Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series - South Region
SERIES
 
 
Tim Putra Teladan Kunci Gelar Regional Selatan
21 October 2018

DKI JAKARTA- Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-South Region berlangsung penuh kemegahan. Laga final antara tim putra SMAN 3 Jakarta kontra SMA Al-Izhar berjalan ketat. Kedua tim menyajikan pertandingan yang membuat seisi GOR Bulungan deg-degan. Saling mengejar poin pun tak terhindarkan di laga kemarin (20/10) malam. Namun, Teladan (julukan SMAN 3) akhirnya menyudahi perlawanan Al-Izhar dengan skor tipis, 79-76.

Sesaknya  penonton yang datang ke GOR Bulungan, terbayarkan oleh laga ketat kedua tim. Pada kuarter pertama, Teladan sangat mendominasi jalannya pertandingan dengan mudah. Ketenangan saat bermain serta pengalaman yang mapan membuat mereka dapat unggul atas Al-Izhar.

Hanya saja, Al-Izhar yang juga mendapat dukungan penuh dari suporternya, enggan melepas gelar juara begitu saja ke Teladan. Tim asal Pondok Labu itu baru mampu bangkit pada kuarter kedua. Pada menit kelima, tembakan tiga angka dari Karim Maulana, membawa Al-Izhar unggul pertama kali atas Teladan setelah hanya mampu menempel selisih poin, skor 31-29 Teladan balik tertinggal.

Kuarter ketiga menjadi momen krusial untuk kedua tim. Teladan kembali dapat menyalip perolehan poin Al-Izhar. Dengan memperlihatkan mental juara, Teladan membuat Al-Izhar semakin tertekan dan kelimpungan melakukan serangan. Hal ini menyebabkan sedikit demi sedikit perolehan skor yang dikumpulkan oleh Al-Izhar semakin lama semakin terpaut tipis dan akhirnya Teladan bisa merebut kembali posisinya di puncak. Skor pada kuarter ketiga berakhir dengan angka 57-55 untuk kemenangan Teladan.

Pada kuarter pamungkas, Teladan semakin menunjukan dominasinya sebagai sekolah yang patut ditakuti di Selatan. Brian Gunawan menjadi pahlawan dari Teladan pada laga kemarin. Pemain bernomor punggung 13 tersebut dapat memperlihatkan kemampuan bermain yang fantastis dari laga sebelumnya. Total perolehan 28 poin, 9 rebound, 1 block dan 4 steal menjadi penanda kegarangan performa forward andalan Teladan tersebut.

Performa defense yang hebat dari Salman Alfarisi dkk dapat menjinakan kegaharan dari duet Al-Izhar Alvaro dan Salim. Meskipun begitu, Al-Izhar masih dapat mengancam kans juara Teladan hingga detik akhir permainan. Satu menit terakhir menjadi waktu yang sangat menegangkan bagi para pendukung Teladan.  Melalui tembakan free-throw yang diceploskan oleh Alvaro, Al-Izhar sempat menyusul putra Setiabudi tersebut.

Namun, harapan mengembalikan kedudukan sekan sirna. Meski salah satu pemain Al-Izhar Kemal Arishy Salim menorehkan 20 poin, 7 rebound, 1 assist, 1 block dan 1. Forward Teladan, Brian Gunawan memupus harapan Salim dkk untuk menaklukan juara dua tahun silam itu. Melalui fastbreak, diakhiri dengan lay-up Brian, mengunci kemenengan Teladan atas Al-Izhar, skor 79-76 Teladan kembali keluar sebagai penguasa Jakarta Selatan.

Menurut Andi Oktafiyanto, Kepala Pelatih Teladan, anak asuhnya tidak boleh terlalu larut dalam euforia kemenangan ini. Masih ada tantangan sesungguhnya pada babak Championship nanti. “Masih ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh musuh kemarin. Bahkan, kami sempat kerepotan saat berhadapan dengan Al-Izhar. Itu pekerjaan rumah untuk kami,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ivan, Pelatih dari Al-Izhar merasa anak-anaknya sudah melakukan yang terbaik di lapangan. Melihat hal ini, dia pun optimis dapat meraih hasil baik saat babak Championship nanti. “Tidak ada yang tidak mungkin. Kita tahu bagaimana kekuatan dari Teladan yang merupakan tim raksasa. Tentunya dengan berlatih lebih keras lagi, meraih kemenangan melawan perwakilan dari region lain bukanlah hal yang mustahil,” pungkasnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 28 RAIH GELAR PERDANA
21 October 2018

DKI JAKARTA- Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region sektor putri, menasbihkan SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Tim polesan Syafiq Ali berhasil memukul mundur perlawanan dari SMAN 3 Jakarta dengan skor yang cukup terpaut jauh, 64-52 untuk SMAN 28 kemarin (20/10). Hasil ini merupakan torehan manis untuk SMAN 28 yang sebelumnya absen di dua tahun terakhir. Mereka berhasil melakukan comeback sempurna. Tim yang bermarkas di daerah Jati Padang itu pun percaya diri mampu bersaing di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series November mendatang.

Sedari tip off, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tidak bisa diam. Jual beli serangan terjadi di awal laga. Pemain bernomor 9 dari Teladan (julukan SMAN 3), Jofinka Bandini Putri mencuri poin untuk timnya di lima menit babak awal. Efektivitas pemain berposisi forward tersebut tidak mampu dibendung para punggawa SMAN 28. Sebanyak 10 poin beruntun dia torehkan dalam lima menit untuk mengamankan posisi Teladan.

Melalu akurasi tembakan dua poin dari dalam garis three point Jofinka membawa Teladan unggul. Namun, Sophia Rebecca Adventa dkk terus mengejar ketertinggalan. Dikomandoi Komang Raissa Istyana, SMAN 28 berbalik bermain lepas di lapangan. Pass to pass serta kesabaran srikandi Jati Padang itu, mampu merobek ring lawan perlahan.

Meskipun pada setiap kuarter Teladan tertinggal dari segi perolehan nilai, tim asal Setiabudi tersebut selalu tak kenal lelah untuk dapat memangkas poin dari lawannya. Dua starter andalan Teladan yaitu Jofinka Bandini Putri dan Zhara Mauritzka Syafrizal saling bahu membahu untuk memberikan secercah asa kemenangan timnya. Total perolehan poin Jofinka sebanyak 16 poin yang disertai dengan 8 rebound dan 1 steal memperlihatkan kegigihannya untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Begitu juga dengan Zhara yang membukukan 11 poin, 3 rebound dan 5 steal.

Namun usaha putri Teladan seperti pupus, kala performa gemilang dari Sophia Rebecca Adventa mampu mendogkrak kekuatan SMAN 28. Student athlete kelas XI itu mencetak double double dengan 24 poin, 16 rebound, 3 assist, 1 block dan 6 steal dapat mengangkat kegaharan timnya. Teladan tertinggal jauh, bahkan mereka harus mendapat respect the game pada kuarter ketiga, karena terpaut 20 poin dari sang lawan.

Sang juara dua tahun silam hanya mampu memangkas enam poin saja untuk merubah kedudukan akhir menjadi 64-52. Usai buzzer akhir berbunyi anak-anak SMAN 28 larut dalam euforia. Keceriaan sang kapten Sophia Rebecca tak terbendung lagi. Dirinya sangat bersyukur mampu menumpas perlawanan dari Teladan.

“Di dua tahun sebelumnya kami absen di DBL. Senang banget bisa menjadi juara tahun ini, apalagi mengalahkan Teladan. Dengan kemenangan ini kami bisa membuktikan mampu menebar ancaman di babak Championship nanti,” ujar Sophia seraya tersenyum usai pertandingan.

Head coach SMAN 28 Syafiq Ali menyatakan keberhasilan timnya berkat performa apik first dan second teamnya. “Saya senang hari ini (re:kemarin), lapis kedua kami bermain dengan sangat baik. Mereka nggak mau kalah dari starting five nya. Bahkan mereka bisa menahan laju dari permainan Teladan yang skillful pada kuarter dua. Selebihnya, kami bermain dengan tempo lebih lambat dan bisa menguasai pertandingan” ujarnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) AMBISI UKIR SEJARAH
20 October 2018

DKI JAKARTA- Kekuatan SMAN 3 Jakarta di pentas basket Jakarta sudah tidak diragukan lagi. Untuk kompetisi sekelas Honda DBL DKI Jakarta saja mereka sudah memegang dua trofi, berdampingan dengan SMA Bukit Sion sebagai pemegang gelar terbanyak. Selain itu, torehan mentereng lainnya juga masih dipegang SMAN 3. Anak-anak Setiabudi adalah tim pertama yang berhasil mengawinkan gelar putra dan putri pada 2016 lalu.

Namun, bukan berarti sang penantang harus kalah sebelum berperang. Sejatinya, SMA Al-Izhar bukanlah anak baru di liga bergengsi se tanah air seri Jakarta ini. Pada tiga tahun silam, tim asal Pondok Labu itu merupakan semifinalis di Honda DBL DKI Jakarta. Kala itu, langkahnya, dihentikan Bukit Sion. Tak pelak, duel ini diprediksi akan berjalan ketat sepanjang kuarter.

Bagi Al-Izhar gelar yang akan diraih ini merupakan trofi pertama mereka di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu momentum ini enggan dilepas begitu saja oleh anak-anak Pondok Labu tersebut. Prestasi terbaik Indra Z. Kusuma dkk adalah tampil sebagai semfinalis pada edisi 2015. Setahun setelahnya, prestasi mereka menurun. Al-Izhar harus angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan SMAN 71 Jakarta.

Sementara bagi Teladan (julukan SMAN 3), final merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, mereka telah tampil dua kali di final pada tahun 2012 dan 2016, hasilnya trofi selalu jatuh ke tangan mereka. Harapan besar juga ada di benak putra Teladan untuk kawin gelar lagi dengan tim putrinya yang berhadapan dengan SMAN 28. Namun, meski memiliki nama besar bukan berarti tak memiliki kekurangan. Teladan dibayangi kegagalan tahun lalu. Tim polesan Andi Oktafiyanto itu terpeleset di fase big eight, setelah ditumbangkan oleh sang runner up 2016 , SMAN 71.

Karena itu kedua tim sama sekali tidak ingin kehilangan asa di final tahun ini. Meski, keduanya sudah resmi menjadi wakil South Region di Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Jika menilik statistik, kedua tim memiliki torehan luar biasa. Porduktivitas torehan poin kedua tim berada di atas 150 dari empat pertandingan. Al-Izhar mampu membukukan 182 poin sementara Teladan menorehkan 166 poin.

Selain itu, efektivitas percobaan kedua tim pun sama kuat. Tercatat, field goals Teladan mencapai 27,9%, sebaliknya sang lawan Al-Izhar hanya terpaut 0,2% saja, di angka 27,7%. Hal itu membuktikan materi pemain dari kedua tim sama-sama menebar ancaman baagi lawannya. Dari segi individu kedua tim juga memiliki jagoan.

Namun, skill individu pemain Teladan lebih merata. Lima pilar utama mereka doyan mengoyak ring lawan. Dimulai dari Joseph Dolok Hidefumi dengan catatan 23 poin. Lalu ada sang kapten Salman Alfarisi yang telah mengukir 24 poin. Satu poin lebih banyak ada Eizerr Weizmann Hatta dan Brian Gunawan dengan 25 poin. Dan pencetak poin terbanyak Vito Angga Dinata yang telah membukukan 28 poin.

Berbanding terbalik dengan Teladan, torehan poin Al-Izhar terkonsentrasi di dua pemain mereka. Kemal Arishy Salim dan Rayhan Alfaro Ferdinand masing-masing telah mencetak 52 dan 47 poin bagi timnya. Sementara tiga pilar lainnya, mencetak setengah poin dari keduanya. Indra Zhafrandary dan Khairan Shauma Drajat sama-sama mengemas 27 poin. Dan satu pemain lagi Moslie Axell Adhyatman dengan catatan 12 poin.

Dari segi duel udara, pemain Al-Izhar lebih unggul dibanding Teladan. Sang kapten Khairan Shauma Drajat handal saat duel udara, tercatat 43 rebounds telah diukirnya. Sementara dari Teladan, pemain bernomor punggung 2 Joseph Dolok Hidefumi mencatatkan 28 kali rebounds.

Perjalanan kedua tim menuju final pun patut diacungi. Al-Izhar mampu menumpas dua lawan dengan nama besar, yaitu SMAN 6 Jakarta dan SMA Kolese Gonzaga. Begitupun dengan Teladan. Mereka memupuskan harapan SMA Pangudi Luhur sebagai debutan dan semifinalis tahun lalu SMAN 34.

Kapten tim Teladan percaya diri mampu menumpas Al-Izhar. “Secara skill dan postur kami menang di atas mereka. Pertandingan melawa SMA Pangudi Luhur dan SMAN 34 lebih ketat dibanding bertemu Al-Izhar besok (re: hari ini),” pungkas sang kapten, Salman Alfarisi.

Kapten tim Al-Izhar Khairan Shauma Drajat tak mau pulang dengan kekalahan, dirinya tak gentar lawan SMAN 3. “Kami berambisi untuk menjadi juara di Selatan. Kami tak peduli lawan siapa, tim raksasa seperti SMAN 3 akan kami tumbangkan,” jelas pemain center tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) TELADAN WASPADAI KUDA HITAM
20 October 2018

DKI JAKARTA- Bagaikan pepatah Tiongkok “dua singa tidak dapat menguasai satu gunung”, hanya akan ada satu tim putri berhak menjadi penguasa South Region. Pertarungan puncak mempertemukan SMAN 3 Jakarta kontra SMAN 28 Jakarta pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Duel tersebut akan menjadi pertandingan yang patut untuk disaksikan. Pasalnya, pertarungan final nanti akan menghadirkan tensi tinggi antara kedua sekolah demi pertaruhan gengsi Jakarta Selatan.

Adu kualitas menjadi tema utama pada pertempuran antara kedua sekolah yang dikenal sebagai raksasa Jakarta Selatan ini. Kedua tim memiliki kemampuan yang seimbang. Namun SMAN 28 terlihat bisa bermain lebih efektif dibanding lawannya Teladan (julukan SMAN 3). Jika dilihat dari statistik kedua tim, perolehan poin Teladan lebih banyak dibanding SMAN 28. Total 115 poin telah dibukukan srikandi Teladan dalam tiga game terakhir. Sementara SMAN 28 hanya mampu menorehkan 102 poin dari dua laga sebelumnya.

Namun, secara field goals SMAN 28 lebih menebar ancaman. Tercatat sebanyak 41% menadakan tim yang bermarkas di Pasar Minggu tersebut lebih efektif dalam mengoyak ring lawan. Sementara putri Setiabudi hanya membukukan field goals sebesar 26%.

Tapi, Sophia Rebecca dkk harus hati-hati saat bermain. Sebab, Stanita dan tim memiliki akurasi free throw sebesar 57,1% untuk mengonversinya menjadi poin, unggul sekita 0,3% dibanding SMAN 28 dengan catatan 53,8% saja. Untuk urusan top scorer keduanya sama-sama memilki mesin poin yang tajam. Teladan memiliki Jofinka Putri Bandini yang sudah mencetak 26 poin dari tiga pertandingan Teladan. Sementara, sang kapten SMAN 28 Sophia Rebecca tercatat sudah mengemas 28 poin dari dua laga SMAN 28.

Lalu jika melihat dari segi pengalaman, putri Teladan telah malang melintang di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu mental para punggawa Teladan lebih terasah dibanding SMAN 28. Menurut Stanita Nataya, salah satu pemain Teladan, timnya memiliki skuad yang lebih dalam dibanding lawannya. “Secara jumlah pemain, mereka (re:SMAN 28) hanya mengandalkan 8 pemain. Hal itu jelas menguntungkan, karena kami memiliki first dan second team yang sama baiknya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan jumlah pemain lawan yang lebih sedikit, tentu hal itu akan menguntungkan bagi Teladan. “Kami akan bermain dengan tempo yang lebih cepat dari biasanya agar pemain lawan kehilangan stamina di awal laga,” pungkasnya.

Sementara sang pelatih Teladan, Jacky Ignatius Hatta tururt berkomentar mengenai lawannya di final. “Ada tiga tim yang bagus di Jakarta Selatan ini. Kami, SMAN 34, dan SMAN 28. Tentu laga hari ini merupakan final ideal, ketika tim kuat sama-sama berjumpa di final,” ungkapnya.

Memanasnya prediksi tensi di antara kedua tim, pelatih kepala SMAN 28 tetap optimis mampu membawa anak asuhnya mencicipi titel juara di Jakarta Selatan. “Perjalanan tim sudah sejauh ini, target kami sekarang jadi juara di Selatan. SMAN 3 memang memiliki skuad yang lebih baik. Namun, skill individu kami lebih berkualitas dibanding mereka,” tegas Syafiq Ali, pelatih SMAN 28 Jakarta.

Senada dengan sang pelatih, kapten dari SMAN 28 Sophia Rebecca Adventa juga mengaku tidak gentar menghadapi lawannya. Pemain dengan tinggi 170 cm ini yakin timnya akan bermain dengan lebih pintar dalam menghadang lawannya hari ini. Dengan mengandalkan tempo permainan yang agak lambat diharapkan bisa efektif membongkar lini bertahan Teladan. “Kami akan bermain lebih hati-hati untuk tetap menjaga stamina. Kami akan mengandalkan shooter kami Syeiffa Azelrisya Siregar dan bermain sedikit di luar area,” ujar student athlete yang kini duduk dikelas XI tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 28 KEMBALI DENGAN HASIL MANIS
19 October 2018

DKI JAKARTA- SMAN 28 Jakarta berhasil menghentikan laju dari SMAN 34 Jakarta pada perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region Kamis (18/10) dengan skor 58-29. Dengan mengandalkan permainan rapi dan disiplin, pola permainan yang tidak cepat jadi skema utama srikandi SMAN 28.  Hasil ini turut membawa tim asal Jati Padang melangkah ke final, setelah absen dua tahun dari kancah Honda DBL DKI Jakarta.

Pada paruh awal pertandingan, dua pemain dari SMAN 28 menjadi pemain yang mengerikan bagi pertahanan SMAN 34. Komang Raisya Istyana Putri keluar sebagai pemain paling subur dalam menyumbang poin untuk timnya, total 14 poin dapat dia lesakan ke ring SMAN 34.

Selain itu, akurasi tembakan mid-range juga menjadi senjata dari pemain bernomor punggung 6 tersebut. Selain Komang, kapten tim SMAN 28 Sophia Rebecca Adventa juga menjadi pemain yang sangat berjasa bagi timnya. Pemain yang dapat bermain di posisi forward dan center itu mampu membukukan 13 poin pada kuarter tersebut. Dengan menggunakan posturnya yang tinggi dan kuat, dia mampu mendominasi paint area lawan.

Di sisi lain, duet andalan dari SMAN 34, Nadine Rania dan Athaya Nafisa tidak dapat mengeluarkan permainan yang maksimal untuk timnya. Hal ini menyebabkan Shafira Kayla Hanifah harus turun untuk mengerahkan seluruh kekuatannya. Dengan mengandalkan akurasi tembakan dari luar maupun dalam garis three point dia mampu membukukan 14 poin untuk menjaga asa timnya.

“Shafira menjadi pemain yang sangat krusial pada paruh pertama. Tanpa kemampuan maksimalnya yang dia tunjukan hari ini (re: kemarin), mungkin di paruh pertama pertandingan, kami tidak akan memiliki kesempatan untuk mengekor mereka,” ucap Fadil Wahyudi, Pelatih Kepala dari SMAN 34.

Sempat mengejar di dua kuarter awal, SMAN 28 mampu tampil konsisten untuk memupus harapan SMAN 34 untuk melangkah ke final. Dengan kedisiplinan defense yang baik, mereka dapat menahan laju skor dari SMAN 34 pada dua kuarter akhir, skor 58-29 untuk kemenangan SMAN 28. Sophia menjadi pemain terbaik pada laga tersebut dengan mengemas double-double pada penampilannya hari itu. Total 13 poin, 12 rebound, 4 assist dan 4 block menunjukan betapa dominannya sang kapten di lapangan.

Melihat tim asuhannya masuk final, Syafiq Ali mengatakan mereka akan memasang target bukan hanya menjadi perwakilan South Region saja, tapi juga jadi juara di Selatan. Dirinya yakin dengan kemampuan anak-anaknya untuk selalu bermain di level tertinggi permainan. “Dibandingkan dengan kami, SMAN 3 memang memiliki skuad yang lebih baik. Namun, skill individu kami lebih berkualitas dibandingkan dengan mereka,” jelas pelatih yang telah tiga tahun melatih SMAN 28 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SALIM ANTAR AL-IZHAR KE FINAL
19 October 2018

DKI JAKARTA- Sebelum laga dimulai, pelataran GOR Bulungan sudah disesaki para pendukung dari kedua tim. Ratusan Laskar Gonz (julukan suporter SMA Kolese Gonzaga) silih berganti masuk merapatkan barisan di tribun GOR. Begitu pun para suporter SMA Al-Izhar yang tak kalah banyak menyelimuti tribun timur GOR. Duel hidup mati antara SMA Al-Izhar kontra SMA Kolese Gonzaga menentukan, siapa yang berhak melaju ke final dan menjadi wakil South Region di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018.

Tampil ngotot sejak awal, kedua tim mengincar tiket final pada laga semifinal kemarin (18/10) sore. Al-Izhar langsung tancap gas demi mengamankan satu tiket di final. Dua pemain dari kedua tim tampil istimewa. Dari Al-Izhar Kemal Arishy Salim menjadi aktor utama dibalik ganasnya lini serang tim asal Pondok Labu tersebut. Sementara, Ferdinand Nursalim juga mampu mengemas torehan yang fantastis untuk Gonzaga.

Salim, student athelte berusia 17 tahun itu mampu membukukan 21 poin, 8 rebound dan 5 steal bagi Al-Izhar. Sementara, Ferdinand Nursalim kapten Gonzaga menorehkan double double dengan total 25 poin, 19 rebound dan 7 steal. Hanya saja, hal itu belum mampu membawa Gonzaga melaju ke final. Karena tim asal Pasar Minggu itu harus bertekuk lutut dari anak-anak Pondok Labu dengan skor 65-47.

Sejak kuarter pertama hingga ketiga, perolehan poin tidak beda jauh. Kedua tim silih berganti memimpin perolehan poin. Hingga malapetaka tiba untuk Gonzaga. Di kuarter pamungkas, sang kapten yang merupakan mesin poin Gonzaga jatuh terkapar pada menit keenam. Pemain berposisi forward tersebut telah mencapai titik akhirnya dan harus ditarik keluar. Hal itu menjadi satu keuntungan bagi Al-Izhar.

Semifinalis tahun 2015 itu makin gencar memborbardir jantung pertahanan Gonzaga, seraya menatap final. Hingga buzzer akhir pertandingan berbunyi, para pemain dan suporter Al-Izhar larut dalam euforia melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih. Pertarungan hari itu memang sangat menguji fisik dan mental pemain.

Kendati mampu lolos ke final, ujian sesungguhnya baru ada di depan mata Sabtu (20/10) besok. Al-Izhar akan menjajal juara dua tahun silam, SMAN 3 Jakarta. Menanggapi lawannya di final, kapten tim Al-Izhar, Indra Z. Kusuma mengatakan dirinya tidak takut menghadapi final nanti. “Sebenarnya aku tidak peduli siapa lawan kami nanti. Aku hanya berkonsentrasi kepada tim. Kami berambisi untuk menjadi juara di Selatan dan tim raksasa seperti SMAN 3 akan kami tumbangkan,” jelasnya dengan tenang. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Trisula Tiga Empat Pulangkan SMAN 8
18 October 2018

DKI JAKARTA- Kemenangan meyakinkan SMAN 34 Jakarta atas SMAN 8 Jakarta, memupus harapan SMAN 8 untuk menjaga piala Honda DBL DKI Jakarta. Setelah tim putri, kini giliran putra Bukit Duri disungkurkan SMAN 34. Dari awal Delapan (julukan SMAN 8) sudah tertinggal jauh dibelakang putra SMAN 34. Keberhasilan permainan SMAN 34 tentunya dapat diperoleh dari tajamnya performa trisula utama mereka. Pertandingan rival tersebut berakhir 29-15 untuk keunggulan SMAN 34.

Kuarter pertama berakhir timpang 11-0 untuk SMAN 34. Ketangguhan tim asal Pondok Labu hampir dikoyak pada dua kuarter akhir. Hanya saja, Delapan tak mampu mengejar ketertinggalan dan harus mengakui kekalaan dari SMAN 34.

Ahmad Rafif Hubeis memperlihatkan kualitasnya pada laga kemarin. Sepanjang pertandingan, pergerakan Rafif selalu ditempel oleh pemain lawan, Jagad Putra Dewanto. Namun, kemampuan lihai serta ketenangannya saat melakukan drive, mampu membongkar pertahanan Delapan. Total 9 poin berhasil dibukukan oleh pemain dengan tinggi 178 cm tersebut. Keperkasaan SMAN 34 tak mampu dibendung putra Bukit Duri.

Menurut pelatih kepala SMAN 34, Harry Prayogo anak asuhnya merupakan pemain yang memiliki semangat latihan tinggi. Mulai dari latihan di sekolah, luar sekolah sampai latihan privat dilakukan setiap hari oleh pemain bernomor 11 tersebut. “Rafif (panggilan Hubeis) memang pemain yang memiliki jam terbang tinggi. Dia sudah memiliki pengalaman dalam mengikuti turnamen di Jakarta,” jelasnya.

Selain itu, keunggulan SMAN 34 atas tamunya, juga berkat kekuatan sang kapten untuk menjaga permainan timya. Memiliki visi bermain yang baik, Muhammad Zaidan Akbar menjadi jenderal lapangan kala tampil melawan delapan. Pemain kelahiran tahun 2001 tersebut mampu melihat celah dalam pertahanan lawan. Total perolehan 5 poin, 6 rebound dan 1 steal membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Satu lagi pemain SMAN 34 yang berbahaya dalam menyerang adalah Raihan Fakhri Primavinsyah. Student athlete berposisi shooting guard itu memiliki kepintaran luar biasa dalam bermain di lapangan. “Meskipun tidak didukung dengan kemampuan individu. Raihan adalah pemain yang memiliki basketball IQ diatas rata-rata. Ditambah penguasaan fundamental yang baik, dia mampu memberikan kontribusi besar terhadap tim,” ucap coach Harry.

Laga yang timpang sedari kuarter pertama itu membawa SMAN 34 melangkah ke semifinal. SMAN 34 sendiri akan berlaga melawan SMAN 3 Jakarta, usai mengalahkan SMA Pangudi Luhur. Pertarungan mereka tentunya akan menjadi semakin panas. Pasalnya, satu tiket menuju babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 tinggal selangkah lagi. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

TELADAN LOLOS DARI JERATAN PANGUDI LUHUR
18 October 2018

DKI JAKARTA- Keperkasaan SMAN 3 Jakarta hampir saja direnggut oleh salah satu debutan, SMA Pangudi Luhur. Pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region kemarin (17/10), Teladan (julukan SMAN 3) harus berjuang ekstra saat mengamankan kemenangan dari lawannya. Meski skor akhir 33-24 milik Teladan, penonton dibuat tegang karena ketatnya pertandingan.

Datang sebagai debutan, Pangudi Luhur tak segan menampilkan kekuatan penuh kala bersua Teladan. Juara dua tahun lalu nyaris tumbang, jika tidak menjaga permainan hingga babak akhir. Kuarter pertama berlangsung sangat sengit. Kedua tim saling memperlihatkan kualitas defense yang mumpuni, sehingga sulit untuk kedua tim mencetak angka.

Sampai akhirnya tembakan dari sang kapten, Alvien Hugo Pramono membuat Pangudi Luhur membuka keran poin. Melihat hal ini anak-anak Setiabudi tidak mau berdiam diri. Kegigihan para punggawa Teladan akhirnya dapat mengembalikan keadaan pada akhir kuarter pertama. Tembakan freethrow dari Fadhal Khalid center andalan Teladan menutup keungggulan timnya, skor berakhir 5-4 untuk kemenangan Teladan.

Pada kuarter selanjutnya, kedua tim bermain lebih garang. Tercatat 9 poin berhasil dicetak kedua tim di kuarter kedua. Kali ini giliran Darrel Kamal pemain big man dari Pangudi Luhur menjadi momok yang menakutkan bagi pertahanan Teladan. Permainan di paint area Teladan dapat dikuasai penuh oleh pemain bernomor punggung 15 tersebut. Sementara, Mosses Putra Prasetyo student athlete berusia 17 tahun itu juga tak mau kalah, dirinya dapat mengoyak ring Pangudi Luhur.  Pertandingan berakhir setengah bola pada kuarter kedua. 14-13 Pangudi Luhur masih tertinggal.

Setelah turun minum, Pangudi Luhur mampu leading dalam perolehan poin. Dengan bermain secara taktis, tim polesan mantan pelatih Satria Muda Octaviarro Romely Tamtelahitu dapat menemukan kelemahan pertahanan Teladan. Poin demi poin berhasil dikonversi punggawa Pangudi Luhur. Pola permainan yang rapi mengukuhkan Pangudi Luhur untuk berbagi angka dengan Teladan, 18-18.

Babak pamungkas pun tib, Teladan berlari seakan tak terkejar. Dewi fortuna bak berpihak kepada Salman Alfarisi dkk. Three point dari Vito Angga Dinata pada menit kelima, jadi titik balik Teladan untuk mengeluarkan taringnya. Setelah tembakan tersebut, Teladan menjadi lebih efektif dalam melakukan penyerangan. Sementara punggawa Pangudi Luhur terlihat tertekan dan tidak diberi ruang gerak. Drama ketat berakhir anti klimaks, untuk kemenangan Teladan. Pangudi Luhur takuk 9 poin dari Teladan Skor akhir 33-24, anak-anak Setiabudi bersorak sorai.

Sang kapten, Salman Alfarisi mengakui permainan Pangudi Luhur sangatlah berbahaya. Mereka tak mudah mendulang poin untuk timnya. “Darrel memiliki postur besar, kami hampir kesulitan. Tapi, teman-teman tampil ngotot dan nggak mau kalah. Syukur, kami bisa menang atas mereka (re: Pangudi Luhur), tapi kami tidak mau terlalu larut. Masih ada satu langkah lagi menuju ke babak Championship,” ujar pemain kelahiran 16 Juli 17 tahun silam itu. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

PETAKA 50 DETIK TERAKHIR
17 October 2018

DKI JAKARTA- Kegagalan tiga tahun silam, nampaknya masih membekas di punggawa SMAN 70 Jakarta. Seventy (julukan SMAN 70) kembali gagal melangkah ke babak selanjutnya usai takluk dari tamunya, SMA Kolese Gonzaga. Didukung ratusan suporternya, Seventy sempat memimpin namun akhirnya harus mengakui ketangguhan Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga)

Para penguasa Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Putra Seventy menyusul tim putri angkat koper dari kandang sendiri usai takluk dari Gonz. Tempo permainan ketat, hanya saja drama terjadi pada kuarter terakhir.

Sebelum kuarter keempat, para punggawa Seventy menguasai jalannya pertandingan. Fastbreak efektif dan juga defense yang disiplin membuat anak-anak Bulungan jauh berlari dari kejaran Gonz pada dua kuarter awal, Seventy unggul dengan Skor 19-13 atas Gonz.

Setelah paruh pertama usai, Gonzaga akhirnya dapat mengikis ketertinggalan secara perlahan. Setelah diistirahatkan pada dua kuarter awal, Ferdinand Nursalim pemain forward andalan Gonzaga itu akhirnya kembali dimainkan. Pemain bernomor punggung 11 itu justru menjadi malapetaka untuk Seventy.

Tercatat di papan skor keunggulan 27-25 Seventy pada satu menit terakhir hampir mengunci kemenangan anak-anak Bulungan tersebut. Head Coach Gonz, Irfan Sukata menjadikan Ferdinand sebagai playmaker. Terbukti, dengan posturnya yang besar, Ferdinand mampu menerobos pertahanan Seventy. Kerja sama Ferdinand dan Mikael Elfonda membuat Gonzaga berbalik leading di lima puluh detik akhir.

Tim asal Pasar Minggu tersebut mampu membukukan 14 poin di kuarter terakhir. Tak tertinggal free throw Normand Xavier di dua puluh detik akhir menutup kemenangan Gonz atas Seventy dengan kedudukan 34-28. Ferdinand sendiri menyumbang 13 poin, 3 rebound dan 1 assist untuk membawa sekolahnya menang.

Meskipun dapat bermain dengan baik kemarin, Ferdinand sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang tidak fit. Kelelahan stamina menjadi permasalahan utama dirinya merasa keletihan pada kuarter awal. “Sejujurnya, aku sedang tidak dalam kondisi fit. Tapi keinganan untuk menang hari ini (re: kemarin) sangat besar. Syukur kami bisa atas mereka (re: Seventy),” ucapnya Ferdinand usai pertandingan.

Di sisi lain, kekalahan pahit yang diterima Seventy. Membuat anak-anak Bulungan kecewa. Pasalnya, mereka bermain di publik sendiri. "Kekalahan kami tentu merupakan pengalaman pahit. Aku minta maaf sekaligus berterima kasih buat para suporter yang sudah mendukung Bulungan tercinta," imbuh Devandra Dwitama Adi, salah satu pemain dari Seventy. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Penuh Makna di Balik Tarian PCM
17 October 2018

DKI JAKARTA- Penampilan tim dance SMAN 6 Jakarta pada UBS Gold Dance Competition tidak hanya memukau kemarin (16/10). Juara UBS Gold Dance Competition tahun lalu itu mempunyai keinginan luar biasa untuk dapat mengulang keberhasilannya. Pada tahun ini, putri Mahakam mengambil konsep yang berbeda dari tahun lalu.

Kalau pada edisi sebelumnya Pesona Cita Mahakam (PCM- sebutan dance SMAN 6) menampilkan  cerita tentang badut karnaval, di tahun ini PCM menampilkan perburuan liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

"Kami sangat kaget saat melihat berita dimana ada harimau sumatera yang mati karena perburuan. Karena itu PCM mengangkat tema ini untuk mendukung gerakan anti perburuan liar,” jelas Diva Radhinka kapten im dance PCM.

Dari 8 anggota tim dancenya, 7 di antaranya berperan sebagai binatang yang dikurung. Sementara satu orang cowok berperan sebagai pemburu. Gerakan enerjik dari putri PCM itu juga memperlihatkan, betapa tersiksanya para bintanang yang tidak hidup di alam bebas.

Properti yang dipilih pun sangat mendukung performa PCM di lapangan. Tarian di awali ketika 7 anggota PCM terikat di antara tali-tali. Hal itu menunjukkan kalau binatang nggak bisa bergerak bebas. Lalu pada pertengahan dance, si pemburi mulai menembaki para binatang untuk siap dijadikan mangsa oleh si pemburu. Dan yang unik ketika ketujuh anggota PCM menyerang si pemburu. Sontak, tepuk tangan mengiringi seisi GOR Bulungan.

Sementara, dari segi outfit Diva menjelaskan bahwa  bukan hanya harimau saja yang dijadikan objek perburuan liar. "Di bagian lengan ada corak loreng untuk harimau, di wajah kami ada coretan seperti bulu beruang, lalu ada corak hitam putih menunjukkan zebra,"tegas siswi kelas XII tersebut.

Kedepannya, PCM akan terus mencoba menampilkan pertunjukkan berbeda. Namun semua masih dirahasiakan. "Untuk performance kedepan tentu akan ada yang berubah. Tapi itu akan jadi surprise," ujarnya dengan semringah. (*)

ALMODE REPOTKAN TELADAN
16 October 2018

DKI JAKARTA- Datang sebagai tim favorit tidak membuat perjalanan tim putri SMAN 3 Jakarta  berjalan mulus. Hal itu terlihat saat tim asal Setiabudi ini jumpa MAN 4 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region di GOR Bulungan kemarin  (15/10).  Kegigihan srikandi MAN 4 nyatanya membuat tim polesan Jacky Ignatius mengeluarkan stamina ekstra, meski skor akhir 36-18 tetap menjadi milik SMAN 3.

Kebesaran nama Teladan (julukan SMAN 3) di pentas Honda DBL DKI Jakarta, tidak lagi diragukan. Khususnya di sektor putri. Teladan punya rekor sebagai tim dengan gelar terbanyak dengan tiga kali menjadi champion. Tak ketinggalan Teladan juga menjadi satu-satunya tim yang mampu masuk final dengan catatan 5 kali. Namun, Almode (julukan MAN 4), tidak gentar di bawah nama besar Teladan.

Pada dua kuarter pertama pertandingan berjalan ketat. Fastbreak para srikandi Almode membuat barisan pertahanan Teladan kocar-kacir. Tembakan under basket pemain bernomor punggung 10, Nabila Rubianti membuat suporter Teladan terdiam saat pertandingan baru berjalan. Tak hanya sampai situ, tim asal Pondok Pinang tersebut sempat unggul pada menit keempat. Lewat free throw Masya Musafa Almode memimpin 12-11.

Jacky Ignatius melihat anak asuhnya terlalu terburu-buru. Menurutnya, over confident jadi masalah utama putri Teladan. "Kuarter pertama anak-anak terlalu percaya diri. Hal itu malah jadi bumerang buat tim. Fastbreak kami terasa tidak efektif," ujar head coach Teladan. Meski begitu, pada kuarter kedua Teladan masih unggul walaupun hanya beda satu bola, skor 15-13 milik Teladan.

Bak mesin diesel, Teladan terlambat panas. Juara dua tahun silam itu baru menemukan ritme permainan pada kuarter ketiga. Jofinka Putri Bandini langsung memimpin pasukannya melaju jauh dari lawannya. Pemain bernomor 9 itu berhasil mencetak 12 poin ke ring Almode. Namun, sang pelatih masih terlihat belum tenang. Berulang kali, coach Jacky meneriaki peminnya agar tidak membuat kesalahan.

"Permainan anak-anak masih belum konsisten. Kalau begini terus, harapan juara di Selatan agak sulit ya. Untuk MAN 4, mereka bermain nothing to lose. Seandainya mereka bermain konsisten dan tidak kendur, mungkin hasilnya akan beda," ucapnya.

Kemenangan 36-18 atas Almode membuat Jofinka lega. Langkah mereka semakin dekat dengan final. "Syukur kami menang. Mereka bermain di luar dugaan kami. Hasil ini jadi pecutan agar kami bisa lebih fokus dan konsisten menatap babak selanjutnya," tungkas pemain bernomor 9 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Debutan Tampil Fantastis
16 October 2018

DKI JAKARTA-Persaingan untuk menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region makin ketat. Bukan hanya tim unggulan saja yang banyak berbicara di pentas penuh gengsi ini. Para tim debutan juga bermunculan di wilayah Selatan. Salah satu tim debutan, SMA Pangudi Luhur membungkam prediksi publik. Tidak tanggung-tanggung SMA Pangudi Luhur kembali menebar ancaman, dengan menumbangkan SMAN 43 Jakarta dengan skor telak 48-25.

SMA Pangudi Luhur membuktikan bahwa mereka bukan hanya tim penghibur saja di Honda DBL DKI Jakarta. Usai menggilas SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11  di babak awal. Kini giliran SMAN 43 dibuat tertunduk. Alvien Hugo Pramono dkk sempat terlihat kesulitan di kuarter awal. Hanya saja daya juang yang tinggi mampu membawa mereka memperoleh kemenangan.

Pertandingan berjalan ketat sedari awal. Bahkan, pasukan Octaviarro Romely Tamtelahitu itu sempat tertinggal di kuarter pertama. Nauval Fadli Pramudita membuat Pangudi Luhur terkejut. Pemain kelahiran 18 Maret 15 tahun silam, berhasil menorehkan 8 poin untuk membawa timnya unggul di kuarter pertama, 10-6 SMAN 43 ungggul.

Pangudi Luhur terus melakukan dobrakan, guna keluar dari tekanan sang lawan. Anak-anak Pangudi Luhur pun mulai bangkit, sebanyak 22 poin ditorehkan oleh mereka pada kuarter kedua dan ketiga. Immanuel Devano berhasil mencetak 8 poin untuk timnya. Sementara rekannya Darrel Kemal mampu menjaga pertahanan dengan torehan 11 kali defensive rebound.

Kebangkitan tim asal Kebayoran Baru membuat SMAN 43 tak berkutik, tim polesan Muhammad Hakeem Hidayat kerap kali melakukan turn over. Selain itu, gedoran dari SMAN 43 selalu menuai kebuntuan menjelang laga berakhir. Sambutan tepuk tangan para suporter akhirnya mengiringi kemenangan Pangudi Luhur atas lawannya. Namun, perjalanan mereka belum tuntas, keberhasilan tim putra SMAN 3 menundukan International Islamic High School menjadi kewaspadaan untuk Pangudi Luhur. Pasalnya, Pangudi Luhur bakal meraskan dobrakan dari tim asal Setiabudi itu.

“Para pemain bermain lebih efektif pada kuarter keempat tadi. Hal ini disebabkan karena anak-anak masih grogi meskipun kehilangan momentum di awal. Puji tuhan, kami dapat memenangkan laga hari ini, ucap head coach Pangudi Luhur Octaviarro Romely Tamtelahitu (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Rafisya Antar Kemenangan SMAN 47
15 October 2018

DKI JAKARTA- Para pemain bintang dari Selatan mulai menunjukkan tajinya. Seperti pada lanjutan laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region antara SMAN 97 Jakarta kontra SMAN 47 Jakarta yang berakhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47. Salah satu pemain yang mencuri perhatian, Muhammad Rafisya Akbar menjadi bintang pada laga Minggu sore (14/10).

Di awal kuarter pertama, pertandingan antara SMAN 97 dan SMAN 47 berlangsung sangat sengit. Forward SMAN 97 Arvin Nadinur Pramudya menjadi momok menakutkan bagi pertahanan dari SMAN 47. Dengan keberaniannya masuk ke dalam pertahanan lawan untuk melakukan layup, Arvin dapat mendulang poin untuk timnya. Hanya saja SMAN 47 masih unggul tipis setengah bola, kuarter pertama berakhir 9-8 SMAN 97 tertinggal.

Usai break kuarter pertama giliran Muhammad Rafisya Akbar bersinar. Dengan menggunakan kecepatan dan kelihaiannya menguasai bola, pemain kelas XI tersebut mampu menusuk masuk ke jantung pertahanan lawan dan membuat lawannya kewalahan. Kuarter kedua berakhir dengan skor 15-12 SMAN 47 terus melaju.

Keunggulan ini terus semakin diperlebar oleh anak asuh Miftahul Ulum tersebut. Dua kuarter terakhir benar-benar menjadi panggung Rafisya untuk mendongkrak performa rekannya. Penampilan gemilangnya dengan torehan 10 poin membuat SMAN 47 memastikan diri ke babak selanjutnya. Skor akhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47.

MVP JRBL Jakarta Series 2016 tersebut memang sudah melakukan persiapan matang, terutama pada minggu terakhir jelang Honda DBL. Pelatihnya, Miftahul Ulum membuka turut berkomentar usai anak asuhnya menang. “Ya dia (re: Rafisya) mampu mengondisikan dengan baik fisik maupun skillnya untuk dapat tampil maksimal hari ini (re: kemarin),” ujar sang pelatih. Rafisya sendiri memiliki beberapa alasan mengapa dirinya melakukan persiapan dari lama.

“Berbeda waktu saat SMP lalu, pertandingan di DBL, khususnya daerah Selatan tentunya lebih kompetitif. Semua harus dipersiapkan dengan matang,” ucap pemain bernomor punggung 1 tersebut. Selain itu, pemain yang kini tengah duduk di kelas XI tersebut ternyata baru saja pulih dari cedera ankle. Hanya saja ambisi untuk membawa SMAN 47 menuai keberhasilan seperti saat membawa SMPN 19 Jakarta tampil di final pada JRBL Jakarta Series 2016, jadi alasan agar Rafisya bisa pulih lebih cepat.

“Cedera ankle yang menimpa dia membuatnya sangat menjaga kondisi badannya. Dia juga tak lupa menjaga staminanya, agar cepat pulih dan membawa tim ke tangga juara,” sambung coach Miftahul. Dengan kemenangan ini, SMAN 47 akan menunggu hasil pertandingan antara SMAN 70 melawan SMA Kolese Gonzaga. (*)

Putra Seventy Jaga Asa Bulungan
15 October 2018

DKI JAKARTA- Tampil di hadapan publik sendiri, SMAN 70 Jakarta tampil perkasa saat meladeni lawannya SMAN 79 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region kemarin (14/10). Setelah laju tim putri terhenti dari SMAN 3 Jakarta, tim putra menjadi harapan satu-satunya bagi Seventy (julukan SMAN 70) untuk tetap menjaga daerah kekuasaannya yaitu GOR Bulungan.

Dukungan penuh keluar dari para pendukung Seventy saat menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Namun, drama sesungguhnya justru terjadi pada babak pamungkas di kuarter empat. Para anak-anak Bulungan memulai laga dengan skor 17-8, sebuah keunggulan yang hampir mutlak diperoleh skuad Twimmiki Malik tersebut.

Namun sayangnya, perolehan poin Seventy dari tiga kuarter sebelumnya mulai menuai kebuntuan. Permainan cepat yang diperlihatkan Seventy dapat dibendung oleh para punggawa SMAN 79, sehingga peluang manis dari putra Seventy gagal untuk dikonversi menjadi poin. Tim asal Menteng Atas itu justru membuka harapan. Tim asuhan Muhammad Azis Rifai, mulai mengejar dan memangkas skor menjadi 17-11 pada menit ke lima pertandingan.

Fullcourt press yang dilakukan oleh SMAN 79 membuat para pemain dari Seventy kewalahan. Sang pelatih terus menggunakan kesempatan timeout demi menjaga mental anak-anaknya. “Saya melihat anak-anak malah grogi di kuarter akhir. Pada saat timeout tadi saya mengingatkan agar bermain lebih tenang. Bertahan dengan baik dan mengurangi kesempatan lawan menyerang,” jelas Twimmiki Malik, head coach  Seventy.

Instruksi itu terbukti ampuh untuk dapat kembali menambah pundi-pundi poin Seventy. Motor serangan Seventy, Devandra Dwitama Adi dapat kembali bergerak dengan leluasa di lapangan. Dengan mengandalkan kecepatannya pemain kelas X itu dapat lolos dari penjagaan lawan. Setidaknya, Devandra mampu menorehkan 6 poin 2 rebound dan 1 assist pada pertandingan kemarin.

Buzzer akhir pun akhirnya berbunyi. Sorak sorai pendukung dari Seventy tiada henti, euforia kemenangan sangat terasa. Putra Seventy berhasil menjaga kemurnian rumah sendiri dari tangan lawan. Skor pertandingan 21-12 menutup kemenangan Seventy atas SMAN 79.

Melihat banyaknya dukungan dari suporter, salah satu pemain Seventy, Keenan Julian sangat berterima kasih. “Dengan banyaknya pendukung yang selalu menyemangati, rasanya hadangan sebesar apapun dapat kita lewati. Apalagi ini merupakan tahun pertama SMAN 70 setelah absen 4 tahun dari kompetisi Honda DBL,” pungkas pemain bernomor punggung 5 tersebut usai pertandingan. (*)

Story Provided by Warta Kota

SHOW TIME ANAK JAKSEL
14 October 2018

DKI JAKARTA- Setelah West Region dan North Region, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 kini memasuki wilayah Jakarta Selatan. Hingar bingar opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region tentu sangat ditunggu publik. Pasalnya,  Jaksel dikenal sebagai barometer basket di Ibu Kota. Hal itu dibuktikan dengan torehan gelar terbanyak Honda DBL DKI Jakarta yang dipegang tim dari Jakarta Selatan, SMAN 3 Jakarta. Bukan hanya itu, antusiasme dari para suporter, serta kreativitas para dancer makin melengkapi mewahnya regional Selatan ini.

Atmosfer itu langsung terasa pada hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu kemarin (13/10).  Lima pertandingan seru tersaji. Tim putra SMA Al Izhar menjadi sekolah pertama yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Tim asal Pondok Labu, Jakarta Selatan itu mampu menundukkan lawannya, SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Pertandingan sore hari itu berjalan ketat di awal laga. Hanya saja Al Izhar mampu memperlihatkan mental juara. Dan mengungguli lawannya di dua kuarter terakhir

Pada pertandingan selanjutnya, tim putra SMAN 8 Jakarta menyusul keberhasilan Al Izhar. Tim asal Bukit Duri itu kembali memperpanjang kutukan SMAN 82 Jakarta yang selalu gagal di babak awal. Pertarungan itu ditutup dengan skor 43-20 untuk SMAN 8. T

Setelahnya, big match antara tim putri SMAN 3 kontra SMAN 70 Jakarta berakhir untuk kemenangan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor 28-16. Keberhasilan Teladan ini menjadi ulangan pada partai empat tahun silam. Seventy (julukan SMAN 70) yang bermain di kandang sendiri dan didukung ratusan suporternya, dibuat tak berkutik oleh tim polesan Jakcy Ignatius kemarin.

Kekalahan Seventy ini disesalkan oleh sang kapten. Namun, Savira Alifa menyatakan ini bukanlah akhir perjuangan. “Aku berterima kasih buat teman-teman yang sudah datang untuk mendukung. Kekalahan ini jadi evaluasi besar-besaran buat kami. Dan buat Teladan, tunggu kami tahun depån,” pungkas cewek 16 tahun itu.

Di sisi lain, meskipun hasil positif dapat diperoleh srikandi Teladan, sang kapten Insyira Kesha mengungkapkan kemenangan atas Seventy mash terlalu dini untuk dirayakan. “Kemenangan ini membawa kami melangkah, Performa kami hari ini jauh dari kata memuaskan. Dan jika ingin menjadi juara di Selatan, kami harus bermain lebih ekstra ,” ucapnya usai bertanding.

Di pertandingan putri lainnya, SMAN 32 masih belum mampu membendung kokohnya pertahanan Sophia Rebecca Adventa dkk. SMAN 28 sendiri langsung tancap gas, tim asal Jati Padang tersebut tampil ngotot kala menggilas SMAN 32 dengan skor 44-11. Hasil ini membawa mereka bertengger ke babak selanjutnya.

Hari penuh euforia itu ditutup oleh kemenangan SMA Pangudi Luhur atas lawannya, SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11.  Hasil ini membawa Pangudi Luhur bakal berhadapan dengan SMAN 43 Jakarta di babak selanjutnya. (*)

Story Provided by Warta Kota

Kembalinya Putra Pondok Labu
14 October 2018

DKI JAKARTA- Hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region berjalan mulus bagi Tim putra SMA Al Izhar. Mereka berhasil menaklukan perlawana SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Sempat berjalan ketat di awal laga, Al Izhar justru mampu tampil dominan di dua kuarter terakhir. Tim asal Pondok Labu tersebut terlihat unggul dari sisi mental atas lawannya.

Al Izhar bukanlah nama baru di pentas Honda DBL DKI Jakarta. Tim asuhan Athini Mardlatika sudah pernah mencicipi babak semifinal di tahun 2015, namun perjalanannya terhenti oleh Bukit Sion. Setahun setelahnya, Al Izhar langkah Al Izhar justru terhenti di babak awal.

Tak mau mengulangi kesalahan, di tahun ini Al Izhar sendiri kembali dengan materi pemain yang lebih siap. Al Izhar pun berhasil mengawali perjalanan dengan manis di tahun ini. Sempat kejar-kejaran poin di awal, SMA Cita Buana justru kecolongan di kuarter dua terakhir. Kemal Arishy Salim menjadi bintang pada laga kemarin. Torehan 14 poin serta 2 assist mampu mengamankan posisi Al Izhar di babak selanjutnya.

Cibun (julukan SMA Cita Buana) sebenarnya sudah menebar ancaman sebelum laga di mulai. Muhammad Azriel Ralie, pemain center Cibun melakukan dua kali slam-dunk saat sesi pemanasan. Hal itu terbukti efektif, pada saat kuarter pertama dimulai. Azriel mampu mendominasi pertandingan dan menjadi penyumbang poin utama bagi timnya di paruh pertama pertandingan. Tercatat 10 poin dapat ditorehkan pemain bernomor punggung 13 itu.

Namun, dominasi dari Azriel sendiri tidak berlangsung lama. Duel center pun terjadi pada kuarter kedua. Khairan Shauma Drajat, center dari Al Izhar mampu menghentikan penguasaan Azriel di paint area. Dengan penempatan posisi yang pintar dan kemampuan box out yang baik, Khairan dapat menahan gerakan Azriel yang mengancam di kuarter pertama. di bawah ring meskipun memiliki postur yang lebih pendek dibandingkan dengan Azriel.

Dominasi kini berbalik ke Al Izhar, tiga menit terakhir kuarter kedua Al Izhar menyamakan kedudukan dengan skor berubah menjadi 15-15. Telah menemukan ritme permainan, layup Kemal Arishy Salim point guard satu menit sebelum pertandingan berakhir membuat putra Pondok Labu memimpin dengan skor tipis 20-22.

Setelah halftime break pergerakan Azriel tidak lagi seefektif pada dua kuarter sebelumnya. Penyerangan yang terburu-buru kerap menyebabkan Azriel terjebak oleh para pemain Al Izhar. Selain itu, penampilan apik yang ditampilkan oleh duo Al-Izhar, Kemal dan rookie Rayhan Alfaro membawa Al Izhar unggul jauh atas Cibun. Rayhan, Pemain berusia 15 tahun itu berhasil mengemas 12 poin, 5 rebound dan 4 steal. Hingga pertandingan usai, skor akhir 46-28 mengamankan posisi Al Izhar di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini.

Pelatih dari Cita Buana, Muhammad Ghozy Dwiputrot turut berkomentar usai timnya gagal melaju. Menurutnya atmosfer Honda DBL yang panas membuat timnya tidak mampu untuk dapat bermain secara maksimal. “Jika dilihat tadi pemain kami terlihat demam panggung, terutama saat mereka (re: Al Izhar) mulai unggul di kuarter ketiga. Hal ini menyebabkan beberapa pemain terlalu bernafsu untuk segera mencetak poin,” ucapnya. Di sisi lain, pelatih Al Izhar, Athini Mardlatika mengungkapka faktor mental masih jadi evaluasi penting untuk timnya. Saya mengingatkan perjuangan latihan mereka selama ini. Karena itu mereka harus percaya diri ketika di lapangan,” jelasnya. (*)