Find anything on DBL Indonesia

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) TELADAN WASPADAI KUDA HITAM

dblindonesia.com - 20 October 2018 Foto: Taufiq/DBL Indonesia. Grafis: Haksni/DBL Indonesia

DKI JAKARTA- Bagaikan pepatah Tiongkok “dua singa tidak dapat menguasai satu gunung”, hanya akan ada satu tim putri berhak menjadi penguasa South Region. Pertarungan puncak mempertemukan SMAN 3 Jakarta kontra SMAN 28 Jakarta pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Duel tersebut akan menjadi pertandingan yang patut untuk disaksikan. Pasalnya, pertarungan final nanti akan menghadirkan tensi tinggi antara kedua sekolah demi pertaruhan gengsi Jakarta Selatan.

Adu kualitas menjadi tema utama pada pertempuran antara kedua sekolah yang dikenal sebagai raksasa Jakarta Selatan ini. Kedua tim memiliki kemampuan yang seimbang. Namun SMAN 28 terlihat bisa bermain lebih efektif dibanding lawannya Teladan (julukan SMAN 3). Jika dilihat dari statistik kedua tim, perolehan poin Teladan lebih banyak dibanding SMAN 28. Total 115 poin telah dibukukan srikandi Teladan dalam tiga game terakhir. Sementara SMAN 28 hanya mampu menorehkan 102 poin dari dua laga sebelumnya.

Namun, secara field goals SMAN 28 lebih menebar ancaman. Tercatat sebanyak 41% menadakan tim yang bermarkas di Pasar Minggu tersebut lebih efektif dalam mengoyak ring lawan. Sementara putri Setiabudi hanya membukukan field goals sebesar 26%.

Tapi, Sophia Rebecca dkk harus hati-hati saat bermain. Sebab, Stanita dan tim memiliki akurasi free throw sebesar 57,1% untuk mengonversinya menjadi poin, unggul sekita 0,3% dibanding SMAN 28 dengan catatan 53,8% saja. Untuk urusan top scorer keduanya sama-sama memilki mesin poin yang tajam. Teladan memiliki Jofinka Putri Bandini yang sudah mencetak 26 poin dari tiga pertandingan Teladan. Sementara, sang kapten SMAN 28 Sophia Rebecca tercatat sudah mengemas 28 poin dari dua laga SMAN 28.

Lalu jika melihat dari segi pengalaman, putri Teladan telah malang melintang di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu mental para punggawa Teladan lebih terasah dibanding SMAN 28. Menurut Stanita Nataya, salah satu pemain Teladan, timnya memiliki skuad yang lebih dalam dibanding lawannya. “Secara jumlah pemain, mereka (re:SMAN 28) hanya mengandalkan 8 pemain. Hal itu jelas menguntungkan, karena kami memiliki first dan second team yang sama baiknya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan jumlah pemain lawan yang lebih sedikit, tentu hal itu akan menguntungkan bagi Teladan. “Kami akan bermain dengan tempo yang lebih cepat dari biasanya agar pemain lawan kehilangan stamina di awal laga,” pungkasnya.

Sementara sang pelatih Teladan, Jacky Ignatius Hatta tururt berkomentar mengenai lawannya di final. “Ada tiga tim yang bagus di Jakarta Selatan ini. Kami, SMAN 34, dan SMAN 28. Tentu laga hari ini merupakan final ideal, ketika tim kuat sama-sama berjumpa di final,” ungkapnya.

Memanasnya prediksi tensi di antara kedua tim, pelatih kepala SMAN 28 tetap optimis mampu membawa anak asuhnya mencicipi titel juara di Jakarta Selatan. “Perjalanan tim sudah sejauh ini, target kami sekarang jadi juara di Selatan. SMAN 3 memang memiliki skuad yang lebih baik. Namun, skill individu kami lebih berkualitas dibanding mereka,” tegas Syafiq Ali, pelatih SMAN 28 Jakarta.

Senada dengan sang pelatih, kapten dari SMAN 28 Sophia Rebecca Adventa juga mengaku tidak gentar menghadapi lawannya. Pemain dengan tinggi 170 cm ini yakin timnya akan bermain dengan lebih pintar dalam menghadang lawannya hari ini. Dengan mengandalkan tempo permainan yang agak lambat diharapkan bisa efektif membongkar lini bertahan Teladan. “Kami akan bermain lebih hati-hati untuk tetap menjaga stamina. Kami akan mengandalkan shooter kami Syeiffa Azelrisya Siregar dan bermain sedikit di luar area,” ujar student athlete yang kini duduk dikelas XI tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments