Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series
SERIES
 
 
(PREVIEW OPENING PARTY EAST REGION) TENSI TINGGI DUA RIVAL
26 October 2018

DKI JAKARTA- Duel penuh gengsi jadi tajuk utama pada salah satu laga opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 East Region Jumat (26/10) hari ini, di GOR Pulogadung. Finalis tiga tahun silam, SMAN 21 Jakarta akan meladeni perlawanan dari sang rival SMAN 36 Jakarta. Kedua tim sudah sering berjumpa sebelumnya, termasuk pada perhelatan Honda DBL DKI Jakarta edisi 2014. Pada pertemuan terkhir di Honda DBL, tim asuhan Rizqy Almushaddieq harus bertekuk lutut di hadapan SMAN 36. Mereka takluk dengan skor tipis 28-26, SMAN 21 kalah satu bola.

Kekalahan yang sangat membekas bagi Dust (julukan SMAN 21) itu, tentu jadi misi utama mereka untuk menebusnya. Ditambah, prestasi tim yang bermarkas di daerah Kayu Putih itu terus tergerus usai menembus babak final pada tahun 2015 lalu. Setahun setelah masuk final, Dust tersungkur oleh SMAN 3 Jakarta. Lalu, pada tahun 2017, lagi-lagi mereka harus angkat koper di awal usai kalah dengan lawan yang sama di tahun sebelumnya.

Sebagai kapten tim Dust, Rizki Andika menuturkan pertandingan hari ini merupakan laga hidup mati bagi timnya. "Kemenangan melawan SMAN 36 merupakan hal mutlak yang harus dicapai oleh kami. Target kami tahun ini juara. Dengan demikian, kami harus bermain dengan lebih fokus dan all out untuk dapat memenangkan laga hari ini," tegasnya.

Menurut sang kapten, SMAN 36 bukanlah lawan yang mudah. Kedua tim saling membunuh saat head to head. Rizki menyatakan SMAN 36 memiliki para pemain yang kompeten. "Semua pemainnya bagus sih, hanya saja sang kapten Bari Daffa patut dikawal dengan ketat," ujar student athlete berusia 17 tahun itu.

Sementara dari sang lawan, SMAN 36. Bertemu salah satu rival menjadi hal yang menarik bagi tim asal Rawamangun tersebut. Pasalnya, hal ini bisa jadi bukti bahwa mereka mampu menyingkirikan salah satu pesaing terberatnya demi trofi di Jakarta Timur. "Kami telah ikut DBL dari tahun 2014, namun belum pernah menyicipi final. Karena itu, jika kami bisa mengalahkan mereka, tentu kami lebih percaya diri menggapai juara," ujar Bari Daffa kapten tim SMAN 36.

Jika menilik pada sejarah, prestasi terbaik SMAN 36 adalah masuk ke babak 8 besar Honda DBL DKI Jakarta tahun 2016. Namun, kala itu perjalanan mereka terhenti oleh salah satu tim kuat SMAN 3 Jakarta. Sementara pada tahun 2017, mereka harus menelan pil pahit dari SMAN 34 Jakarta pada babak awal. “Mereka (re: SMAN 21) memiliki first dan second team yang sama bagusnya. Terutama salah satu pemainnya Irfan Fadilah, kami tak boleh lengah demi meraih Championship. Kami tak mau gagal lagi," tutup Bari.

Sang pelatih SMAN 36, Frangky de Fretes berharap agar timnya berjuang hingga akhir. "Intinya jangan nyerah dan nggak perlu takut. Team work dan percaya sama Tuhan," ujarnya untuk para anak asuhnya. Dengan persiapan serta motivasi juara dari kedua tim, tentu mereka siap saling terkam pada laga pembuka.

EMPAT PERTANDINGAN BUKA EAST REGION

Sebanyak 29 tim (21 putra dan 8 putri) siap mengarungi perjalanan panjang Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region. Bertempat di GOR Pulogadung, liga basket bergengsi se tanah air seri DKI Jakarta regional Timur akan dihelat pada 26 Oktober hingga 2 November mendatang. Empat laga pada sektor putra akan tersaji pada opening party Jumat (26/10).

Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region sendiri merupakan rangakain terakhir dari tiga regional lainnya sebelum babak Champoonship. West Region (area Jakarta Barat), North Region (area Jakarta Utara dan Pusat), dan South Region (area Jakarta Selatan) telah lebih dulu menyelesaikan rangkaian pertandingan. Empat tim (dua tim putra dan dua tim putri) yang masuk babak final, nantinya akan bergabung dengan tiga region lainnya.

Mereka akan bertarung di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 pada 10-17 November mendatang di GOR Soemantri, Kuningan, Jakarta Selatan. Petualangan panjang itu dibuka oleh laga antara sang juara bertahan SMAN 22 Jakarta yang akan meladeni SMAN 14 Jakarta. Lalu dilanjutkan oleh laga dua debutan yang baru ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. Antara SMAN 12 Jakarta kontra SMA Labschool Jakarta. Serta salah satu big match di Jakarta Timur, yang mempertemukan SMAN 21 Jakarta berhadapan dengan SMAN 36 Jakarta.

Dan ketatnya pertandingan pada opening party ditutup oleh SMA Fons Vitae 1 melawan SMAN 42 Jakarta. Sebagai juara bertahan, SMAN 22 Jakarta berjanji akan tampil ngotot demi menjaga asa mempertahankan gelar. Kapten tim Riverside (julukan SMAN 22) merasa beruntung bisa bermain di hari pembuka. "Jujur aku deg-degan menghadapi opening. Tapi, ini adalah langkah awal demi mempertahankan gelar," pungkas Daffa Rizky kapten tim SMAN 22. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Satu Misi Untuk Rebut Juara Championship
24 October 2018

DKI JAKARTA- Belum usai euforia wilayah Selatan, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region siap digeber. Tepat pada 26 Oktober hingga 2 November mendatang di GOR Pulo Gadung, para pecinta basket akan dimanjakan dengan panasnya persaingan tim basket di wilayah Jakarta Timur. Pada saat Roadshow kemarin (23/10), dua sekolah yang memiliki latar belakang sejarah berbeda, berkesempatan memperkenalkan skuad terbakiknya. Adalah SMAN 39 Jakarta dan SMAN 22 Jakarta yang sama-sama memiliki misi untuk jadi nomor wahid di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018.

Sebagai sekolah yang baru mengikuti liga basket bergengsi se tanah air seri Jakarta, Galan (julukan SMAN 39) langsung mematok target tinggi. Tak sungkan, tim yang bermarkas di daerah Cijantung tersebut membidik juara pada babak Championship. Menurut sang kapten I Gusti Ardhika Wibawa, timnya sudah mencapai titik 100 persen dalam persiapannya.

“Pengorbanan kami sudah maksimal. Kami juga sudah ikut beberapa turnamen yang ada di Jakarta. Kami optimis bukan hanya gelar juara Jakarta Timur yang akan kami raih. Tapi trofi juara se DKI Jakarta pada babak Championship bisa kami rengkuh,” ujar pemain yang akrab disapa Ardhika tersebut.

SMAN 39 belum memiliki pengalaman di kompetisi penuh gengsi ini. Pada hasil drawing lalu, SMAN 39 berkesempatan menjajal kekuatan debutan lainnya, SMAN 59 Jakarta pada babak awal. Ardhika dkk optimis mampu melaju mulus nanti. Secara materi, skuad Galan diisi oleh pemain yang memiliki kemampuan eksepsional. Achmad Aldjufri adalah salah satu pemain yang memiliki kemampuan membaca permainan. Achmad juga salah satu pemain Porprov kepunyaan Jakarta Timur.

