Find anything on DBL Indonesia

SAPTA EKA BURU JUARA

dblindonesia.com - 12 October 2018 INCAR JUARA: Tim basket SMAN 71 bertekad untuk menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region pada 26 Oktber-2 November mendatang. (Taufiq/DBL Indonesia).

DKI JAKARTA- Panasnya persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region semakin terasa.  Kali ini tim DBL mendatangi salah satu tim dengan catatan torehan sejarah mentereng di Liga basket pelajar terbesar di Indonesia, SMAN 71 Jakarta. Tim putra Sapta Eka (julukan SMAN 71) merupakan tim yang berhasil mencapai final dua kali beruntun, pada 2016 dan 2017. Seementara tim putri Sapta Eka merupakan finalis di tahun 2015. Hanya saja kedua tim asal Duren Sawit ini belum pernah merasakan gelar juara sekalipun.

Pada tahun lalu, tim putri SMAN 34 Jakarta, tim yang mengalahkan mereka di final tahun 2015 menghentikan laju srikandi Sapta Eka lebih awal. Kekalahan ini membuat Sapta Eka langsung berbenah diri. Kapten tim putri Sapta Eka, Zafirah Windi menyatakan bahwa timnya kali ini lebih gigih dan serius untuk mencapai target juara di perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region.

“Kali ini tim lebih siap seratus persen. Kami sangat termotivasi untuk mengangkat trofi tahun ini. Sudah saatnya Sapta Eka menunjukan diri sebagai juara sejati dari Timur,” ucapnya. Dengan semangat ingin tampil maksimal, tak tanggung-tanggung tim putri Sapta Eka meningkatkan porsi latihan, yaitu sebanyak 4 kali dalam seminggu. “Sedari tahun lalu, kami langsung berbenah diri. Satu bulan terakhir kami meningkatkan latiha untuk ikut DBL,” ujar cewek berusia 16 tahun tersebut.

Bukan hanya tim basket yang mempersiapkan diri, tim dance Sapta Eka juga akan menargetkan untuk masuk ke best three UBS Gold Dance Competition. Agata de April, kapten dari tim dance Sapta Eka menyatkan timnya sudah siap untuk menampilkan performa terbaik mereka saat menemani tim basket putri di lapangan. “Dukungan penuh akan kami lontarkan untuk tim basket. Kami juga yakin bisa tembus tiga terbaik di UBS Gold Dance Competition tahun ini,” ujar siswi kelas XI tersebut.

Kobaran semangat juga diperlihatkan para pendukung setia mereka Sapta Eka Curva Sud (sebutan suporter SMAN 71). Melalui koordinaor suporternya, Fadhel Othmansina seluruh warga sekolah akan mendukung tim putra dan putri yang berlaga sampai titik darah penghabisan nanti. “Sudah lama kami menunggu trofi DBL terpampang di sekolah. Kami selalu di bekakang kalian (re: tim basket putra dan putri), meneriakan yel-yel dengan penuh semangat,” cetusnya

Derasnya support yang diberikan oleh teman-teman satu sekolahnya membuat Zahira merasa berterima kasih. Baginya dukungan ini tentu sangat berharga dan dapat menjadi pemacu semangat timnya saat berlaga di GOR Kecamatan Pulo Gadung nanti. “Dukungan yang teman-teman berikan tentunya sangat berharga. Dengan dorongan yang positif seperti ini tentunya peluang untuk tim basket putra dan putri mengawinkan juara semakin terbuka lebar,” ujarnya dengan tersenyum.

BELUM TAMPIL ALL OUT

Gerakan akrobatik dan energik menghiasi kemeriahan dari Roadshow UBS Gold Dance Competition kemarin (11/10). Acara berlangsung di Mall Gandaria City mempertemukan 35 tim dance dari wilayah Timur dan Selatan. Iringan tepuk tangan turut mnghiasi penampilan dari para perserta UBS Gold Dance Competition..

Meski Roadshow ini masuk dalam penilaian, para tim dance belum tampil secara all out.  SMAN 3 Jakarta dan SMAN 28 Jakarta yang menampilkan ragam tari modern mengaku merasa belum tampil maksimal. Kapten tim dance SMAN 3, Nina Novina menyatakan akan tampil lebih memukau saat tim basketnya bertanding. “Kami ingin lebih terlihat powerful dari tim lain. Hanya saja kami memang masih menyimpan senjata rahasia. Itu akan menjadi kejutan buat penonoton demi tiket ke best three,” ujarnya setelah tampil.

Hal senada juga diakui kapten tim dance SMAN 28 Jakarta, Carisa Anjani. Dirinya merasa kaget dengan atmosfer dari Roadshow UBS Gold Dance Competition yang begitu gemerlap. “Aku nggak nyangka penontonnya banyak banget. Cukup puas sih, namun kami belum seratus persen tadi,” ungkapnya.

Banyaknya penonton ini juga sempat membuat mereka nervous. Tapi, mereka tetap menjaga agar tak down. “Kami sempat demam panggung. Tapi, aku tetap optimis, penampilan kami belum berakhir. Dengan kerja keras selama ini, aku yakin kami dapat menggapai posisi tiga terbaik nanti,” pungkasnya. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments