Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series - North Region
SERIES
 
 
The Lions Bidik Mangsa di Championship
30 September 2018

DKI JAKARTA- Auman lantang The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) bergema di GOR Cempaka Putih kemarin. Nathan dkk berhasil menjinakan perlawanan SMA Permai di Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series - North Region dengan skor 52-31. Kemenangan ini menjadikan mereka meraih titel juara di wilayah Jakarta Utara dan Pusat. Sementara sang lawan, SMA Permai tetap mendampingi The Lions melangkah ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series pada 10-17 November mendatang..

Pada awalnya, The Lions sempat terseok-seok menghadapi SMA Permai. Motor serangan Permai Aldy Adrian, kerap masuk dan membredel pertahanan The Lions. Kuarter pertama pun dikuasai oleh Permai dengan keunggulan tipis 11-10, The Lions tertinggal. Meskipun begitu, kehebatan Permai dalam menguasai permainan tidak berlangsung lama. Aldy yang didaulat sebagai motor utama mulai terlihat letih menjelang kuarter kedua berakhir. Penyerangan yang dilakukan oleh Permai makin terlihat tidak efektif, The Lions mulai mengejar.

Melihat salah satu pemain lawan kelelahan, Wahyu A Nughoro, pelatih The Lions mengambil inisiatif agar timnya tampil lebih agresif, agar lawan terpancing dari sisi emosionalnya. “Melihat kelemahan pemain lawan yang sering melakukan foul saat bertahan, saya menginstruksikan anak-anak untuk selalu melakukan drive kedalam, agar dapat poin dan fooul” ujar coach Sinyo (sapaan Wahyu).

Terbukti strategi ini sangat efektif. Di kuarter akhir, Aldy mengalami cedera engkel yang mengakibatkan dirinya harus ditandu keluar lapangan. Pasukan The Lions semakin gahar mengoyak ring Permai. Easy basket Caleb Ruben menjadi penutup kemenangan The Lions. Skor akhir 52-31 menjadi pertanda keganasan dari tim asal Kelapa Gading tersebut.

Setelah memastikan diri sebagai juara, The Lions sendiri sudah membidik mangsa-mangsanya di babak Championship. Sang kapten Nathan sendiri memiliki beberapa pandangan mengenai calon lawannya nanti. Salah satunya, SMAN 2 Jakarta dari Jakarta Barat Head to head keduanya berakhir seimbang, satu menang dan satu kalah.

Sementara, wakil dari West Region lainnya SMA Bukit Sion, juga menjadi lawan yang patut untuk diwaspadai saat di series Championship nanti. Darryl Sebastian menjadi salah satu pemain yang sangat dipantau oleh Nathan dkk. “Darryl memiliki pengalaman bermain yang sangat luar biasa. Kami akan mewaspadai gerakannya jika harus bertemu mereka (re: Bukit Sion). Dan tentu kami akan buat kejutan di Championship nanti” ujarnya. (*)

ADU JITU JENDERAL LAPANGAN
29 September 2018

DKI JAKARTA- Final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region tim putra akan mempertemukan SMAK 5 Penabur kontra SMA Permai. Selain menentukan siapa penguasa di regional Utara, laga ini juga menjadi panggung untuk kedua jenderal lapangan. Stanley Hidayat dari SMAK 5 Penabur siap memimpin timnya membawa pulang kemenangan. Sementara, SMA Permai memiliki motor serangan Aldy Adrian yang siap mengeruk poin untuk timnya.

Sebelum melangkah ke partai puncak, kedua tim harus melalui jalan terjal, terutama pada babak semifinal. Kedua tim dipaksa memainkan laga dramatis demi satu tiket final guna menuju Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Masih tersebesit dalam ingatan, bagaimana SMAK 5 Penabur bekerja ekstra kala mengalahkan salah satu tim kuat SMA Kolese Kanisius dengan skor 47-43. Begitu pun sang penantang, SMA Permai ketika menaklukan perlawanan SMA IPEKA Sunter dengan skor tipis 48-45.

Jika menilik dari statistik efektfitas kedua tim dalam mencetak angka tidak perlu diragukan. Hanya saja, kedua tim masih bertumpu pada satu pemain. Dari 145 poin yang dicetak The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) hampir setengahnya ditorehkan oleh forward andalan mereka Stanley Hidayat. Tak jauh beda, Aldy Adrian merupakan penyumbang poin terbesar untuk timnya. Dari 119 poin yang dicetak Permai, 50 diantaranya diceploskan oleh pemain bernomor 26 itu.

Tapi, barisan pertahanan Permai harus lebih jeli dan kuat menahan pergerakan Stanley Hidayat. Pasalnya, akurasi tembakan dua poin dan drive menusuk ke jantung pertahanan lawan Stanley mencapai 39%, sementara Aldy hanya meraih 33%. Tapi, The Lions juga tak boleh lengah, kala Aldy memegang bola di luar area setengah lingkaran. Efektifitas three point Aldy mencapai 24%, unggul 4% dibanding Stanley.

Sementara, dari sisi pertahanan, Permai lebih rapih dibanding The Lions. Tercatat defensive rebound mereka mencapai 68 kali, unggul 13 angka dibanding The Lions. Namun, The Lions memiliki visi bermain yang lebih baik. Para punggawa The Lions mampu mencatatkan 61 steal ketika tim lawan sedang memegan bola. Tentu, potensi fast break patut diwaspadai tim asuhan Fidelis Krisna Hernawan.

Secara keseluruhan tim, keduanya akan tampil ngotot di partai puncak North Region ini. Keduanya sendiri, belum pernah head to head, dengan begitu, laga perdana mereka akan ditentukan hari ini. Kapten tim The Lions sangat optimis mereka bisa menggondol titel juara North Region. “Kami memliki visi jauh. Datang sebagai debutan nggak membawa kami tertekan. Hal itu kami buktikan ketika mengalahkan Kanisius. Sekolah lain harus waspada dengan kejutan-kejutan dari kami,” pungkas pemain bernomor 34 itu.

