Find anything on DBL Indonesia

SMAN 116 Yakin Bersaing

dblindonesia.com - 17 April 2012

Usia tim basket SMAN 116 Ragunan masih seumur jagung. Bulan ini, tim putra dan putrinya, baru menapaki 8 bulan. Namun soal prestasi, sekolah khusus atlet ini tak kalah dengan favorit juara Honda DBL 2012 DKI Jakarta Series macam PSKD 1 dan SMAN 3. Buktinya, tim putra mereka sudah mampu menggondol 3 besar Jakarta Student League, kompetisi basket bergengsi di ibukota.

”Kalau hitung-hitungan, mestinya kami bisa bersaing dengan tim lain. Di sini kami tidak hanya membentuk tim juara. Tapi kami juga mencetak pemain siap pakai untuk DKI Jakarta,” ujar Agus Mursid, pelatih tehnik tim basket putra SMAN 116 Ragunan, kemarin (14/6).

Faktanya, tim yang bermarkas di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan ini, memang terlihat sangat siap. Dalam sesi latihan kemarin (14/6), seluruh tim terlihat sangat oke. Latihan passing dijalani dengan sangat baik. Agenda pick serta pick and roll juga terlihat kompak. Kemampuan shooting, jangan ditanya lagi. Banyak pemain- pemain 116 yang jitu menembak 3 angka. Putra dan putrinya sama-sama ciamik. Tak ada yang membatasi kemampuan mereka meski kedua tim ini berbeda gender. ”Dari awal kami memang tidak pernah membedakan gender. Putri harus sama kuatnya dengan tim putra. Makanya di Jakarta Student League 2011, putri 116 bisa menyebet gelar runner up,” tambahnya.

Dari evaluasi yang sudah dilakukan pada 3 even besar yang sudah diikuti, tim 116 sudah mulai bisa memetakan kekuatan intinya. Calon bintang skuad putra, diprediksi bisa muncul lewat Hafiz Gunawan dan Andri Ridho. Pada Kejurnas U-18 2011, keduanya ikut mendonasikan emas buat DKI Jakarta. Selain itu, ada M. Lutfi Ramadan. Pemain yang satu ini, ikut andil dalam raihan perak pada Kejurnas U16. ”Seluruhnya, 15 tahun. Ini prospek untuk DKI Jakarta,” tegasnya.

Di kelompok putri, amunisi 116 juga terlihat mengerikan. Ruth Evelin, pernah menyumbang emas POPNAS 2011. Selain itu, Christi Apriyani juga sempat dilibatkan dalam dulangan emas Kejurnas O2SN tingkat nasional. Yang menggembirakan, semuanya sedang on fire. ”Skill pemain memang sa ngat bagus. Tapi semuanya tidak boleh bermain individu. Semua harus bisa main team work. Jangan karena imingiming ke Australia dan Amerika, masing-masing main sendirisendiri. Ini bisa bahaya,” imbuhnya. (ags)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments