Find anything on DBL Indonesia

PETAKA 50 DETIK TERAKHIR

dblindonesia.com - 17 October 2018 LAYUP: Pemain SMA Kolese Gonzaga, Ferdinand Nursalim mencetak poin untuk timnya kala menumbangkan SMAN 70 Jakarta di GOR Bulungan Selasa (16/10). (Dika Kawengian/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Kegagalan tiga tahun silam, nampaknya masih membekas di punggawa SMAN 70 Jakarta. Seventy (julukan SMAN 70) kembali gagal melangkah ke babak selanjutnya usai takluk dari tamunya, SMA Kolese Gonzaga. Didukung ratusan suporternya, Seventy sempat memimpin namun akhirnya harus mengakui ketangguhan Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga)

Para penguasa Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Putra Seventy menyusul tim putri angkat koper dari kandang sendiri usai takluk dari Gonz. Tempo permainan ketat, hanya saja drama terjadi pada kuarter terakhir.

Sebelum kuarter keempat, para punggawa Seventy menguasai jalannya pertandingan. Fastbreak efektif dan juga defense yang disiplin membuat anak-anak Bulungan jauh berlari dari kejaran Gonz pada dua kuarter awal, Seventy unggul dengan Skor 19-13 atas Gonz.

Setelah paruh pertama usai, Gonzaga akhirnya dapat mengikis ketertinggalan secara perlahan. Setelah diistirahatkan pada dua kuarter awal, Ferdinand Nursalim pemain forward andalan Gonzaga itu akhirnya kembali dimainkan. Pemain bernomor punggung 11 itu justru menjadi malapetaka untuk Seventy.

Tercatat di papan skor keunggulan 27-25 Seventy pada satu menit terakhir hampir mengunci kemenangan anak-anak Bulungan tersebut. Head Coach Gonz, Irfan Sukata menjadikan Ferdinand sebagai playmaker. Terbukti, dengan posturnya yang besar, Ferdinand mampu menerobos pertahanan Seventy. Kerja sama Ferdinand dan Mikael Elfonda membuat Gonzaga berbalik leading di lima puluh detik akhir.

Tim asal Pasar Minggu tersebut mampu membukukan 14 poin di kuarter terakhir. Tak tertinggal free throw Normand Xavier di dua puluh detik akhir menutup kemenangan Gonz atas Seventy dengan kedudukan 34-28. Ferdinand sendiri menyumbang 13 poin, 3 rebound dan 1 assist untuk membawa sekolahnya menang.

Meskipun dapat bermain dengan baik kemarin, Ferdinand sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang tidak fit. Kelelahan stamina menjadi permasalahan utama dirinya merasa keletihan pada kuarter awal. “Sejujurnya, aku sedang tidak dalam kondisi fit. Tapi keinganan untuk menang hari ini (re: kemarin) sangat besar. Syukur kami bisa atas mereka (re: Seventy),” ucapnya Ferdinand usai pertandingan.

Di sisi lain, kekalahan pahit yang diterima Seventy. Membuat anak-anak Bulungan kecewa. Pasalnya, mereka bermain di publik sendiri. "Kekalahan kami tentu merupakan pengalaman pahit. Aku minta maaf sekaligus berterima kasih buat para suporter yang sudah mendukung Bulungan tercinta," imbuh Devandra Dwitama Adi, salah satu pemain dari Seventy. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments