Find anything on DBL Indonesia

Torehan Manis Sapta Eka

dblindonesia.com - 3 November 2018 JUARA: Para pemain dan ofisial tim putri SMAN 71 larut dalam kegembiraan usai mengalahkan SMAN 36 di GOR Pulogadung, Jaktim Jumat (2/11). (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Perhelatan Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region menjadi penanda akhir dari kemegahan regional Timur. Dua sekolah berhasil menasbihkan diri sebagai pemegang gengsi juara East region. Adalah tim putri SMAN 71 Jakarta dan tim putra SMAN 21 Jakarta. Setelah dua edisi sebelumnya berhasil masuk ke babak final Honda DBL DKI Jakarta, tim putri SMAN 71 Jakarta akhirnya mendapatkan gelar perdananya. Penampilan yang garang dari anak-anak Duren Sawit berhasil menaklukan perlawanan SMAN 36 Jakarta dengan skor 40-38 kemarin (2/11).

Sapta Eka (julukan SMAN 71) sempat berlari menjauh dari SMAN 36 di babak awal. Sejak kuarter pertama, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tak henti bersorak sorai. Di awal laga menjadi bukti performa Zafirah Windi Annisa yang on fire. Sapta Eka memimpin 17-4 pada kuarter pertama.

Tetapi, semangat juang srikandi Rawamangun sempat membuat Sapta Eka kewalahan pada akhir kuarter. Bagaikan pasir hisap yang perlahan menenggelamkan, sedikit demi sedikit SMAN 36 mulai memangkas perolehan poin dari lawannya. Head coach SMAN 36, Franki Defretes menginstruksikan anak asuhnya untuk berani menerobos ke dalam sisi pertahanan Sapta Eka, untuk mendapatkan kesalahan foul dari para pemain Sapta Eka melalui free throw.

Ranaa Putri Nisrina menjadi pemain yang memiliki andil besar dalam usaha untuk memangkas ketertinggalan timnya. Kecerdikan pemain bernomor punggung 5 untuk memancing musuh untuk melakukan foul pun berhasil. Tercatat sebanyak 9 kali usaha Ranaa memancing lawan dan berbuah sebagai poin. Tercatat 18 poin berhasil ditorehkan Ranaa. SMAN 36 pun sempat memangkas margin ketertinggalan menjadi 5 poin.

Namun, dewi fortuna seakan tak berpihak kepada putri SMAN 36 meski tampil ngotot di akhir. “Masih ada Championship, performa anak-anak udah bagus, cuma kami kurang beruntung aja, tadi beberapa kali dapat kesempatan,” ujar pelatih SMAN 36 Franki Defretes

Performa gemilang Zafirah Windi justru berhasil membawa Sapta Eka meraih gelar perdana di East Region. Dara kelahiran 2 Mei 17 tahun silam itu bermain sangat efektif. Performa gemilangnya terlihat dari perolehan double-double yang dia kemas. Tercatat total 15 poin dan 13 rebound dapat dikoleksi pemain berposisi center tersebut.

Dengan kemenangan tipis atas lawannya, Zafirah merasa bangga dan bahagia karena dapat memberikan gelar juara Honda DBL pertama untuk sekolahnya. “Sebenarnya tadi aku sempat deg-degan terutama di kuarter pertama. Aku sendiri tidak menyangka dapat memenangkan pertandingan melawan SMAN 36. Mereka tampil garang juga, kami sempat kerepotan di akhir,” ucapnya.

Selain itu, pelatih kepala Sapta Eka, Muhammad Ridzky bangga dengan kerja keras anak-anaknya selama ini. “Saya bangga dengan performa anak-anak hari ini (re: kemarin). Tapi, sebaiknya kita jangan terlena dengan perolehan juara di Jakarta Timur. Karena, masih ada gelar juara Championship yang menunggu untuk kita rebut,” ungkapnya. (*)

PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments