Find anything on DBL Indonesia

Perkuat Latihan Otot

dblindonesia.com - 18 December 2014

PENGALAMAN berharga didapat grup Loop 3X3 Champions Tour to USA. Bersama Olin Simplis, CEO dan pendiri Basketballs Finest Training, mereka mendapat serangkaian materi latihan layaknya pemain NBA. Terutama pembentukan fisik. Hal itu berhasil menggantikan kekecewaan karena batalnya latihan di Pantai Santa Monica.

Sejak Selasa pagi (16/12) waktu setempat, Los Angeles diguyur hujan. Tidak lebat, tapi tidak layak untuk ditembus demi sesi latihan yang rencananya dilakukan di Pantai Santa Monica. Raut kekhawatiran grup Loop 3X3 Champions tampak sejak saat sarapan bersama. Itu wajar. Sebab, latihan di pantai termasuk yang paling dinanti. Kekhawatiran berubah menjadi kekecewaan ketika hujan tidak kunjung reda dan diputuskan latihan pagi kembali dilakukan di gym.

Coach Olin, sapaan Olin Simplis, memaklumi kekecewaan itu. Memang, kondisi cuaca sangat tidak mendukung. Namun, kekecewaan tersebut terbayar dengan materi baru yang dihadirkan.

Mayoritas materi itu berkaitan dengan latihan otot. Sasarannya adalah otot perut, paha, hamstring, hingga betis. Latihan itu sama persis dengan yang dilakukan para pemain NBA. Semua pemainku harus melakukan ini. Tidak ada bedanya. Baik yang main di NCAA maupun NBA, tegas Coach Olin.

Saat ini, tercatat ada tujuh pemain didikan Coach Olin yang berlaga di NBA! Termasuk Trevor Ariza, pemain Houston Rockets yang pernah ke Surabaya untuk NBA Madness 2010.

Salah satu materi latihan adalah leg squats. Serangkaian gerakan untuk menguatkan otot bagian bawah tubuh. Sebenarnya itu bukan hal baru. Namun, para Loop 3X3 Champions belum menerapkan dengan serius. Latihan itu diperkuat dengan beberapa alat exercise band semacam pita karet. "Saya juga pakai pita karet itu di rumah. Tetapi, ternyata bisa dibuat latihan macam-macam. Bisa diteruskan di rumah", kata Widyanta Putra Teja dari SMA IPH Surabaya.

Setelah sesi latihan pagi di gym, rombongan dikejutkan dengan jadwal tambahan. Ikenna Nwankwo, president Top Flight Basketball Bangkok, menyampaikan kabar gembira. "Setelah makan siang, kita ke UCLA. Kita akan berkeliling kampus dan merasakan stadion basketnya. Bagaimana?" katanya.

Kontan, rombongan pun bersemangat. University of California Los Angeles (UCLA) adalah salah satu universitas ternama di dunia. Memiliki luas hampir 170 hektare, UCLA menjadi lokasi yang nyaman bagi lebih dari 30 ribu mahasiswa.

Di kampus UCLA, rombongan diajak berkeliling kampus oleh Ikenna Nwankwo dan Tyus Edney. Tyus dan Ike adalah rekan setim di UCLA saat mereka menjadi juara NCAA pada 1995. Keduanya juga mantan pemain NBA.

Rombongan diajak melihat sejarah prestasi UCLA di museum Hall of Fame. Lebih dari seratus piala NCAA berbagai cabang dipajang di sana. Tidak tertinggal memorabilia John Wooden, pelatih basket tersukses di UCLA. Wooden meraih sepuluh cincin juara nasional NCAA Basketball dalam kurun 12 tahun. Tujuh musim di antaranya diraih berturut-turut. Rekor yang belum terpecahkan hingga kini.

Puncaknya, rombongan mengunjungi Pauley Pavilion, gedung basket kebanggaan UCLA. Berkeliling gedung berkapasitas lebih dari 13 ribu penonton itu, kemegahan langsung terasa layaknya stadion NBA. Rombongan juga diajak melihat ruang ganti, ruang makan tim, serta ruang tamu VIP. "Luar biasa kampus ini. Setingkat universitas saja semegah ini are­nanya. Seandainya saja ada di Indonesia," ujar Kevin Tanjung dari SMA IPH Surabaya.

Pagi ini (Rabu 17/12 waktu setempat), grup Loop 3X3 Champions akan menyelesaikan training camp. Malamnya, rombongan bakal menikmati laga NBA antara Los Angeles Clippers yang menjamu Indiana Pacers di Staples Center. (*/c5/ham)

Story Provided by Jawa Pos

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments