Find anything on DBL Indonesia

Tanpa Ampun!

dblindonesia.com - 4 November 2016 NGOTOT: Center Honda DBL Indonesia All-Star 2016 Ummil Asmi dihadang para pemain SMK Bandar Utama 3 Damansara, Malaysia, pada laga Honda DBL International Challengen 2016 di DBL Arena Surabaya, kemarin. DBL All-Star menang telak 86-19. (Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos).

Tim Putri Honda DBL Indonesia All-Star Menang Telak Melawan Malaysia
 

TIM putri Honda DBL Indonesia All-Star 2016 membuktikan janjinya. Pada laga perdana Honda DBL International Challenge 2016 kemarin, Millania Angela dkk menghajar SMK Bandar Utama 3 Damansara, Malaysia, dengan skor telak 86-19.

Anak asuh Taufik Shaleh itu sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada pemain Malaysia mengembangkan permainan. Sejak tipoff, DBL All-Star langsung menerapkan full court press defense. Hasilnya, pada akhir kuarter pertama, mereka leading jauh 29-6.

''Nggak boleh ada rasa kasihan dalam permainan. Apalagi, ini juga bagian dari persiapan melawan Australia (ADU AllStars Australia) Sabtu (besok, Red),'' ucap Taufik.

Sabtu besok (5/11) DBL All-Star memang menjalani laga penentuan melawan ADU AllStars Australia. Yang menang adalah tim yang berhak menyandang gelar juara Honda DBL International Challenge 2016.

Pertandingan tersebut dipastikan bakal berlangsung seru dan menegangkan. Apalagi, ADU AllStars Australia pada Rabu lalu juga meraih kemenangan telak 90-32 atas SMK Bandar Utama 3 Malaysia.

Para pemain DBL All-Star putri kemarin tampil begitu kompak. Taufik juga terus melakukan rotasi. Dia memberikan minute play kepada seluruh pemain yang berjumlah 12 orang.

Duo guard Juliena Hartono dan Tiara Aulia Denaya sama-sama mengemas 12 poin. Terbanyak di antara rekan-rekannya yang lain. Shooting guard Theo Audy Natazia Christy Louis menambahkan sebelas angka.

Satu pemain lain yang juga mengemas double digit dari DBL All-Star kemarin adalah power forward Yossica Wahyuni. Pemain asal SMA Don Bosco Sumatera Barat itu mencetak sepuluh poin.

''Kalau ada yang harus diperbaiki, akurasi tembakan kami harus lebih bagus (saat lawan Australia),'' ucap Audy. ''Melawan Australia, semua aspek terkecil harus dijalankan sebaik mungkin untuk menang," tambah pemain asal SMA UPH College Banten tersebut.

Meski menang telak, field goal tim DBL All-Star kemarin memang tidak terlalu istimewa. Mereka hanya melesakkan 38,1 persen (37-97). Hal serupa juga terjadi pada tembakan tiga angka mereka yang cuma 15,4 persen (4-26).

Untuk mengatasi itu, jeda waktu sehari ingin dimanfaatkan Taufik untuk berlatih ringan. Terutama dalam hal shooting. Pelatih asal SMAN 1 Baleendah, Bandung, itu juga akan mempersiapkan pola defense khusus menghadapi ADU AllStars. (irr/c4/nur)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments