Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series
SERIES
 
 
Mangsa Baru The Lions
12 November 2018

DKI JAKARTA- Hasil mengejutkan mewarnai perhelatan hari kedua Honda DBL DKI JAKARTA Championship Series 2018. Sekolah debutan yang menjadi juara North Region, SMAK 5 Penabur berhasil menumbangkan raksasa ibu kota yang telah mengoleksi dua gelar juara Honda DBL DKI Jakarta, SMAN 3 Jakarta. Hal ini menjadi peringatan bagi tim-tim besar di Jakarta. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5) sebelumnya sudah menerkam mangsa besar pertamanya di North Region, SMA Kolese Kanisius.

Laga bertajuk bigmatch ini dilangsungkan pada hari Minggu (11/11) kemarin. Dengan menggunakan ciri khas bermain run and gun, The Lions berhasil menaklukan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor tipis 32-30. Pada awalnya, The Lions sempat tertinggal dan hanya dapat menorehkan 3 poin di papan skor tertinggal 2 angka dari Teladan. Keunggulan ini pun terus berlanjut hingga kuarter kedua yang berakhir dengan skor 12-8 untuk keunggulan Teladan.

 

Namun, pada kuarter ketiga mala petaka mulai terjadi untuk Teladan. Kualitas pertahanan yang apik mulai berhasil ditunjukan oleh The Lions. Mereka dapat menahan laju skor Teladan di kuarter ketiga. Produktivitas dari torehan poin The Lions terus meningkat. Alhasil pada menit keenam kuarter ketiga, mereka dapat menyusul perolehan poin Teladan. Skor akhir kuarter ketiga pun tercatat 21-18 untuk keunggulan The Lions.

Melihat ketertinggalan ini, Teladan terus menambah daya gedor mereka. Meski bermain tanpa salah satu pemain andalannya, Eizerr Weizmann Hatta, peraih back to back Champion Honda DBL DKI Jakarta edisi 2013 dan 2014 ini tetap ngotot memeprlihatkan kualitasnya. Teladan pun dapat unggul pada kuarter keempat dengan mengemas 12 poin. Sang kapten, Salman Alfarisi berhasil menjadi pemain yang mencetak skor terbanyak sepanjang laga. Total 16 poin dapat dia bukukan untuk timnya.

Hanya saja dewi fortuna seakan tak berpihak pada sekolah asal Setiabudi tersebut. Di sisi lain, The Lions juga menunjukkan kualitasnya. Torehan offensive rebound menjadi faktor utama kemengan Nathan dkk. Melihat data statistik, offensive rebound yang berhasil diamankan oleh The Lions berjumlah 21 kali, unggul 13 angka dibandingkan dengan Teladan yang hanya menorehkan 8 kali.

Tentu, The Lions pun memiliki banyak kesempatan untuk kembali mencoba peruntungannya memasukan bola ke dalam ring lawan. Christopher Dharma menjadi pemain yang tengah on-fire kala menjamu Teladan. Pemain bernomor punggung 24 itu membukukan rebound sebanyak 8 kali. Selain iu, pemain yang akrab disapa CD itupun menorehkan 12 poin untuk timnya.

Sang kapten The Lions, Nathan mengaku bangga terhadap pencapaian dari timnya. Menurutnya dengan mengalahkan Teladan kesempatan untuk menjadi juara dapat terlihat lebih cerah dari sebelumnya “Teladan adalah lawan yang paling kuat berada di bagan kami. Mengalahkan mereka tentunya sangat membakar semangat dan optimisme kami untuk dapat masuk ke babak final di Championship Series,” ucapnya sambil tersenyum. (*)

Dian Harapan Taklukan Al-Ma’ruf
12 November 2018

DKI JAKARTA- Pada lanjutan Mainbasket 3X3 Indonesia Competition tim putra SMA Dian Harapan (C) berhasil mengalahkan lawannya SMA Islam Al-Ma'ruf (B) dengan skor tipis 5-3. Pada babak 8 besar ini Dian Harapan berhasil menunjukan kemampuan permainan yang cepat dan efektif. Jason Farrel menjadi momok menakutkan bagi Al-Ma’ruf. Jason berhasil menorehkan 4 poin bagi timnya.

Hasil ini membawa Dian Harapan lolos ke babak semifinal untuk berhadapan dengan pemenang antara SMA Bukit Sion (A) versus SMAN 71 Jakarta (F). Semifinal Mainbasket 3X3 Indonesia Competition sendiri akan dilaksanakan pada Kamis (15/11) nanti. Dan final Mainbasket 3X3 Indonesia Competition akan berlangsung bersamaan dengan final Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 Sabtu (17/11) mendatang. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SENGATAN MENGEJUTKAN BEWUSSTSEIN
12 November 2018

DKI JAKARTA- Memasuki hari kedua Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, persaingan semakin memanas. Para wakil dari empat regional menunjukkan tajinya pada laga Minggu (11/11). Dari East Region empat wakil mereka sukses meraih kemenangan atas lawannya. Tak mau kalah, dua wakil West Region juga memberikan pelajaran kepada para lawannya.

Adalah tim putri SMK Yadika 2 dan tim putra SMA Bukit Sion yang masing-masing mampu mengandaskan SMAN 3 putri dan SMA Al-Izhar. Serta juara North Region SMAK 5 Penabur juga membuat kejutan dengan mengalahkan juara wilayah Selatan, SMAN 3 Jakarta. Sementara SMAN 28 Jakarta menjadi satu-satunya wakil South Region yang meraih kemenangan kemarin.

Kejutan besar terjadi kala tim putri SMK Yadika 2 menumpas perlawanan pasukan Teladan (julukan SMAN 3). Pertemuan kemarin merupakan yang kedua di antara Bewusstsein (julukan SMK Yadika 2) dan Teladan. Sebelumnya putri Setiabudi menang telak dengan skor 43-16 pada semifinal Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu dengan format yang lama. Namun, kemarin tim asuhan Iskak Situadi bermain lepas sejak awal kuarter. Mereka tidak takut dengan nama besar Teladan.

Sorak sorai penonton menyambut kemenangan Bewusstsein di akhir laga. Pada tip off  Teladan mampu menunjukkan keperkasaannya sebagai pemegang gelar terbanyak putri dengan torehan 3 kali. Belum genap satu menit Teladan langsung mencuri poin melalui Zefanya Angelina. Teladan pun unggul 4-2 atas Bewusstsein. Hanya saja, dua mesin poin Bewusstsein, An'nisa Ruly Yanti dan sang kapten Indah Triana mampu mengembalikan keadaan menjadi 8-7 untuk Bewusstsein pada kuarter kedua. Semenjak itu, Teladan tak pernah unggul atas lawannya.

Drama sesungguhnya terjadi saat under 1 minute kuarter keempat. Kedudukan 17-17 membuat kedua tim tidak mengendurkan serangan. Namun, pemain bernomor punggung 15, Susanti menjadi penentu kemenangan tipis 19-17 Bewusstsein atas Teladan. Petaka itu terjadi saat memasuki 50 detik akhir pertandingan. Jofinka Putri Bandini, center Teladan gagal melakukan tugas sebagai algojo saat timnya mendapat free throw.

Sempat mendapat offensive rebound, Teladan kembali menguasai bola di area paint. Sayangnya passing yang dilakukan pemain Teladan berhasil dicut oleh salah satu pemain Bewusstsein, An'nisa Ruly Yanti. Melihat posisi temannya Susanti tak terkawal, pemain bernomor punggung 9 tersebut langsung melakukan fast break kepada rekannya.

Tanpa pengawalan Susanti mencetak dua poin melalui layup untuk mengunci kemenangan Bewusstsein pada 8 detik terakhir. Harapan putri Teladan pun pupus, mereka kalah pada laga perdananya di grup B. “Coach Iskak mengatakan pada kami apapun hasilnya kami sudah memberikan yang terbaik. Itu adalah momen yang membakar semangat kami untuk bisa melakukan lebih untuk tim” ucap pemain berusia 17 tahun itu.

Kemenangan penting ini juga sangat disyukuri oleh pelatih Bewusstsein, Iskak Sutiyadi. “Mengalahkan Teladan tentunya merupakan kemenangan berharga. Tetapi perlu diingat, masih ada pertandingan terakhir. Perjalanan kami masih panjang,” pungkas pelatih berusia 39 tahun itu.

Meski kalah putri Teladan masih memiliki dua pertandingan. Mereka akan berhadapan dengan SMAN 18 Jakarta pada hari ini dan SMAN 71 Jakarta Rabu (14/11) lusa. “Kami belajar banyak dari kekalahan hari ini (re:kemarin), tentu dua pertandingan lagi kami akan tampil maksimal,” ucap kapten Teladan, Insyira Keysa.

Kejutan lain juga terjadi saat tim putra SMAK 5 Penabur mengandaskan pemegang dua trofi Honda DBL DKI Jakarta, SMAN 3. Kegigihan yang diperlihatkan oleh The Lions (julukan SMAK 5) membuat juara North Region mengalahkan Teladan dengan skor tipis akhir 32-30. Melihat kemenangan ini tentunya anak-anak The Lions merasa senang dapat mengalahkan juara back to back Honda DBL DKI Jakarta edisi 2013 dan 2014. Pelatih The Lions, Wahyu Adi Nugroho sendiri percaya bahwa di Championship Series ini apapun bisa terjadi.

“Di babak Championship Series ini persaingan sangat kompetitif. Tidak ada yang tidak mungkin, anak-anak tidak boleh takut saat melawan siapapun, termasuk Teladan yang kami kalahkan tadi,” ucap pelatih yang akrab disapa Sinyo tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

OPENING PARTY TERMEGAH
11 November 2018

DKI JAKARTA- Ribuan penonton yang hadir di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan dibuat terkagum-kagum. Hampir sebagian besar dari mereka mengabadikannya lewat handphone masing-masing. Merekam detik demi detik rangkaian show yang disajikan pada opening party Honda DBL (Developmental Basketball League) DKI Jakarta Championship Series 2018, Sabtu (10/11) malam kemarin. Sesaat sebelum dimulainya big match Grup A antara SMAN 21 Jakarta versus SMA Al-Izhar Jakarta.

Sesaat setelah lampu stadion dipadamkan alias black out, permainan lighting show langsung menyapa para penonton. Disusul kemudian penampilan cuplikan video aksi-aksi para pemain melalui giant drop screen yang digantung di atap stadion. Lalu, dilanjutkan sesi pemanggilan starting line up dari kedua tim melalui layar LED dengan iringan musik ansambel dari Wisnu and Friends, kian memancing sorak-sorai para suporter untuk larut dalam opening party termegah sepanjang penyelenggaraan Honda DBL seri Ibu Kota sejak 2012 ini.

Penyajian istimewa yang disuguhkan ini, memang ditujukan untuk mengapresiasi para student athlete yang berhasil mengantarkan tim sekolahnya lolos ke fase puncak. Suguhan mengagumkan ini membuat salah satu orang tua dari Khairan Shauma Drajat, pemain SMA Al-Izhar, turut terpukau melihatnya.

Ayah dari Khairan, Derry Drajat yang merupakan salah satu artis top ibu kota bangga dengan suguhan dari DBL Indonesia. “Ini adalah pengalaman pertama kali anak saya bermain di Honda DBL. Melihat bagaimana penyelenggara memperlakukan anak saya seperti ini, membuat saya sebagai orang tua kian semangat memberi support anak saya di basket,” ujarnya.

”Bangga pastinya iya. Karena saya dan rekan-rekan diperkenalkan kepada penonton dengan cara yang keren layaknya pemain NBA. Walau hasil dari game pertama mengecewakan, malam ini akan saya kenang terus,” ungkap Rizki Andika, kapten tim SMAN 21.

Tak salah duel antara tim putra SMAN 21 Jakarta versus SMA Al-Izhar Pondok Labu ini dipilih sebagai gong pembuka hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Sejak tip off hingga kuarter akhir, kedua tim saling kejar-mengejar angka. Adalah SMA Al-Izhar yang akhirnya mengawali langkah dengan manis, lewat keunggulan 30-26 atas Dust (julukan SMAN 21). (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Sapta Eka Jinakan Bewusstsein
11 November 2018

DKI JAKARTA- Tampil prima saat melawan SMK Yadika 2, SMAN 71 Jakarta berhasil memenangkan laga perdana persaingan putri Grup B Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Kedua raksasa basket putri West Region dan East Region menyajikan sengitnya persaingan pada pertandingan kemarin (10/11). Meskipun menampilkan permainan cepat dan ngotot, Bewusstsein (julukan SMK Yadika 2) gagal membendung laju Sapta Eka (julukan SMAN 71). Hasilnya Yadika 2 menyerah dengan skor 26-35.

Memiliki tipikal materi pemain yang tak jauh berbeda, Bewusstsein dan Sapta Eka sama-sama ingin meraih poin di laga perdana. Hanya saja, srikandi Sapta Eka lebih disipilin ketika bertahan. Rapatnya pertahanan dari Sapta Eka membuat Bewusstsein tertinggal jauh sehingga tidak dapat mengejar ketertinggalan. Mereka kalah pada babak awal. Skor 13-4 untuk kemenangan Sapta Eka.

Tetapi, pada kuarter ketiga Bewusstsein mulai menerapkan fullcourt press. Startegi yang digunakan pun terbukti berhasil dalam meredam perolehan poin Sapta Eka. Sedikit demi sedikit, Bewusstsein dapat mengejar ketertinggalan. Selisih poin yang mulanya terpaut jauh, dapat mereka pangkas hingga menjadi

4 poin. Namun sayangnya, tim polesan Iskak Situadi belum dapat unggul dari lawannya.

“Kami terlalu gegabah setiap kali menyerang. Momentum mengejar perolehan poin pada kuarter ketiga menjadi kurang efektif,” ucap Indah Triana kapten tim Bewusstsein.

Pada kuarter penentu, Sapta Eka kembali menemukan tempo permainannya. Zafirah Windi Annisa kembali menjadi pemain yang dapat membawa timnya unggul. Dengan torehan 8 poin, 10 rebound, 1 block dan 2 steal, sang kapten mampu membantu tim asal Duren Sawit tersebut memenangkan laga. “Kemenangan ini menjadi modal utama kami untuk melangkah jauh dari fase Grup,” ungkap Zafirah usai pertandingan.

Di sisi lain, SMK Yadika 2 yang datang sebagai juara West Region terpukul dengan kekalahan dari Sapta Eka. Namun, tim asal Pertamburan akan tampil maksimal melawan SMAN 3 Jakarta hari ini. “Melawan SMAN 3 merupakan partai hidup mati. Tapi dengan spirit juang tinggi, aku yakin kami dapat memenangkan laga berat besok (re: hari ini),” ucap Indah. (*)

Pembuktian Sang Runner-up Selatan
11 November 2018

DKI JAKARTA- Berhadapan dengan salah satu tim kuda hitam, sang juara East Region SMAN 21 Jakarta harus bertekuk lutut dari runner-up South Region SMA Al-Izhar Jakarta pada perhelatan laga pembuka Grup A Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 kemarin (10/11). Meski AIPL (julukan SMA Al-Izhar) tampil ngotot sejak awal dan menekan barisan pertahan Dust (julukan SMAN 21), pertandingan berjalan sengit. Hingga akhirnya AIPL dapat mencuri 2 poin dari Dust..

Pada awal laga Dust mampu unggul cepat. Namun, kegigihan AIPL membuahkan hasil untuk menyalip perolehan poin. Skuad polesan Athini Mardlatika El Hassan tersebut dapat menunjukan permainan cepat dan juga efektif baik dari sektor pertahanan maupun penyerangan.

Fokus pada area paint pertahanan, AIPL dapat membuat para punggawa Dust frustasi. Pemain center andalan mereka Ihsan Faiz Ilhamsyah dibuat tak berkutik berkat pertahanan rapi putra Pondok Labu. Help defense yang rajin serta komunikasi baik, membuat AIPL mampu membendung penyerangan-penyerangan Dust yang mengancam di area under ring.

Dari sisi penyerangan, Indra Zhafrany Kusuma dkk memiliki kerja sama tim yang baik untuk mencetak memasukan bola ke ring lawan. Tercatat dalam statistik, dari 30 poin, hampir semua pemain mencetak poin untuk AIPL pada laga perdana Grup A tersebut. Tentu ini sangat menunjukkan kerjasama tim yang solid dari Semfinalis tiga tahun lalu itu.

Sebagai seorang kapten, Indra mengaku bangga terhadap kemenangan timnya saat ini. Baginya bermain dengan mengutamakan teamwork merupakan hal utama yang harus dipertahankan jika ingin membawa pulang trofi Championship Series. Meski meraih hasil positif di laga pembuka, Indra enggan merasa di atas angin. Pasalnya, pada pertandingan kedua, mereka akan berhadapan dengan salah satu tim tangguh SMA Bukit Sion yang lebih dulu mengandaskan perlawanan SMA Permai.

“Mereka (re: Bukit Sion) merupakan lawan yang patut untuk diwaspadai. Berhadapan dengan lawan yang memiliki tradisi juara tentu merupakan hal yang berat. Bagi kami kemenangan hari ini (re:kemarin) bsa menjadi motivasi untuk tampil garang saat bertemu Bukit Sion,” ujar pemain kelahiran 2001 tersebut.

Di sisi lain, kekalahn dari AIP: membuat Dust terpukul. Namun, menurut sang kapten Rizki Andika timnya tidak boleh menyerah lebih dini.

“Kekalahan dari AIPL akan kami jadikan merupakan pemicu bagi kami. Partai melawan SMA Permai merupakan hidup mati, jika ingin mempertahankan mimpi menjadi penguasa Ibu Kota,” ucap pemain bernomor punggung 2 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Habis-habisan di Laga Pembuka (Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018)
10 November 2018

DKI JAKARTA- Empat pertandingan menjadi laga pembuka Opening Party Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 hari ini (10/11). Salah satu laga di Grup A menjadi sorotan pada pertandingan pembuka. Pertandingan putra antara juara East Region, SMAN 21 Jakarta kontra runner-up South Region, SMA Al-Izhar, merupakan laga penting bagi kedua tim. Keduanya pun sudah memiliki pengalaman di Honda DBL DKI Jakarta.

SMAN 21 Jakarta merupakan finalis pada edisi 2015. Sementara AIPL (julukan SMA Al-Izhar) adalah semifinalis di tahun yang sama. Namun, meski sama-sama ikut pada Honda DBL DKI Jakarta Series 2015, laga ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua tim di pentas Honda DBL DKI Jakarta. Jika menilik statistik keduanya juga memiliki kekuatan menyerang yang mengerikan.

Dust (julukan SMAN 21) dan AIPL sama-sama telah mencetak 200 poin lebih pada pertandingan di masing-masing wilayah. Sebanyak 216 poin telah dicetak pasukan asal Kayu Putih, sementara AIPL telah membukukan 258 poin. Dust dan AIPL juga memiliki pemain besar yang sama-sama produktif. Adalah Ihsan Faiz Ilhamsyah center andalan Dust yang telah membukukan 53 Rebounds selama perhelatan East Region lalu.

Dari sisi AIPL, Khairan Shauma Drajat diprediksi bakal menjadi pesaing Faiz. Torehan 54 Rebounds selama South Region membuat duel udara akan menjadi santapan untuk keduanya. Namun, AIPL harus sedikit berhati-hati ketika para punggawa Dust memegang bola. Sebab, AIPL memiliki rapor merah dalam urusan foul. Ditambah akurasi sekitar 59% saat melakukan free throw membuat pemain Dust acap kali sukses mencetak poin melalui free throw tersebut.

“Kami punya Faiz pemain besar di DBL Jakarta, itu yang membuat kami percaya diri. Selain itu kami memang optimis bisa masuk final Championship,” ungkap forward Dust Muhammad Irfan. Sementara kapten tim Al-Izhar Indra Zhafrandary Kusuma berjanji akan tampil all out pada babak Championship ini.

“Semua tim memang berat, tapi aku nggak mikirin itu ya, aku lebih fokus ke tim agar AIPL bisa lolos ke final,” ungkap pemain berusia 17 tahun itu. Selain Dust versus AIPL terdapat tiga pertandingan seru lainnya. Laga dari Grup A lainnya ada SMA Bukit Sion yang akan meladeni perlawanan dari SMA Permai. Lalu di Grup B tim putra SMAN 3 Jakarta berhadapan dengan SMAN 61 Jakarta. Serta laga tim putri Grup B mempertemukan SMK Yadika 2 kontra SMAN 71 Jakarta. (*)

Enggan Silau Nama Besar
10 November 2018

(Persiapan Wakil South Region)

DKI JAKARTA- Dikenal memiliki tim basket menakutkan, para wakil South Region tidak ingin di atas angin. Empat wakil South Region tetap mewaspadai kejutan dari wakil regional lainnya. Keempat tim dari regional Selatan tersebut adalah tim putra SMAN 3 Jakarta dan SMA Al-Izhar serta tim putri SMAN 28 Jakarta dan SMAN 3 Jakarta. Meski acap kali menjadi unggulan, mereka tetap mempersiapkan hal khusus untuk menghadapi Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018.

Datang sebagai juara, tim putra SMAN 3 Jakarta tetap mawas diri terhadap lawannya. Tim asal Setiabudi tersebut melakukan intens untuk latihan tim maupun individu. Teladan (julukan SMAN 3 Jakarta) merupakan satu-satunya sekolah yang mengirimkan dua wakilnya di Championship Series ini. Bersama tim putrinya, putra Teladan rutin melakukan latihan usai South Region lalu. Melalui kapten tim putri Teladan, Insyira Keysa mengungkapkan optimalkan latihan. “Semoga kami bisa kawing gelar lagi,” ungkapnya.

Hal serupa juga dipersiapkan SMA Al-Izhar. Tim asal Pondok Labu tersebut siap kembali dengan torehan manis. Setelah absen satu tahun lalu di Honda DBL DKI Jakarta AIPL (julukan SMA Al-Izhar) ingin membuktikan mereka merupakan salah satu tim kuat di Ibu kota.

“Setelah kalah di final South Region lalu, kami langsung berbenah memperbaiki kesalahan. Kami latihan tiga kali dalam seminggu ditambah improve dari para individu tim. Selain itu, kami juga hangout bareng biar makin dapat chemistrynya,” ujar kapten AIPL Indra Zhafrandary.

Hal senada juga diungkapkan kapten tim SMAN 28 Jakarta, Sophia Adventa Rebecca. Menurutnya menjadi juara South Region bukan jaminan untuk melangkah mudah di Championship Series nanti. “Semua tim memiliki kekuatannya sendiri, tentu nggak ada yang kami anggap enteng,” ujarnya. Lebih lanjut MVP JRBL Jakarta Series 2015 itu juga menuturukan masih banyak evaluasi meski bisa juara di regional Selatan.

“Kami naikkan intensitas berlatih kami. Sebelumnya hanya 2 kali dalam seminggu. Sekarang menjadi 3 kali dalam seminggu. Ditambah latihan pribadi untuk mengasah skill bermain para pemain,” ungkp dara berusia 16 tahun itu.

Sementara itu salah satu tim bertabur prestasi lainnya, SMAN 3 Jakarta juga tetap ingin konsisten guna mempertahankan nama besar mereka. Putri Teladan sadar, kekalahan dari SMAN 28 di final South Region membuat mereka tidak bisa bersantai. Insyira Keysa dkk bahkan terpecut untuk revans dengan salah satu rivalnya tersebut.

“Kami optimalin waktu senggang untuk latihan, terutama bagian defense. Selain itu latihan individu juga terus kami lakukan. Kami ingin bertemu SMAN 28 lagi di final Championship untuk balas dendam,” ucap kapten tim Teladan Insyira. (*)

Optimalkan Waktu Latihan
10 November 2018

(Persiapan Wakil East Region)

DKI JAKARTA- Menjadi wilayah terakhir yang megirimkan para wakilnya, membuat persiapan empat tim asal Jakarta Timur tidak memiliki waktu banyak. Namun, hal tersebut bukanlah alasan utama untuk menyerah di awal laga. Sang juara tim putra SMAN 21 Jakarta dan runner-up SMAN 61 Jakarta sangat mengoptimalkan jeda waktu untuk menghadapi Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Begitupun dengan tim putri SMAN 71 Jakarta dan juga SMAN 36 Jakarta.

Muhammad Irfan dkk tahu persis timnya tidak memiliki waktu banyak untuk menghadapi Championship Series. Namun, timnya sudah lebih menyiapkan diri jauh lebih dulu, bahkan sebelum memasuki putaran East Region. Meski begitu, tambahan porsi latihan tetapi dijalani tim asal Kayu Putih tersebut. Setelah menasbihkan diri sebagai juara dari regional Timur para punggawa Dust (julukan SMAN 21) langsung berlatih ringan.

“Satu hari setelah final kami tetap latihan. Pelatih memberikan instruksi untuk latihan ringan di rumah masing-masing. Kami diwajibkan mengirimkan video untuk bukti bahwa kami latihan. Jika tidak mengirim video, tentu kami kena sanksi,” ujar salah satu pemain Dust Muhammad Irfan. Menurutnya persaingan semakin ketat di Champiosnhip Series. “Ini satu Jakarta bukan lagi per wilayah,” sambung pemian bernomor 1 tersebut.

Persiapan matang juga dilakoni SMAN 61. Nasa (julukan SMAN 61) telah berlatih sebelum East Region digeber. “Biasa kami lathan 3 kali dalam seminggu. Menjelang DBL jadi setiap hari sih,” ungkap Tyas Satrio kapten tim Nasa. Punggawa Nasa sendiri siap melahap setiap latihan yang diberikan sang pelatih. “Meski laihan tiap hari, tapi polanya dibuat berbeda. Kadang high lalu agak low. Intnya biar kami nggak terlalu terforsir,” ucap pemain kelas XII tersebut.

Tak jauh berbeda, persiapan matang juga dilakukan tim putri SMAN 71 dan SMAN 36. Putri Sapta Eka (julukan SMAN 71) semakin bersemangat menghadapi babak Champinship setelah menasbihkan diri sebaga juara East Region lalu. “Tentu harus tetap semangat. Bola itu bundar, nggak ada yang tahu siapa yang akan menang. Kami pasti terus semangat dan berjuang terus,” ucap kapten tim Sapta Eka Zafirah Windi Annisa.

Student athlete berusia 17 tahun tersebut juga mengaku timnya sudah mempersiapkan semua jauh sebelum Honda DBL DKI Jakarta dimulai. “Sebelum East Region pun kami udah menyiapkan semuanya. Kami juga sempat hangout bareng biar makin dapat chemistrynya,” ujar siswi kelas XII tersebut.

Di sisi lain, SMAN 36 pun makin waspada dengan lawan yang akan dihadapi. Ranaa Putri Nisrina Wahab kapten tim SMAN 36 mengakui perjalanan akan tamba berat nantinya. “Memasuki Championship Series tentu persaingan akan semakin ketat. Kami langsung berbenah diri usai kalah dari SMAN 71 lalu,” ujar pemain bernomor punggung 5 tersebut.

Ranaa dkk sendiri fokus untuk menaikan intensitas pada bagian defense dan kecepatan. “Kami rutin laihan empat kali dalam seming. Terlebih masalah pertahanan dan kecepatan,” ungkap siswi kelas XII tersebut. (*)

Menjaga Asa di Championship (Persiapan Wakil West Region)
9 November 2018

DKI JAKATA- Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 siap digeber. Sebanyak 16 tim akan mengarungi perjalanan panjang menjadi yang terbaik di DKI Jakarta. Tiap tim tentu memiliki persiapan tersendiri guna berlaga di babak Championship Series. Seperti 4 perwakilan dari regional Barat tim putra SMA Bukit Sion dan SMAN 2 Jakarta. Serta tim putri SMK Yadika 2 dan juga SMAN 16 Jakarta. Wet Region sendiri menjadi wilayah pertama yang mengirimkan wakilnya di Championship Series, setelah menyelesaikan pertandingan pada 8-15 September lalu.

Datang sebagai predikat juara, SMA Bukit Sion tak ingin lengah menghadapi Championship Series nanti. Darryl Sebastian dkk tidak ingin terlena dalam euforia kemenangan. Buksi (julukan SMA Bukit Sion) sendiri memang memiliki segudang pengalaman dan prestasi di Honda DBL DKI Jakarta. Tim asal Kebon Jeruk itu sudah membukukan 2 kali juara dan 1 kali juara regional. Namun hal itu bukan jaminan mereka akan melangkah mudah di babak Championship nanti.

“Semua tim yang ada di Championship merupakan yang terbaik dari wilayahnya masing-masing. Kami nggak boleh anggap remeh. Jangan sampai kecolongan pas Championship nanti,” ujar kapten tim Buksi, Darryl Sebastian. Untuk porsi latihan sendiri tentu Buksi semakin intens berlatih. “Tentu seminggu terakhir ini kami akan optimalkan, terutama saat fokus untuk defense. Percuma bagus menyerang tapi buruk saat bertahan,” ujar student athlete kelas XII tersebut.

Sementara itu, runner-up West Region, SMAN 2 juga enggan dianggap remeh. Meski datang sebagai debutan Smandu (julukan SMAN 2) tidak ingin kehilangan momentum. Keberhasilan tim polesan Rudi Ohandi ini melangkah ke Championship Series tentu tidak ingin disia-siakan begitu saja. Malvin Hariayanto dkk sudah mempersiapkan bekal sedari lolos sebagai wakil West Region.

“Kalau untuk latihan sudah cukup, jadi kami saat ini lebih fokus ke mental tim. Karena semua tim memiliki pengalaman dan jam terbang berbeda,” imbuh Malvin, kapten tim Smandu.

Dari sektor putri, langkah pasti juga sudah diambil ratu West Region, SMK Yadika 2. Bewusstsein (julukan SMK Yadika 2) langsung menambah persiapan demi meraih hasil terbaik di Championship Series nanti. Hal itu langsung diungkapkan pelatih kepala Bewusstsein Iskak Situadi. “Setelah West Region kemarin, kami melakukan scrimmage melawan sekolah lain ya. Dari situ saya evaluasi kekurangan tim. Kami masih sangat kurang dalam bertahan, tentu masih ada waktu untuk membenahi sebelum Championship nanti,” ungkap pelatih berusia 39 tahun itu.

Tak jauh berbeda, runner-up West Region putri, SMAN 16 juga ingin menjaga asa di Championship nanti. Mereka enggan angkat koper lebih dulu dari Grup. “Kami tetap optimis, pelatih menaikan intensitas latihan bagi kami. Porsinya juga lumayan berat, tentu ini jadi keseriusan kami berlaga di Championship,” ujar kapten tim Beltrus (julukan SMAN 16), Alifah Rahmadini. (*)

 

Utara Tunjukkan Kegarangan (Persiapan wakil North Region)
9 November 2018

DKI JAKARTA- Keseriusan para wakil dari regional bukan isapan jempol semata. Empat tim asal North Region juga tak tinggal diam melihat persiapan matang dari tiga region lainnya (West, South, dan East). Tim putra SMAK 5 Penabur dan SMA Permai yang merupakan debutan enggan dianggap remeh oleh wakil wilayah lainnya. Begitupun dengan tim putri SMAN 30 Jakarta dan SMAN 18 Jakarta yang hampir tak dilirik untuk lolos dari Grup di Championship Series.

Sebagai juara regional Utara, tentu SMAK 5 Penabur ingin membuktikan mereka bukanlah tim penghibur. Perjalanan The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) untuk tampil di Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 harus diacungi jempol. Mereka berhasi menyingkirkan salah satu unggulan dari North Region, SMA Kolese Kanisius. Karena itu, Stanley Hidayat optimis timnya mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

“Kami menambah jumlah waktu latihan, seminggu tiga kali. Porsinya pun beragam, kadang high kadang low. Kami nggak memforsir diri pada saat latihan. Sebab penampilan maksimal dipertaruhkan di lapangan nanti,” pungkas Stanley saat drawing Senin lalu.

Sementara sang runner-up SMA Permai tak mau kalah sebelum berperang. Tim asal Pluit tersebut makin tersulut untuk mencatok juara Championship Series nanti. “Kami lebih fokus untuk meningkatkan daya tahan individu. Selebihnya kami fokus pada cara defense yang baik”, ungkap kapten tim Permai, Aldy Adrian.

Lebih lanjut Aldy tetap menaruh rasa optimis yang dalam bagi timnya. Meski harus satu pool dengan tim yang lebih berpengalaman, pemain bernomor punggung 26 itu tetap yakin dirinya bisa berikan yang terbaik untuk Permai. “Kami udah berjuang penuh untuk meraih Championship. Intinya kami akan terus bertarung demi nama baik Permai,” ungkap cowok berusia 17 tahun itu.

Di sektor putri, juara North region, SMAN 30 Jakarta berjanji akan tampil optimal untuk menghadapi Championship Series. Keberhasilan srikandi Deflover (julukan SMAN 30) melangkah jauh ke Championship Series merupakan torehan sejarah tersendiri. Pasalnya, Gabriella dkk merupakan tim debutan di Honda DBL DKI Jakarta. Sebagai kapten tim Gabriella Abigael tidak ingin mengecewakan para pendukungnya nanti.

“Beberapa hari setelah North Region kami diberi jeda refreshing dulu. Namun, setelah iu kami kembali fokus latihan. Semula hanya dua kali dalam seminggu, sekarang jadi satu minggu empat kali. Selain itu kami juga latihan akuatik atau jogging bareng-bareng,” ujar Gabriella.

Tak jauh berbeda, runner-up North Region, SMAN 18 Jakarta juga ingin  memberikan penampilan maksimal pada babak Championship Series nanti. Jeda yang cukup panjang dari North Region hingga ke Championship benar-benar dioptimalkan tim asal Tanjung Priok tersebut. Siti Nurhasanah dkk fokus membenahi mental tim.

“Setelah North Region lalu, kami benahi mental tim dulu. Tidak boleh saling egois dan pasti harus saling support. Untuk latihan dalam seminggu kami bisa latihan sampai 4 kali dan dengan durasi 3 jam dalam satu harinya,” ujar cewek berusia 16 tahun tersebut.

 

Top 12 UBS Gold Dance Competition Memukau
8 November 2018

DKI JAKARTA- Mainbasket Bareng DBL Indonesia ditutup manis oleh penampilan Top 12 UBS Gold Dance Competition. Acara yang berlangsung di Piazza Gandaria City Mall Rabu (7/11) malam kemarin, menuai keseruan. Para Best Three perwakilan dari regionalnya masing-masing (West, North, South, dan East) menampilkan performa terbaiknya.

Performa gemilang para tim dance sendiri dinilai langsung oleh para juri. Penampilan tim dance kemarin juga memengaruhi penilaian sebesar 50 persen. Selain tampil pada acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia, para tim dance juga akan menampilkan performa terbaiknya di GOR Soemantri bersamaan dengan Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 pada 10-17 November nanti.

Beberapa sekolah pun mengubah konsep tarian mereka untuk dapat meraih hasil yang maksimal. Diantaranya adalah Bunda Mulia High School, SMA Dian Harapan dan SMAN 28 Jakarta. Berbeda dari penampilannya di regional Utara lalu yang bernuansakan fun, kali ini G-Unit (nama tim Bunda Mulia) mengubah konsep dan koreografinya secara drastis. Dengan mengangkat tema Horror, G-Unit tampil lebih berani dan mengejutkan para penonton yang memenuhi venue pertandingan.

Dengan mengenakan kostum terinspirasi dari film Asylum G-Unit tampil ala pasien rumah sakit. Gerakan yang lebih eksplosif dari peampilan sebelumnya membuat penonton terkesima dalam cerita menyeramkan G-Unit. Keputusan berani ini dapat terealisasikan lantaran anak-anak G-Unit ingin keluar dari zona nyaman mereka.

“Konsep Horror kami pilih karena ada ide dari salah satu anggota kami dan anak-anak semua setuju. Selain itu, dengan konsep ini kita juga dapat mengekspresikan kreativitas kami secara maksimal,” ucap Ashley Jane Samudera, kapten tim G-Unit.

Selain G-Unit, tim dance lainnya yang mengubah kemasan tariannya adalah Crescent (sebutan tim dance SMAN 28). Jika sebelumnya mereka tampil ala Bruce Lee, kali ini Crescent tampil lebih bertemakan Ninja. Hal menarik yang dimiliki Crescent kali ini adalah pemanfaatan properti yang sangat maksimal. Crescent merupakan satu-satunya tim dance yang propertinya bukan hanya sekedar dipajang, mereka juga menggunakan properti sebagai salah satu bagian dari gerakan tarian mereka.

“Kita nggak mau properti yang kita bawa itu nganggur. Sehingga tim kami pun membuat properti yang terlihat seperti tembok itu bergerak-gerak,” ucap Carissa Anjani, kapten tim Crescent.

Memperlihatkan performa maksimal, Carissa mengaku dapat optmis meraih hasil maksimal.“Crescent optimis dengan konsep yang dibawa dan kekhasan pemanfaatan properti kami. Aku harap kami bisa menjadi juara di DKI Jakarta tahun ini,” ucap Carissa sembari tersenyum.

Tak mau kalah, tim dance SMA Dian Harapan, Zebaoth juga tampil powerful. Meski kemarin adalah penampilan perdana mereka di hadapan banyak, Zabaoth tetap memukau. Kapten tim Zebaoth, Cathelia Jesiana Sun mengaku sempat merasa down sebelum tampil. “Melihat hebohnya sorak sorai penonton di sekitar Mall dan properti dari tim dance lain, kami sempat merasa minder. Tapi kami tetap bersemangat dalam menunjukan kemampuan kami di atas panggung,” kata cewek kelas XII tersebut. (*)

16 Tim Melaju ke Babak 8 Besar (Mainbasket 3X3 Indonesia Competition)
8 November 2018

DKI JAKARTA- Persaingan sengit tersaji pada hari terakhir penyisihan Mainbasket 3X3 Indonesia Competition yang berlangsung di Piazza Gandaria City Mall, Rabu (7/11) kemarin. Setelah melalui perjuangan ketat selama tiga hari (5-7 November), terpilih 16 tim (8 tim putra dan 8 putri) yang berhak melanjutkan langkahnya. Mereka bakal tampil pada Babak 8 Besar  yang akan digelar bersamaan dengan Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 pada 10-17 November di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jaksel.

Pada kategori putri, empat tim sudah lebih dulu memastikan tempat di Babak 8 Besar pada Selasa (6/11) lalu. Adalah SMAN 82 Jakarta, MAN 19 Jakarta, SMA PSKD 1 Jakarta (C), dan SMA PSKD 1 (A).

Sementara empat tim lainnya, mengunci tiket lolos setelah mengandaskan lawannya kemarin. SMA PSKD 1 (B) berhasil mengalahkan SMAN 53 Jakarta dengan skor 8-0. Selanjutnya ada MA Annajah yang berhasil melaju ke Babak 8 Besar setelah menuntaskan perlawanan dari SMAN 32 Jakarta (A) dengan skor 3-0. Lalu ada SMA PSKD 1 (D) yang melengkapi hegemoni PKSD di kompetisi 3X3 ini. Tim yang bermarkas di daerah Senen itu mengandaskan laju SMA Cita Buana dengan skor 4-2.

Menanggapi kesuksesan sekolahnya, kapten SMA PSKD 1 (D), Regina Nathania Pramesti menyatakan gembira atas pencapaian SMA PSKD 1. “Aku sangat bersyukur karena latihan yang selama ini kami lakukan terbayar. Semua wakil kami lolos ke Babak 8 Besar,” ucap student athlete kelahiran tahun 2002 tersebut.

Sementara dari sektor putra, para tim harus bekerja ekstra demi mendapatkan tiket ke Babak 8 Besar. Pasalnya, kemarin menjadi laga penentu guna melanjutkan perjalanan di Mainbasket 3X3 Indonesia Competition. Kedelapan tim 3X3 putra yang lolos adalah, SMA Islam Al Ma’ruf (B), SMA Kolese Gonzaga, SMAN 71 (F), SMA Charitas (B), SMA PSKD 1 (A), SMA Dian Harapan (C), SMA Bukit Sion (A), dan SMAN 71 (E)

Ditutup Penampilan 12 Tim Dance

Keseruan rangkaian acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Piazza Gandaria City Mall kemarin, ditutup oleh penampilan memukau dari 12 tim dance yang bersaing pada UBS Gold Dance Competition. Mereka adalah Best Three alias tiga terbaik yang terpilih dari masing-masing regional (West Region, North Region, South Region, dan East Region).

Ke 12 tim tersebut adalah SMA Dian Harapan (Zebaoth), SMA IPEKA Puri (Equinox), dan SMA Kristoforus 2 (JLD) dari West Region. Lalu Bunda Mulia School (Groove), SMAK 5 Penabur (D-Vision), dan SMAN 30 Jakarta (Ratoeh Jaroe Veternate) dari North Region. Sementara dari South Region ada SMAN 6 Jakarta (PCM), SMAN 28 Jakarta (Crescent), dan SMAN 47 (Forsence). Dan dari East Region ada SMAN 44 Jakarta (The Glame), SMA Labschool Rawamangun (Diva), serta SMAN 81 (Cleotatra).

Masing-masing kontestan all out menampilkan kreasi dan aksi yang lebih fresh untuk menjadi yang terbaik. Mereka sangat total, karena penampilan pada acara ini ikut masuk penjurian. Tentunya ditambah dengan penjurian dari penampilan mereka pada Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018, di GOR Soemantri, 10-17 November nanti. (*) 

?STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Makin Sengit Mendekati 8 Besar
7 November 2018

DKI JAKARTA- 

Keseruan Mainbasket Bareng DBL Indonesia terus berlanjut. Kali ini Mainbasket 3X3 Competition telah menyisihkan 16 tim ke babak selanjutnya. Pertandingan yang diselenggarakan kemarin (6/11) mempertemukan sekolah-sekolah yang memenangkan laga pada Senin lalu untuk memperebutkan posisi 16 besar. Tentunya laga pertandingan yang tersaji berlangsung sengit dan mencuri perhatian para pengunjung Gandaria City Mall. Tim-tim kuat yang bergabung dalam kompetisi basket ini pun harus melewati halang rintangan yang tak kalah sulit saat memastikan dirinya ke fase selanjutnya.

Tim yang dikenal memiliki skuad kuat memperlihatkan kekuatan maksimal mereka. Seperti SMAN 61 Jakarta dan SMA Bukit Sion. Dua tim raksasa tersebut percaya diri dapat masuk ke fase selanjutnya yaitu babak 8 besar. Mengulang kesuksesan para punggawanya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region, SMAN 61 Jakarta (B) berhasil mengalahkan SMAN 71 Jakarta (D). Dengan menampilkan kemampuan bermain yang prima, Nasa (julukan SMAN 61) dapat meninggalkan jauh perolehan poin Sapta Eka dan mengakhiri laga dengan skor 6-1.

Melihat kemampuan maksimal yang diperlihatkan kawan-kawannya, sang kapten tim yaitu Muhammad Dhafin Ganesha mengaku optimis dapat mencapai babak 8 besar dan tampil di GOR Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Jaksel.

“Kesuksesan tim di East Region lalu menular pada kami. Syukur kami bisa menang atas rival kami Sapta Eka. Aku optimis bisa berlaga di 8 beaar nanti," ucap cowok kelahiran tahun 2002 tersebut.

Sementara di pertandingan lain, dengan mengandalkan permainan cepat SMA Bukit Sion (B) berhasil mengalahkan lawannya SMAN 32 (C) dengan skor 8-2. Kekompakkan dan kemampuan bermain basket yang luar biasa, Buksi (julukan Bukit Sion) bagaikan angin topan yang memporak-porandakan pertahanan SMAN 32. Mereka menurunkan skuad dengan badan yang cukup besar, Buksi mencatok target juara di Mainbasket 3X3 Competition ini. Sang kapten, Michael Antonio Boentoro menyatakan dia dan timnya siap mencapai target maksimal pada tahun ini.

“Dengan permainan dan komposisi tim yang sekarang, aku yakin kerja keras dan bantuan Tuhan, kami akan lolos ke babak 8 besar,” ucap Michael setelah bertanding.

Pada kategori putri, tim ungguluan, SMA PSKD 1 (A) berhasil memenangkan pertandingan melawan SMAN 34 Jakarta. Kemenangan ini tentunya memperkuat hegemoni SMA PSKD 1 sebagai sekolah yang dikenal sebagai tim basket unggulan di Jakarta terutama pada kategori 3X3.

