Find anything on DBL Indonesia

Tim Putri SMAN 36 Melangkah Pasti

dblindonesia.com - 29 October 2018 LAYUP: Nabila Maharani, pemain SMAN 36 (kiri) berhasil mencetak poin untuk membawa timnya unggul atas lawannya SMAN 42 Jakarta kemarin (28/10). (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Laga penuh arti berlangsung pada  hari ketiga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region kemarin (28/10). Tim putri SMAN 36 Jakarta yang gagal pada tahun lalu tak ingin mengulang sejarah kelam. Tim polesan Franki Defrates lansung tancap gas pada babak awal melawan SMAN 42 Jakarta. Hasilnya, mereka mampu mengalahkan lawannya dengan skor telak 29-8.

Menguasai pertandingan dari awal kuarter, membuat tim putri SMAN 36 di atas angin. Tim asal Rawamangun itu mendominasi sepanjang kuarter. Tim putri sendiri merupakan satu-satunya wakil SMAN 36 di ajang Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Pasalnya, tim putra mereka harus angkat koper lebih dulu usai takluk dari SMAN 21.

Meski secara postur anak-anak Rawamangunn kalah dibanding lawannya, SMAN 36 tetap dapat memaksimalkan para punggawanya. Dan dapat menjaga selisih poin jauh dari lawannya sepanjang pertandingan berlangsung.

Pemain bernomor punggung 10, Silla Puspa Damayanti membuka keunggulan bagi SMAN 36 di kuarter awal. Silla mampu menorehkan empat poin sekaligus untuk membawa timnya unggul. Meski SMAN 42 mencoba mendekat. Kuarter pertama milik SMAN 36 dengan skor 6-4.

Salah satu  bintang lapangan SMAN 36 lainnya sekaligus kapten tim, Ranaa Putri Nisrina Wahab berhasil menjadi pemain yang mendongkrak performa timnya. “Sempet nervous di awal sih, soalnya mereka posturnya lebih tinggi dari kami,” pungkas siswi kelas XII tersebut.

Pada kuarter kedua, SMAN 36 lebih stabil dengan unggul jauh dari lawannya. Mereka berhasil mencuri 4 poin tanpa balas pada kuarter kedua. Ranaa pun turut mencetak 2 poin bagi timnya. SMAN 36 berlari menjauh dengan keunggulan 10-4.

Puncak pesta kemenangan SMAN 36 terjadi pada kuarter ke empat. Ranaa dkk melesat dengan 13 poin tanpa balas. Kali ini Nabila Maharani menjadi pengoyak ring terbanyak bagi timnya. Pemain bernomor punggung 8 itu membukukan 5 poin bagi SMAN 36. Skor akhir 29-8 membawa SMAN 36 melaju ke babak selanjutnya menunggu pemenang antara SMA Don Bosco 2 kontra SMAN 21.

Meski menang, pelatih SMAN 36 merasa kurang dengan hasil yang diraih. “Saya masih kurang puas dengan mental anak-anak. Mereka masih terlihat gugup, padahal kami bisa menang lebih besar dari ini,” ungkap Franki Defrates usai pertandingan. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments