 November 2018 REBOUND: Pemain SMA Al- Izhar, Mostlem Axell (kiri) saat berduel udara dengan Rafly Rahmadafa, pemain SMAN 21 saat keduanya bertemu di laga perdana Grup A. (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Berhadapan dengan salah satu tim kuda hitam, sang juara East Region SMAN 21 Jakarta harus bertekuk lutut dari runner-up South Region SMA Al-Izhar Jakarta pada perhelatan laga pembuka Grup A Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 kemarin (10/11). Meski AIPL (julukan SMA Al-Izhar) tampil ngotot sejak awal dan menekan barisan pertahan Dust (julukan SMAN 21), pertandingan berjalan sengit. Hingga akhirnya AIPL dapat mencuri 2 poin dari Dust..

Pada awal laga Dust mampu unggul cepat. Namun, kegigihan AIPL membuahkan hasil untuk menyalip perolehan poin. Skuad polesan Athini Mardlatika El Hassan tersebut dapat menunjukan permainan cepat dan juga efektif baik dari sektor pertahanan maupun penyerangan.

Fokus pada area paint pertahanan, AIPL dapat membuat para punggawa Dust frustasi. Pemain center andalan mereka Ihsan Faiz Ilhamsyah dibuat tak berkutik berkat pertahanan rapi putra Pondok Labu. Help defense yang rajin serta komunikasi baik, membuat AIPL mampu membendung penyerangan-penyerangan Dust yang mengancam di area under ring.

Dari sisi penyerangan, Indra Zhafrany Kusuma dkk memiliki kerja sama tim yang baik untuk mencetak memasukan bola ke ring lawan. Tercatat dalam statistik, dari 30 poin, hampir semua pemain mencetak poin untuk AIPL pada laga perdana Grup A tersebut. Tentu ini sangat menunjukkan kerjasama tim yang solid dari Semfinalis tiga tahun lalu itu.

Sebagai seorang kapten, Indra mengaku bangga terhadap kemenangan timnya saat ini. Baginya bermain dengan mengutamakan teamwork merupakan hal utama yang harus dipertahankan jika ingin membawa pulang trofi Championship Series. Meski meraih hasil positif di laga pembuka, Indra enggan merasa di atas angin. Pasalnya, pada pertandingan kedua, mereka akan berhadapan dengan salah satu tim tangguh SMA Bukit Sion yang lebih dulu mengandaskan perlawanan SMA Permai.

“Mereka (re: Bukit Sion) merupakan lawan yang patut untuk diwaspadai. Berhadapan dengan lawan yang memiliki tradisi juara tentu merupakan hal yang berat. Bagi kami kemenangan hari ini (re:kemarin) bsa menjadi motivasi untuk tampil garang saat bertemu Bukit Sion,” ujar pemain kelahiran 2001 tersebut.

Di sisi lain, kekalahn dari AIP: membuat Dust terpukul. Namun, menurut sang kapten Rizki Andika timnya tidak boleh menyerah lebih dini.

“Kekalahan dari AIPL akan kami jadikan merupakan pemicu bagi kami. Partai melawan SMA Permai merupakan hidup mati, jika ingin mempertahankan mimpi menjadi penguasa Ibu Kota,” ucap pemain bernomor punggung 2 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments