Find anything on DBL Indonesia

Top 12 UBS Gold Dance Competition Memukau

dblindonesia.com - 8 November 2018 NINJA ON STAGE: Penampilan tim dance SMAN 28 pada acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Piazza Gandaria City Mall Rabu (7/11). (Taufiq/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Mainbasket Bareng DBL Indonesia ditutup manis oleh penampilan Top 12 UBS Gold Dance Competition. Acara yang berlangsung di Piazza Gandaria City Mall Rabu (7/11) malam kemarin, menuai keseruan. Para Best Three perwakilan dari regionalnya masing-masing (West, North, South, dan East) menampilkan performa terbaiknya.

Performa gemilang para tim dance sendiri dinilai langsung oleh para juri. Penampilan tim dance kemarin juga memengaruhi penilaian sebesar 50 persen. Selain tampil pada acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia, para tim dance juga akan menampilkan performa terbaiknya di GOR Soemantri bersamaan dengan Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 pada 10-17 November nanti.

Beberapa sekolah pun mengubah konsep tarian mereka untuk dapat meraih hasil yang maksimal. Diantaranya adalah Bunda Mulia High School, SMA Dian Harapan dan SMAN 28 Jakarta. Berbeda dari penampilannya di regional Utara lalu yang bernuansakan fun, kali ini G-Unit (nama tim Bunda Mulia) mengubah konsep dan koreografinya secara drastis. Dengan mengangkat tema Horror, G-Unit tampil lebih berani dan mengejutkan para penonton yang memenuhi venue pertandingan.

Dengan mengenakan kostum terinspirasi dari film Asylum G-Unit tampil ala pasien rumah sakit. Gerakan yang lebih eksplosif dari peampilan sebelumnya membuat penonton terkesima dalam cerita menyeramkan G-Unit. Keputusan berani ini dapat terealisasikan lantaran anak-anak G-Unit ingin keluar dari zona nyaman mereka.

“Konsep Horror kami pilih karena ada ide dari salah satu anggota kami dan anak-anak semua setuju. Selain itu, dengan konsep ini kita juga dapat mengekspresikan kreativitas kami secara maksimal,” ucap Ashley Jane Samudera, kapten tim G-Unit.

Selain G-Unit, tim dance lainnya yang mengubah kemasan tariannya adalah Crescent (sebutan tim dance SMAN 28). Jika sebelumnya mereka tampil ala Bruce Lee, kali ini Crescent tampil lebih bertemakan Ninja. Hal menarik yang dimiliki Crescent kali ini adalah pemanfaatan properti yang sangat maksimal. Crescent merupakan satu-satunya tim dance yang propertinya bukan hanya sekedar dipajang, mereka juga menggunakan properti sebagai salah satu bagian dari gerakan tarian mereka.

“Kita nggak mau properti yang kita bawa itu nganggur. Sehingga tim kami pun membuat properti yang terlihat seperti tembok itu bergerak-gerak,” ucap Carissa Anjani, kapten tim Crescent.

Memperlihatkan performa maksimal, Carissa mengaku dapat optmis meraih hasil maksimal.“Crescent optimis dengan konsep yang dibawa dan kekhasan pemanfaatan properti kami. Aku harap kami bisa menjadi juara di DKI Jakarta tahun ini,” ucap Carissa sembari tersenyum.

Tak mau kalah, tim dance SMA Dian Harapan, Zebaoth juga tampil powerful. Meski kemarin adalah penampilan perdana mereka di hadapan banyak, Zabaoth tetap memukau. Kapten tim Zebaoth, Cathelia Jesiana Sun mengaku sempat merasa down sebelum tampil. “Melihat hebohnya sorak sorai penonton di sekitar Mall dan properti dari tim dance lain, kami sempat merasa minder. Tapi kami tetap bersemangat dalam menunjukan kemampuan kami di atas panggung,” kata cewek kelas XII tersebut. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments