Find anything on DBL Indonesia

Smansaden Berpesta!

dblindonesia.com - 17 September 2017 Kapten SMAN 1 Denpasar Maxell Gerson Legoh (merah) menerobos pertahanan SMAN 1 Gianyar di GOR Purna Krida, Kerobokan, tadi malam.(Foto: Miftahuddin/Radar Bali)

MALAM Final Party Honda DBL 2017 Bali Series, benar-benar menjadi milik SMAN 1 Denpasar (Smansaden). Selain mengawinkan gelar champion putra- putri, tim cewek Loop 3X3 Competition Smansaden juga berhasil menjadi champion. Treble (tiga gelar juara) pun diraih Smansaden musim ini.

Di pertandingan terakhir, Cowok Smansaden berhasil mengalahkan musuh bebuyutan dalam duel klasik Tim Basket Putra SMAN 2 Denpasar dengan skor 61-53. Bagi Smansaden, ini adalah gelar keempat berturut-turut di tangan sang pelatih IGN Rusta Wijaya. Bukan itu saja, Smansaden berhasil membawa tiga pemainnya meraih gelar Most Valuaable Player (MVP).

Di Loop 3X3 ada nama Tricia Aoijs. Untuk basket putri berhasil diraih Made Dita Pramesti Sandra Dewi. Untuk putra, Charisma Lie yang keluar sebagai MVP. Ini adalah pencapaian luar biasa bagi Smansaden. Di pertandingan kemarin kedua tim sama-sama ngotot sejak kuarter awal. Kejar-kejaran poin pun terjadi. Yang menjadi keunggulan Smansaden di pertandingan kemarin adalah Wijanata Kesawa dkk berhasil menjaga momentum meskipun beberapa kali Resman mengejar. Jelas ini menjadi keuntungan bagi Smansaden. Usai pertandingan, Pelatih Basket Putra Smansaden IGN Rusta WIjaya membenarkan hal itu.

“Kalau tadi (kemarin, Red) kami saling mengejar momentum setelag Resman terus mengejar kami. Saat mereka bangkit, kami jaga lagi momentum biar tidak hilang,” ucapnya. Dia sudah mengatur strategi sejak awal. Rusta sudah mengetahui dua pemain Resman harus dimatikan. Ida bagus Ananta WIsnu Putra berhasil diredam. Tetapi center Resman I Gede Arya Oradnya Diasana belum mampu diredam Maxell Gerson Legoh dkk.

“So far sudah bagus. Tinggal matengin saja,” ucap mantan pemain Pelita Jaya itu. Ada yang suka ada yang duka. Itu yang dirasakan Resman. Pelatih Resman I Ketut Bintara Suyasa sedikit mengungkapkan kekecewaannya. “Defense justru menurun. Ini di bawah 50 persen. Kalau di atas 50 persen pasti kami menang. Masa Smansa gampang sekali ambil poin,” bebernya.

“Sudah ngejar, ditambah lagi sama Smansa,” tambah Bintara. Dia menilai komunikasi antar pemain yang masih kurang termasuk mental pemainnya. Point guard (Gus Nanta, Red) seharusnya bisa mengatur permainan. Tetapi pemain lain juga seperti kebingungan. Mental juaranya belum ada. Itu yang hilang dari Smansa,” tutupnya. (lit/han)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments