Find anything on DBL Indonesia

Rafisya Antar Kemenangan SMAN 47

dblindonesia.com - 15 October 2018 GEMILANG: Pemain SMAN 47, Muhammad Rafisya Akbar (jersey gelap) berhasil membantu timnya mengalahkan SMAN 97 di GOR Bulungan Minggu (14/10) (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Para pemain bintang dari Selatan mulai menunjukkan tajinya. Seperti pada lanjutan laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region antara SMAN 97 Jakarta kontra SMAN 47 Jakarta yang berakhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47. Salah satu pemain yang mencuri perhatian, Muhammad Rafisya Akbar menjadi bintang pada laga Minggu sore (14/10).

Di awal kuarter pertama, pertandingan antara SMAN 97 dan SMAN 47 berlangsung sangat sengit. Forward SMAN 97 Arvin Nadinur Pramudya menjadi momok menakutkan bagi pertahanan dari SMAN 47. Dengan keberaniannya masuk ke dalam pertahanan lawan untuk melakukan layup, Arvin dapat mendulang poin untuk timnya. Hanya saja SMAN 47 masih unggul tipis setengah bola, kuarter pertama berakhir 9-8 SMAN 97 tertinggal.

Usai break kuarter pertama giliran Muhammad Rafisya Akbar bersinar. Dengan menggunakan kecepatan dan kelihaiannya menguasai bola, pemain kelas XI tersebut mampu menusuk masuk ke jantung pertahanan lawan dan membuat lawannya kewalahan. Kuarter kedua berakhir dengan skor 15-12 SMAN 47 terus melaju.

Keunggulan ini terus semakin diperlebar oleh anak asuh Miftahul Ulum tersebut. Dua kuarter terakhir benar-benar menjadi panggung Rafisya untuk mendongkrak performa rekannya. Penampilan gemilangnya dengan torehan 10 poin membuat SMAN 47 memastikan diri ke babak selanjutnya. Skor akhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47.

MVP JRBL Jakarta Series 2016 tersebut memang sudah melakukan persiapan matang, terutama pada minggu terakhir jelang Honda DBL. Pelatihnya, Miftahul Ulum membuka turut berkomentar usai anak asuhnya menang. “Ya dia (re: Rafisya) mampu mengondisikan dengan baik fisik maupun skillnya untuk dapat tampil maksimal hari ini (re: kemarin),” ujar sang pelatih. Rafisya sendiri memiliki beberapa alasan mengapa dirinya melakukan persiapan dari lama.

“Berbeda waktu saat SMP lalu, pertandingan di DBL, khususnya daerah Selatan tentunya lebih kompetitif. Semua harus dipersiapkan dengan matang,” ucap pemain bernomor punggung 1 tersebut. Selain itu, pemain yang kini tengah duduk di kelas XI tersebut ternyata baru saja pulih dari cedera ankle. Hanya saja ambisi untuk membawa SMAN 47 menuai keberhasilan seperti saat membawa SMPN 19 Jakarta tampil di final pada JRBL Jakarta Series 2016, jadi alasan agar Rafisya bisa pulih lebih cepat.

“Cedera ankle yang menimpa dia membuatnya sangat menjaga kondisi badannya. Dia juga tak lupa menjaga staminanya, agar cepat pulih dan membawa tim ke tangga juara,” sambung coach Miftahul. Dengan kemenangan ini, SMAN 47 akan menunggu hasil pertandingan antara SMAN 70 melawan SMA Kolese Gonzaga. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments