Find anything on DBL Indonesia

SENGATAN MENGEJUTKAN BEWUSSTSEIN

dblindonesia.com - 12 November 2018 PEMBUKTIAN: Pelatih SMK Yadika 2, Iskak Sutiyadi (paling kiri) berpelukan bersama anak-anak asuhnya usai menumbangkan salah satu raksasa Jakarta Selatan SMAN 3 Jakarta. (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Memasuki hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, persaingan semakin memanas. Para wakil dari empat regional menunjukkan tajinya pada laga Minggu (11/11). Dari East Region empat wakil mereka sukses meraih kemenangan atas lawannya. Tak mau kalah, dua wakil West Region juga memberikan pelajaran kepada para lawannya.

Adalah tim putri SMK Yadika 2 dan tim putra SMA Bukit Sion yang masing-masing mampu mengandaskan SMAN 3 putri dan SMA Al-Izhar. Serta juara North Region SMAK 5 Penabur juga membuat kejutan dengan mengalahkan juara wilayah Selatan, SMAN 3 Jakarta. Sementara SMAN 28 Jakarta menjadi satu-satunya wakil South Region yang meraih kemenangan kemarin.

Kejutan besar terjadi kala tim putri SMK Yadika 2 menumpas perlawanan pasukan Teladan (julukan SMAN 3). Pertemuan kemarin merupakan yang kedua di antara Bewusstsein (julukan SMK Yadika 2) dan Teladan. Sebelumnya putri Setiabudi menang telak dengan skor 43-16 pada semifinal Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu dengan format yang lama. Namun, kemarin tim asuhan Iskak Situadi bermain lepas sejak awal kuarter. Mereka tidak takut dengan nama besar Teladan.

Sorak sorai penonton menyambut kemenangan Bewusstsein di akhir laga. Pada tip off  Teladan mampu menunjukkan keperkasaannya sebagai pemegang gelar terbanyak putri dengan torehan 3 kali. Belum genap satu menit Teladan langsung mencuri poin melalui Zefanya Angelina. Teladan pun unggul 4-2 atas Bewusstsein. Hanya saja, dua mesin poin Bewusstsein, An'nisa Ruly Yanti dan sang kapten Indah Triana mampu mengembalikan keadaan menjadi 8-7 untuk Bewusstsein pada kuarter kedua. Semenjak itu, Teladan tak pernah unggul atas lawannya.

Drama sesungguhnya terjadi saat under 1 minute kuarter keempat. Kedudukan 17-17 membuat kedua tim tidak mengendurkan serangan. Namun, pemain bernomor punggung 15, Susanti menjadi penentu kemenangan tipis 19-17 Bewusstsein atas Teladan. Petaka itu terjadi saat memasuki 50 detik akhir pertandingan. Jofinka Putri Bandini, center Teladan gagal melakukan tugas sebagai algojo saat timnya mendapat free throw.

Sempat mendapat offensive rebound, Teladan kembali menguasai bola di area paint. Sayangnya passing yang dilakukan pemain Teladan berhasil dicut oleh salah satu pemain Bewusstsein, An'nisa Ruly Yanti. Melihat posisi temannya Susanti tak terkawal, pemain bernomor punggung 9 tersebut langsung melakukan fast break kepada rekannya.

Tanpa pengawalan Susanti mencetak dua poin melalui layup untuk mengunci kemenangan Bewusstsein pada 8 detik terakhir. Harapan putri Teladan pun pupus, mereka kalah pada laga perdananya di grup B. “Coach Iskak mengatakan pada kami apapun hasilnya kami sudah memberikan yang terbaik. Itu adalah momen yang membakar semangat kami untuk bisa melakukan lebih untuk tim” ucap pemain berusia 17 tahun itu.

Kemenangan penting ini juga sangat disyukuri oleh pelatih Bewusstsein, Iskak Sutiyadi. “Mengalahkan Teladan tentunya merupakan kemenangan berharga. Tetapi perlu diingat, masih ada pertandingan terakhir. Perjalanan kami masih panjang,” pungkas pelatih berusia 39 tahun itu.

Meski kalah putri Teladan masih memiliki dua pertandingan. Mereka akan berhadapan dengan SMAN 18 Jakarta pada hari ini dan SMAN 71 Jakarta Rabu (14/11) lusa. “Kami belajar banyak dari kekalahan hari ini (re:kemarin), tentu dua pertandingan lagi kami akan tampil maksimal,” ucap kapten Teladan, Insyira Keysa.

Kejutan lain juga terjadi saat tim putra SMAK 5 Penabur mengandaskan pemegang dua trofi Honda DBL DKI Jakarta, SMAN 3. Kegigihan yang diperlihatkan oleh The Lions (julukan SMAK 5) membuat juara North Region mengalahkan Teladan dengan skor tipis akhir 32-30. Melihat kemenangan ini tentunya anak-anak The Lions merasa senang dapat mengalahkan juara back to back Honda DBL DKI Jakarta edisi 2013 dan 2014. Pelatih The Lions, Wahyu Adi Nugroho sendiri percaya bahwa di Championship Series ini apapun bisa terjadi.

“Di babak Championship Series ini persaingan sangat kompetitif. Tidak ada yang tidak mungkin, anak-anak tidak boleh takut saat melawan siapapun, termasuk Teladan yang kami kalahkan tadi,” ucap pelatih yang akrab disapa Sinyo tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments