Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series - West Region
SERIES
 
 
Siapkan Konsep Penampilan Berbeda
16 September 2018

Setelah melewati petualangan panjang, akhirnya ketiga perserta UBS Gold Dance Competition memastikan diri sebagai best three. Keiga tm dance itu berasal dari SMA Kristoforus 2, SMA Dian Harapan, dan SMA IPEKA Puri. Masing-masing tim dance akan tampil di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November di GOR Soemantri bersama best three dance dari tiga region lainnya.

Untuk dapat menjadi yang terbaik di UBS Gold Dance Competition, ketiga tim dance tersebut berjanji akan tampil berbeda dengan penampilan di region. Hal itu diungkapkan salah satu kapten tim dance SMA Kristoforus 2, Fenny “Di babak Championship nanti aku pengin banget nunjukkin koreo yang lebih menakjubkan. Kalau bisa sekeren SMA Frateran di Surabaya,” ucapnya. Cewek berusia 17 tahun itu pun bersyukur dapat terpilih juga sebagai best costume. “Puji syukur kami berhasil mendapat best costume. Kebanggan banget untuk kami di tahun pertama dan bisa mendapat dua penghargaa,” cetus siswi kelas XII tersebut.

Selain itu, kapten tim SMA Dian Harapan juga akan memberikan tambahan energi agara tak kalah keren dari tim dance region lainnya. “Tahun lalu tim dance Dian Harapan nggak masuk ke top 10. Di tahun ini kami jadi best three. Karena itu kami akan persiapkan koreo dan properti yang berbeda,” ujar siswi kelas XII itu. (*)

Story Provided By Warta Kota

Juara West Region, Buksi Makin Pede
16 September 2018

Tim putra SMA Bukit Sion berhasil menahbiskan diri sebagai raja di wilayah Jakarta Barat. Menyusul kemenangan 61-19 atas SMAN 2 Jakarta pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region di GOR Lokasari, Sabtu (15/9). Hasil ini tetap membawa SMAN 2 dan SMA Bukit Sion melangkah ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta 10-17 November mendatang. Mewakili Jakarta Barat untuk beradu dengan finalis dari tiga region lainnya (North-Central, South, dan East).

Didukung ratusan pendukung setianya, Smandu (julukan SMAN 2) langsung mengambil inisiatif serangan agar tak tertekan oleh sang lawan. Hanya saja, Buksi (julukan SMA Bukit Sion) memiliki barisan pertahanan yang kokoh. Usaha Melvin Hariyanto dan tim bisa dipatahkan lini bertahan Buksi yang dipimpin bigman mereka, Rafael Pasha.

Buksi sendiri tidak mau pulang dengan kekalahan. Terbukti, tim paling banyak tampil di final Honda DBL DKI Jakarta ini, justru mampu berbalik menyerang. Serangan yang dibangun Dixie Sterling mampu dikonversi menjadi poin. Pemain bernomor punggung 5 itu berhasil membawa keunggulan Buksi. Melalui akurasi dua kali three point beruntun, Buksi unggul atas 6-0 Smandu di 1 menit awal kuarter pertama.

Smandu mencoba untuk tidak patah arang. Rudi Ohandi mengambil time out setelah tertinggal 8 angka di menit ketiga. Motor serangan Smandu, Peter mencoba merusak lini pertahanan Buksi. Kuatnya Buksi dalam bertahan membuat Smandu terlalu lama menguasai bola, hingga terkena 24 second violation.  Kuarter pertama berakhir 19-3 untuk keunggulan Buksi.

Buksi bak mesin diesel yang terus panas. Darryl Sebastian dkk terus mendulang poin. Bertubi-tubi para pemain Buksi dengan mudah mendulang poin untuk memperlebar keunggulan. Sebanyak 12 poin mampu ditorehkan anak-anak Buksi. Sementara Smandu hanya mampu mencetak 6 poin saja. Timothy Farrel menutup keunggulan besar  timya serta memastikan gelar wilayah Jakarta Barat jatuh ke tangan Buksi. Skor akhir 61-19 Smandu takluk dari Buksi.

Melihat hasil ini Rudi Ohandi pelatih Smandu menyatakan akan melakukan evaluasi besar-besaran, guna menghadapi lawan dari region lain di Championship nanti. “Mereka (Buksi) bukan hanya kuat di Jakbar, tapi satu Jakarta sudah mengenalnya. Kami kalah kelas, Kekalahan ini tentu jadi evaluasi bagi kami. Rencananya saya akan naikkan porsi latihan untuk anak-anak agar bisa bersaing di Championship nanti,”ujarnya. (*)

Story Provided By Warta Kota

Jadi Evaluasi Menuju ke Championship
16 September 2018

Bewusstsein Juara West Region

Partai puncak Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region resmi berakhir kemarin (15/9). Jakarta Barat menjadi wilayah pertama yang telah memiliki wakilnya ke babak puncak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang. Untuk kategori putri, dua slot diwakili oleh SMK Yadika 2 yang berstatus champion, serta SMAN 16 Jakarta sebagai runner-up.

Kedua tim itu saling bersua Sabtu sore kemarin (15/9) di GOR Lokasari, untuk menentukan siapa yang pantas menyandang champion di Jakarta Barat. Lewat duel yang ketat, tim putri SMK Yadika 2 berhasil memetik kemenangan kontra SMAN 16 Jakarta dengan skor 27-20.

Hasrat Bewusstsein (julukan SMK Yadika 2) untuk menyegel juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region tak terbendung sejak awal laga`. Semifinalis Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu itu tak memberi ampun pertahanan Beltrus (julukan SMAN 16) dari awal pertandingan. Pengalaman 4 kali berlaga di semifinal membuat tim polesan Iskak Situadi itu terlihat lebih nyaman dalam memainkan tempo. Strategi pass to pass Beltrus terbaca oleh para punggawa Bewusstsein. Beltrus terlihat kesulitan dalam menembus lini bertahan lawan.

Pasukan Achmad Azy terlihat sangat grogi dikepung punggawa Bewusstsein. Beberapa kali mereka melakukan miss pass. Bola hasil turn over sangat dimanafaatkan baik oleh Indah Triana dan tim. Pada kuarter pertama An’nisa Ruly Yanti menorehkan poin untuk Bewusstsein, melalui solo run diakhiri under ring, Bewusstsein unggul 2-0, Beltrus tertinggal.

Rekam jejak yang kurang baik di tahun lalu, tentu menjadi pelecut untuk Beltrus bangkit. Hanya saja, Bewusstsein yang tumbang di semifinal oleh SMAN 3 tahun lalu, lebih bermain lepas di final Jakarta Barat ini. Indah Triana dkk ingin membuktikan timnya patut diwaspadai di Championship Honda DBL DKI Jakarta Sereis 2018. Selanjutnya, Bewusstsein makin terbakar. Kuarter pertama menjadi miliki Bewusstsein, 8-2 mereka unggul atas Beltrus.

Masuk di kuarter kedua perlahan benteng pertahanan Bewusstsein mulai bisa ditembus. Sayangnya percobaan tembakan dari para pemain Beltrus belum ada yang membuahkan hasil. Justru ketangguhan lini serang Bewusstsein semakin tajam. Tembakan akurat three point dari sang kapten, Indah Triana menutup kuarter kedua dengan skor 15-3, Bewusstsein unggul jauh.

Dua kuarter terakhir benar-benar menjadi miik Bewusstsein, meski Beltrus juga mempunyai kans menipiskan kedudukan. Didukung ribuan Rowderket (sebutan suporter SMK Yadika 2) Bewusstseuin berlari meninggalkan sang lawan. Hingga di dua menit terakhir tembakan dua poin Aliya Nur Aziza menjadi penutup pertandingan. Skor 27-20 untuk Bewusstsein bertahan hingga buzzer panjang berbunyi.

Kurangnya akurasi jadi momok utama untuk Beltrus. Mudahnya sang kapten Bewusstsein, Indah Triana dalam melancarkan shooting membuat pekerjaan rumah untuk Beltrus guna menghadapi Championship Honda DBL DKI Jakarta. Pelatih kepala Beltrus Achmad Azy, mengakui penyelesaian akhir dan akurasi jadi evaluasi Beltrus.

“Kami lengah di penyelesaian akhir. Ini tentu jadi pelajaran untuk anak-anak. Waktu yang cukup panjang hingga November, akan kami optimalkan untuk memperbaiki kelemahan agar anak-anak lebih siap di Championship nanti,” pungkasnya.

Sementara, pelatih Bewusstsein Iskak Situadi tidak berbesar kepala dengan kemenangan ini. “, “Berdasarkan pertandingan ini banyak catatan buat kami. Seringnya turnover jadi masalah utama kami. 

Story Provided By Warta Kota

Bewutssein Menang Dramatis
14 September 2018

Mangga Besar, Jakarta - Ketat, panas, dan sengit.  Itulah atmosfer yang tersaji pada laga semifinal tim putri Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region di GOR Lokasari, Kamis (13/9) kemarin. Mempertemukan SMK Yadika 2 versus SMA Kristoforus 1. Selalu tertinggal sepanjang tiga kuarter awal, Bewutssein (julukan SMK Yadika 2) membalikkan keadaan pada menitmenit krusial kuarter terakhir, dan menutup laga itu dengan dramatis lewat keunggulan 38-31.

Kemenangan itu mengantarkan Bewutssein merebut tiket lolos ke final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region. Mereka akan berhadapan dengan SMAN 16 pada babak puncak Jakarta Barat, yang melaju setelah menundukkan perlawanan SMA IPEKA Puri. Beltrus (julukan SMAN 16 Jakarta) menang dengan skor akhir 45-29.

Dengan skuad yang berimbang, baik SMK Yadika 2  maupun SMA Kristoforus 1 tampil ngotot untuk mengejar kemenangan. SMA Kristoforus menutup kuarter pertama dengan keunggulan 14-9. Tambahan 10 poin didapatkan SMA Kristoforus 1 pada kuarter kedua, sedangkan Bewutssein hanya mampu menambah 7 poin. Skor 24-16 menutup kuarter kedua, masih SMA Kristoforus 1 yang memimpin.

Menginjak kuarter ketiga, kekuatan SMA Kristoforus melemah, menyusul kram pada betis kiri yang dialami center andalan mereka, Stephanie Angela. Kondisi itu dimanfaatkan dengan baik oleh Bewutssein untuk mengejar ketertinggalan. Shooting guard Bewutssein Aliya Nur Aziza sejatinya juga sempat mendapat perawatan medis pada bagian dahi, karena benturan dengan tim lawan. Namun, dia tetap melanjutkan laga dan memimpin rekan-rekannya.

Pada kuarter ketiga ini, total tambahan 10 poin dicetak anak-anak Bewutssein, sedangkan lawannya hanya mengemas tambahan 3 poin. Menutup kuarter ketiga, Bewutssein berhasil memperkecil margin ketertinggalan hanya terpaut 1 poin. Skor 27-26 masih untuk keunggulan SMA Kristoforus 1. Jalannya laga makin ketat memasuki kuarter keempat. Kedua tim berupaya menambah angka. Saling berbalas poin tersaji pada kuarter ini. Dalam posisi skor imbang 31-31 pada dua menit tersisa, Aliya Nur Aziza berhasil melesakkan tembakan tiga angka dan membawa keunggulan Bewutssein untuk kali pertama sepanjang laga ini. Rowderket (suporter SMK Yadika 2), makin bersemangat memberi dukungan bagi tim kesayangannya.

Tembakan tiga angka Aliya itu makin melecut semangat Bewutssein. Sebaliknya, membuat rontok mental anak-anak SMA Kristoforus 1. Bewutssein makin memperbesar keunggulan lewat lay up mudah kapten tim Indah Triana setelah berhasil mencuri bola dari lawan. Dan, ditutup dengan tambahan dua poin dari tembakan Annisa Ruly Yanti pada detik-detik akhir. Sehingga menegaskan kemenangan Yadika 2 dengan skor 36-31. ”Kami kehilangan momentum untuk terus memimpin. Sebenarnya saya ingin merotasi Stephanie dan Eveline pada kuarter ketiga, karena keduanya memang sudah capek. Tapi itu tidak memungkinkan karena mereka (SMK Yadika 2) terus menggempur kami,” ungkap Rico Frandyan, pelatih SMA Kristoforus 1. (*)

Story Provided By Warta Kota            

Skipi Unggul Statistik, Smandu Punya Fighting Spirit
13 September 2018

Mangga Besar, Jakarta - LAGA antara SMA IPEKA Puri melawan SMAN 2 Jakarta juga akan menjadi partai panas di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region hari ini. Sebab kedua tim sama­sama diperkuat oleh guard dan center yang tangguh untuk menjegal satu sama lain. Diatas kertas, performa Skipi (julukan SMA IPEKA Puri) memang lebih moncer. Statistik menunjukan Skipi memiliki keunggulan dalam segi kesuburan produktivitas poin dan duel di udara. Dengan perolehan 37,5 poin per game (PPG) Skipi terlihat lebih baik dalam memanfaatkan peluang perolehan poin. Akurasi field goal mereka mencapai 36%. Sementara sang lawan, Smandu (julukan SMAN 2) hanya dapat mengemas 22 PPG dengan torehan kesempatan mencetak angka sebesar 29%. Jumlah perolehan poin setiap laga ini tentu menjadi modal besar bagi Skipi. Mereka mengandalkan sang kapten Raffael Theodore yang sejauh ini mengemas rata­rata 6,5 poin/game dan 5 rebound/game. Selain keunggulan dalam kesuburan mencetak poin, tim yang bermarkas di daerah Kembangan Selatan ini juga menunjukan keunggulan dalam duel udara. Berdasarkan statistik perolehan rebound mereka mencapai total 37.Berbeda dengan Smandu yang hanya memperoleh 29 terpaut 8 angka. Salah satu forward mereka Axell Harold telah memenangkan duel udara sebanyak 13 kali. Tentu hal ini jadi perhatian tim polesan Rudi Ohandi ketika berduel udara. Meskipun begitu, Smandu juga memiliki pemain yang tak kalah gigih dalam duel udara. Tercatat Peter seorang guard Smandu berhasil memenangkan 7 kali rebound. Secara statistik Skipi memang diunggulkan. Namun dalam urusan fighting spirit, Samndu layak diacungi jempol.  Perjalanan mencapai babak ini, torehan Smandu tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka berhasil menumpaskan perlawanan dari SMK Yadika 2, salah satu favorit di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Serta Malvin Hariayanto dkk mampu menyudahi derbi Kali Besar saat mereka menyingkirkan saudara tuanya SMAN 19. Pelatih Smandu juga mengomentari perjalanan timnya melangkah sejauh ini “Kami akan selalu bermain pintar. Dengan mencari kelengahan lawan di lapangan,” ucap pelatih berusia 54 tahun itu. (*)

Story Provided By Warta Kota

Duel Tim Haus Poin
13 September 2018

Mangga Besar, Jakarta - KEBERHASILAN tim putra SMA Kristoforus 2 melaju dalam persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region, menjadi torehan positif tim asuhan Vendy Tantono ini.

Smandu Menangi Derby Kali Besar
11 September 2018

Mangga Besar-Warta Kota

Duel sengit sarat gengsi tersaji pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - West Region di GOR Lokasari, Senin kemarin (10/9). Dua sekolah yang dipisahkan oleh Kali Besar ini, SMAN 2 dan SMAN 19, harus saling bentrok demi memuluskan langkah ke fase selanjutnya.

 Layaknya partai derby, tak ada yang mau mengalah demi menjaga gengsi. Sejak tip off, kedua tim tampil ngotot. Saling balas berbalas poin, mulai kuarter pertama hingga kuarter ketiga. Macetnya mesin poin SMAN 19 pada kuarter keempat, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Smandu (julukan SMAN 2). Derby Kali Besar ini akhirnya menjadi milik Smandu, dengan keunggulan 22-13.

Aroma rivalitas panas sudah tercium bahkan sebelum dimulainya pertandingan. Kedua kapten tim bersemangat untuk unjuk gigi satu sama lain. “Kita sering sekali ikut kejuaraan bareng tapi nggak pernah bertemu. Ini memang pertandingan yang sudah kita tunggu-tunggu sejak drawing,” ujar Malvin Hariayanto, kapten dari SMAN 2 Jakarta.

Sejak tip-off pertandingan duel sengit langsung terjadi. Papan skor belum berubah di 1 menit awal. Kedua tim sama-sama menunjukan kemampuan defensif yang ketat. Hal ini menyebabkan kecilnya jumlah poin yang dihasilkan oleh kedua tim. Dukungan penuh dari kedua supporter juga semakin menambahkan aroma persaingan ketat dari kedua tim. Kuarter pertama ditutup dengan skor 2-2.

 Beranjak ke kuarter kedua, scoreboard pun mulai silih berganti. Billy Hansen, guard SMAN 19 tampil mengganas dan membawa Capkaw (julukan tim SMAN 19) unggul di menit delapan skor 7-6. Keunggulan Capkaw tak mampu bertahan lama, silih berganti kedua tim mencetak poin untuk tim kesayangannya. Drive menusuk khas point guard Nico mampu membawa mereka leading di kuarter ketiga 11-15 Smandu (julukan SMAN 2) mengembalikan keadaan. Selama kuarter ketiga, Smandu memegang kendali permainan. Tim polesan Rudi Ohandi itu di atas angin. Kelelahan tersemat di raut wajah para punggawa Capkaw. Detorit pun terus berlari tak terkejar, lagi-lagi Nico membuat penetrasi untuk menyelesaikannya melalui under ring dengan torehan poin total raihan 8 poin.

Pada kuarter pamungkas, Nico terkena foul-out di menit-menit terakhir. Sadar mesin skor lawan terkena foul-out membuat Capkaw berkesempatan untuk mengejar ketertinggalan mereka. Smandu beberapa kali meminta timeout ketika kehilangan momentum menjelang akhir pertandingan. Penjagaan ketat Smandu terfokus pada Billy Hansel, untuk mencegah mereka mendulang poin. Tapi, kerapihan dan ketenangan barisan pertahanan Smandu berhasil membendung perolehan poin Capkaw. Duel saudara kakak adik Stephen Sanjaya Prischou dari SMAN 2 dan Marsellino Surya Prischou  pemain SMAN 19 di paint area ini makin memanaskan suasana. Sang kakak yang melakukan post-up lalu melakukan putaran dan mencetak poin menutup kemenangan Smandu atas Capkaw dengan skor akhir 22-13. “Kedepannya kami harus berlatih defense lebih keras lagi. Kami juga harus bermain lebih tenang, ini evaluasi untuk tahun depan,” ucap head coach Capkaw Herman seusai pertandingan berakhir. (*)

Story Provided by Warta Kota

Buksi Sempat Frustasi
10 September 2018

Mangga Besar - Berstatus sebagai tim unggulan bukan berarti bakal melenggang dengan mudah. Itulah yang dialami tim putra SMA Bukit Sion saat melakoni laga perdana mereka pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region di GOR Lokasari, Minggu (9/9) kemarin. Apalagi, lawan yang dihadapi, SMA Dian Harapan, memberi perlawanan agresif sejak tip off dimulai.

Sempat frustasi, lewat perjuangan keras, Buksi (julukan SMA Bukit Sion) berhasil mengatasi perlawanan sengit SMA Dian Harapan dengan keunggulan 31-18.  Buksi memang memiliki status yang mentereng di ajang kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Dari enam kali penyelenggaraan Honda DBL DKI Jakarta Series, Buksi tercatat tiga kali berhasil menembus final, dan dua kali merengkuh gelar secara beruntun alias back to back champion pada edisi 2014 dan 2015. Dengan status sebagai salah satu tim yang difavoritkan bakal lolos mewakili West Region, Buksi justru terlambat panas. 

Tim yang dipoles  Jap Ricky Lesmana ini membuka poin pada 10 detik awal. Namun, Dian Harapan berhasil mengembalikan keadaan. Melalui motor serangan Stanley Luis, Dian Harapan mendulang poin berkat turn over dari sang lawan.

Buksi sempat tertinggal 2-5 dari Dian Harapan. Skor 5-6 di akhir kuarter pertama untuk keunggulan Dian Harapan. Arahan pelatih saat jeda kuarter membangunkan mental juara anak-anak Buksi. Mesin poin Buksi baru ‘panas’ pada kuarter kedua.

“Kuarter pertama kami kecolongan, tapi setelah jeda kami kembali menemukan ritme,” ujar Jap Ricky.  Dalam laga ini, Buksi tidak tampil dengan skuad terbaik mereka. Sang kapten tim, Darryl Sebastian yang tahun lalu berhasil menembus skuad DBL Indonesia All-Star 2017, terpaksa absen lantaran memperkuat Timnas 3X3 U-18 di Malaysia. 

Tanpa kehadiran Darryl, Buksi masih memiliki Dixie Sterling. Pemain nomor 5 ini menjadi bintang dalam laga ini. Torehan 13 poin dikemasnya, melalui akurasi tiga kali tembakan three point beruntun dan dua kali tembakan box shoot, membuat Buksi leading jauh. Buksi menutup kuarter kedua dengan keunggulan 18-8. 

Sadar timnya tertinggal di kuarter kedua, pelatih Dian Harapan, Hery Antonius memperkuat zona pertahanan. Menurutnya, Dixie sangat berbahaya, berulang kali anak asuhnya diplot untuk menjaga shooter handal Buksi itu. Namun, rotasi tidak berjalan mulus. “Kami leading di awal, saya coba arahkan agar menghentikan nomor 5. Tapi, dia tampil lebih baik,” pungkas pelatih berusia 29 tahun tersebut. 

Di dua kuarter akhir, Buksi benar-benar mengoptimalkan penyerangan. Berulang kali drive ke dalam pertahanan lawan tak mampu dibendung pertahanan Dian Harapan. Lagi-lagi Dixie mencetak poin melalui akurasi free throw dan memberikan passing akurat, hingga Buksi bisa menyudahi perlawanan lawan.

“Kami selalu ditakutkan tim-tim di Jakarta, terutama di Jakbar. Hal ini tentu jadi pelajaran agar kami tidak boleh meremehkan dan harus tetap fokus untuk menjadi champion Honda DBL DKI Jakarta Series,” ucap pelatih berusia 30 tahun tersebut. (*)

Story Provided By Warta Kota

Kristoforus 2 Tampil Keemasan
9 September 2018

Balutan serba emas dance putri Kristoforus 2 berhasil melirik perhatian penonton di GOR Lokasari kemarin (8/9). Tampil dihadapan dua ribu penonton membuat Carolyn dkk sempat merasa gugup. Dirinya mengakui, baru pernah tampil sekali di ajang besar seperti UBS Gold Dance Competiton. “Aku sendiri deg-degan waktu tampil. Tim lawan tampil hebat dan keren,” ujarnya.

Busana emas memang sengaja dipilih tim dance Kristoforus 2. Sebab, outfit ini pasti sangat menyita perhatian semua orang. Uniknya, mereka menggabungkan konsep glamour dengan sporty. “Kami sengaja memilih warna emas dan pasti dilirik banyak orang,” tegas Carolyn.

Selain pemilihan busana berwarna emas, Kristoforus 2 juga memiliki koreografi yang memukau. Bahkan, salah satu gerakan akrobatik dari si kembar Aldo dan Aldi makin membuat mereka menjadi sorotan. Tak ketinggalan gerakan energik dari setiap anggota tim dance, makin membakar suasana sore hari itu.

“Kami sudah latihan sejak satu bulan lalu untuk mengikuti kompetisi ini. Kami mempersiapkannya secara detail,”ucap siswi kelas XI tersebut. Selain itu Carolyn juga menjelaskan tim mereka mengusung konsep hip-hop sebagai tema utama dalam penampilan mereka.

UBS Gold Dance Competition merupakan salah satu supporting event dalam rangkaian acara Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Seluruh penampilan tim dance akan dinilai oleh juri baik di main event atau roadshow. Pemenang tim dance tingkat nasional berhak mendapatkan trip holiday ke Hongkong. (*)

Story Provided By Warta Kota

Para Debutan Beri Kejutan
9 September 2018

Mangga Besar, Warta Kota

Jalan panjang untuk menjadi champion Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 dimulai di GOR Lokasari, Jakarta Barat, Sabtu kemarin (8/9). Venue berlangsungnya seleksi West Region. Dari regional ini,  dua tim basket putra dan dua tim putri terbaik akan melaju ke fase selanjutnya. Untuk bersaing dengan finalis dari tiga region lainnya pada babak puncak atau Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada November mendatang.

Enam tim putra dari sekolah di Jakarta Barat berkesempatan mengawali perjuangan panjang itu, dengan tampil pada opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region, yang disaksikan lebih dari dua ribu penonton. Tiga tim berhasil memastikan langkah ke fase selanjutnya. Hebatnya, ketiga tim itu semuanya berstatus debutan di ajang kompetisi basket antar pelajar terbesar tanah air ini.

Kejutan pertama datang dari SMA IPEKA Puri Jakarta. Berstatus debutan, tim polesan Fredi Sabera ini  berhasil mengandaskan laju semifinalis tahun lalu, SMA Vianney, 26-19. Tempo permainan cepat diperlihatkan Skipi (Julukan SMA IPEKA Puri) dari awal laga. Dengan mengandalkan driving menusuk ke jantung pertahanan lawan diakhiri under ring membuat Skipi terus mendulang poin.

Unggul dari segi postur membuat center Skipi, Rafael Theodore Sujiatma bergerak leluasa. Theo yang juga didaulat sebagai kapten tim mampu membawa teman-temannya melaju. Sebaliknya, Vianney yang sejak awal terus tertekan, tak kunjung bangkit.

Pelatih Vianney, Sofyan Charlo Alfons mencoba mengganti strategi dengan  lebih fokus bertahan dan mengandalkan fast break untuk mengejar poin dengan memasang Diki Karel sebagai titik utama dalam bertahan. Namun, strategi itu tak membuahkan hasil. Vianney harus mengakui keunggulan lawan, sekaligus memupus ambisi lolos ke fase selanjutnya.

 “Pelatih mempercayai saya dalam bertahan. Kami sadar kami dalam kondisi terdesak. Tapi itulah pertandingan, ada kalah dan ada menang. Selamat buat IPEKA,” ujar Diki. Sementara David Andrew Munasa yang menjadi motor serangan IPEKA sangat sumringah dengan kemenagan ini. “Kami main dengan tenang. Kami berusaha agar setiap momentum dapat menjadi poin. Syukur kami bisa menang,” ungkap pemain bernomor lima tersebut.

Kemenangan IPEKA Puri ini mengawali hasil positif dari tiga tim debutan lainnya, yang juga membuat kejutan pada laga hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region.

Debutan lainnya, SMAN 2 Jakarta, juga berhasil membuat kejutan dengan menyingkirkan semifinalis tahun 2013, SMK Yadika 2. Menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan didukung suporter fanatiknya, SMAN 2 tetap tampil tenang hingga memastikan keunggulan 22-18.

Menutup game hari pertama, lagi-lagi satu tim debutan memastikan langkah ke fase berikutnya. SMA Kristoforus 2 juga turut melengkapi daftar debutan yang akan berlaga di babak big eight, setelah mengandaskan laju SMAN 112 dengan skor 38-10. (*)

Story Provided By Warta Kota

Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 West Region Dibuka Tiga Game Seru
9 September 2018

Hari istimewa yang ditunggu-tunggu para student athlete di ibu kota telah tiba. Kompetisi basket pelajar terbaik dan terbesar di Indonesia, Honda Developmental Basketball League (DBL) DKI Jakarta Series 2018, akan memulai laga pembuka hari ini, Sabtu (8/9). Rangkaian panjang itu akan dimulai di GOR Lokasari, Mangga Besar, Jakarta Barat. Venue berlangsungnya West Region atau regional Jakarta Barat, yang berlangsung 8 hingga 15 September mendatang.

Tiga game seru akan tersaji pada opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-West Region ini. Enam tim basket putra dari wilayah Jakarta Barat akan saling bertemu, guna memuluskan langkah panjang ke babak selanjutnya.

Salah satu duel panas yang tersaji pada opening party akan mempertemukan tim putra SMAN 2 Jakarta versus SMK Yadika 2 Jakarta. Sedangkan dua laga seru lainnya mempertemukan tim putra SMA Vianney yang akan meladeni perlawanan dari SMA Ipeka Puri. Serta duel antara dua tim debutan, yakni SMAN 112 Jakarta kontra SMA Kristoforus 2.

SMK Yadika 2 lebih memiliki pengalaman tampil pada Honda DBL. Tercatat sudah empat kali mereka berkiprah pada Honda DBL DKI Jakarta Series edisi tahun 2013, 2014, 2015, 2016, dan 2017. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai semifinal pada musim debutnya, yakni tahun 2013 silam.

”Kami punya target melaju mulus hingga babak puncak West Region ini, dan berharap nantinya bisa ketemu tim favorit SMA Bukit Sion,” ujar Yepta Ricardo, kapten tim putra SMK Yadika 2.

 Sementara SMAN 2 datang sebagai debutan enggan dipandang sebelah mata begitu saja. Detroit (julukan SMAN 2) berambisi mengandaskan perjuangan Bewutssein yang dilatih Iskak Situadi.

Pelatih kepala Detroit Rudi Ohandi, menuturukan bahwa mereka harus sangat berhati-hati ketika melawan Yadika 2. ”Mereka memiliki kelebihan dari segi pengalaman bermain di Honda DBL DKI Jakarta. Namun, anak-anak sudah memiliki basic yang bagus dalam bermain. Kami juga akan meminimalisir kesalahan sekecil apapun nanti,” paparnya.

Duel antara kedua sekolah ini memang yang pertama di Honda DBL DKI Jakarta. Namun, kedua tim sebelumnya sudah pernah berjumpa pada salah satu turnamen basket. ”Dua tahun lalu kami pernah melawan SMK Yadika 2, sayangnya kami kalah dari mereka,” ujar Malvin Harianto, siswa kelas XII yang sekaligus kapten tim basket SMAN 2.

Dibagi Empat Region

         Mulai tahun ini, PT DBL Indonesia dan Honda memutuskan untuk memperbesar penyelenggaraan Honda DBL DKI Jakarta Series. Pada tahun 2018 ini, seri Ibu Kota akan dibagi menjadi empat region untuk pertama kalinya.

Setelah dibuka di West Region, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 akan berlanjut ke tiga region lainnya, yakni North Region (Jakarta Utara dan Pusat) yang berlangsung di GOR Cempaka Putih pada 22-29 September. Lalu, South Region (Jakarta Selatan) di GOR Bulungan (13-20 Oktober). Serta, East Region (Jakarta Timur) pada 26 Oktober – 2 November di GOR Rawamangun.

Karena konsepnya berubah, otomatis sistem pertandingan pun berubah. Nantinya akan diambil dua finalis putra dan putri dari masing-masing region. Artinya, akan ada delapan finalis yang dibagi ke dalam dua grup untuk mengikuti babak puncak atau Championship yang bakal dilangsungkan di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, 10 hingga 17 November mendatang.  (*)

Story Provided By: Warta Kota

Gemuruh di Roadshow UBS Gold Dance Competition 2018
6 September 2018

Rangkaian Roadshow UBS Gold Dance Competition 2018 berlangsung Rabu (5/9) kemarin. Wilayah Barat menjadi pembuka rangkaian Roadshow UBS Gold Dance Competition 2018.

SMA Vianney berkesempatan menjadi tuan rumah Roadshow tersebut. Pada kesempatan kali ini para tim dance menunjukkan performance terbaiknya demi meraih tiket Top 15.

Konsep yang dipertunjukan oleh tim dance pun beragam. Hip-hop menjadi salah satu favorit pada roadshow kemarin. Roadshow sendiri menjadi hal yang penting untuk tim dance.

Sebab, 50 persen penilian juri ada saat roadshow berlangsung. Lalu, 50 persennya lagi akan dinilai pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 per region nantinya.

Pertunjukan menarik datang dari SMAN 16 Jakarta dan SMA IPEKA Puri. Kedua sekolah tersebut memadupadankan unsur tari modern hip-hop dengan tari tradisional.

Uniknya SMAN 16 bukan hanya memadukan tari tradisional dengan hip-hop saja. Gerakan baris berbaris ala paskibra pun masuk dalam tariannya.

Balutan warna putih dengan ikat kepala merah menunjukkan jiwa nasionalisme mereka kepada penonton.

Sementara SMA IPEKA Puri juga menyuguhkan perform yang tidak kalah menarik. Mereka memadukan tarian tradisional Krumping dan gerakan tari Saman dengan gerakan modern Hip-hop yang diiringi lagu instrumental tradisional khas Bali.

Hal itu diakui oleh Jospehine Eunike, kapten tim dance IPEKA Purisebagai salah satu harapan agar anak muda tak melupakan tarian daerah.

"Kami sengaja memasukan unsur tari tradisional ke dalam konsep kami, agar anak-anak muda dapat mengapresiasi kesenian lokal," ucap siswi kelas XII tersebut.

Sebanyak 12 tim dance telah menunjukkan top performancenya kemarin. Penilian juri dilihat dari beberapa aspek.

Stephen Ricky salah satu juri saat roadshow dance kemarin menjabarkan aspek yang dinilai.

"Penilaian yang kami lakukan meliputi kreatfitas dan koreografi masing-masing 30 persen, kekompakan danpower15 persen, sertakostum 10 persen," jelasnya.

Nantinya, akan dipilih 3 tim terbaik dari dari wilayah barat yang diumumkan pada final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-West Region.

Ketiga finalis berhak melaju ke top 15 yang tampil pada seri Championship Honda DBL DKI Jakarta. Dan tim dance terbaik se-nasional akan memenangkan trip berlibur ke Hong Kong. (*)

Story Porvided By: Warta Kota

Kerja Tim Jadi Kunci Utama Permainan Deflover
5 September 2018

Setelah mengunjungi SMAN 45 Jakarta, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-North Region kembali berlanjut. Kali ini tim DBL DKI Jakarta mengunjungi SMAN 30 Jakarta pada Selasa (4/9) kemarin. Kehebohan dan antusias sekolah terletak di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat tidak kalah seru dibanding sekolah sebelumnya.

Acara Roadshow dimulai dengan perkenalan tim basket putri yang disambut meriah oleh siswa dan siswi SMAN 30. Tak heran, jika tim putri Deflover (julukan SMAN 30) mendapat dukungan besar dari para supporternya. Sebab, belum lama ini mereka mampu menjadi jawara di kompetisi antar sekolah melawan SMAN 77 Jakarta. Hal ini menasbihkan bahwa srikandi Deflover tak bisa dipandang sebelah mata di Honda DBL Jakarta tahun ini.

Tim basket putri Deflover sendiri menurunkan skuad terbaiknya. Mereka, digawangi pemain yang masih duduk di bangku kelas XI. Komposisi tim ini sangat jadi andalan bagi Gabriel Abigael dkk. “Untuk mengatasi masalah-masalah seperti grogi dan kurangnya chemistry, kita meningkatkan jumlah latihan dan suka ngumpul bareng setelah latihan biar makin kompak,” ucap sang kapten.

Cewek yang akrab disapa Gabri ini juga percaya bahwa timnya jadi lebih dewasa dan saling mengurangi ego satu sama lain. “Basket adalah olahraga tim. Kami bertanding untuk sekolah, bukan one man show,” cetusnya dengan membara.

Selain tim basket putri, SMAN 30 juga mengirimkan tim basket putranya. Berbeda dengan tim basket putri yang menjadi debutan di tahun ini. Tim basket putra sudah memiliki pengalaman bermain di Honda DBL DKI Jakarta Series 2017. Kekalahan dari SMAN 34 di babak Big Eight tahun lalu menjadi evaluasi besar-besaran untuk tim. Hasilnya, Deflover putra berhasil merengkuh perigkat ketiga di kompetisi antar Wilayah Jakarta Pusat.

Pengalaman pahit menjadi bahan bakar Javier Eusebius dkk. Mereka mendongkrak jumlah latihan, yang semula hanya seminggu dua kali, kini menjadi empat kali dalam seminggu. “Kita banyak belajar dari kekalahn. Lebih sabar dalam menyerang dan saling percaya sesama tim, kuncinya di teamwork,” pungkas cowok yang kini duduk di kelas XII.

Dalam penyelenggaraan Honda DBL Jakarta Series tahun ini, SMAN 30 Jakarta tergabung dalam Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-North Region. Wilayah ini akan mempertandingkan  sekolah yang berada di daerah Jakarta Utara dan Pusat. Dua tim yang bertanding di final akan akan mendapatkan tiket untuk berlaga di Champions Honda DBL Jakarta Series. Pertandingan Honda DBL DKI Jakarta Series-North Region sendiri akan dilaksanakan di GOR Cempaka Putih pada tanggal 22-29 September 2018. (and/hth)

Story Provided By Warta Kota

SELAMAT DATANG DI WEST REGION!
2 September 2018

Opening Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 semakin mendekati waktu pembukaan. West Region sebagai wilayah pertama rangkaian Honda DBL DKI Jakarta telah melangsungkan Technical Meeting (TM) kemarin (1/9). Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tahun ke tujuh dalam pelaksanaannya. Liga basket bergengsi antar SMA di Jakarta ini, telah melahirkan lima sekolah penguasa ibu kota baik dari tim putra maupun putri. Di tahun ke tujuh format kompetisi berubah. Mengusung pembagian wilayah, tentu akan memunculkan kans sekolah baru untuk meraih kampiun Honda DBL DKI Jakarta tahun ini.

Keempat wilayah itu adalah West Region pada 8-15 September 2018 di GOR Lokasari. Lalu, wilayah North and Central Region yang mencakup sekolah daerah Utara dan Pusat, pada 22-29 September di GOR Cempaka Putih. Setelah itu, pada 13-20 Oktober akan terhelat wilayah South Region di GOR Bulungan. Dan ada East Region yang akan berlangsung pada tanggal 26 Oktober sampai 2 November di GOR Kecamatan Pulogadung.

Juara dan runnerup dari tiap region akan bertanding pada laga puncak yaitu Champion Honda DBL 2018 DKI Jakarta Series di GOR Soemantri Brodjonegoro. Hasil drawing di West Region sendiri memunculkan laga sengit. Pada bagan putra, SMA Abdi Siswa, SMA Bina Bangsa, SMAN 19 dan SMAN 17 menjadi tim lucky draw yang lolos lannsung menuju Big Eight.

Hal itu sangat disyukuri Fernando Andreas siswa SMAN 17. “Puji tuhan, kita dapat lucky draw, ini akan menjadi kesempatan untuk menyimpan tenaga,” ucapnya. Namun, Apskor (sebutan tim SMAN 17) harus siap menerima perlawanan pemenang antara SMA Vianney kontra SMA IPEKA Puri di babak perempat final nanti. Menanggapi hal itu, Fernando tak gentar sama sekali, mereka justru yakin menang.

“Kita nggak peduli lawan kita siapa, prestasinya apa. Kita yakin kita bisa mengalahkan mereka,” cetus pemain berposisi forward itu. Sementara, hasil draw yang tak kalah menarik juga terlihat pada bagan putri. SMK Yadika 2 akan bertemu dengan sekolah debutan, SMA Kristoforus 1 untuk memperebutkan posisi sebagai finalis. Rico, pelatih SMA Kristoforus 1 menyatakan tak akan menyerah dan selalu optimis. “Yang penting rajin defense dan tidak malas lari,” tungkas mantan pelatih SMP Pelita 1 tersebut.

Pada siang harinya, berlangsung juga TM tim dance. Salah satu peserta dance, Aurelia Eugenia siswi SMA Abdi Siswa sudah menyiapkan konsep terbaik untuk mengikuti Roadshow UBS Gold Dance Competition pada 5 September di SMA Vianney. “Kita mengusung konsep hip-hop dengan mencampurkan tema girly sebagai konsep dari koreografinya,” ucap siswi kelas XI tersebut. (and/hth)

Story provided by: WARTA KOTA

ADU KUAT DI WEST REGION
28 August 2018

DKI JAKARTA-Setelah mengunjungi empat sekolah sebelumnya, rangkaian roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-West Region berlanjut kemarin (27/8). Pada kesempatan kali ini terdapat terdapat dua sekolah yang didatangi oleh tim Honda DBL DKI Jakarta yaitu SMAN 112 Jakarta dan SMA Kristoforus II Jakarta.

Sekolah yang pertama kali dikunjungi adalah SMAN 112. Sekolah yang berada di wilayah Meruya Utara tersebut sangat antusias dalam mengikuti kegiatan roadshow. Hal ini terlihat dari ramainya siswa yang menyanyikan yel-yel untuk sekolah mereka. Wakil Kepala sekolah bidang kesiswaan, Eko mengharapkan anak-anaknya bisa bermain maksimal di kompetisi bergengsi tingkat SMA se Jakarta ini. “Semoga kita dapat menjadi juara satu di DBL Indonesia,” pungkasnya dengan semangat membara diikuti seruan dari para pendukung Swable (julukan tim SMAN 112).

SMAN 112 sendiri pernah berlaga di tahun 2016, namun hanya tim putri saja yang ikut pada seri tersebut dan kandas di babak big eight. Karena itu kapten tim basket Swable Alfian Dzaki menuturkan di tahun ini, siap membawa tim meraih gelar Honda DBL DKI Jakarta. “Juara harga mati, kami berlatih semaksimal mungkin. Kami juga mengikuti beberapa rangkaian kompetisi menjelang Honda DBL,” cuapnya.

Pada kesempatan roadshow itu, terdapat pula Honda Safety Riding. Siswa-siswi dari SMAN 112 mendapat pengarahan seputar bersepeda motor yang baik dan benar oleh tim astra Honda Motor.

Semangat dan antusiasme juga tidak kalah diperlihatkan oleh siswa-siswa SMA Kristoforus II Jakarta. Terik matahari seakan membakar semangat dari anak-anak Kristoforus II. Terbukti, kedatangan tim Honda DBL DKI Jakarta langsung disambut meriah oleh Predator (julukan supporter Kristoforus II). Sekolah yang bermarkas di Taman Palem Lestari, Cengkareng itu bakal menurunkan tim putra.

Dukungan dan teriakan garang para predator mengguncang seisi lapangan utama sekolah. “Kalau Kristoforus bertanding, jangan setengah-setengah buat mendukung. Karena kami siap berdiri di belakang pemain yang bertanding,” ujar Steven Wongso, koordinator supporter Kristoforus II.

Meski datang sebagai tim debutan, The Popeye (julukan SMA Kristoforus II) bukanlah tim yang dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, The Popeye merupakan tim yang berhasil menjadi jawara di salah satu kejuaraan tingkat Kota Jakarta Barat di tahun 2018. Namun, The Popeye sendiri memang tidak memasang target terlalu jauh di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. “Target kami minimal masuk Champions Series,” pungkas steven hans kapten tim.

Mengenai lawan tersulit, menurut siswa kelas XII ini, juara beruntun tahun 2014 dan 2015, SMA Bukit Sion merupakan sekolah dengan tim basket terbaik tahun ini. ”Buksi tentu tetap jadi favorit ya. Tapi kami ingin lawan Buksi di final West Region,” ujar cowok berusia 17 tahun tersebut. Kemeriahan roadshow siang itu pun ditutup dengan penampilan dance dari tim dance Kristoforus II dan battle dance serta foto bersama. (and/hth)

SAMBUTAN HANGAT YADIKA DI TAHUN KE 7
26 August 2018

DKI JAKARTA- Kemeriahan Roadhsow di SMA Vianney Jakarta pada Kamis (23/8) tak kalah ramai dengan gelaran Roadshow Honda DBL Jakarta Series 2018 di hari Jumat  (24/8). Kali ini SMK Yadika 2 dikunjungi oleh tim Honda DBL DKI Jakarta. Bertempat di lapangan utama SMK Yadika 2, para siswa-siswi begitu terlihat antusias menyambut Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Pada tahun ini sendiri Honda DBL DKI Jakarta akan terselenggara dalam 4 seri. Yaitu, Honda DBL DKI Jakarta Series West Region, East Region, North Region, dan South Region. Serta babak penentuan Championship Series.

Dibuka dengan sambutan oleh Wakil Kepala Sekolah, Budi menyampaikan kebanggaannya karena SMK Yadika 2 bisa kembali mengikuti Honda DBL DKI Jakarta Series, “SMK Yadika 2 mengapresiasi betul kehadiran Honda DBL yang sudah 14 tahun mendidik para student athlete di Indonesia. SMK Yadika 2 sendiri tidak pernah absen di pelaksanaan Honda DBL DKI Jakarta Series sejak seri pertamanya pada tahun 2012,” ucapnya. Tak hanya itu, dirinya juga berpesan kepada para supporter SMK Yadika 2, yang pada tahun 2016 sempat meraih penghargaan best supporter, untuk menunjukkan sportifitasnya dalam mendukung para jagoan di lapangan.

Bewutssein Putera dan Putri (julukan basket SMK Yadika 2) mengobarkan semangatnya dalam menyambut Honda DBL Jakarta Series dengan format yang baru tahun ini. Aliya Nuraziza yang tahun lalu juga memperkuat Bewutssein mengaku, jika pada tahun lalu targetnya masuk ke final, tahun ini mereka berambisi menjadi juara Honda DBL DKI Jakarta Series.

Kapten Bewutssein Putri, Indah Triana menyatakan salah satu sekolah yang ingin dikalahkan adalah SMAN 3 Jakarta. Sebab, di semifinal tahun lalu Teladan (julukan basket SMAN 3 Jakarta) jadi momok Yadika setelah mereka dikandaskan dengan skor 43-16. Perbedaan region antara West dan South, membuat mereka semakin antusias untuk bisa lolos ke babak Championship. “Kami udah siap menjadi juara dengan jadwal latihan yang ditambah. Lima kali seminggu udah bisa membakar semangat kami,” pungkasnya

Setelah mengenal tim basket putra maupun putri, supporter SMK Yadika 2 tak mau ketinggalan. Secara massal di tengah lapangan supporter SMK Yadika 2 mengajak seluruh teman-temannya serta beberapa guru untuk meneriakan yel-yel baru SMK Yadika 2. “Yayaya dididi kakakaka Forza Yadika!” Begitu sahut mereka. Sang koordinator supporter, Fikri Al-Azhar mengaku tahun ini ingin kembali merebut gelar best supporter. “Tahun lalu Kanisius yang jadi best supporter, tahun ini kita mau lebih meriah lagi biar nggak kalah dari supporter Kanisius,” ujar Fikri.

Sementara itu, keseruan roadshow Honda DBL DKI Jakarta 2018-West Region akan kembali berlanjut. Sebelum resmi dibuka pada 8 September 2018 mendatang di GOR Lokasari, Mangga Besar Jakarta Barat. (fcp/hth)