Selain Achmad, Galan juga memiliki Muhammad Hanif Raihan pemain yang sudah pernah merasakan kancah Internasional. Student athlete berusia 16 tahun tersebut menjadi salah satu wakil Indonesia pada pertandingan Asia-Pasific Youth Basketball di Singapura. “Kemampuan basket Achamd tak usah diragukan lagi. Ditambah kami punya pemain seperti Raihan yang memiliki kemampuan post-up yang baik Tentu itu merupakan paket komplet untuk kami,” jelas Ardhika.

Ketika ditanya lawan terberatnya, para punggawa Galan menyatakan tidak ada yang perlu ditakuti di Jakarta Timur. “Kami tidak takut melawan juara tahun lalu SMAN 22. Justru kami ingin menaklukan SMAN 71 yang memiliki materi cukup berbahaya,” ucap siswa kelas XII tersebut.

SMAN 39 sendiri tidak hanya mengirim tim putra saja. Tim putri Galan juga turut ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta regional Jakarta Timur. Kapten tim putri, Jhosephine Estefani Riscila menyatakan bahwa timnya sudah siap untuk berjuang di East Region nanti. “Aku mengahrapkan teman-teman bisa bermain lepas. Meski postur kami kecil, kekompakkan jadi modal utama buat kami,”pungkas siswi kelas XII tersebut.

AMBISI SANG JUARA BERTAHAN

Sementara itu, di tempat yang berbeda, SMAN 22 Jakarta juga menargetkan diri untuk mempertahankan gelar tahun lalu. Tetapi, kendala komposisi pemain menjadi salah satu pengganjal anak-anak asal Utan Kayu Selatan tersebut dalam mencapai mimpinya. “Jujur, dibandingkan tahun lalu, kekuatan tim di tahun ini agak berkurang. Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang patut untuk dikhawatirkan,” imbuh Daffa Rizky kapten tim SMAN 22.

Daffa sendiri tidak terlalu menanggapi seandainya sekolanya bukan masuk dalam unggulan juara. “Mungkin tim lain tidak memperhitungkan kami. Tapi skill kami nanti di lapangan yang akan membungka itu semua,” pungkas pemain berposisi forward tersebut.

Lebih lanjut, Daffa sangat mengharapkan kekompakan tim sebagai modal utama punggawa Riverside (sebutan basket SMAN 22) di tahun ini, guna mempertahankan trofi Honda DBL. “Kekompakan tim kami sudah sangat terasa, itu yang harus terus dijaga. Ditambah dua pemain andalan kami Nur Fahri Fadilah dan Joshua Saut siap bergabung dengan tim,” jelas Daffa. Ujian pertama Riverside untuk mengarungi panasnya persaingan di regional Timur akan dijajal oleh SMAN 14 Jakarta pada babak awal nanti. (*)

SMALE BIDIK CHAMPIONSHIP
23 October 2018

DKI JAKARTA- Optimisme tinggi membalut para punggawa SMAN 54 Jakarta pada gelaran Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region. Wilayah Jakarta Timur sendiri akan terhelat pada 26 Oktober-2 November mendatang di GOR Pulo Gadung. Tim asal Rawa Bunga, Jatinegara tersebut yakin mampu menebus kegagalan selama ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta. Pada rangkaian roadshow kemarin (22/10), sang kapten Bintang Putra Adrian memimpin timnya untuk mampu bersaing dengan tim di seluruh Jakarta. Tak segan, pemain berusia 17 tahun itu menargetkan masuk ke babak Championship.

“Kegagalan kami jadi pekerjaan rumah untuk kami. Di tahun ini target kami tidak muluk untuk juara, yang penting masuk final dan melangkah ke Championship. Dengan begitu, jadi bukti tim kami memang patut disegani,” ungkapnya saat roadshow. SMALE (julukan SMAN 54) sendiri selalu dibayangi mimpi buruk selama perhelatan Honda DBL DKI Jakarta. Tim asuhan Harryko Elsyam, selalu takluk di tangan tim asal Jakarta Timur.

Pada edisi 2014, Smale takluk dari SMAN 22 Jakarta pada babak awal. Tiga tahun berikutnya, Adrian dkk menyerah dari SMAN 61 Jakarta pada babak yang sama. Tentu dengan format baru, dapat menjadi momen pembuktian punggawa Rawa Bunga itu untuk melangkah jauh ke babak Championship. Namun, perjalanan anak-anak Smale tidaklah mudah di regional Timur ini.

Pasalnya, mereka satu bagan dengan beberapa tim kuat di Jakarta Timur. Di antaranya, runnerup dua edisi terakhir, 2016 dan 2017, SMAN 71. Lalu tim yang menghentikan laju mereka pada tahun lalu SMAN 61, dan ada dua debutan yang siap mengancam keberadaan Smale di Honda DBL DKI Jakarta SMA Labschool Jakarta dan SMA Al-Ma’ruf.

Melihat hal itu, Adrian selaku kapten tim tetap tenang dalam memimpin timnya. “Dari hasil drawing aku meyakini teman-teman tetap optimis bisa menang. Di partai pertama, kami akan melawan pemenang antara Don Bosco atau SMAN 44. Jelas itu jadi titik awal perjalanan kami untuk bisa melangkah jauh,” ujar student athlete kelas XII tersebut.

Tekad menang yang dibawa anak-anak Smale juga dibarengi dengan dukungan besar dari Ultras Smale (sebutan suporter SMAN 54). Teriakan serta support terus dilantangkan sepanjang roadshow kemarin. Koordinator suporter Ultras Smale, Reyhan menuturkan para suporter siap mengawal perjalanan tim basket kesayangannya di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini. “Kami selalu mendukung tim basket. Kami di sini ada untuk kalian. Aku yakin mereka bisa juara,” ujarnya dengan penuh semangat. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Tim Putra Teladan Kunci Gelar Regional Selatan
21 October 2018

DKI JAKARTA- Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018-South Region berlangsung penuh kemegahan. Laga final antara tim putra SMAN 3 Jakarta kontra SMA Al-Izhar berjalan ketat. Kedua tim menyajikan pertandingan yang membuat seisi GOR Bulungan deg-degan. Saling mengejar poin pun tak terhindarkan di laga kemarin (20/10) malam. Namun, Teladan (julukan SMAN 3) akhirnya menyudahi perlawanan Al-Izhar dengan skor tipis, 79-76.

Sesaknya  penonton yang datang ke GOR Bulungan, terbayarkan oleh laga ketat kedua tim. Pada kuarter pertama, Teladan sangat mendominasi jalannya pertandingan dengan mudah. Ketenangan saat bermain serta pengalaman yang mapan membuat mereka dapat unggul atas Al-Izhar.

Hanya saja, Al-Izhar yang juga mendapat dukungan penuh dari suporternya, enggan melepas gelar juara begitu saja ke Teladan. Tim asal Pondok Labu itu baru mampu bangkit pada kuarter kedua. Pada menit kelima, tembakan tiga angka dari Karim Maulana, membawa Al-Izhar unggul pertama kali atas Teladan setelah hanya mampu menempel selisih poin, skor 31-29 Teladan balik tertinggal.

Kuarter ketiga menjadi momen krusial untuk kedua tim. Teladan kembali dapat menyalip perolehan poin Al-Izhar. Dengan memperlihatkan mental juara, Teladan membuat Al-Izhar semakin tertekan dan kelimpungan melakukan serangan. Hal ini menyebabkan sedikit demi sedikit perolehan skor yang dikumpulkan oleh Al-Izhar semakin lama semakin terpaut tipis dan akhirnya Teladan bisa merebut kembali posisinya di puncak. Skor pada kuarter ketiga berakhir dengan angka 57-55 untuk kemenangan Teladan.

Pada kuarter pamungkas, Teladan semakin menunjukan dominasinya sebagai sekolah yang patut ditakuti di Selatan. Brian Gunawan menjadi pahlawan dari Teladan pada laga kemarin. Pemain bernomor punggung 13 tersebut dapat memperlihatkan kemampuan bermain yang fantastis dari laga sebelumnya. Total perolehan 28 poin, 9 rebound, 1 block dan 4 steal menjadi penanda kegarangan performa forward andalan Teladan tersebut.

Performa defense yang hebat dari Salman Alfarisi dkk dapat menjinakan kegaharan dari duet Al-Izhar Alvaro dan Salim. Meskipun begitu, Al-Izhar masih dapat mengancam kans juara Teladan hingga detik akhir permainan. Satu menit terakhir menjadi waktu yang sangat menegangkan bagi para pendukung Teladan.  Melalui tembakan free-throw yang diceploskan oleh Alvaro, Al-Izhar sempat menyusul putra Setiabudi tersebut.

Namun, harapan mengembalikan kedudukan sekan sirna. Meski salah satu pemain Al-Izhar Kemal Arishy Salim menorehkan 20 poin, 7 rebound, 1 assist, 1 block dan 1. Forward Teladan, Brian Gunawan memupus harapan Salim dkk untuk menaklukan juara dua tahun silam itu. Melalui fastbreak, diakhiri dengan lay-up Brian, mengunci kemenengan Teladan atas Al-Izhar, skor 79-76 Teladan kembali keluar sebagai penguasa Jakarta Selatan.

Menurut Andi Oktafiyanto, Kepala Pelatih Teladan, anak asuhnya tidak boleh terlalu larut dalam euforia kemenangan ini. Masih ada tantangan sesungguhnya pada babak Championship nanti. “Masih ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh musuh kemarin. Bahkan, kami sempat kerepotan saat berhadapan dengan Al-Izhar. Itu pekerjaan rumah untuk kami,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Ivan, Pelatih dari Al-Izhar merasa anak-anaknya sudah melakukan yang terbaik di lapangan. Melihat hal ini, dia pun optimis dapat meraih hasil baik saat babak Championship nanti. “Tidak ada yang tidak mungkin. Kita tahu bagaimana kekuatan dari Teladan yang merupakan tim raksasa. Tentunya dengan berlatih lebih keras lagi, meraih kemenangan melawan perwakilan dari region lain bukanlah hal yang mustahil,” pungkasnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 28 RAIH GELAR PERDANA
21 October 2018

DKI JAKARTA- Babak final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region sektor putri, menasbihkan SMAN 28 Jakarta sebagai juara. Tim polesan Syafiq Ali berhasil memukul mundur perlawanan dari SMAN 3 Jakarta dengan skor yang cukup terpaut jauh, 64-52 untuk SMAN 28 kemarin (20/10). Hasil ini merupakan torehan manis untuk SMAN 28 yang sebelumnya absen di dua tahun terakhir. Mereka berhasil melakukan comeback sempurna. Tim yang bermarkas di daerah Jati Padang itu pun percaya diri mampu bersaing di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series November mendatang.

Sedari tip off, pertarungan antara kedua sekolah rival tersebut membuat para penonton tidak bisa diam. Jual beli serangan terjadi di awal laga. Pemain bernomor 9 dari Teladan (julukan SMAN 3), Jofinka Bandini Putri mencuri poin untuk timnya di lima menit babak awal. Efektivitas pemain berposisi forward tersebut tidak mampu dibendung para punggawa SMAN 28. Sebanyak 10 poin beruntun dia torehkan dalam lima menit untuk mengamankan posisi Teladan.

Melalu akurasi tembakan dua poin dari dalam garis three point Jofinka membawa Teladan unggul. Namun, Sophia Rebecca Adventa dkk terus mengejar ketertinggalan. Dikomandoi Komang Raissa Istyana, SMAN 28 berbalik bermain lepas di lapangan. Pass to pass serta kesabaran srikandi Jati Padang itu, mampu merobek ring lawan perlahan.

Meskipun pada setiap kuarter Teladan tertinggal dari segi perolehan nilai, tim asal Setiabudi tersebut selalu tak kenal lelah untuk dapat memangkas poin dari lawannya. Dua starter andalan Teladan yaitu Jofinka Bandini Putri dan Zhara Mauritzka Syafrizal saling bahu membahu untuk memberikan secercah asa kemenangan timnya. Total perolehan poin Jofinka sebanyak 16 poin yang disertai dengan 8 rebound dan 1 steal memperlihatkan kegigihannya untuk terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Begitu juga dengan Zhara yang membukukan 11 poin, 3 rebound dan 5 steal.

Namun usaha putri Teladan seperti pupus, kala performa gemilang dari Sophia Rebecca Adventa mampu mendogkrak kekuatan SMAN 28. Student athlete kelas XI itu mencetak double double dengan 24 poin, 16 rebound, 3 assist, 1 block dan 6 steal dapat mengangkat kegaharan timnya. Teladan tertinggal jauh, bahkan mereka harus mendapat respect the game pada kuarter ketiga, karena terpaut 20 poin dari sang lawan.

Sang juara dua tahun silam hanya mampu memangkas enam poin saja untuk merubah kedudukan akhir menjadi 64-52. Usai buzzer akhir berbunyi anak-anak SMAN 28 larut dalam euforia. Keceriaan sang kapten Sophia Rebecca tak terbendung lagi. Dirinya sangat bersyukur mampu menumpas perlawanan dari Teladan.

“Di dua tahun sebelumnya kami absen di DBL. Senang banget bisa menjadi juara tahun ini, apalagi mengalahkan Teladan. Dengan kemenangan ini kami bisa membuktikan mampu menebar ancaman di babak Championship nanti,” ujar Sophia seraya tersenyum usai pertandingan.

Head coach SMAN 28 Syafiq Ali menyatakan keberhasilan timnya berkat performa apik first dan second teamnya. “Saya senang hari ini (re:kemarin), lapis kedua kami bermain dengan sangat baik. Mereka nggak mau kalah dari starting five nya. Bahkan mereka bisa menahan laju dari permainan Teladan yang skillful pada kuarter dua. Selebihnya, kami bermain dengan tempo lebih lambat dan bisa menguasai pertandingan” ujarnya. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) AMBISI UKIR SEJARAH
20 October 2018

DKI JAKARTA- Kekuatan SMAN 3 Jakarta di pentas basket Jakarta sudah tidak diragukan lagi. Untuk kompetisi sekelas Honda DBL DKI Jakarta saja mereka sudah memegang dua trofi, berdampingan dengan SMA Bukit Sion sebagai pemegang gelar terbanyak. Selain itu, torehan mentereng lainnya juga masih dipegang SMAN 3. Anak-anak Setiabudi adalah tim pertama yang berhasil mengawinkan gelar putra dan putri pada 2016 lalu.

Namun, bukan berarti sang penantang harus kalah sebelum berperang. Sejatinya, SMA Al-Izhar bukanlah anak baru di liga bergengsi se tanah air seri Jakarta ini. Pada tiga tahun silam, tim asal Pondok Labu itu merupakan semifinalis di Honda DBL DKI Jakarta. Kala itu, langkahnya, dihentikan Bukit Sion. Tak pelak, duel ini diprediksi akan berjalan ketat sepanjang kuarter.

Bagi Al-Izhar gelar yang akan diraih ini merupakan trofi pertama mereka di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu momentum ini enggan dilepas begitu saja oleh anak-anak Pondok Labu tersebut. Prestasi terbaik Indra Z. Kusuma dkk adalah tampil sebagai semfinalis pada edisi 2015. Setahun setelahnya, prestasi mereka menurun. Al-Izhar harus angkat koper lebih awal setelah ditumbangkan SMAN 71 Jakarta.

Sementara bagi Teladan (julukan SMAN 3), final merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, mereka telah tampil dua kali di final pada tahun 2012 dan 2016, hasilnya trofi selalu jatuh ke tangan mereka. Harapan besar juga ada di benak putra Teladan untuk kawin gelar lagi dengan tim putrinya yang berhadapan dengan SMAN 28. Namun, meski memiliki nama besar bukan berarti tak memiliki kekurangan. Teladan dibayangi kegagalan tahun lalu. Tim polesan Andi Oktafiyanto itu terpeleset di fase big eight, setelah ditumbangkan oleh sang runner up 2016 , SMAN 71.

Karena itu kedua tim sama sekali tidak ingin kehilangan asa di final tahun ini. Meski, keduanya sudah resmi menjadi wakil South Region di Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Jika menilik statistik, kedua tim memiliki torehan luar biasa. Porduktivitas torehan poin kedua tim berada di atas 150 dari empat pertandingan. Al-Izhar mampu membukukan 182 poin sementara Teladan menorehkan 166 poin.

Selain itu, efektivitas percobaan kedua tim pun sama kuat. Tercatat, field goals Teladan mencapai 27,9%, sebaliknya sang lawan Al-Izhar hanya terpaut 0,2% saja, di angka 27,7%. Hal itu membuktikan materi pemain dari kedua tim sama-sama menebar ancaman baagi lawannya. Dari segi individu kedua tim juga memiliki jagoan.

Namun, skill individu pemain Teladan lebih merata. Lima pilar utama mereka doyan mengoyak ring lawan. Dimulai dari Joseph Dolok Hidefumi dengan catatan 23 poin. Lalu ada sang kapten Salman Alfarisi yang telah mengukir 24 poin. Satu poin lebih banyak ada Eizerr Weizmann Hatta dan Brian Gunawan dengan 25 poin. Dan pencetak poin terbanyak Vito Angga Dinata yang telah membukukan 28 poin.

Berbanding terbalik dengan Teladan, torehan poin Al-Izhar terkonsentrasi di dua pemain mereka. Kemal Arishy Salim dan Rayhan Alfaro Ferdinand masing-masing telah mencetak 52 dan 47 poin bagi timnya. Sementara tiga pilar lainnya, mencetak setengah poin dari keduanya. Indra Zhafrandary dan Khairan Shauma Drajat sama-sama mengemas 27 poin. Dan satu pemain lagi Moslie Axell Adhyatman dengan catatan 12 poin.

Dari segi duel udara, pemain Al-Izhar lebih unggul dibanding Teladan. Sang kapten Khairan Shauma Drajat handal saat duel udara, tercatat 43 rebounds telah diukirnya. Sementara dari Teladan, pemain bernomor punggung 2 Joseph Dolok Hidefumi mencatatkan 28 kali rebounds.

Perjalanan kedua tim menuju final pun patut diacungi. Al-Izhar mampu menumpas dua lawan dengan nama besar, yaitu SMAN 6 Jakarta dan SMA Kolese Gonzaga. Begitupun dengan Teladan. Mereka memupuskan harapan SMA Pangudi Luhur sebagai debutan dan semifinalis tahun lalu SMAN 34.

Kapten tim Teladan percaya diri mampu menumpas Al-Izhar. “Secara skill dan postur kami menang di atas mereka. Pertandingan melawa SMA Pangudi Luhur dan SMAN 34 lebih ketat dibanding bertemu Al-Izhar besok (re: hari ini),” pungkas sang kapten, Salman Alfarisi.

Kapten tim Al-Izhar Khairan Shauma Drajat tak mau pulang dengan kekalahan, dirinya tak gentar lawan SMAN 3. “Kami berambisi untuk menjadi juara di Selatan. Kami tak peduli lawan siapa, tim raksasa seperti SMAN 3 akan kami tumbangkan,” jelas pemain center tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

(PREVIEW FINAL DKI JAKARTA) TELADAN WASPADAI KUDA HITAM
20 October 2018

DKI JAKARTA- Bagaikan pepatah Tiongkok “dua singa tidak dapat menguasai satu gunung”, hanya akan ada satu tim putri berhak menjadi penguasa South Region. Pertarungan puncak mempertemukan SMAN 3 Jakarta kontra SMAN 28 Jakarta pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Duel tersebut akan menjadi pertandingan yang patut untuk disaksikan. Pasalnya, pertarungan final nanti akan menghadirkan tensi tinggi antara kedua sekolah demi pertaruhan gengsi Jakarta Selatan.

Adu kualitas menjadi tema utama pada pertempuran antara kedua sekolah yang dikenal sebagai raksasa Jakarta Selatan ini. Kedua tim memiliki kemampuan yang seimbang. Namun SMAN 28 terlihat bisa bermain lebih efektif dibanding lawannya Teladan (julukan SMAN 3). Jika dilihat dari statistik kedua tim, perolehan poin Teladan lebih banyak dibanding SMAN 28. Total 115 poin telah dibukukan srikandi Teladan dalam tiga game terakhir. Sementara SMAN 28 hanya mampu menorehkan 102 poin dari dua laga sebelumnya.

Namun, secara field goals SMAN 28 lebih menebar ancaman. Tercatat sebanyak 41% menadakan tim yang bermarkas di Pasar Minggu tersebut lebih efektif dalam mengoyak ring lawan. Sementara putri Setiabudi hanya membukukan field goals sebesar 26%.

Tapi, Sophia Rebecca dkk harus hati-hati saat bermain. Sebab, Stanita dan tim memiliki akurasi free throw sebesar 57,1% untuk mengonversinya menjadi poin, unggul sekita 0,3% dibanding SMAN 28 dengan catatan 53,8% saja. Untuk urusan top scorer keduanya sama-sama memilki mesin poin yang tajam. Teladan memiliki Jofinka Putri Bandini yang sudah mencetak 26 poin dari tiga pertandingan Teladan. Sementara, sang kapten SMAN 28 Sophia Rebecca tercatat sudah mengemas 28 poin dari dua laga SMAN 28.

Lalu jika melihat dari segi pengalaman, putri Teladan telah malang melintang di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu mental para punggawa Teladan lebih terasah dibanding SMAN 28. Menurut Stanita Nataya, salah satu pemain Teladan, timnya memiliki skuad yang lebih dalam dibanding lawannya. “Secara jumlah pemain, mereka (re:SMAN 28) hanya mengandalkan 8 pemain. Hal itu jelas menguntungkan, karena kami memiliki first dan second team yang sama baiknya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan jumlah pemain lawan yang lebih sedikit, tentu hal itu akan menguntungkan bagi Teladan. “Kami akan bermain dengan tempo yang lebih cepat dari biasanya agar pemain lawan kehilangan stamina di awal laga,” pungkasnya.

Sementara sang pelatih Teladan, Jacky Ignatius Hatta tururt berkomentar mengenai lawannya di final. “Ada tiga tim yang bagus di Jakarta Selatan ini. Kami, SMAN 34, dan SMAN 28. Tentu laga hari ini merupakan final ideal, ketika tim kuat sama-sama berjumpa di final,” ungkapnya.

Memanasnya prediksi tensi di antara kedua tim, pelatih kepala SMAN 28 tetap optimis mampu membawa anak asuhnya mencicipi titel juara di Jakarta Selatan. “Perjalanan tim sudah sejauh ini, target kami sekarang jadi juara di Selatan. SMAN 3 memang memiliki skuad yang lebih baik. Namun, skill individu kami lebih berkualitas dibanding mereka,” tegas Syafiq Ali, pelatih SMAN 28 Jakarta.

Senada dengan sang pelatih, kapten dari SMAN 28 Sophia Rebecca Adventa juga mengaku tidak gentar menghadapi lawannya. Pemain dengan tinggi 170 cm ini yakin timnya akan bermain dengan lebih pintar dalam menghadang lawannya hari ini. Dengan mengandalkan tempo permainan yang agak lambat diharapkan bisa efektif membongkar lini bertahan Teladan. “Kami akan bermain lebih hati-hati untuk tetap menjaga stamina. Kami akan mengandalkan shooter kami Syeiffa Azelrisya Siregar dan bermain sedikit di luar area,” ujar student athlete yang kini duduk dikelas XI tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SALIM ANTAR AL-IZHAR KE FINAL
19 October 2018

DKI JAKARTA- Sebelum laga dimulai, pelataran GOR Bulungan sudah disesaki para pendukung dari kedua tim. Ratusan Laskar Gonz (julukan suporter SMA Kolese Gonzaga) silih berganti masuk merapatkan barisan di tribun GOR. Begitu pun para suporter SMA Al-Izhar yang tak kalah banyak menyelimuti tribun timur GOR. Duel hidup mati antara SMA Al-Izhar kontra SMA Kolese Gonzaga menentukan, siapa yang berhak melaju ke final dan menjadi wakil South Region di babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018.

Tampil ngotot sejak awal, kedua tim mengincar tiket final pada laga semifinal kemarin (18/10) sore. Al-Izhar langsung tancap gas demi mengamankan satu tiket di final. Dua pemain dari kedua tim tampil istimewa. Dari Al-Izhar Kemal Arishy Salim menjadi aktor utama dibalik ganasnya lini serang tim asal Pondok Labu tersebut. Sementara, Ferdinand Nursalim juga mampu mengemas torehan yang fantastis untuk Gonzaga.

Salim, student athelte berusia 17 tahun itu mampu membukukan 21 poin, 8 rebound dan 5 steal bagi Al-Izhar. Sementara, Ferdinand Nursalim kapten Gonzaga menorehkan double double dengan total 25 poin, 19 rebound dan 7 steal. Hanya saja, hal itu belum mampu membawa Gonzaga melaju ke final. Karena tim asal Pasar Minggu itu harus bertekuk lutut dari anak-anak Pondok Labu dengan skor 65-47.

Sejak kuarter pertama hingga ketiga, perolehan poin tidak beda jauh. Kedua tim silih berganti memimpin perolehan poin. Hingga malapetaka tiba untuk Gonzaga. Di kuarter pamungkas, sang kapten yang merupakan mesin poin Gonzaga jatuh terkapar pada menit keenam. Pemain berposisi forward tersebut telah mencapai titik akhirnya dan harus ditarik keluar. Hal itu menjadi satu keuntungan bagi Al-Izhar.

Semifinalis tahun 2015 itu makin gencar memborbardir jantung pertahanan Gonzaga, seraya menatap final. Hingga buzzer akhir pertandingan berbunyi, para pemain dan suporter Al-Izhar larut dalam euforia melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa terima kasih. Pertarungan hari itu memang sangat menguji fisik dan mental pemain.

Kendati mampu lolos ke final, ujian sesungguhnya baru ada di depan mata Sabtu (20/10) besok. Al-Izhar akan menjajal juara dua tahun silam, SMAN 3 Jakarta. Menanggapi lawannya di final, kapten tim Al-Izhar, Indra Z. Kusuma mengatakan dirinya tidak takut menghadapi final nanti. “Sebenarnya aku tidak peduli siapa lawan kami nanti. Aku hanya berkonsentrasi kepada tim. Kami berambisi untuk menjadi juara di Selatan dan tim raksasa seperti SMAN 3 akan kami tumbangkan,” jelasnya dengan tenang. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

SMAN 28 KEMBALI DENGAN HASIL MANIS
19 October 2018

DKI JAKARTA- SMAN 28 Jakarta berhasil menghentikan laju dari SMAN 34 Jakarta pada perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region Kamis (18/10) dengan skor 58-29. Dengan mengandalkan permainan rapi dan disiplin, pola permainan yang tidak cepat jadi skema utama srikandi SMAN 28.  Hasil ini turut membawa tim asal Jati Padang melangkah ke final, setelah absen dua tahun dari kancah Honda DBL DKI Jakarta.

Pada paruh awal pertandingan, dua pemain dari SMAN 28 menjadi pemain yang mengerikan bagi pertahanan SMAN 34. Komang Raisya Istyana Putri keluar sebagai pemain paling subur dalam menyumbang poin untuk timnya, total 14 poin dapat dia lesakan ke ring SMAN 34.

Selain itu, akurasi tembakan mid-range juga menjadi senjata dari pemain bernomor punggung 6 tersebut. Selain Komang, kapten tim SMAN 28 Sophia Rebecca Adventa juga menjadi pemain yang sangat berjasa bagi timnya. Pemain yang dapat bermain di posisi forward dan center itu mampu membukukan 13 poin pada kuarter tersebut. Dengan menggunakan posturnya yang tinggi dan kuat, dia mampu mendominasi paint area lawan.

Di sisi lain, duet andalan dari SMAN 34, Nadine Rania dan Athaya Nafisa tidak dapat mengeluarkan permainan yang maksimal untuk timnya. Hal ini menyebabkan Shafira Kayla Hanifah harus turun untuk mengerahkan seluruh kekuatannya. Dengan mengandalkan akurasi tembakan dari luar maupun dalam garis three point dia mampu membukukan 14 poin untuk menjaga asa timnya.

“Shafira menjadi pemain yang sangat krusial pada paruh pertama. Tanpa kemampuan maksimalnya yang dia tunjukan hari ini (re: kemarin), mungkin di paruh pertama pertandingan, kami tidak akan memiliki kesempatan untuk mengekor mereka,” ucap Fadil Wahyudi, Pelatih Kepala dari SMAN 34.

Sempat mengejar di dua kuarter awal, SMAN 28 mampu tampil konsisten untuk memupus harapan SMAN 34 untuk melangkah ke final. Dengan kedisiplinan defense yang baik, mereka dapat menahan laju skor dari SMAN 34 pada dua kuarter akhir, skor 58-29 untuk kemenangan SMAN 28. Sophia menjadi pemain terbaik pada laga tersebut dengan mengemas double-double pada penampilannya hari itu. Total 13 poin, 12 rebound, 4 assist dan 4 block menunjukan betapa dominannya sang kapten di lapangan.

Melihat tim asuhannya masuk final, Syafiq Ali mengatakan mereka akan memasang target bukan hanya menjadi perwakilan South Region saja, tapi juga jadi juara di Selatan. Dirinya yakin dengan kemampuan anak-anaknya untuk selalu bermain di level tertinggi permainan. “Dibandingkan dengan kami, SMAN 3 memang memiliki skuad yang lebih baik. Namun, skill individu kami lebih berkualitas dibandingkan dengan mereka,” jelas pelatih yang telah tiga tahun melatih SMAN 28 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Trisula Tiga Empat Pulangkan SMAN 8
18 October 2018

DKI JAKARTA- Kemenangan meyakinkan SMAN 34 Jakarta atas SMAN 8 Jakarta, memupus harapan SMAN 8 untuk menjaga piala Honda DBL DKI Jakarta. Setelah tim putri, kini giliran putra Bukit Duri disungkurkan SMAN 34. Dari awal Delapan (julukan SMAN 8) sudah tertinggal jauh dibelakang putra SMAN 34. Keberhasilan permainan SMAN 34 tentunya dapat diperoleh dari tajamnya performa trisula utama mereka. Pertandingan rival tersebut berakhir 29-15 untuk keunggulan SMAN 34.

Kuarter pertama berakhir timpang 11-0 untuk SMAN 34. Ketangguhan tim asal Pondok Labu hampir dikoyak pada dua kuarter akhir. Hanya saja, Delapan tak mampu mengejar ketertinggalan dan harus mengakui kekalaan dari SMAN 34.

Ahmad Rafif Hubeis memperlihatkan kualitasnya pada laga kemarin. Sepanjang pertandingan, pergerakan Rafif selalu ditempel oleh pemain lawan, Jagad Putra Dewanto. Namun, kemampuan lihai serta ketenangannya saat melakukan drive, mampu membongkar pertahanan Delapan. Total 9 poin berhasil dibukukan oleh pemain dengan tinggi 178 cm tersebut. Keperkasaan SMAN 34 tak mampu dibendung putra Bukit Duri.

Menurut pelatih kepala SMAN 34, Harry Prayogo anak asuhnya merupakan pemain yang memiliki semangat latihan tinggi. Mulai dari latihan di sekolah, luar sekolah sampai latihan privat dilakukan setiap hari oleh pemain bernomor 11 tersebut. “Rafif (panggilan Hubeis) memang pemain yang memiliki jam terbang tinggi. Dia sudah memiliki pengalaman dalam mengikuti turnamen di Jakarta,” jelasnya.

Selain itu, keunggulan SMAN 34 atas tamunya, juga berkat kekuatan sang kapten untuk menjaga permainan timya. Memiliki visi bermain yang baik, Muhammad Zaidan Akbar menjadi jenderal lapangan kala tampil melawan delapan. Pemain kelahiran tahun 2001 tersebut mampu melihat celah dalam pertahanan lawan. Total perolehan 5 poin, 6 rebound dan 1 steal membuktikan bahwa dirinya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Satu lagi pemain SMAN 34 yang berbahaya dalam menyerang adalah Raihan Fakhri Primavinsyah. Student athlete berposisi shooting guard itu memiliki kepintaran luar biasa dalam bermain di lapangan. “Meskipun tidak didukung dengan kemampuan individu. Raihan adalah pemain yang memiliki basketball IQ diatas rata-rata. Ditambah penguasaan fundamental yang baik, dia mampu memberikan kontribusi besar terhadap tim,” ucap coach Harry.

Laga yang timpang sedari kuarter pertama itu membawa SMAN 34 melangkah ke semifinal. SMAN 34 sendiri akan berlaga melawan SMAN 3 Jakarta, usai mengalahkan SMA Pangudi Luhur. Pertarungan mereka tentunya akan menjadi semakin panas. Pasalnya, satu tiket menuju babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 tinggal selangkah lagi. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

TELADAN LOLOS DARI JERATAN PANGUDI LUHUR
18 October 2018

DKI JAKARTA- Keperkasaan SMAN 3 Jakarta hampir saja direnggut oleh salah satu debutan, SMA Pangudi Luhur. Pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region kemarin (17/10), Teladan (julukan SMAN 3) harus berjuang ekstra saat mengamankan kemenangan dari lawannya. Meski skor akhir 33-24 milik Teladan, penonton dibuat tegang karena ketatnya pertandingan.

Datang sebagai debutan, Pangudi Luhur tak segan menampilkan kekuatan penuh kala bersua Teladan. Juara dua tahun lalu nyaris tumbang, jika tidak menjaga permainan hingga babak akhir. Kuarter pertama berlangsung sangat sengit. Kedua tim saling memperlihatkan kualitas defense yang mumpuni, sehingga sulit untuk kedua tim mencetak angka.

Sampai akhirnya tembakan dari sang kapten, Alvien Hugo Pramono membuat Pangudi Luhur membuka keran poin. Melihat hal ini anak-anak Setiabudi tidak mau berdiam diri. Kegigihan para punggawa Teladan akhirnya dapat mengembalikan keadaan pada akhir kuarter pertama. Tembakan freethrow dari Fadhal Khalid center andalan Teladan menutup keungggulan timnya, skor berakhir 5-4 untuk kemenangan Teladan.

Pada kuarter selanjutnya, kedua tim bermain lebih garang. Tercatat 9 poin berhasil dicetak kedua tim di kuarter kedua. Kali ini giliran Darrel Kamal pemain big man dari Pangudi Luhur menjadi momok yang menakutkan bagi pertahanan Teladan. Permainan di paint area Teladan dapat dikuasai penuh oleh pemain bernomor punggung 15 tersebut. Sementara, Mosses Putra Prasetyo student athlete berusia 17 tahun itu juga tak mau kalah, dirinya dapat mengoyak ring Pangudi Luhur.  Pertandingan berakhir setengah bola pada kuarter kedua. 14-13 Pangudi Luhur masih tertinggal.

Setelah turun minum, Pangudi Luhur mampu leading dalam perolehan poin. Dengan bermain secara taktis, tim polesan mantan pelatih Satria Muda Octaviarro Romely Tamtelahitu dapat menemukan kelemahan pertahanan Teladan. Poin demi poin berhasil dikonversi punggawa Pangudi Luhur. Pola permainan yang rapi mengukuhkan Pangudi Luhur untuk berbagi angka dengan Teladan, 18-18.

Babak pamungkas pun tib, Teladan berlari seakan tak terkejar. Dewi fortuna bak berpihak kepada Salman Alfarisi dkk. Three point dari Vito Angga Dinata pada menit kelima, jadi titik balik Teladan untuk mengeluarkan taringnya. Setelah tembakan tersebut, Teladan menjadi lebih efektif dalam melakukan penyerangan. Sementara punggawa Pangudi Luhur terlihat tertekan dan tidak diberi ruang gerak. Drama ketat berakhir anti klimaks, untuk kemenangan Teladan. Pangudi Luhur takuk 9 poin dari Teladan Skor akhir 33-24, anak-anak Setiabudi bersorak sorai.

Sang kapten, Salman Alfarisi mengakui permainan Pangudi Luhur sangatlah berbahaya. Mereka tak mudah mendulang poin untuk timnya. “Darrel memiliki postur besar, kami hampir kesulitan. Tapi, teman-teman tampil ngotot dan nggak mau kalah. Syukur, kami bisa menang atas mereka (re: Pangudi Luhur), tapi kami tidak mau terlalu larut. Masih ada satu langkah lagi menuju ke babak Championship,” ujar pemain kelahiran 16 Juli 17 tahun silam itu. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

PETAKA 50 DETIK TERAKHIR
17 October 2018

DKI JAKARTA- Kegagalan tiga tahun silam, nampaknya masih membekas di punggawa SMAN 70 Jakarta. Seventy (julukan SMAN 70) kembali gagal melangkah ke babak selanjutnya usai takluk dari tamunya, SMA Kolese Gonzaga. Didukung ratusan suporternya, Seventy sempat memimpin namun akhirnya harus mengakui ketangguhan Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga)

Para penguasa Bulungan akhirnya harus mengakhiri kiprahnya di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region. Putra Seventy menyusul tim putri angkat koper dari kandang sendiri usai takluk dari Gonz. Tempo permainan ketat, hanya saja drama terjadi pada kuarter terakhir.

Sebelum kuarter keempat, para punggawa Seventy menguasai jalannya pertandingan. Fastbreak efektif dan juga defense yang disiplin membuat anak-anak Bulungan jauh berlari dari kejaran Gonz pada dua kuarter awal, Seventy unggul dengan Skor 19-13 atas Gonz.

Setelah paruh pertama usai, Gonzaga akhirnya dapat mengikis ketertinggalan secara perlahan. Setelah diistirahatkan pada dua kuarter awal, Ferdinand Nursalim pemain forward andalan Gonzaga itu akhirnya kembali dimainkan. Pemain bernomor punggung 11 itu justru menjadi malapetaka untuk Seventy.

Tercatat di papan skor keunggulan 27-25 Seventy pada satu menit terakhir hampir mengunci kemenangan anak-anak Bulungan tersebut. Head Coach Gonz, Irfan Sukata menjadikan Ferdinand sebagai playmaker. Terbukti, dengan posturnya yang besar, Ferdinand mampu menerobos pertahanan Seventy. Kerja sama Ferdinand dan Mikael Elfonda membuat Gonzaga berbalik leading di lima puluh detik akhir.

Tim asal Pasar Minggu tersebut mampu membukukan 14 poin di kuarter terakhir. Tak tertinggal free throw Normand Xavier di dua puluh detik akhir menutup kemenangan Gonz atas Seventy dengan kedudukan 34-28. Ferdinand sendiri menyumbang 13 poin, 3 rebound dan 1 assist untuk membawa sekolahnya menang.

Meskipun dapat bermain dengan baik kemarin, Ferdinand sebenarnya sedang berada dalam kondisi yang tidak fit. Kelelahan stamina menjadi permasalahan utama dirinya merasa keletihan pada kuarter awal. “Sejujurnya, aku sedang tidak dalam kondisi fit. Tapi keinganan untuk menang hari ini (re: kemarin) sangat besar. Syukur kami bisa atas mereka (re: Seventy),” ucapnya Ferdinand usai pertandingan.

Di sisi lain, kekalahan pahit yang diterima Seventy. Membuat anak-anak Bulungan kecewa. Pasalnya, mereka bermain di publik sendiri. "Kekalahan kami tentu merupakan pengalaman pahit. Aku minta maaf sekaligus berterima kasih buat para suporter yang sudah mendukung Bulungan tercinta," imbuh Devandra Dwitama Adi, salah satu pemain dari Seventy. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Penuh Makna di Balik Tarian PCM
17 October 2018

DKI JAKARTA- Penampilan tim dance SMAN 6 Jakarta pada UBS Gold Dance Competition tidak hanya memukau kemarin (16/10). Juara UBS Gold Dance Competition tahun lalu itu mempunyai keinginan luar biasa untuk dapat mengulang keberhasilannya. Pada tahun ini, putri Mahakam mengambil konsep yang berbeda dari tahun lalu.

Kalau pada edisi sebelumnya Pesona Cita Mahakam (PCM- sebutan dance SMAN 6) menampilkan  cerita tentang badut karnaval, di tahun ini PCM menampilkan perburuan liar oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

"Kami sangat kaget saat melihat berita dimana ada harimau sumatera yang mati karena perburuan. Karena itu PCM mengangkat tema ini untuk mendukung gerakan anti perburuan liar,” jelas Diva Radhinka kapten im dance PCM.

Dari 8 anggota tim dancenya, 7 di antaranya berperan sebagai binatang yang dikurung. Sementara satu orang cowok berperan sebagai pemburu. Gerakan enerjik dari putri PCM itu juga memperlihatkan, betapa tersiksanya para bintanang yang tidak hidup di alam bebas.

Properti yang dipilih pun sangat mendukung performa PCM di lapangan. Tarian di awali ketika 7 anggota PCM terikat di antara tali-tali. Hal itu menunjukkan kalau binatang nggak bisa bergerak bebas. Lalu pada pertengahan dance, si pemburi mulai menembaki para binatang untuk siap dijadikan mangsa oleh si pemburu. Dan yang unik ketika ketujuh anggota PCM menyerang si pemburu. Sontak, tepuk tangan mengiringi seisi GOR Bulungan.

Sementara, dari segi outfit Diva menjelaskan bahwa  bukan hanya harimau saja yang dijadikan objek perburuan liar. "Di bagian lengan ada corak loreng untuk harimau, di wajah kami ada coretan seperti bulu beruang, lalu ada corak hitam putih menunjukkan zebra,"tegas siswi kelas XII tersebut.

Kedepannya, PCM akan terus mencoba menampilkan pertunjukkan berbeda. Namun semua masih dirahasiakan. "Untuk performance kedepan tentu akan ada yang berubah. Tapi itu akan jadi surprise," ujarnya dengan semringah. (*)

ALMODE REPOTKAN TELADAN
16 October 2018

DKI JAKARTA- Datang sebagai tim favorit tidak membuat perjalanan tim putri SMAN 3 Jakarta  berjalan mulus. Hal itu terlihat saat tim asal Setiabudi ini jumpa MAN 4 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region di GOR Bulungan kemarin  (15/10).  Kegigihan srikandi MAN 4 nyatanya membuat tim polesan Jacky Ignatius mengeluarkan stamina ekstra, meski skor akhir 36-18 tetap menjadi milik SMAN 3.

Kebesaran nama Teladan (julukan SMAN 3) di pentas Honda DBL DKI Jakarta, tidak lagi diragukan. Khususnya di sektor putri. Teladan punya rekor sebagai tim dengan gelar terbanyak dengan tiga kali menjadi champion. Tak ketinggalan Teladan juga menjadi satu-satunya tim yang mampu masuk final dengan catatan 5 kali. Namun, Almode (julukan MAN 4), tidak gentar di bawah nama besar Teladan.

Pada dua kuarter pertama pertandingan berjalan ketat. Fastbreak para srikandi Almode membuat barisan pertahanan Teladan kocar-kacir. Tembakan under basket pemain bernomor punggung 10, Nabila Rubianti membuat suporter Teladan terdiam saat pertandingan baru berjalan. Tak hanya sampai situ, tim asal Pondok Pinang tersebut sempat unggul pada menit keempat. Lewat free throw Masya Musafa Almode memimpin 12-11.