Keberhasilan menyingkirkan SMAN 34, membuat mereka mengamankan posisinya di 8 besar. Namun pada 8 besar nanti, mereka harus berjumpa dengan rekan satu sekolahnya, SMA PSKD 1 (B) pada pertandingan di GOR Soemantri Brodjonegoro nanti. Meskipun harus mengalahkan 'saudara kandung’, kapten dari SMA PSKD 1 (A), Enda Purnamasari menyatakan yakin untuk dapat maju ke fase selanjutnya.

“Dibandingkan lawan kami yang berada di tim B, kami yakin dapat mengalahkan mereka. Dengan mengandalkan eratnya kekompakan yang dimiliki oleh tim kami, melawan tim B bukanlah masalah,” ucapnya. (*)

HTJP Juara Mainbasket 3X3 Indonesia Competition U-12 (Harapan Untuk Mengembangkan Bibit Muda)
7 November 2018

DKI JAKARTA- Mainbasket Bareng DBL Indonesia memasuki hari kedua. Selain ketatnya persaingan Mainbasket 3X3 Indonesia Competition tingkat SMA, kelompok usia 12 tahun juga menuai keseruan. Sebanyak 8 tim ikut serta dalam Mainbasket 3X3 Indonesia Competition KU-12. Pada Selasa (6/11) kemarin seluruh pertandingan usia 12 tahun pun berakhir. Dibuka dengan pertandingan antara Jays (B) melawan Tirta Marta, kompetisi usia 12 menjadi milik tim HTJP.

Bertempat di Piazza Gandaria City Mall, acara yang berlangsung siang hari tersebut dibuka dengan penuh keceriaan. Sebanyak 8 tim ikut dalam Mainbasket 3x3 Indonesia Competiton KU-12 kemarin. Pertandingan kelompok usia tak kalah seru dengan tingkat SMA. Banyak sekali bibit basket bermunculan dari usia 12 tahun.

"Saya cukup bangga dengan adanya kompetisi usia 12 ini ya. Apalagi saya melihat banyak bibit unggul dari Jakarta di usia 12 tahun ini. Jadi mereka bisa dibina hingga nanti profesional," ungkap pelatih Jays, Ferry.

Lebih lanjut coach Ferry menuturkan puas dengan hasil yang diraih tim asuhnya. Meski tidak mencapai final, Jays berhasil mengirimkan dua timnya sebagai semfinalis dan menempati peringkat ketiga dan empat.

"Ini kompetisi perdana mereka di usianya. Masih banyak yang harus dibenahi, karena ini Jays KU-12 baru 7 bulan terbentuk," lanjut Coach Ferry. Sementara kelompok usia 12 tahun sendiri berhasil dimenangkan oleh HTJP setelah mengalahkan Rockstar (B) dengan skor 9-7. (*)

Hadirkan Basketball Clinic Seru dan Fun (Hari Kedua Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Gandaria City Mall)
7 November 2018

DKI JAKARTA- Keseruan acara Mainbasket Bareng DBL Indonesia di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel, berlanjut kemarin (6/11). Tak hanya mempertandingkan kompetisi basket 3x3, event seru yang digelar sebagai 'pemanasan' jelang Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018 ini juga  menghadirkan Basketball Clinic.

Dengan penuh semangat dan fun, sebanyak 50 anak-anak mengikuti klinik basket yang dimentori langsung oleh head coach DBL Academy, Dimaz Muharri, beserta Muhammad Alfian Yassir dan Shabrina Putri Rizki. Ikut juga sebagai coach tamu pada basketball clinic ini adalah Faizatus Soimah, alumnus DBL Indonesia All-Star tahun 2017 dari Malang, serta pemain timnas U-18 Adelaide Callista Wongsohardjo.

Pada sesi awal, para peserta diajarkan bagaimana melakukan pemanasan yang baik. Pelatihan sendiri dibagi menjadi dua kelompok. Pertama untuk usia 7-9 tahun dan usia 10-15 tahun. Metode fun menjadi daya tarik utama DBL Academy dalam melakukan pengajaran pada para peserta.

"Pelatihan basket yang tepat pada umur-umur dini seperti ini sebenarnya sangatlah penting dalam perkembangan pemain basket. Sehingga, nantinya mereka akan terbiasa saat dewasa. Tentu kita juga mengemasnya dengan gembira ya," ucap Dimaz Muharri, salah satu mantan point guard terbaik Indonesia yang kini fokus melatih di DBL Academy.

Selain pemanasan, anak-anak juga diajarkan bagaimana melakukan dribbling yang benar. Para peserta juga diajarkan cara untuk menggiring serta mengontrol bola agar tidak mudah diambil lawan. Dari beberapa peserta, ada pula Shailendra Naryama, putra dari artis cantik Ibu Kota, Dian Sastrowardoyo.

Basketball Clinic by DBL Academy hari pertama ditutup dengan pemilihan best participants. Kay dari kelompok usia 7-9 tahun terpilih menjadi best participants. Keseruan Basketball Clinic ini akan berlanjut pada hari ini di Area Piazza, Gandaria City Mall, Jaksel.

Sementara itu, memasuki hari kedua, persaingan Mainbasket 3x3 Competition makin memanas. Kalau pada hari pertama para debutan menampilkan performa gemilang, kini tim dengan nama besar menunjukkan tajinya.

Keperkasaan SMAN 61 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region juga diperlihatkan pada lanjutan Mainbasket 3X3 Competition. Tim SMAN 61 yang turut ambil bagian pada kompetisi 3X3 ini, memang tidak  diisi dengan pemain yang berlaga di East Region. Namun, Nasa  (julukan SMAN 61) kembali mengulangi kesuksesan. SMAN 61 (B) berhasil mengalahkan SMAN 71 (D) dengan skor 6-1.

Dengan kemampuan yang prima, Nasa (julukan SMAN 61) dapat meninggalkan jauh perolehan poin Sapta Eka (julukan SMAN 71). Sang kapten Nasa, Muhammad Dhafin Ganesha mengaku optimis dapat mencapai babak 8 besar dan tampil di GOR Soemantri Brodjonegoro.

“Kesuksesan tim di East Region lalu menular pada kami. Syukur kami bisa menang atas rival kami Sapta Eka. Aku optimis bisa berlaga di 8 beaar nanti," ucap cowok kelahiran tahun 2002 tersebut.

Selain mempertandingkan kelompok pelajar SMA/SMK, Mainbasket 3x3 Competition juga memberi kesempatan bagi jagoan cilik KU-12 untuk unjuk kemampuan. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA