Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series - South Region
SERIES
 
 
DUEL PANAS WARNAI OPENING PARTY SOUTH REGION (Seventy Janji Tebus Kekalahan)
13 October 2018

DKI JAKARTA- Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region resmi dibuka Sabtu (13/10) hari ini. GOR Bulungan akan jadi saksi ketatnya persaingan 32 tim basket sekolah di wilayah Jakarta Selatan untuk menjadi yang terbaik pada liga basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Honda DBL 2018 berlangsung di 30 kota di 22 provinsi. Seri DKI Jakarta mendapat keistimewaan, karena mulai tahun ini diselenggarakan di masing-masing regional. Setelah sukses terselenggara di West Region dan North Region, South Region akan digeber pada13 hingga 20 Oktober 2018. Menyusul kemudian East Region, yang akan berlangsung 26 Oktober hingga 2 November mendatang.

Sebanyak lima pertandingan panas akan menjadi pembuka persaingan di South Region. Salah satu big match antara tim putri SMAN 3 Jakarta kontra SMAN 70 Jakarta menjadi sorotan pada opening party hari ini.

Tentu pertandingan ini mengingatkan kita pada laga empat tahun silam, kala keduanya bersua pada laga pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2014. Ketika itu, Teladan (julukan SMAN 3) sukses menaklukan sekaligus menghentikan laju Seventy (julukan SMAN 70) di tempat yang sama.

Secara kekuatan, Teladan memang lebih terlihat garang dari lawannya. Dari lima kali partisipasi mereka, putri Teladan selalu berhasil melangkah ke final. Tiga kali diantaranya trofi selalu jatuh ke tangan Teladan, yaitu pada 2013, 2014, dan 2016. Tentu hal itu membawa tim yang bermarkas di daerah Setiabudi tersebut menjadi sekolah dengan pemegang gelar terbanyak pada penyelenggaraan Honda DBL DKI  Jakarta.

Insyira Keysa Wisnuputri, selaku kapten Teladan mengukapkan, membawa nama besar sekolah di kancah sekelas Honda DBL memang berat. Tapi hal itu bukanlah kekhawatiran bagi mereka. “Kami datang sebagai tim unggulan. Tentu kami tidak boleh merasa congkak, tapi kami juga tidak ingin over confident. Semua hal bisa terjadi di lapangan, intinya SMAN 70 ini bukan lawan yang mudah,” ujar siswi kelas XII tersebut.

Lebih lanjut, Insyira menambahkan timnya sudah mengetahui materi dan kekuatan lawannya. “Salah satu pemain yang harus diwaspadai adalah Savira Alifa. Posisinya center namun dia merupakan motor serangan SMAN 70. Dengan mematikan pergerakannya, aku rasa kami bisa mengamankan kemenangan,” imbuh cewek berusia 16 tahun tersebut.

Sementara dari tim lawan, SMAN 70 yang sempat tertidur selama tiga tahun, kini siap kembali menunjukkan tajinya. Tim yang bermarkas di daerah Bulungan tersebut enggan memberi kemenangan untuk lawannya. Para punggawa Seventy berjanji, South Region akan menjadi miliknya.

Kapten tim Seventy, Savira Alifa berjanji pertandingan hari ini akan berjalan sengit dan ketat. “Mereka (re: Teladan) adalah salah satu rival kamii. Tentu akan berjalan sengit sih,” ucap siswi kelas XI itu.

Savira juga semakin terpecut untuk menghapus nama besar Teladan. Menurutnya, bermain di kandang sendiri merupakan sebuah momentum untuk revans. “Teladan bukanlah lawan sembarangan. Tapi kekuatan tim di tahun ini berbeda dari sebelumnya. Ini bisa jadi kesempatan untuk revans” ucap dara berusia 17 tahun tersebut.

Selain laga SMAN 3 kontra SMAN 70, empat pertandingan menarik lainnya pun siap memanaskan opening party hari ini. Tim putri lainnya, SMAN 32 Jakarta akan berhadapan dengan SMAN 28 Jakarta. Sementara, dari sektor putra, SMA Cita Buana akan menjajal kekuatan SMA Al Izhar. Lalu tim penuh pengalaman SMAN 82 Jakarta siap meladeni perlawanan dari SMAN 8 Jakarta. Dan salah satu debutan SMA Pangudi Luhur bakal bertemu dengan SMK Kartika X-2. (*)

SAPTA EKA BURU JUARA
12 October 2018

DKI JAKARTA- Panasnya persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region semakin terasa.  Kali ini tim DBL mendatangi salah satu tim dengan catatan torehan sejarah mentereng di Liga basket pelajar terbesar di Indonesia, SMAN 71 Jakarta. Tim putra Sapta Eka (julukan SMAN 71) merupakan tim yang berhasil mencapai final dua kali beruntun, pada 2016 dan 2017. Seementara tim putri Sapta Eka merupakan finalis di tahun 2015. Hanya saja kedua tim asal Duren Sawit ini belum pernah merasakan gelar juara sekalipun.

Pada tahun lalu, tim putri SMAN 34 Jakarta, tim yang mengalahkan mereka di final tahun 2015 menghentikan laju srikandi Sapta Eka lebih awal. Kekalahan ini membuat Sapta Eka langsung berbenah diri. Kapten tim putri Sapta Eka, Zafirah Windi menyatakan bahwa timnya kali ini lebih gigih dan serius untuk mencapai target juara di perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region.

“Kali ini tim lebih siap seratus persen. Kami sangat termotivasi untuk mengangkat trofi tahun ini. Sudah saatnya Sapta Eka menunjukan diri sebagai juara sejati dari Timur,” ucapnya. Dengan semangat ingin tampil maksimal, tak tanggung-tanggung tim putri Sapta Eka meningkatkan porsi latihan, yaitu sebanyak 4 kali dalam seminggu. “Sedari tahun lalu, kami langsung berbenah diri. Satu bulan terakhir kami meningkatkan latiha untuk ikut DBL,” ujar cewek berusia 16 tahun tersebut.

Bukan hanya tim basket yang mempersiapkan diri, tim dance Sapta Eka juga akan menargetkan untuk masuk ke best three UBS Gold Dance Competition. Agata de April, kapten dari tim dance Sapta Eka menyatkan timnya sudah siap untuk menampilkan performa terbaik mereka saat menemani tim basket putri di lapangan. “Dukungan penuh akan kami lontarkan untuk tim basket. Kami juga yakin bisa tembus tiga terbaik di UBS Gold Dance Competition tahun ini,” ujar siswi kelas XI tersebut.

Kobaran semangat juga diperlihatkan para pendukung setia mereka Sapta Eka Curva Sud (sebutan suporter SMAN 71). Melalui koordinaor suporternya, Fadhel Othmansina seluruh warga sekolah akan mendukung tim putra dan putri yang berlaga sampai titik darah penghabisan nanti. “Sudah lama kami menunggu trofi DBL terpampang di sekolah. Kami selalu di bekakang kalian (re: tim basket putra dan putri), meneriakan yel-yel dengan penuh semangat,” cetusnya

Derasnya support yang diberikan oleh teman-teman satu sekolahnya membuat Zahira merasa berterima kasih. Baginya dukungan ini tentu sangat berharga dan dapat menjadi pemacu semangat timnya saat berlaga di GOR Kecamatan Pulo Gadung nanti. “Dukungan yang teman-teman berikan tentunya sangat berharga. Dengan dorongan yang positif seperti ini tentunya peluang untuk tim basket putra dan putri mengawinkan juara semakin terbuka lebar,” ujarnya dengan tersenyum.

BELUM TAMPIL ALL OUT

Gerakan akrobatik dan energik menghiasi kemeriahan dari Roadshow UBS Gold Dance Competition kemarin (11/10). Acara berlangsung di Mall Gandaria City mempertemukan 35 tim dance dari wilayah Timur dan Selatan. Iringan tepuk tangan turut mnghiasi penampilan dari para perserta UBS Gold Dance Competition..

Meski Roadshow ini masuk dalam penilaian, para tim dance belum tampil secara all out.  SMAN 3 Jakarta dan SMAN 28 Jakarta yang menampilkan ragam tari modern mengaku merasa belum tampil maksimal. Kapten tim dance SMAN 3, Nina Novina menyatakan akan tampil lebih memukau saat tim basketnya bertanding. “Kami ingin lebih terlihat powerful dari tim lain. Hanya saja kami memang masih menyimpan senjata rahasia. Itu akan menjadi kejutan buat penonoton demi tiket ke best three,” ujarnya setelah tampil.

Hal senada juga diakui kapten tim dance SMAN 28 Jakarta, Carisa Anjani. Dirinya merasa kaget dengan atmosfer dari Roadshow UBS Gold Dance Competition yang begitu gemerlap. “Aku nggak nyangka penontonnya banyak banget. Cukup puas sih, namun kami belum seratus persen tadi,” ungkapnya.

Banyaknya penonton ini juga sempat membuat mereka nervous. Tapi, mereka tetap menjaga agar tak down. “Kami sempat demam panggung. Tapi, aku tetap optimis, penampilan kami belum berakhir. Dengan kerja keras selama ini, aku yakin kami dapat menggapai posisi tiga terbaik nanti,” pungkasnya. (*)

Momentum Kebangkitan SMAN 61
11 October 2018

DKI JAKARTA- Kemeriahan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region terus berlanjut. Sambutan hangat diberikan oleh warga sekolah SMAN 61 Jakarta, ketika tim DBL menyambangi sekolah mereka. Pada lanjutan roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region kemarin (10/10), tim basket SMAN 61 berkesempatan memeperkenalkan skuadnya. Begitu juga dengan tim dance yang menampilkan performa memukau. Di tahun ini basket SMAN 61 tidak mau gagal lagi.

Tim asuhan Muhammad Fahmi bukanlah tim baru di Honda DBL DKI Jakarta. Mereka turut ambil bagian dalam tiga tahun terakhir. Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada mereka. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada tahun 2015 lalu. Secara history petualangan tim yang bermarkas di Duren Sawit itu selalu dibayangi kekuatan tim tangguh.

Pada tiga tahun silam, mereka hampir saja melangkah ke final. Namun, di babak fantastic four SMAN 21 berhasil menghentikan laju mereka. Di tahun berikutnya, SMAN 61 harus angkat koper lebih dini. Kali ini, rival abadinya SMAN 71 yang mengirim mereka pulang lebih dulu. Selang setahun, giliran tim kuat di Jakarta, SMAN 3 yang memupuskan harapan anak anak Duren Sawit tersebut.

Melihat perjalanan yang selalu gagal pelatih kepala SMAN 61, Muhammad Fahmi tidak ingin mengulang masa-masa kelam. Menuurtnya, semua tergantung mental anak asuhnya di lapangan nanti. “DBL ini kan atmosfernya berbeda, tentu latihan ekstra sudah kami lakukan. Kami pun diperkuat pemain Porprov DKI Jakarta. Intinya tinggal lihat mental anak-anak aja di lapangan nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, coach Fahmi turut mengomentari hasil undiang East Region lalu. “Persaingan di Timur ini ketat ya. Kalau lawan SMAN 71 sebenarnya kita imbang, terakhir kami bisa menang di kandang mereka. Semua akan berjalan menarik lah,” imbuh pria yang juga melatih SMPN 255 Jakarta tersebut. Rasa optimis juga diperlihatkan kapten tim SMAN 61, Tyas Satrio. Siswa kelas XII tersebut tidak ingin mengulangi kegagalan di tahun lalu.

“Aku merasakan langsung kegagalan tahun lalu. Kami tidak trauma, justru setelah kalah tahun lalu pelatih langsung menyeleksi 12 pemain terbaik. Dan kami akan buktikan kalau kami memang terbaik,” ujar cowok 17 tahun tersebut. (*)

Story Provided by Warta Kota

BEDA NASIB DUA FINALIS
10 October 2018

DKI JAKARTA- Di tengah riuhnya persiapan para sekolah wilayah Selatan. Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region sudah melaksanakan Technical Meeting (TM). East Region sendiri akan terselenggara di GOR Kecamatan Pulo Gadung pada 26 Oktober hingga 2 November nanti. Bertempat di Agathis Room Hotel Max One Pemuda, Jakarta Timur kemarin (9/10) 29 tim turut hadir di TM tersebut. East Region terlihat lebih spesial.

Pasalnya, dua finalis Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu berasal dari wilayah Jakarta Timur. Adalah SMAN 22 Jakarta yang keluar sebagai juara dan SMAN 71 Jakarta yang harus puas finish di peringkat kedua, Langkah kedua tim itu berbeda nasib di East Region tahu ini. Tapi, keduanya tetap ngotot ingin bertemu kembali di final tahun ini.

Sebagai runner-up tahun lalu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) masih merasa geregetan dengan performanya dua tahun terakhir ini. Sudah dua seri beruntun, 2016 dan 2017, Sapta Eka merasakan atmosfer final Honda DBL DKI Jakarta. Namun, tim asal Duren Sawit itu selalu berakhir di peringkat kedua. Melihat hasil ini, kapten tim Sapta Eka Nasser Muhammad tetap memasang target juara di tahun ini. “Dua kali kegagalan beruntun membuat kami selalu berbenah. Sudah puas kami menjadi pemanis di final. Tahun ini Sapta Eka akan angkat trofi,” tungkasnya.

Jika melihat hasil drawing pada TM kemarin, perjalanan Sapta Eka menuju babak final dihadapkan dengan jalan terjal. Mereka satu bagan dengan salah satu rivalnya SMAN 61 Jakarta. Selain itu, salah satu tim underdog SMA Al Ma’ruf juga siap menerkam sang runner up. Namun, Nasser dan tim tetap yakin  mereka tembus final. “Aku puas namun sempat terkejut melihat hasil drawing. Di laga awal kami lawan SMAN 105, tapi perjalanan sesungguhnya kala bertemu SMAN 61 nanti,” cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara mental juara juga tetap diperlihatkan SMAN 22. Datang sebagai juara bertahan Riverside (julukan SMAN 22) di atas angin. Namun, beban berat tetap berada di pundak Adra Novena sebagai salah satu pemain Riverside untuk mempertahankan gelar. “Kami akan melalui perjalanan panjang sebelum melangkah jauh ke final. Kami belum pernah bertemu SMAN 14 sebelumnya. Tapi, aku yakin, materi pemain kami di atas mereka” imbuh siswa kelas XI tersebut.

Adra turut berkomentar ketika melihat bagan TM. Menurutnya, perjalanan semua tim di Jakarta Timur akan berlangsung menegangkan di tiap laga. Dirinya juga berkomentar, petualangan Riverside akan lebih mulus dibanding lawannya di final tahun lalu. “Menarik banget ya, SMAN 71 tidak satu bagan dengan kami. Namun perjalanan mereka lebih berat karena ada SMAN 61 di sana. Tapi tetap kami ingin bertemu mereka lagi di final,” tutur cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara dari wilayah Selatan, lima pertandingan akan dihelat pada opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region pada 13 Oktober nanti. Diantaranya, ada laga big match tim putra SMAN 82 Jakarta kontra SMAN 8 Jakarta serta tim putri SMAN 3 Jakarta yang akan meladeni perlawanan SMAN 70 Jakarta. (*)

Story Provided by Warta Kota

AMBISI DAHA TUMBANGKAN RAKSASA
9 October 2018

DKI JAKARTA- Datang sebagai tim penuh pengalaman, SMAN 82 Jakarta sangat ambisius untuk mengunci gelar Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region. Di tahun ini mereka mengirimkan dua tim, putra dan putri. Untuk tim putra, Honda DBL DKI Jakarta bukanlah ajang baru bagi mereka. Sebab, Daha (julukan SMAN 82) putra tak pernah absen di liga basket bergengsi ini. Sementara, tim putri yang baru menyicipi kompetisi di tahun ini, langsung menghadapi ujian, dengan bertemu runner up dua tahun lalu, SMAN 34 Jakarta.

Sadar akan pengalaman, Daha putra tidak ingin datang sebagai tim penghibur saja. Jika menarik sejarah, mereka dibayangi mimpi kelam. Daha selalu gagal di babak awal sedari empat tahun silam. Prestasi terbaik tim yang bermarkas di daerah Kebayoran Baru, Jaksel ini adalah menjadi semifinalis pada tahun 2012 silam.

Melihat hal ini, sang kapten Rafif Hafizha memiliki tekad untuk mematahkan paceklik kemenangan yang diperoleh Daha. Tak tanggung-tanggung dirinya dan tim mematok target  juara di Jakarta Selatan. “Ini tahun terakhirku di SMAN 82. Tentu aku akan berjuang mati-matian agar bisa membawa Daha juara. Aku yakin Daha bisa menumpas semua lawan, meski kami harus bertemu tim unggulan,” ujar siswa kelas XII tersebut.

Tak jauh berbeda dari tim putra. Para srikandi Daha memasang target untuk bisa mewakili South Region di babak Championship 10-17 November nanti. Melihat hasil drawing lalu, Daha harus bekerja esktra guna mencapai targetnya tersebut. Pasalnya, mereka harus berhadapan dengan SMAN 34 terlebih dulu di babak awal. “Pada head to head terakhir, kami memang kalah. Tapi, mereka kesulitan menembus pertahanan man-to-man kami. Tentu kami akan memanfaatkan tiap celah untuk mendulang angka dan meraih kemenangan,” ucap Trigita Ramadhani, kapten tim putri Daha.

Saat ditanya seberapa besar peluang Daha putri di South Region, dirinya mengaku yakin seratus persen. Tanpa keraguan, Trigita dkk akan pulang dengan kepala tegak dari GOR Bulungan nanti. “Kami sudah belajar dari pengalaman. Sekalipun lawan tim raksasa, kami akan libas mereka. Tunggu Daha beraksi di final nanti,” ujar siswi kelas XII tersebut dengan menggebu.

PERSIAPAN DINI

Dari East Region, meski tip off wilayah Jakarta Timur masih dua minggu lagi. SMA Labschool Jakarta telah mempersiapkan skuadnya lebih awal. Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region sendiri baru akan dilaksanakan pada 26 Oktober sampai 2 November mendatang di GOR Kecamatan Pulo Gadung.

Maira Naya Paritra selaku kapten tim putri Labsraw (julukan SMA Labschool Jakarta) mengaku sudah satu tahun, timnya mempersiapkan diri guna ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu momentum ini tidak akan dilewatkan begitu saja oleh Maira dan tim.

 

“Tahun lalu kami memang belum ikut, karena materi pemain masih kurang. Namun, di tahun ini materi kami lengkap, semua elemen sekolah pun mendukung. Dari orang tua, guru, ataupun pelatih support kami seratus persen,” ungkap Maira. Dengan persiapan yang matang ini, tentu Labsraw tidak ingin angkat koper lebih dini dari panggung Honda DBL DKI Jakarta.

Siswi kelas XI itu yakin, East Region akan menjadi milik mereka. “Kami akan bermain di daerah sendiri. Tentu itu seperti bermain di rumah sendiri. Ini jadi satu kelebihan agar kami bisa menjadi juara di East Region,” imbuh cewek berusia 15 tahun itu.

Hal senada juga diungkapkan tim basket putra Labsraw, Alfian Kamaludin Syah. Menurutnya tidak ada yang perlu ditakuti di daerah Jakarta Timur. “Persaingan memang ketat. Namun kami tidak takut dengan tim manapun. Karena harusnya Labsraw yang ditakuti seluruh tim di sini,” ucapnya saat roadshow kemarin. (*)

Story Provided by Warta Kota

JALAN TERJAL TIM BASKET PUTRI SMAN 34
7 October 2018

DKI JAKARTA- Technical Meeting (TM) Honda DBL DKI Jakata Series 2018 – South Region telah berlangsung Sabtu (6/10) kemarin. Bertempat di Kantorkuu Coworking Space & Office Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan antusias peserta tidak terbendung. Sebanyak 32 tim akan memperebutkan empat tiket ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, guna berhadapan dengan tiga region lainnya (West, North, dan East).

Selain pembacaan regulasi, TM juga menghasilkan drawing pertandingan. Raut wajah peserta TM seketika berubah menjadi tegang saat drawing dilaksanakan. Di sektor putri, pemegang gelar terbanyak SMAN 3 Jakarta harus menumpas perlawanan rivalnya SMAN 70 Jakarta, sebelum melaju ke babak selanjutnya. Tentu, ini mengingatkan pertemuan kedua tim pada empat tahun silam, saat itu Teladan (julukan SMAN 3) berhasil mengungguli SMAN 70.

Undian berat juga didapatkan juara bertahan SMAN 8 Jakarta, semifinalis tiga tahun silam SMAN 28 Jakarta dan runnerup tahun lalu SMAN 34 Jakarta. Khususu SMAN 8, mereka diuntungkan karena mendapatkan lucky draw. Sedangkan SMAN 34 harus mengalahkan SMAN 82, jika ingin revans dengan SMAN 8.

Berkaca dari sejarah, SMAN 34 takluk dari SMAN 8 pada babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2017. Meski demikian pemain SMAN 34, Maharani Aprilia yakin timnya melangkah jauh di regional Selatan ini. “Bertemu SMAN 8? tentu kami ingin menebus kekalahan tahun lalu. Tapi, kami harus fokus. Perjuangan kami dimulai dari melawan SMAN 82. Mereka seperti underdog, patut diwaspadai,” ucapnya.

Kapten tim putri SMAN 8 Lula Maria optimis menyambut hasil undian. Menurutnya, persaingan akan semakin ketat menuju tangga juara. “Kalau SMAN 34 menang, kami akan bertemu mereka. Tentu ini awal perjalanan berat buat kami. Semua akan berjalan menegangkan,” ujar siswi kelas XII tersebut.

Sementara di sektor putra, kekuatan SMAN 70 Jakarta diuji setelah absen tiga tahun. Tim yang bermarkas di daerah Bulungan ini yakin menorehkan hasil manis. Apalagi mereka akan mereka akan bermain di kandang sendiri. Kapten tim Seventy (julukan SMAN 70) Fikri Azhari sangat ambisius untuk menyegel status juara di region Selatan. “Ini momentum, kami akan bermain di publik sendiri. Jika kami juara, tentu ini semakin megukuhkan kami sebagai penguasa Bulungan dan Jakarta Selatan,” ujarnya. (*)

Story Provided by Warta Kota

JUARA BERTAHAN PANASKAN TENSI PERSAINGAN
5 October 2018

DKI JAKARTA- Pada pelaksanaan Roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region kemarin (4/10), tim DBL Jakarta menyambangi dua sekolah penuh pengalaman. Adalah SMAN 63 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta. SMAN 63 merupakan tim yang telah ambil bagian di tiga tahun terakhir. Sementara SMAN 8 merupakan juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu di sektor putri. Keduanya akan bertarung dengan sekolah lainnya di wilayah Selatan, untuk memperebutkan tiket ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta dengan tiga region lainnya (West, North, dan East).

Sebagai sekolah yang sudah merasakan pahit manisnya Liga basket terbsesar se tanah air ini, SMAN 63 tetap menaruh harapan besar di tahun ini. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tim putra dan tim putri enamtiga (julukan dari SMAN 63) memasang target untuk menjadi juara South Region. Secara prestasi dewi fortuna seakan belum berpihak kepada enamtiga. Sebab sekolah yang bermarkas di daerah Petukangan Utara, Jaksel itu selalu tumbang di babak awal.

Di tiga tahun terakhirnya, putri enamtiga gagal melangkah ke babak selanjutnya. Bahkan, di tahun 2015 dan 2016 enamtiga tumbang dari lawan yang sama, SMAN 6 Jakarta. Begitupun dengan tim putra enamtiga. Mereka tumbang dari SMA Kasih Kemuliaan pada 2016 dan takluk dari juara tahun lalu, SMAN 22 Jakarta pada tahun 2017.

Tentu di tahun ini, Revo Gilang Persada yang didaulat sebagai kapten ingin membuat torehan manis di tahun terakhirnya di sekolah. “Melihat kerja keras dan semangat tim, aku yakin dan optimis SMAN 63 dapat menggapai target juara. Ini juga jadi kado terakhir aku untuk sekolah di tahun terakhirku di enamtiga,” ujar siwa kelas XII tersebut.

Tidak jauh berbeda, kapten dari tim putri enamtiga, Farhani Sefina mengaku kerja keras merupakan salah satu usaha dari tim untuk meraih gelar juara. “Aku sudah ikut DBL dari tahun lalu. Semoga kerja keras kami dan pengalamanku bisa membangkitkan mental juara kami di DBL,” ujar pemain berposisi guard tersebut.

Lebih lanjut, Safina menuturkan tim yang berada di South Region memamg patut diwaspadai, terutama juara bertahan SMAN 8. Namun, bukan berarti kewaspadaan tersebut berujung kepada sikap panik ataupun menyerah sebelum berjuang. “Siapapun lawan kita nanti, enamtiga tidak akan takut menghadapi. Kami sangat ingin menumbangkan juara bertahan, SMAN 8 di tahun ini,” lanjut siswi kelas XII tersebut.   

PERTAHANKAN GELAR

Sementara di kesempatan lain, tim putri SMAN 8 juga tidak ingin melepaskan titel juaranya begitu saja. Sebagai juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu, tim putri SMAN 8 memang sangat diwaspadai lawan. Di tahun ini SMAN 8 mengirimkan tim putra dan tim putri. Lula Maria Amanda, kapten tim putri delapan (sebutan untuk SMAN 8) memiliki tanggung jawab besar. Sebab, datang sebagai juara bertahan bukanlah hal yang mudah menurutnya. “Dua tahun lalu kami datang sebagai debutan. Tahun lalu kami juara. Tentu tahun ini bukan hanya Selatan saja, Championship pun akan kami pertahankan,” ucap cewek berusia 16 tahun itu.

Selain tim putri, tim putra delapan juga memiliki beban berat. Jagad Putra Dewanto dkk memasang target untuk dapat lolos ke babak Championship. Optimistis anak-anak Delapan bukan hanya isapan jempol belaka. Berbeda dari tahun sebelumnya, persiapan skuad delapan putra sangat optimal. Mereka memiliki pemain yang bagus secara skill. “Dari tiga kejuaraan di tahun ini, dua kali kami menjadi juara. Selain itu materi para pemain kami lebih siap secara pengalaman dan skill untuk dapat disegani di wilayah Selatan,” jelasnya. (*)

PERSAINGAN PANAS DI JAKARTA SELATAN
4 October 2018

DKI JAKARTA- Dua sekolah dengan nama besar basket di Jakarta turut ambil bagian pada  Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region di GOR Bulungan 13-20 Oktober mendatang. Adalah SMAN 28 Jakarta dan SMAN 3 Jakarta yang sama-sama memiliki track record baik di kompetisi basket bergengsi se tanah air ini. SMAN 28 putri merupakan juara supporting event 3x3 di Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu, serta semifinalis pada tiga tahun lalu. Sementara, SMAN 3 merupakan sekolah yang berhasil mengawinkan gelar putra dan putri pada tahun 2016.

Sempat absen di dua tahun terakhir, Dua Delapan (sebutan SMAN 28) kembali dengan materi yang komplit. Namun, mereka mengirimkan tim putri saja. Pada roadshow kemarin (3/10), tim basket dua delapan mengajak seluruh pendukungnya agar memberi dukungan. Kapten dua delapan, Sophia Adventa menuturkan  atmosfer Honda DBL DKI Jakarta berbeda dengan kompetisi lain. Karena itu, sang kapten Sophia Adventa tetap mewaspadai tim-tim dari Jakarta Selatan.

"Persaingan di Jaksel sangat ketat. Kami ingin membawa nama dua delapan kembali harum di DBL. SMAN 8 dan SMAN 34 dua tim yang paling kami pantau," ucap siswi kelas XI tersebut. Perombakan di sektor official juga jadi bukti keseriusan tim yang bermarkas di daerah Jati Padang tersebut. Adventa dkk mengambil pelatih baru untuk ikut di Honda DBL DKI Jakarta ini. Tentu hal itu makin mematangkan persiapan anak-anak dua delapan.

"Tahun ini kami kembali dan siap baik secara materi pemain maupun official. Tentu jadi juara target utama kami," ujar cewek 16 tahun itu. Roadshow juga makin meriah dengan penampilan Crescent (sebutan tim dance SMAN 28). Carissa dan tim membawakan konsep modern dance dengan tema Bruce Lee. "Kami memilih konsep dan tema itu karena gerakannya powerful. Kami juga ingin menampilkan hip-hop yang berbeda dengan baju serta gerakan khas  Bruce Lee," ungkap siswi kelas XI itu.

Pada sesi akhir, instuktur keselamatan Honda, Siswanto juga menjelaskan bagaimana cara mengendarai motor yang aman. "Yang paling penting helm, jaket, dan sarung tangan. Dan tidak ngebut-ngebutan di jalan," ujarnya.

DIHANTAM BADAI CEDERA

Tim bertabur prestasi lainnya, SMAN 3 juga berkesempatan memperkenal skuadnya pada roadshow Rabu (3/10).  Datang sebagai unggulan membuat anak-anak asal Setiabudi tentu ingin menjaga nama baik. Tim putri yang dua tahun beruntun tampil di final, membuat Insyira Keysa dkk memikul beban berat. Ditambah badai cedera yang sempat dialami dua punggawa putri Teladan (julukan tim basket SMAN 3).

Sang kapten Insyira semestinya menepi selama 8 bulanTapi, tekad yang kuat memimpin tim di lapangan menjadi pecutan untuknya membela Teladan."Belum lama ini Aku dan Jofinka Putri, mengalami cedra di bagian lutut. Tapi bukan.masalah besar buat kami untuk membela Teladan di DBL. Target  kami tetap menguasai Selatan lalu mengunci juara di Championship," pungkas kapten tim putri Teladan Insyira.

Tak jauh berbeda, tim putra Teladan  yang masuk dalam unggulan di Honda DBL DKI Jakarta wilayah Selatan, sempat kehilangan kaptennya, Salman Alfarisi. Cowok berusia 17 tahun itu juga sempat bermasalah di bagian lututnya. Namun, tim dengan torehan dua gelar Honda DBL DKI Jakarta ini tetap akan meladeni siapun lawannya."Bulungan akan kami hentakan. Kami optimis akan mengawinkan gelar juara seperti dua tahun lalu," ujarnya (*)

Gonz dan Twenty Six Siap Geber South Region
3 October 2018

DKI JAKARTA- Belum beranjak dari euforia kemegahan final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region. Wilayah Jakarta Selatan siap menggeber kemeriahan dan panasnya persaingan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region pada 13-20 Oktober di GOR Bulungan. SMA Kolese Gonzaga dan SMAN 26 Jakarta jadi pembuka rangkain roadshow kompetisi basket bergengsi se tanah air ini. Tentu hal itu sekaligus menandakan dimulainya perjalanan panjang para tim di South Region untuk mewaklili wilayahnya di Championship Honda DBL DKI Jakarta 10-17 November mendatang.  

Pada pagi hari, tim DBL Jakarta menyambangi SMA Kolese Gonzaga. Datang sebagai salah satu debutan, sekolah yang bermarkas di daerah Pejaten ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Kepercayaan serta optimisme tinggi menjadi modal utama anak-anak Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) untuk menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series regional Selatan.

Persiapan dan uji coba melawan tim lain telah dilakukan Normand Xavier dan tim. Sang kapten sendiri telah memetakan kekuatan tim basket di daerah Jakarta Selatan. “Tim di daerah Jakarta Selatan memang terkenal garang, SMAN 34 salah satu rival kami. Kami datang untuk menang, kendalikan diri dan tenang di lapangan kunci kita meraih kemenangan siapapun lawannya,” ucap Normand Xavier,

            Porsi latihan semakin ditambah tim basket Gonz untuk menghadapi liga paling bergengsi ini. Meski sempat dirundung cedera, para pemain Gonz sudah mulai kembali beradaptasi untuk mengikuti Honda DBL DKI Jakarta. “Forward kami ada yang cedera, tapi dia sudah mulai kembali berlatih. Tentu dengan materi yang lengkap, kami bisa jadi yang disegani di DBL tahun ini,” jelas pemain guard tersebut.

Selain tim basket, tim dance Kolese Gonzaga juga memiliki semangat juang tinggi. Foxy Dance Crew (nama tim dance Kolese Gonzaga) ini sudah menyiapkan penampilan yang terbaik untuk ajang UBS Gold Dance Competition dari bulan Agustus lalu. “Kami terinspirasi dari film The Purge. Kami akan mengangkat konsep tarian hip-hop yang dikombinasikan dengan dance hall untuk gerakannya,” ujar Agnes Metta kapten dari tim dance Foxy Dance Crew.

Selain gerakan enerjik, mereka telah mempersiapkan kostum dan properti yang sesuai dengan tema yang akan diangkat oleh mereka. “Rencananya kami akan memakai outfit warna biru dan emas dibalut  jumpsuit hitam,” ucap siswi kelas XI tersebut.

Sementara, pada siang harinya, SMAN 26 Jakarta juga menyambut Roadshow dengan meriah. sang kapten Fazri Azfiansyah Yazid menyanyikan yel-yel sekolah mereka untuk membakar semangat para pendukungnya. Tak ketinggalan, Fazri juga meminta dukungan agar mereka bisa juara di South Region dan lolos ke babak Championship nanti. “Kami akan akan bermain ngotot tentunya untuk dapat menjadi juara DBL. Kami memiliki kekompakan yang baik dan semangat juang yang kuat,” pungkasnya.

Tim dance SMAN 26 pung tak kalah heboh. Detak (sebutan tim dance SMAN 26) memperlihatkan performanya di tengah lapangan waktu roadshow kemarin. Gerakan tari tradisional yang dicampur dengan tari modern menjadi konsep utama Detak dalam penampilan mereka. “Meski ada unsur tradisional, kostum berbeda akan kami kenakan di setiap kami perform nanti,” ujar Alvia Maura, kapten dari Detak.  (*)