Jacky Ignatius melihat anak asuhnya terlalu terburu-buru. Menurutnya, over confident jadi masalah utama putri Teladan. "Kuarter pertama anak-anak terlalu percaya diri. Hal itu malah jadi bumerang buat tim. Fastbreak kami terasa tidak efektif," ujar head coach Teladan. Meski begitu, pada kuarter kedua Teladan masih unggul walaupun hanya beda satu bola, skor 15-13 milik Teladan.

Bak mesin diesel, Teladan terlambat panas. Juara dua tahun silam itu baru menemukan ritme permainan pada kuarter ketiga. Jofinka Putri Bandini langsung memimpin pasukannya melaju jauh dari lawannya. Pemain bernomor 9 itu berhasil mencetak 12 poin ke ring Almode. Namun, sang pelatih masih terlihat belum tenang. Berulang kali, coach Jacky meneriaki peminnya agar tidak membuat kesalahan.

"Permainan anak-anak masih belum konsisten. Kalau begini terus, harapan juara di Selatan agak sulit ya. Untuk MAN 4, mereka bermain nothing to lose. Seandainya mereka bermain konsisten dan tidak kendur, mungkin hasilnya akan beda," ucapnya.

Kemenangan 36-18 atas Almode membuat Jofinka lega. Langkah mereka semakin dekat dengan final. "Syukur kami menang. Mereka bermain di luar dugaan kami. Hasil ini jadi pecutan agar kami bisa lebih fokus dan konsisten menatap babak selanjutnya," tungkas pemain bernomor 9 tersebut. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Debutan Tampil Fantastis
16 October 2018

DKI JAKARTA-Persaingan untuk menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region makin ketat. Bukan hanya tim unggulan saja yang banyak berbicara di pentas penuh gengsi ini. Para tim debutan juga bermunculan di wilayah Selatan. Salah satu tim debutan, SMA Pangudi Luhur membungkam prediksi publik. Tidak tanggung-tanggung SMA Pangudi Luhur kembali menebar ancaman, dengan menumbangkan SMAN 43 Jakarta dengan skor telak 48-25.

SMA Pangudi Luhur membuktikan bahwa mereka bukan hanya tim penghibur saja di Honda DBL DKI Jakarta. Usai menggilas SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11  di babak awal. Kini giliran SMAN 43 dibuat tertunduk. Alvien Hugo Pramono dkk sempat terlihat kesulitan di kuarter awal. Hanya saja daya juang yang tinggi mampu membawa mereka memperoleh kemenangan.

Pertandingan berjalan ketat sedari awal. Bahkan, pasukan Octaviarro Romely Tamtelahitu itu sempat tertinggal di kuarter pertama. Nauval Fadli Pramudita membuat Pangudi Luhur terkejut. Pemain kelahiran 18 Maret 15 tahun silam, berhasil menorehkan 8 poin untuk membawa timnya unggul di kuarter pertama, 10-6 SMAN 43 ungggul.

Pangudi Luhur terus melakukan dobrakan, guna keluar dari tekanan sang lawan. Anak-anak Pangudi Luhur pun mulai bangkit, sebanyak 22 poin ditorehkan oleh mereka pada kuarter kedua dan ketiga. Immanuel Devano berhasil mencetak 8 poin untuk timnya. Sementara rekannya Darrel Kemal mampu menjaga pertahanan dengan torehan 11 kali defensive rebound.

Kebangkitan tim asal Kebayoran Baru membuat SMAN 43 tak berkutik, tim polesan Muhammad Hakeem Hidayat kerap kali melakukan turn over. Selain itu, gedoran dari SMAN 43 selalu menuai kebuntuan menjelang laga berakhir. Sambutan tepuk tangan para suporter akhirnya mengiringi kemenangan Pangudi Luhur atas lawannya. Namun, perjalanan mereka belum tuntas, keberhasilan tim putra SMAN 3 menundukan International Islamic High School menjadi kewaspadaan untuk Pangudi Luhur. Pasalnya, Pangudi Luhur bakal meraskan dobrakan dari tim asal Setiabudi itu.

“Para pemain bermain lebih efektif pada kuarter keempat tadi. Hal ini disebabkan karena anak-anak masih grogi meskipun kehilangan momentum di awal. Puji tuhan, kami dapat memenangkan laga hari ini, ucap head coach Pangudi Luhur Octaviarro Romely Tamtelahitu (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Rafisya Antar Kemenangan SMAN 47
15 October 2018

DKI JAKARTA- Para pemain bintang dari Selatan mulai menunjukkan tajinya. Seperti pada lanjutan laga Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region antara SMAN 97 Jakarta kontra SMAN 47 Jakarta yang berakhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47. Salah satu pemain yang mencuri perhatian, Muhammad Rafisya Akbar menjadi bintang pada laga Minggu sore (14/10).

Di awal kuarter pertama, pertandingan antara SMAN 97 dan SMAN 47 berlangsung sangat sengit. Forward SMAN 97 Arvin Nadinur Pramudya menjadi momok menakutkan bagi pertahanan dari SMAN 47. Dengan keberaniannya masuk ke dalam pertahanan lawan untuk melakukan layup, Arvin dapat mendulang poin untuk timnya. Hanya saja SMAN 47 masih unggul tipis setengah bola, kuarter pertama berakhir 9-8 SMAN 97 tertinggal.

Usai break kuarter pertama giliran Muhammad Rafisya Akbar bersinar. Dengan menggunakan kecepatan dan kelihaiannya menguasai bola, pemain kelas XI tersebut mampu menusuk masuk ke jantung pertahanan lawan dan membuat lawannya kewalahan. Kuarter kedua berakhir dengan skor 15-12 SMAN 47 terus melaju.

Keunggulan ini terus semakin diperlebar oleh anak asuh Miftahul Ulum tersebut. Dua kuarter terakhir benar-benar menjadi panggung Rafisya untuk mendongkrak performa rekannya. Penampilan gemilangnya dengan torehan 10 poin membuat SMAN 47 memastikan diri ke babak selanjutnya. Skor akhir 36-27 untuk keunggulan SMAN 47.

MVP JRBL Jakarta Series 2016 tersebut memang sudah melakukan persiapan matang, terutama pada minggu terakhir jelang Honda DBL. Pelatihnya, Miftahul Ulum membuka turut berkomentar usai anak asuhnya menang. “Ya dia (re: Rafisya) mampu mengondisikan dengan baik fisik maupun skillnya untuk dapat tampil maksimal hari ini (re: kemarin),” ujar sang pelatih. Rafisya sendiri memiliki beberapa alasan mengapa dirinya melakukan persiapan dari lama.

“Berbeda waktu saat SMP lalu, pertandingan di DBL, khususnya daerah Selatan tentunya lebih kompetitif. Semua harus dipersiapkan dengan matang,” ucap pemain bernomor punggung 1 tersebut. Selain itu, pemain yang kini tengah duduk di kelas XI tersebut ternyata baru saja pulih dari cedera ankle. Hanya saja ambisi untuk membawa SMAN 47 menuai keberhasilan seperti saat membawa SMPN 19 Jakarta tampil di final pada JRBL Jakarta Series 2016, jadi alasan agar Rafisya bisa pulih lebih cepat.

“Cedera ankle yang menimpa dia membuatnya sangat menjaga kondisi badannya. Dia juga tak lupa menjaga staminanya, agar cepat pulih dan membawa tim ke tangga juara,” sambung coach Miftahul. Dengan kemenangan ini, SMAN 47 akan menunggu hasil pertandingan antara SMAN 70 melawan SMA Kolese Gonzaga. (*)