Tak mau kalah, kapten tim Permai Aldy Adrian juga makin tersulut untuk membawa timnya meraih juara Honda DBL DKI Jakarta Series North Region ini. “Juara adalah target setiap tim. Tapi, kali ini target kami lah yang akan menjadi kenyataan,” ucapnya dengan penuh membara. (*)

WASPADA DI PAINT AREA
29 September 2018

DKI JAKARTA- Laga mendebarkan final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region di GOR Cempaka Putih, mempertemukan dua tim debutan putri. Adalah tim putri SMAN 30 Jakarta yang akan menjajal kemampuan SMAN 18 Jakarta hari ini. Perlu diketahui, kedua tim sama-sama memiliki produktifitas di dalam paint area. Pertemuan antar debutan ini diprediksi akan sengit hingga titik darah penghabisan.

Kombinasi antara Alvionita Safitri dan Siti Nurhasanah terlihat garang di area bawah ring lawan. Statistik mencatat kedua pemain ini sama-sama membukukan 19 poin untuk Labas (julukan SMAN 18). Dengan memanfaatkan postur 172 cm, Siti biasanya akan mendapatkan poin melalui under basket. Sementara rekannya, Alvionita memiliki kecepatan serta kelihaian drive bola yang diakhiri lay-up.

Selain dapat diandalkan pada saat menyerang, kedua pemain ini juga memiliki catatan baik ketika bertahan. Total rebound 13 kali serta 4 defensive rebound dari Siti menjadi rapor tersendiri untuk Gabriella Abigael dkk ketika sedang beradu duel di daerah pertahanan Labas.

Di sisi lain, Deflover (julukan SMAN 30) bukanlah lawan sembarangan. Secara keseluruhan statistik tim, tim yang bermarkas di Rawasari itu unggul dari sisi rebound, dengan torehan sebesar 83 kali ketika sedang berduel di udara. Siti harus mewaspadai pergerakan kapten Deflover, Gabriella. Sebab pemain bernomor punggung 15 itu telah memenangkan 19 kali rebound, 12 kalinya diantaranya saat offensive rebound.

Selain itu, srikandi Labas juga harus lebih tenang ketika sedang berduel udara untuk menghindari personal foul. Deflover memiliki akurasi free throw sebesar 33%, tentu ini menjadi ancaman untuk Labas, agar tidak kecolongan poin lewat free throw.

Kedua tim memang terlihat memiliki kemampuan baik di bawah area ring. Karena itu, Gabriella telah melakukan pemantauan terhadap lawannya di final. “Jika dilihat dari segi postur, center lawan (re: Siti Nurhasanah) mungkin memiliki keunggulan dari tinggi badan. Namun saya memiliki kekuatan lebih dalam body charge untuk dapat melindungi bola ketika duel di udara,” ucap pemain yang akrab disapa Gaby tersebut.

Tidak mau kalah, Alvionita juga memiliki siasat untuk dapat meminimalisir kemampuan Gaby saat bertahan. “Gaby merupakan pemain center yang gempal. Dia memiliki power yang besar. Untuk dapat mengalahkannya kami akan berusaha agar tidak memberi ruang lebih untuknya. Aku yakin, center kami, Siti mampu memenangkan duel dengannya,” ucap pemain berusia 15 tahun tersebut.

Pertarungan sengit kedua sekolah merupakan adu gengsi, siapa yang akan meraih titel penguasa North Region. Dengan begitu, perwakilan dari region lain juga harus mewaspadai para debutan yang mengancam dari North Region. (*) 

Drama Detik Akhir Warnai Laga Semifinal
28 September 2018

DKI JAKARTA- Tren positif terus ditorehkan SMAK 5 Penabur. Datang sebagai debutan, tim asal Kepala Gading itu berhasil mengandaskan laju salah satu favorit juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, SMA Kolese Kanisius. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara. Selain itu, keberhasilan ini menjadi sejarah penting internal tim. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) selalu tunduk dalam kurun lima tahun dari Kanisius.

Pertarungan sudah terlihat ketat sejak awal. Namun, drama pertandingan benar-benar panas saat kuarter akhir berlangsung. Pada awal kuarter keempat musibah menimpa Kanisius. Samuel James Pinaringan, pemain center dari Kanisius harus diganti karena mengalami cedera bahu. Kerugian yang dialami oleh Kanisius dapat dimanfaatkan dengan baik oleh The Lions untuk memperlebar skor. Kapten The Lions, Nathan mampu memanfaatkan peluang serta memperlihatkan visi bermain yang ciamik. Ditambah performa garangnya pemain nomor 10 The Lions, Stanley Hidayat yang bisa melihat peluang di paint area lawan, makin membuat Kanisius terdesak.

Tapi, Kanisius tidak diam. Tim polesan Turindro Baru Cahyono ini dapat membaca permainan dari The Lions. Pada menit kelima kuarter keempat, para pemain Kanisus menempel ketat pergerakan Stanley, sehingga dia dipaksa melakukan offensive foul. Pelanggaran yang dilakukan Stanley tersebut membuatnya berada dalam situasi foul trouble sehingga pemain berposisi forward tersebut bermain lebih hati-hati kala Kanisius menyerang.

Memanfaatkan kelemahan lawan, shooting guard Kanisius, Ariel Leonardo menyamakan kedudukan melalui akurasi tembakannya, skor pun berubah imbang menjadi 38-38. Sang pelatih, Turindro Baru Cahyono mencoba kembali memasukan Samuel. Pemain yang sempat cedera itu justru menebar ancaman di dekat ring The Lions. Lima poin beruntun diceploskan pemain bernomor 14 tersebut. Kanisius terus menempel ketat perolehan poin.

Sempat leading 2 poin, tidak membuat Kanisius berada di atas angin. Tim yang bermarkas di Menteng Raya itu justru dibuat repot oleh gaharnya Stanley Hidayat. Pemain kelas XI tersebut melakukan solo run untuk drive bola ke jantung pertahanan lawan, enam poin beruntun mampu membawa The Lions mengembalikan keadaan. Lima detik sebelum akhir pertandingan, pelatih The Lions mengambil dua kali time out untuk menenangkan para pemain. Hasilnya, laga ketat tersebut berakhir dengan skor 47-43 untuk keunggulan The Lions.

Stanley Hidayat menjadi player of the match pada malam itu, dengan meraih double-double dari 21 poin dan 11 rebound. “Di luar dugaan, drama detik-detik akhir bisa kami lalui. Kanisius bukan lawan mudah. Tapi hasil ini bisa membuat saya tidur nyenyak malam ini,” ucap Wahyudi A. Nugarah usai pertandingan.

Di laga lain, drama pertandingan seru juga terjadi kala SMA Permai bertemu dengan SMA IPEKA Sunter. Aldy Adrian kembali menjadi pahlawan bagi teman-temannya saat memperebutkan tiket menuju final. Meskipun dirinya sempat menemui kebuntuan di kuarter pertama sampai ketiga. Namun, Aldy mampu menunjukkan tajinya di satu menit akhir. Dengan meraih produktivitas sebesar 21 poin dan 9 rebound pemain bernomor punggung 26 tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi Ipsun (Julukan IPEKA Sunter).

 

Sempat tertinggal pada kuarter pertama dengan skor 13-9, Permai coba bangkit. Bermain dengan sabar, Permai mulai memangkas selisih poin menjadi satu angka pada kuarter kedua menjadi 20-21. Bak mesin diesel, para pemain Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) tak mampu membendung laju Aldy. Dengan kemampuan dribble serta layup ciamik. Pemain berusia 17 tahun itu dapat mengembalikan keadaan.

Akurasi tembakan dua angka Aldy di dua detik akhir membuat Permai menutup kemenangan timnya atas Ipsun skor 48-45 Permai menang. Hasil ini turut membawa The Lions dan Permai lolos ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim juga akan bentrok di laga final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara pada hari Sabtu (29/9) di GOR Cempaka Putih. (*)

Debutan Tebar Ancaman
28 September 2018

DKI JAKARTA- Sorak sorai para pemain SMAN 30 Jakarta tak terbendung setelah buzzer akhir berbunyi di GOR Cempaka Putih, Kamis (27/9). Keberhasilan tim putri SMAN 30 mengalahkan SMAN 7 dengan keunggulan 27-14, menjadi torehan luar biasa bagi Deflover (julukan SMAN 30). Berstatus sebagai tim debutan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region,  mereka berhasil melangkah ke fnal North Region.

Deflover akan ditantang oleh SMAN 18 Jakarta, tim berstatus debutan lainnya yang berhasil membuat kejutan dengan lolos ke fnal North Region. Labas (julukan SMAN 18) melaju usai mengalahkan SMAN 15 Jakarta dengan skor 32-10. Sebagai finalis,  baik Defover maupun Labas, otomatis menjadi wakil Nort Region pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November mendatang. Menghadapi finalis dari tiga region lainnya (West, South, dan East).

Gabriella Abigael menjadi garda terdepan bagi Defover saat memimpin timnya memastikan satu tempat di fnal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region. Pemain berposisi center itu mampu menorehkan double-double, dengan mencetak 10 poin dan 10 rebound. Bukan hanya itu,  pemain bernomor punggung 15 itu juga cerdik membaca permainan lawan. Abigael bisa menorehkan steal sebanyak 6 kali dalam pertandingan kontra Smanju.

Laga yang berjalan ketat itu dibuka oleh torehan dua poin serta ditutup manis tiga poin dari Abigael. Usai jalannya pertandingan, Abigael menuturkan akan terus memompa semangat rekan-rekannya guna menjadi juara di North Region. “Aku memantau betul perkembangan tim dari region lain. Target terdekat kami adalah juara di North Region. Lalu, membidik Championship,” ungkap siswi kelas XI itu.

Sementara pada laga sebelumnya, SMAN 18 akan menjadi pen-antang Deflover di fnal. Tim yang bermarkas di Warakas, Tanjung Priok itu berhasil mengalahkan perlawanan dari SMAN 15 Jakarta. Sang kapten Alvio Saftri tak mampu menahan rasa bahagia setelah berhasil membawa timnya lolos ke final. “Aku sangat bersyukur kami bisa masuk ke babak final (North Region) dan akan berlaga pada Championship. Akhirnya perjuangan dan latihan yang selama ini kami lakukan tidak sia-sia,” ucapnya.

Meski hasil positif ini membawa Labas menjadi wakil North Region di babak Championship, tim asuhan Muhammad Fachrul tetap berusaha menjadi yang terbaik di regionalUtara. Menurutnya, kemenangan timnya masih terlalu dini untuk dirayakan.  “Perjalanan kami masih jauh, SMAN 30 sangat bermain baik tadi. Tentu kami ingin jadi juara, bukan hanya lolos ke babak Championship,” ujar pelatih  berusia 21 tahun itu. (*)

Ipsun Lolos dari Jeratan Mars
27 September 2018

DKI JAKARTA- Tim putra SMA IPEKA Sunter berhasil menorehkan catatan gemilang saat  meladeni SMAN 27 Jakarta di GOR Cempaka Putih, Rabu (26/9). Tim polesan Herbert Wijaya itu melaju ke babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2018

North Region, usai menang dengan sko 30-19.

Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) langsung mengambil inisiatif bermain cepat. Melalui tembakan three point dari  sang kapten Joash Nathanael, Ipsun membuka kran poin. Kuarter pertama usai Ipsun memimpin 11-4 atas Mars (julukan SMAN 27 Jakarta).

Pelatih kepala Ipsun, Herbert Wijaya sengaja menyimpan Joash Nathael pada kuarter kedua. Namun, dominasi Ipsun masih terjaga. Mereka tetap konsisten bermain dengan tempo tinggi.

Ipsun menutup kuarter kedua dengan keunggulan  19-7. Joash kembali dimasukkan pada kuarter ketiga. Dengan kondisi kebugaran yang lebih baik usai diistirahatkan, dia makin garang sehingga mengemas total 11 poin. "Joash memang pemain yang

angat kami andalkan tenaga dan kemampuannya. Dia tahu kapan harus  menembak dan drive untuk menerobos pertahanan lawan ucap," Edwin Kurniawan, kapten tim Ipsun.

Hasil ini turut membawa Ipsun memantapkan diri sebagai salah satu tim yang lolos menuju semifnal. Mereka akan berhadapan dengan SMA Permai pada laga sore ini. (*)

The Lions Mengaum (Stanley Cetak 21 Poin)
27 September 2018

DKI JAKARTA- Para student athelete Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region mulai unjuk kemampuan. Pada laga SMAK 5 Penabur kontra SMAN 18 Jakarta, Stanley Hidayat menjadi pahlawan kemenangan untuk timnya. Berkat aksi gemilangnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) sukses menundukkan SMAN 18 dengan skor 51-14.

Pemain berposisi forward itu menjadi momok menakutkan untuk Labas (julukan SMAN 18). Bermain dengan minute play terbanyak diantara rekan-rekan satu timnya (25:52), Stanley tampil paling produktif dengan menceploskan 21 poin. Sebagai pemain yang memiliki mental serta jam terbang yang tinggi, tak salah kalau pelatih kepala The Lions, Wahyu Adi Nugroho sangat mempercayai Stanley memimpin rekan-rekannya di lapangan. Cara bermain serta visi mencetak poin yang garang membuat pertahanan Labas beberapa kali mudah ditembus.

Skema run and gun dari Wahyu Adi Nugroho dapat diterapkan dengan baik oleh anak asuhnya. The Lions sendiri memang mengutamakan kecepatan serta transisi ketika menyerang dan bertahan. Hal ini dibuktikan, banyaknya poin yang tercipta dari Stanley melalui easy lay up yang dibangun dari  fast break.

Pemain bernomor punggung 10 itu tak hanya eksplosif saat menyerang, namun juga agresif dalam bertahan. Melalui kontribusi 6 kali mencuri bola lawan (steal) dan melakukan 4 rebound.

Menurut Stanley keberhasilan dirinya mendulang banyak poin, tak serta merta karena usaha sendiri. “Strategi bermain kami tak akan berjalan baik tanpa dukungan rekan-rekan satu tim. Aku dapat bermain lepas karena chemistry di antara kami sudah menyatu,” ungkap pemain berusia 17 tahun itu.

Selain performa on fire dari Stanley, kemenangan The Lions juga tak lepas dari peran krusial sang kapten, Nathan. Pemain bernomor punggung 34 itu ikut menorehkan 6 poin dan 3 assist untuk timnya. Kontribusi penting juga diberikan oleh Andrew Gunawan yang membubuhkan tambahan 10 poin. (*)

Sandhita Bersaudara Selamatkan Jaguars
26 September 2018

DKI JAKARTA-Menginjak hari keempat, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region makin kompetitif. Pertandingan dengan skor ketat tak terhindarkan. Seperti yang tersaji saat tim putra SMA Bunda Mulia harus berhadapan dengan SMKN 4 Jakarta di GOR Cempaka Putih, Selasa (25/9). Lewat perjuangan esktra, Jaguars (julukan SMA Bunda Mulia) berhasil menyudahi perlawanan SMKN 4 Jakarta dengan skor tipis, 38-34.

Beruntung sekali Jaguars karena memiliki Sandhita bersaudara yang mengemas kombinasi total 24 poin. Sang kakak, Dhani Sandhita yang bermain sebagai forward mencetak 10 poin dan 8 rebound Sedangkan sang adik, Dhven Sandhita berposisi sebagai center mengemas 14 poin dan 7 rebound. Berkat kontribusi Sandhita bersaudara itu, Jaguars berhasil menjinakkan Four (julukan SMKN 4) dan memastikan langkah ke babak selanjutnya.

Jaguars mengawali laga dengan mulus. Dheven Sandhita yang didaulat sebagai pengatur serangan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Selain itu, sang kakak Dhani Sandhita juga tampil prima untuk membantu timnya memperlebar selisih poin. Duet kakak-adik tersebut dapat membawa timnya unggul dengan skor 16-6 di kuarter pertama.

Pelatih Four (julukan SMKN 4), Steve Elfianus langsung memberikan arahan untuk bermain lebih rapi dalam transisi antar pemain. Alhasil, setelah jeda kuarter pertama Four dapat memangkas ketertinggalan menjadi enam poin pada menit ketiga pertandingan. Kuarter kedua berakhir, Jaguars masih unggul 24-16.

Memasuki dua kuarter akhir, pertandingan semakin memanas. Momen krusial banyak tercipta. Bak mesin diesel pemain Four bernomor punggung 11, Ishak, terus mendulang poin untuk timnya. Beberapa kali Ishak dilanggar oleh pemain Jaguars. Personal foul yang didapat Ishak tidak disia-siakan. Dengan tenang, melalui tembakan free throw Ishak berhasil memangkas jarak ketertinggalan. Hal ini membuka secerca harapan Four untuk menang dalam laga itu.

Namun, mental kuat para pemain Jaguars terus membuat mereka menjaga keunggulan. Total torehan 17 poin dari Ishak pun belum mampu membawa Four terhindar dari kekalahan. Pada satu menit akhir, pemain bernomor punggung 0, Dheven Sandhita menutup kemenangan Jaguars melalui rebound yang diakhir under basket. Hingga buzzer akhir pertandingan skor 38-34 Jaguars unggul atas Four.    

“Pertandingan yang luar biasa ketat. Semangat yang luar biasa juga ditunjukkan pemain saya. Walau kalah, saya bangga dengan usaha dan perjuangan mereka,” ucap pelatih kepala Four, Steve Elfianus.

Menyusul keberhasilan mengalahkan SMKN 4, SMA Bunda Mulia mengamankan langkah mereka untuk tetap berada pada persaingan menjadi wakil North Region untuk berlaga pada babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018.

Sementara itu, langkah mulus juga ditunjukkan oleh salah satu tim favorit juara, SMA Kolese Kanisius. Didukung ratusan suporter fanatiknya, Kanisius berhasil menumbangkan SMAN 30 dengan skor telak 43-4. Pada laga lainnya, SMA IPEKA Sunter berhasil mengatasi perlawanan SMAN 15 Jakarta dengan keunggulan 25-9. (*)

Advent Gagal Hentikan Laju Labas
26 September 2018

DKI JAKARTA-Setelah tim putri SMAN 18 Jakarta memastikan langkah ke babak berikutnya, kini giliran tim putra mereka melanjutkan tren positif. Menghadapi SMA Advent 1 pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, SMAN 18 tampil perkasa. Labas (julukan SMAN 18) menumpas tuntas perlawanan dari Advent 1 dengan skor 21-9.

Kuarter pertama berlangsung alot. Kedua tim belum mampu menorehkan angka. Labas yang memiliki pemain bigman, belum bisa memanfaatkan dengan baik peluang di paint area lawan. Sementara sang lawan, bermain dengan tempo yang lebih lamban dibanding Labas. Dengan memanfaatkan pass to pass serta pola permainan yang rapi, mereka terus mencoba membongkar pertahanan Labas.

Kedua tim memiliki masalah di penyelesaian akhir. Kuarter pertama pun berakhir hampa tanpa poin dari kedua tim. Kuarter kedua berjalan lebih mulus unuk Labas. Kali ini, tim asal Tanjung Priok itu mampu mengoptimalkan postur tinggi yang dimiliki forward mereka, M. Rayhan Shagille. Selain itu dua poin melalui akurasi free throw oleh point guard Labas, M. Fadhly Robbani membuat Labas menutup keunggulan 8-0. Labas leading atas Advent pada kuarter kedua.

Usai jeda kuarter, Advent semakin tertinggal oleh derasnya gempuran lini serang Labas. Meskipun begitu, Advent tetap memberikan perlawanan yang mumpuni menjelang berakhirnya kuarter. Melalui drive bola ke lini pertahanan Labas, Aurelio G. Marbun dapat memberikan secercah harapan tembakan under basket yang melesak ke dalam ring dua kali secara beruntun.

Poin demi poin terus didulang pasukan Michael Kristian itu. Kali ini center mereka Napoleon memberikan lima poin bagi timnya. Namun sayang, mereka telat panas, perolehan sembilan poin yang di peroleh Advent terlambat untuk dapat memberikan hasil positif kepada sekolahnya. Hingga buzzer akhir skor 21-9 tetap menjadi milik Labas.

Hal ini memupuskan haapan Advent untuk bersaing menjadi yang terbaik di North Region. Pelatih kepala mereka, Michael Kristian tetap bangga dengan torehan anak asuhnya, meski harus pulang lebih awal. “Permasalahan mental bermain merupakan hal utama yang patut untuk diperhatikan tim kami. Setelah diberi motivasi pada kuarter keempat anak-anak baru bisa mendapat ritme dan bermain lebih tenang,” ujar pria bersusia 38 tahun itu. Sementara, kemenangan ini turut membawa Labas menjadi satu-satunya sekolah yang berhasil meloloskan tim putra dan tim putri ke babak selanjutnya. (*)

Labas Melaju Mulus
25 September 2018

DKI Jakarta- Pertandingan pembuka lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 — North Region kemarin (24/9), menjadi ajang pembuktian bagi tim putri SMAN 18 Jakarta. Tim yang bermarkas di daerah Tanjung Priok itu mampu melaju ke babak selanjutnya, setelah mengandaskan laju SMA Permai. Kemenangan SMAN 18 ini memupuskan harapan Permai untuk meloloskan tim putra dan putri di Honda DBL DKI Jakarta regional Utara.

Dominasi Labas (julukan SMAN 18) sudah terlihat sejak tip-off kuarter pertama. Siti Nurhasanah pemain center Labas membuka keunggulan di menit awal untuk timnya. Dengan memanfaatkan tinggi dan kecepatannya, ia mampu menyumbang banyak poin dari sisi dalam lapangan. Pemain kelahiran 2002 tersebut dapat bekerja sama dengan baik bersama dengan sang jenderal lapangan, Alvionita Safitri. Umpan-umpan matang yang disuguhkan oleh Alvionita dapat diselesaikan dengan baik oleh Siti.

Melihat timnya tertinggal, Pelatih SMA Permai, Fidelis Krisna langsung menggunakan timeout di menit ketiga kuarter kedua. Namun apa daya, pemain bernomor punggung 10 Labas itu sedang on fire. Skor 15-0 pada akhir kuarter kedua memperlihatkan keunggulan Labas pada paruh awal. Pada dua kuarter akhir SMA Permai bermain lebih rapih. Pola penyerangan mereka mulai terorganisir.

Tim asuhan Fidelis Krisna itu berkali-kali mendapat kesempatan untuk mendulang angka. Sayangnya penyelesaian akhir belum mampu dioptimalkan oleh tim yang bermarkas di daerah Pluit tersebut. Labas terus menjauh, hingga skor.akhir 28-6 Permai menyerah. Kemenangan Labas ini membawa luka tersendiri bagi Permai. Usai jalannya pertandingan, sang pelatih turut berkomentar atas kekalahan kemarin.

"Sebagai debutan, saya menyayangkan langkah kami terhenti di awal. Tapi, tahun depan materi pemain akan lebih saya persiapkan. Target utama kami juara di tahun depan," ujar Fidelis Krisna, pelatih kepala tim basket putri SMA Permai. (*)

Smanju Putri Jaga Asa
24 September 2018

DKI JAKARTA-Kekalahan yang dialami oleh tim putra SMAN 7 Jakarta dari SMAN 27 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region membuat luka tersendiri bagi para suporternya. Namun, tim putri SMAN 7 menjaga harapan sekolahnya untuk tetap berlaga di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region setelah menumpaskan perlawanan dari SMAN 20 dengan skor mencolok 17-5.

Kemenangan putri Smanju masih menjaga harapan besar untuk 7 Famiglia (nama suporter SMAN 7). Setelah tim putra ditumbangkan oleh SMAN 27. Semangat putri Smanju tak kendur, mereka justru semakin terbakar. Carmelia Andreana menjadi bintang pertandingan sore hari itu. Pemain bernomor punggung 17 itu berhasil menorehkan 7 poin untuk timnya.

Meski atmosfer mencekam, Carmelia tetap tenang dalam memainkan tempo permainan. Point guard andalan Smanju itu pun turut serta dalam duel udara. Dirinya mampu menenangkan rebound sebanyak 8 kali.

Di sisi lain, Point Guard dari SMAN 20, Amelia Dhamayanty, juga menonjol. Meskipun baru melakoni debutnya di Honda DBL siswi kelas X itu mampu menorehkan 5 poin untuk timnya. "Sebenarnya tim lawan memiliki kelemahan di sisi kiri. Hanya saja, kami kurang optimal dalam mencetak poin," pungkasnya.

Usaha keras Zwanzig (julukan SMAN 20) mengejar harus pupus hingga kuarter keempat berakhir. Skor akhir 17-5 untuk kemenangan Smanju membawa mereka melaju ke babak selanjutnya. Torehan positif ini tidak membuat pelatih kepala Smanju tenang. Hendra Wizaya mengatakan timnya masih perlu berbenah diri. "Kemampuan individu dari tim kami masih perlu diasah. Saya akan berikan porsi lebih untuk mereka, agar tim makin kuat di Honda DBL ini," ujarnya setelah pertandingan usai. (*)

Eben Jadi Motor Kemenangan Mars
24 September 2018

DKI JAKARTA-Keseruan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region berlanjut di GOR Cempaka Putih, Minggu kemarin (23/9). Empat laga tersaji dalam lanjutan kompetisi basket pelajar terbesar tanah air seri ibu kota untuk regional Jakarta Pusat dan Utara ini. Salah satu laga sengit mempertemukan tim putra SMAN 7 Jakarta kontra SMAN 27 Jakarta.

Sengitnya pertarungan dua tim basket dari sekolah negeri di Jakarta Utara ini memicu para suporter mengerahkan energinya agar sekolahnya tetap berada pada performa yang prima.

Sejak tip off kuarter pertama dimulai, Smanju (julukan SMAN 7) langsung mengambil alih penguasaan bola. Namun, upaya tim polesan Hendra Wijaya ini untuk melakukan penetrasi terbentur solidnya defense lawan.

Kedisipilinan para pemain (julukan SMAN 27) dalam melakukan man to man, justru membuat mereka unggul atas Smanju. Mars beruntung memiliki Ebenezer Sahala Ryan Hutabalian. Pemain berposisi small forward yang akrab disapa Eben ini tampil sebagai motor kemenangan Mars dalam laga ini.

Eben yang membuka sekaligus menutup poin bagi keunggulan Mars. Tampil dengan minute play 26:34 (26 menit 34 detik), pemain dengan jersey nomor dua ini mengemas totap10 poin. Ditambah 8 rebound, 2 steal dan 1 assist.

Eben membuka keunggulan Mars lewat dua kali tembakan free throw ketika laga baru berjalan 2 menit. Berkat tambahan 2 poin darinya melalui lay up, Mars menutup kuarter pembuka dengan skor 4-1 atas Smanju.

Pada kuarter kedua Eben langsung menjadi perhatian lawan, dan mendapat penjagaan ketat. Pada kuarter ini Eben scoreless, alias tidak mencetak angka sama sekali. Namun, Mars tetap menjaga keunggulan  dengan menutup kuarter kedua 15-6.

Eben menambah 2 poin pada kuarter ketiga. Dan, tambahan 4 poin lagi pada kuarter penutup.

Selain Eben, empat pemain lain ikut andil menyumbang poin atas kemenangan Mars. Yakni Numero Kenichi yang mencetak 8 poin,  Ahmad Annas Abi Hamzah dengan donasi 6 poin, Muhammad Rizky Ardianto (3 poin), serta Shaffa Diaz (2 poin).

Dimas Lopam, pelatih Mars, tak mau jumawa atas hasil manis yang dipetik tim asuhannya pada laga perdana. Menurutnya, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi timnya menghadapi laga selanjutnya. “Koirdinasi pertahanan kami masih berantakan. Kurangnya komunikasi antar pemain membuat strategi man to man belum benar-benar optimal,” ucapnya. (*)

Putri Arsya Selamatkan Deflover
23 September 2018

DKI JAKARTA-Laga ketat warnai Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region kemarin (22/9). Selain duel SMA Kolese Kanisius kontra SMAN 110 Jakarta, pertarungan antara SMAK 5 Penabur melawan SMA Negeri 30 Jakarta juga diwarnai drama panjang. Kedua tim sebelumnya memang sudah sering head to head. Pertemuan di Honda DBL DKI Jakarta Sereis 2018 regional Utara merupakan yang pertama.

Setelah tip-off penonton langsung disajikan pertarungan sengit antara kedua tim. Felita Sanjaya, guard dari SMAK 5 menjadi tumpuan utama  timnya dalam mendulang poin. Lengahnya penjagaan para punggawa SMAN 30 terhadap Felita sangat dimanfaatkan oleh pemain bernomor 9 itu. Dengan akurasi tembakan dua angkanya, dirinya berhasil membuat SMAK 5 unggul lebih dulu dulu. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Dengan permainan yang kompak, Deflover (julukan SMAN 30 Jakarta) dapat menyusul ketertinggalan. Kuarter pertama pun berakhir dengan skor 4-5 untuk keunggulan SMAN 30.

Pada kuarter selanjutnya, kedua tim saling menunjukan kemampuan bertahan yang memumpuni, sehingga perolehan skor sangat minim terjadi. Rotasi besar-besaran pun dilakukan kedua tim. Keadaan mulai semakin menarik saat pemain dari SMAK 5 melakukan foul kepada salah kapten tim Deflover Gabriella Abigael. Kesalahan ini membuat Gabriella memperoleh kesempatan untuk menyumbang poin untuk timnya. Melalui free throw Deflover berhasil memperlebar selisih poin.

Masuknya pemain-pemain baru ternyata tidak membuahkan hasil yang maksimal buat Deflover. Di kuarter ketiga, SMAK 5 justru dapat membalikan keadaan.Dengan perolehan tiga angka mampu dicetak Felita dari akurasi dua poin dan tambahan satu poin dari free throw. Keunggulan ini dapat dipertahankan oleh SMAK 5 hingga kuarter ketiga berakhir dengan skor 7-6.

Kuarter keempat menjadi penentu bagi kedua tim. Gabriella Abigael sempat terkapar kram pada pangkal paha di tengah pertandingan. Sakit yang dialami oleh Gabriella ternyata tidak menjadi halangan baginya untuk tetap membela tim kesayangannya. Meski tengah menahan cedera, Gabriella masih mampu memperoleh poin dari tembakan free-throw. Tembakan sang kapten membawa Deflover mengimbangi perlawanan SMAK 5 Penabur pada dua menit akhir pertandingan.

Puncaknya, pada dua puluh detik terakhir, Putri Arsya menjadi penyelamat sekolahnya dari kekalahan. Drama dua tembakan free throw yang melesak masuk ke ring lawan membawa Deflover memenangkan pertandingan. Skor 7-9 SMAK 5 menyerah. Hasil ini sangat disyukuri Gabriella, karena duel ini memang penuh gengsi bagi keduanya. “Aku senang kami bisa menang. Ini bukan sekedar pertandingan. Pertandingan ini menambah torehan kami atas rival kami, SMAK 5,” ucapnya. (*)

Kanisius Trengginas
23 September 2018

DKI JAKARTA-Awal menyakinkan ditunjukkan tim putra SMA Kolese Kanisius. Melakoni laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region di GOR Cempaka Putih, Sabtu (22/9), tim polesan Turindro Baru Cahyono ini tampil trengginas.  Tim yang bermarkas di daerah Menteng Raya itu sukses mengalahkan tim debutan SMAN 110 Jakarta dengan skor akhir 65-9.

Nicholas Alexander menjadi bintang bagi Kanisius. Shooting guard dengan jersey nomor 11 ini mendulang perolehan angka terbanyak diantara rekan-rekannya dengan menceploskan 19 poin.

Didukung sekitar 500 pendukung setianya yang kompak mengenakan dress code hitam-hitam, Kanisius bermain sangat lepas. Teriakan dan dukungan Alaska (sebutan suporter Kanisius) membuat semangat para pemain jadi berlipat-lipat.

Mesin poin Kanisius langsung tancap gas sejak tip off dimulai. Ditambah defense yang solid, Kanisius menutup kuarter pertama dengan keunggulan 21-0.

Spuls (julukan SMAN 110) tak mau patah arang dan mencoba keluar dari terkaman para pemain Kanisius. Setelah scoreless pada dua kuarter awal, Spuls mampu menorehkan poin perdananya melalui under ring dari sang kapten Fazjri Abdillah pada awal kuarter ketiga. Spuls pun sempat memberi perlawanan yang merepotkan bagi Kanisius.

Namun, karena selisih poin yang terlalu jauh, ditambah dominasi permainan Kanisius yang terjaga sepanjang laga, sulit bagi Spuls untuk bisa mengejar.

 ”Pemain kami demam panggung, terlihat sekali kalau mereka tegang dari sisi mental. Anak-anak terlihat kurang percaya diri. Terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Andi Pratama, pelatih Spuls.

Sementara itu, walau unggul telak dan memastikan langkah ke babak selanjutnya, pelatih Kanisius Turindro Baru Cahyono memiliki beberapa evaluasi bagi tim asuhannya. “Kami masih perlu bermain dengan lebih efektif lagi. Anak-anak masih banyak melakukan turnover. Saat menyerang pun kami kurang optimal memanfaatkan kesempatan,” pungkasnya. (*)

Kanisius Andalkan Pengalaman dan Dukungan Suporter
22 September 2018

Datang sebagai predikat tim berpengalaman, Kanisius tidak besar kepala. Kenneth Nicholas Kusno dkk justru mawas diri demi menjaga asa tim di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Perubahan format pada tahun ini, membuat mereka lebih waspada terhadap lawan-lawan baru. “Setiap tim pasti memiliki tujuan untuk menjadi juara. Namun, aku yakin, tim kami lebih siap dari segi mental dan pengalaman,” ujar Kenneth Nicholas Kusno, kapten tim SMA Kolese Kanisius.

Selain dari segi pengalaman, Kanisius juga dikenal memiliki supporter setia dan militan dalam mendukung timnya berlaga. Alaska (sebutan untuk suporter Kanisius) selalu hadir ketika timnya bertanding di Honda DBL DKI Jakarta. Suporter yang dikenal suka bikin ‘gaduh’ itu akan membuat mental tim lawan jatuh. Tahun lalu, Alaska mampu membuat lawan menjadi ciut. Kala itu, Kanisius mampu menumpaskan perlawanan SMAN 60 dengan skor telak 41-8.

“Dukungan dari Alaska selalu membuat kami membara. Kehadrian mereka (re: Alaska) membuat kami merasa bermain dengan enam orang di lapangan,” ujar siswa kelas XI tersebut.

Kendati melawan salah satu tim tangguh, sang penantang SMAN 110 tak patah arang. Menanggapi hal itu kapten dari Spuls (julukan SMAN 110) Fazjri Abdillah menganggap bahwa mereka harus tetap tenang saat melawan Kanisius nanti. “Harus diakui, mereka (re: Kanisius) memiliki nama besar di Honda DBL, apalagi dengan dukungan Alaska. Tapi, kami tetap tenang dalam menghadapi mereka. Saling dukung antar pemain serta kepercayaan diri akan jadi kunci utama untuk raih kemenangan,” cetusnya.

Tak kalah ketat, pertandingan tim putra lainnya juga sayang untuk dilewatkan. Dua debutan saling berjumpa antara SMA Gandhi Ancol kontra SMA IPEKA Sunter. Keberhasilan SMA IPEKA Puri melangkah ke babak semifinal wilayah Jakarta Barat lalu, membuat tim polesan Herbert Wijaya ini optimis mampu menorehkan hasil memuaskan. Salah satu pemain mereka menyatakan siap memimpin timnya meraih satu tiket babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. “Aku termotivasi keberhasilan IPEKA Puri tembus ke semifinal. Hal itu membuat kami makin berani menumpaskan lawan yang kami hadapi,” cetus Edwin Kurniawan Agung dengan membara.

Dari sektor putri, laga sengit juga siap disaksikan. SMAK 5 Penabur akan berhadapan dengan SMAN 30 Jakarta pada babak awal Honda DBL DKI Jakarta wilayah Utara. Kedua tim yang akan bersua ini memiliki sejarah pertandingan sendiri. Pasalnya, kedua tim sudah sering head to head baik pada suatu kompetisi ataupun sekedar scrimmage. Kapten tim putri SMAN 30, Gabriella Abigael membeberkan materi pemain dari SMAK 5 Penabur. “Kami sering berjumpa dengan mereka (re: SMAK 5). Pemain mereka memang tak besar, tapi kecepatan serta keberanian mereka mendrive bola patut diwaspadai,” pungkasnya.

Tim lawan pun juga sangat memantau permainan dari para punggawa Deflover (julukan SMAN 30). Belajar dari pengalaman sebelumnya, SMAK 5 tidak mau kecolongan dari sang lawan. Tim yang digawangi Jihan Na’amin sebagai kapten tim, telah melihat tempo permainan dari Deflover. “Mereka memiliki postur tubuh tinggi dan besar. Chemistry tim mereka juga telah terbentuk. Permainan pass to pass mereka jadi pekerjaan rumah untuk kami,” ungkap cewek berusia 17 tahun itu. (*)

Story Provided By Warta Kota

Hujan Tak Bendung Semangat Spuls
22 September 2018

Rangkaian Roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region terus berlanjut. SMAN 110 Jakarta menjadi destinasi terakhir roadshow Honda DBL DKI Jakarta sebelum resmi dibuka besok (22/9) Sabtu. Tim yang bermarkas di daerah Pelumpang Jakarta Utara, tetap semangat meski hujan sempat mengguyur lapangan utama. Spuls (julukan SMAN 110) akan menghadapi SMA Kolese Kanisius pada pertandingan pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region.

Sebagai sekolah debutan Spuls sangat menyiapkan diri dengan matang. Fazjri Abdillah dkk intens berlatih demi menyambut sengitnya pertandingan di Honda DBL DKI Jakarta. “Kami rutin mengadakan scrimmage dengan sekolah. Kami juga meningkatkan intensitas latihan kami,” ucap kapten Spuls.

Menjadi debutan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Menurut Fazjri, kelebihan Spuls adalah materi pemain yang belum diketahui oleh musuh. Serta mereka siap bertanding tanpa beban.

“Bermain di kancah sekelas DBL memang pengalaman pertama untuk kami. Sebagai debutan kami memiliki faktor kejutan. Kami bukan tim juru kunci, siapapun lawannya kami siap kalahkan,” tegasnya.

Selain berlatih untuk mempertajam daya dobrak pemain. Fazjri dkk juga memperkuat mental mereka dengan sering melakukan latih tanding di kandang lawan. “Tekanan mental pasti akan menjadi faktor utama di kompetisi besar. Untuk itu kita harus saling support antar pemain, percaya diri dan tentunya tetap optimis saat di lapangan nanti,” jelasnya.

Tim dance SMAN 110 juga tak kalah heboh untuk menunjukkan performa terbaiknya. Mengangkat tema Horror sebagai konsep utama, B.O.B 110 (nama tim dance SMAN 110) berjanji akan memberikan kejutan lebih saat di UBS Gold Dance Competition nanti. “Kejutan akan kami berikan dari segi kostum serta tambahan koreo. Tunggu saja tanggal mainnya,” jelas kapten B.O.B Dimas Restu Fauzi.

Bukan hanya perkenalan tim basket dan dance saja. Acara yang berlangsung siang hari itu juga semakin seru dengan adanya games Emoticon Shooting Challenge. Tim basket Spuls sendiri langsung mencoba permainan seru tersebut. (and/hth)