Find anything on DBL Indonesia

News

DKI Jakarta Series
SERIES
 
 
Putra Seventy Jaga Asa Bulungan
15 October 2018

DKI JAKARTA- Tampil di hadapan publik sendiri, SMAN 70 Jakarta tampil perkasa saat meladeni lawannya SMAN 79 Jakarta pada lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region kemarin (14/10). Setelah laju tim putri terhenti dari SMAN 3 Jakarta, tim putra menjadi harapan satu-satunya bagi Seventy (julukan SMAN 70) untuk tetap menjaga daerah kekuasaannya yaitu GOR Bulungan.

Dukungan penuh keluar dari para pendukung Seventy saat menyaksikan tim kesayangannya bertanding. Namun, drama sesungguhnya justru terjadi pada babak pamungkas di kuarter empat. Para anak-anak Bulungan memulai laga dengan skor 17-8, sebuah keunggulan yang hampir mutlak diperoleh skuad Twimmiki Malik tersebut.

Namun sayangnya, perolehan poin Seventy dari tiga kuarter sebelumnya mulai menuai kebuntuan. Permainan cepat yang diperlihatkan Seventy dapat dibendung oleh para punggawa SMAN 79, sehingga peluang manis dari putra Seventy gagal untuk dikonversi menjadi poin. Tim asal Menteng Atas itu justru membuka harapan. Tim asuhan Muhammad Azis Rifai, mulai mengejar dan memangkas skor menjadi 17-11 pada menit ke lima pertandingan.

Fullcourt press yang dilakukan oleh SMAN 79 membuat para pemain dari Seventy kewalahan. Sang pelatih terus menggunakan kesempatan timeout demi menjaga mental anak-anaknya. “Saya melihat anak-anak malah grogi di kuarter akhir. Pada saat timeout tadi saya mengingatkan agar bermain lebih tenang. Bertahan dengan baik dan mengurangi kesempatan lawan menyerang,” jelas Twimmiki Malik, head coach  Seventy.

Instruksi itu terbukti ampuh untuk dapat kembali menambah pundi-pundi poin Seventy. Motor serangan Seventy, Devandra Dwitama Adi dapat kembali bergerak dengan leluasa di lapangan. Dengan mengandalkan kecepatannya pemain kelas X itu dapat lolos dari penjagaan lawan. Setidaknya, Devandra mampu menorehkan 6 poin 2 rebound dan 1 assist pada pertandingan kemarin.

Buzzer akhir pun akhirnya berbunyi. Sorak sorai pendukung dari Seventy tiada henti, euforia kemenangan sangat terasa. Putra Seventy berhasil menjaga kemurnian rumah sendiri dari tangan lawan. Skor pertandingan 21-12 menutup kemenangan Seventy atas SMAN 79.

Melihat banyaknya dukungan dari suporter, salah satu pemain Seventy, Keenan Julian sangat berterima kasih. “Dengan banyaknya pendukung yang selalu menyemangati, rasanya hadangan sebesar apapun dapat kita lewati. Apalagi ini merupakan tahun pertama SMAN 70 setelah absen 4 tahun dari kompetisi Honda DBL,” pungkas pemain bernomor punggung 5 tersebut usai pertandingan. (*)

Story Provided by Warta Kota

SHOW TIME ANAK JAKSEL
14 October 2018

DKI JAKARTA- Setelah West Region dan North Region, Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 kini memasuki wilayah Jakarta Selatan. Hingar bingar opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region tentu sangat ditunggu publik. Pasalnya,  Jaksel dikenal sebagai barometer basket di Ibu Kota. Hal itu dibuktikan dengan torehan gelar terbanyak Honda DBL DKI Jakarta yang dipegang tim dari Jakarta Selatan, SMAN 3 Jakarta. Bukan hanya itu, antusiasme dari para suporter, serta kreativitas para dancer makin melengkapi mewahnya regional Selatan ini.

Atmosfer itu langsung terasa pada hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region, yang digelar di GOR Bulungan, Sabtu kemarin (13/10).  Lima pertandingan seru tersaji. Tim putra SMA Al Izhar menjadi sekolah pertama yang berhasil melangkah ke babak selanjutnya. Tim asal Pondok Labu, Jakarta Selatan itu mampu menundukkan lawannya, SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Pertandingan sore hari itu berjalan ketat di awal laga. Hanya saja Al Izhar mampu memperlihatkan mental juara. Dan mengungguli lawannya di dua kuarter terakhir

Pada pertandingan selanjutnya, tim putra SMAN 8 Jakarta menyusul keberhasilan Al Izhar. Tim asal Bukit Duri itu kembali memperpanjang kutukan SMAN 82 Jakarta yang selalu gagal di babak awal. Pertarungan itu ditutup dengan skor 43-20 untuk SMAN 8. T

Setelahnya, big match antara tim putri SMAN 3 kontra SMAN 70 Jakarta berakhir untuk kemenangan Teladan (julukan SMAN 3) dengan skor 28-16. Keberhasilan Teladan ini menjadi ulangan pada partai empat tahun silam. Seventy (julukan SMAN 70) yang bermain di kandang sendiri dan didukung ratusan suporternya, dibuat tak berkutik oleh tim polesan Jakcy Ignatius kemarin.

Kekalahan Seventy ini disesalkan oleh sang kapten. Namun, Savira Alifa menyatakan ini bukanlah akhir perjuangan. “Aku berterima kasih buat teman-teman yang sudah datang untuk mendukung. Kekalahan ini jadi evaluasi besar-besaran buat kami. Dan buat Teladan, tunggu kami tahun depån,” pungkas cewek 16 tahun itu.

Di sisi lain, meskipun hasil positif dapat diperoleh srikandi Teladan, sang kapten Insyira Kesha mengungkapkan kemenangan atas Seventy mash terlalu dini untuk dirayakan. “Kemenangan ini membawa kami melangkah, Performa kami hari ini jauh dari kata memuaskan. Dan jika ingin menjadi juara di Selatan, kami harus bermain lebih ekstra ,” ucapnya usai bertanding.

Di pertandingan putri lainnya, SMAN 32 masih belum mampu membendung kokohnya pertahanan Sophia Rebecca Adventa dkk. SMAN 28 sendiri langsung tancap gas, tim asal Jati Padang tersebut tampil ngotot kala menggilas SMAN 32 dengan skor 44-11. Hasil ini membawa mereka bertengger ke babak selanjutnya.

Hari penuh euforia itu ditutup oleh kemenangan SMA Pangudi Luhur atas lawannya, SMK Kartika X-2 dengan skor 62-11.  Hasil ini membawa Pangudi Luhur bakal berhadapan dengan SMAN 43 Jakarta di babak selanjutnya. (*)

Story Provided by Warta Kota

Kembalinya Putra Pondok Labu
14 October 2018

DKI JAKARTA- Hari pertama Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region berjalan mulus bagi Tim putra SMA Al Izhar. Mereka berhasil menaklukan perlawana SMA Cita Buana dengan skor akhir 46-28. Sempat berjalan ketat di awal laga, Al Izhar justru mampu tampil dominan di dua kuarter terakhir. Tim asal Pondok Labu tersebut terlihat unggul dari sisi mental atas lawannya.

Al Izhar bukanlah nama baru di pentas Honda DBL DKI Jakarta. Tim asuhan Athini Mardlatika sudah pernah mencicipi babak semifinal di tahun 2015, namun perjalanannya terhenti oleh Bukit Sion. Setahun setelahnya, Al Izhar langkah Al Izhar justru terhenti di babak awal.

Tak mau mengulangi kesalahan, di tahun ini Al Izhar sendiri kembali dengan materi pemain yang lebih siap. Al Izhar pun berhasil mengawali perjalanan dengan manis di tahun ini. Sempat kejar-kejaran poin di awal, SMA Cita Buana justru kecolongan di kuarter dua terakhir. Kemal Arishy Salim menjadi bintang pada laga kemarin. Torehan 14 poin serta 2 assist mampu mengamankan posisi Al Izhar di babak selanjutnya.

Cibun (julukan SMA Cita Buana) sebenarnya sudah menebar ancaman sebelum laga di mulai. Muhammad Azriel Ralie, pemain center Cibun melakukan dua kali slam-dunk saat sesi pemanasan. Hal itu terbukti efektif, pada saat kuarter pertama dimulai. Azriel mampu mendominasi pertandingan dan menjadi penyumbang poin utama bagi timnya di paruh pertama pertandingan. Tercatat 10 poin dapat ditorehkan pemain bernomor punggung 13 itu.

Namun, dominasi dari Azriel sendiri tidak berlangsung lama. Duel center pun terjadi pada kuarter kedua. Khairan Shauma Drajat, center dari Al Izhar mampu menghentikan penguasaan Azriel di paint area. Dengan penempatan posisi yang pintar dan kemampuan box out yang baik, Khairan dapat menahan gerakan Azriel yang mengancam di kuarter pertama. di bawah ring meskipun memiliki postur yang lebih pendek dibandingkan dengan Azriel.

Dominasi kini berbalik ke Al Izhar, tiga menit terakhir kuarter kedua Al Izhar menyamakan kedudukan dengan skor berubah menjadi 15-15. Telah menemukan ritme permainan, layup Kemal Arishy Salim point guard satu menit sebelum pertandingan berakhir membuat putra Pondok Labu memimpin dengan skor tipis 20-22.

Setelah halftime break pergerakan Azriel tidak lagi seefektif pada dua kuarter sebelumnya. Penyerangan yang terburu-buru kerap menyebabkan Azriel terjebak oleh para pemain Al Izhar. Selain itu, penampilan apik yang ditampilkan oleh duo Al-Izhar, Kemal dan rookie Rayhan Alfaro membawa Al Izhar unggul jauh atas Cibun. Rayhan, Pemain berusia 15 tahun itu berhasil mengemas 12 poin, 5 rebound dan 4 steal. Hingga pertandingan usai, skor akhir 46-28 mengamankan posisi Al Izhar di Honda DBL DKI Jakarta tahun ini.

Pelatih dari Cita Buana, Muhammad Ghozy Dwiputrot turut berkomentar usai timnya gagal melaju. Menurutnya atmosfer Honda DBL yang panas membuat timnya tidak mampu untuk dapat bermain secara maksimal. “Jika dilihat tadi pemain kami terlihat demam panggung, terutama saat mereka (re: Al Izhar) mulai unggul di kuarter ketiga. Hal ini menyebabkan beberapa pemain terlalu bernafsu untuk segera mencetak poin,” ucapnya. Di sisi lain, pelatih Al Izhar, Athini Mardlatika mengungkapka faktor mental masih jadi evaluasi penting untuk timnya. Saya mengingatkan perjuangan latihan mereka selama ini. Karena itu mereka harus percaya diri ketika di lapangan,” jelasnya. (*)

DUEL PANAS WARNAI OPENING PARTY SOUTH REGION (Seventy Janji Tebus Kekalahan)
13 October 2018

DKI JAKARTA- Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region resmi dibuka Sabtu (13/10) hari ini. GOR Bulungan akan jadi saksi ketatnya persaingan 32 tim basket sekolah di wilayah Jakarta Selatan untuk menjadi yang terbaik pada liga basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Honda DBL 2018 berlangsung di 30 kota di 22 provinsi. Seri DKI Jakarta mendapat keistimewaan, karena mulai tahun ini diselenggarakan di masing-masing regional. Setelah sukses terselenggara di West Region dan North Region, South Region akan digeber pada13 hingga 20 Oktober 2018. Menyusul kemudian East Region, yang akan berlangsung 26 Oktober hingga 2 November mendatang.

Sebanyak lima pertandingan panas akan menjadi pembuka persaingan di South Region. Salah satu big match antara tim putri SMAN 3 Jakarta kontra SMAN 70 Jakarta menjadi sorotan pada opening party hari ini.

Tentu pertandingan ini mengingatkan kita pada laga empat tahun silam, kala keduanya bersua pada laga pembuka Honda DBL DKI Jakarta Series 2014. Ketika itu, Teladan (julukan SMAN 3) sukses menaklukan sekaligus menghentikan laju Seventy (julukan SMAN 70) di tempat yang sama.

Secara kekuatan, Teladan memang lebih terlihat garang dari lawannya. Dari lima kali partisipasi mereka, putri Teladan selalu berhasil melangkah ke final. Tiga kali diantaranya trofi selalu jatuh ke tangan Teladan, yaitu pada 2013, 2014, dan 2016. Tentu hal itu membawa tim yang bermarkas di daerah Setiabudi tersebut menjadi sekolah dengan pemegang gelar terbanyak pada penyelenggaraan Honda DBL DKI  Jakarta.

Insyira Keysa Wisnuputri, selaku kapten Teladan mengukapkan, membawa nama besar sekolah di kancah sekelas Honda DBL memang berat. Tapi hal itu bukanlah kekhawatiran bagi mereka. “Kami datang sebagai tim unggulan. Tentu kami tidak boleh merasa congkak, tapi kami juga tidak ingin over confident. Semua hal bisa terjadi di lapangan, intinya SMAN 70 ini bukan lawan yang mudah,” ujar siswi kelas XII tersebut.

Lebih lanjut, Insyira menambahkan timnya sudah mengetahui materi dan kekuatan lawannya. “Salah satu pemain yang harus diwaspadai adalah Savira Alifa. Posisinya center namun dia merupakan motor serangan SMAN 70. Dengan mematikan pergerakannya, aku rasa kami bisa mengamankan kemenangan,” imbuh cewek berusia 16 tahun tersebut.

Sementara dari tim lawan, SMAN 70 yang sempat tertidur selama tiga tahun, kini siap kembali menunjukkan tajinya. Tim yang bermarkas di daerah Bulungan tersebut enggan memberi kemenangan untuk lawannya. Para punggawa Seventy berjanji, South Region akan menjadi miliknya.

Kapten tim Seventy, Savira Alifa berjanji pertandingan hari ini akan berjalan sengit dan ketat. “Mereka (re: Teladan) adalah salah satu rival kamii. Tentu akan berjalan sengit sih,” ucap siswi kelas XI itu.

Savira juga semakin terpecut untuk menghapus nama besar Teladan. Menurutnya, bermain di kandang sendiri merupakan sebuah momentum untuk revans. “Teladan bukanlah lawan sembarangan. Tapi kekuatan tim di tahun ini berbeda dari sebelumnya. Ini bisa jadi kesempatan untuk revans” ucap dara berusia 17 tahun tersebut.

Selain laga SMAN 3 kontra SMAN 70, empat pertandingan menarik lainnya pun siap memanaskan opening party hari ini. Tim putri lainnya, SMAN 32 Jakarta akan berhadapan dengan SMAN 28 Jakarta. Sementara, dari sektor putra, SMA Cita Buana akan menjajal kekuatan SMA Al Izhar. Lalu tim penuh pengalaman SMAN 82 Jakarta siap meladeni perlawanan dari SMAN 8 Jakarta. Dan salah satu debutan SMA Pangudi Luhur bakal bertemu dengan SMK Kartika X-2. (*)

SAPTA EKA BURU JUARA
12 October 2018

DKI JAKARTA- Panasnya persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region semakin terasa.  Kali ini tim DBL mendatangi salah satu tim dengan catatan torehan sejarah mentereng di Liga basket pelajar terbesar di Indonesia, SMAN 71 Jakarta. Tim putra Sapta Eka (julukan SMAN 71) merupakan tim yang berhasil mencapai final dua kali beruntun, pada 2016 dan 2017. Seementara tim putri Sapta Eka merupakan finalis di tahun 2015. Hanya saja kedua tim asal Duren Sawit ini belum pernah merasakan gelar juara sekalipun.

Pada tahun lalu, tim putri SMAN 34 Jakarta, tim yang mengalahkan mereka di final tahun 2015 menghentikan laju srikandi Sapta Eka lebih awal. Kekalahan ini membuat Sapta Eka langsung berbenah diri. Kapten tim putri Sapta Eka, Zafirah Windi menyatakan bahwa timnya kali ini lebih gigih dan serius untuk mencapai target juara di perhelatan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region.

“Kali ini tim lebih siap seratus persen. Kami sangat termotivasi untuk mengangkat trofi tahun ini. Sudah saatnya Sapta Eka menunjukan diri sebagai juara sejati dari Timur,” ucapnya. Dengan semangat ingin tampil maksimal, tak tanggung-tanggung tim putri Sapta Eka meningkatkan porsi latihan, yaitu sebanyak 4 kali dalam seminggu. “Sedari tahun lalu, kami langsung berbenah diri. Satu bulan terakhir kami meningkatkan latiha untuk ikut DBL,” ujar cewek berusia 16 tahun tersebut.

Bukan hanya tim basket yang mempersiapkan diri, tim dance Sapta Eka juga akan menargetkan untuk masuk ke best three UBS Gold Dance Competition. Agata de April, kapten dari tim dance Sapta Eka menyatkan timnya sudah siap untuk menampilkan performa terbaik mereka saat menemani tim basket putri di lapangan. “Dukungan penuh akan kami lontarkan untuk tim basket. Kami juga yakin bisa tembus tiga terbaik di UBS Gold Dance Competition tahun ini,” ujar siswi kelas XI tersebut.

Kobaran semangat juga diperlihatkan para pendukung setia mereka Sapta Eka Curva Sud (sebutan suporter SMAN 71). Melalui koordinaor suporternya, Fadhel Othmansina seluruh warga sekolah akan mendukung tim putra dan putri yang berlaga sampai titik darah penghabisan nanti. “Sudah lama kami menunggu trofi DBL terpampang di sekolah. Kami selalu di bekakang kalian (re: tim basket putra dan putri), meneriakan yel-yel dengan penuh semangat,” cetusnya

Derasnya support yang diberikan oleh teman-teman satu sekolahnya membuat Zahira merasa berterima kasih. Baginya dukungan ini tentu sangat berharga dan dapat menjadi pemacu semangat timnya saat berlaga di GOR Kecamatan Pulo Gadung nanti. “Dukungan yang teman-teman berikan tentunya sangat berharga. Dengan dorongan yang positif seperti ini tentunya peluang untuk tim basket putra dan putri mengawinkan juara semakin terbuka lebar,” ujarnya dengan tersenyum.

BELUM TAMPIL ALL OUT

Gerakan akrobatik dan energik menghiasi kemeriahan dari Roadshow UBS Gold Dance Competition kemarin (11/10). Acara berlangsung di Mall Gandaria City mempertemukan 35 tim dance dari wilayah Timur dan Selatan. Iringan tepuk tangan turut mnghiasi penampilan dari para perserta UBS Gold Dance Competition..

Meski Roadshow ini masuk dalam penilaian, para tim dance belum tampil secara all out.  SMAN 3 Jakarta dan SMAN 28 Jakarta yang menampilkan ragam tari modern mengaku merasa belum tampil maksimal. Kapten tim dance SMAN 3, Nina Novina menyatakan akan tampil lebih memukau saat tim basketnya bertanding. “Kami ingin lebih terlihat powerful dari tim lain. Hanya saja kami memang masih menyimpan senjata rahasia. Itu akan menjadi kejutan buat penonoton demi tiket ke best three,” ujarnya setelah tampil.

Hal senada juga diakui kapten tim dance SMAN 28 Jakarta, Carisa Anjani. Dirinya merasa kaget dengan atmosfer dari Roadshow UBS Gold Dance Competition yang begitu gemerlap. “Aku nggak nyangka penontonnya banyak banget. Cukup puas sih, namun kami belum seratus persen tadi,” ungkapnya.

Banyaknya penonton ini juga sempat membuat mereka nervous. Tapi, mereka tetap menjaga agar tak down. “Kami sempat demam panggung. Tapi, aku tetap optimis, penampilan kami belum berakhir. Dengan kerja keras selama ini, aku yakin kami dapat menggapai posisi tiga terbaik nanti,” pungkasnya. (*)

Momentum Kebangkitan SMAN 61
11 October 2018

DKI JAKARTA- Kemeriahan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region terus berlanjut. Sambutan hangat diberikan oleh warga sekolah SMAN 61 Jakarta, ketika tim DBL menyambangi sekolah mereka. Pada lanjutan roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region kemarin (10/10), tim basket SMAN 61 berkesempatan memeperkenalkan skuadnya. Begitu juga dengan tim dance yang menampilkan performa memukau. Di tahun ini basket SMAN 61 tidak mau gagal lagi.

Tim asuhan Muhammad Fahmi bukanlah tim baru di Honda DBL DKI Jakarta. Mereka turut ambil bagian dalam tiga tahun terakhir. Namun, dewi fortuna belum berpihak kepada mereka. Prestasi terbaik mereka kala menjadi semifinalis pada tahun 2015 lalu. Secara history petualangan tim yang bermarkas di Duren Sawit itu selalu dibayangi kekuatan tim tangguh.

Pada tiga tahun silam, mereka hampir saja melangkah ke final. Namun, di babak fantastic four SMAN 21 berhasil menghentikan laju mereka. Di tahun berikutnya, SMAN 61 harus angkat koper lebih dini. Kali ini, rival abadinya SMAN 71 yang mengirim mereka pulang lebih dulu. Selang setahun, giliran tim kuat di Jakarta, SMAN 3 yang memupuskan harapan anak anak Duren Sawit tersebut.

Melihat perjalanan yang selalu gagal pelatih kepala SMAN 61, Muhammad Fahmi tidak ingin mengulang masa-masa kelam. Menuurtnya, semua tergantung mental anak asuhnya di lapangan nanti. “DBL ini kan atmosfernya berbeda, tentu latihan ekstra sudah kami lakukan. Kami pun diperkuat pemain Porprov DKI Jakarta. Intinya tinggal lihat mental anak-anak aja di lapangan nanti,” ujarnya.

Lebih lanjut, coach Fahmi turut mengomentari hasil undiang East Region lalu. “Persaingan di Timur ini ketat ya. Kalau lawan SMAN 71 sebenarnya kita imbang, terakhir kami bisa menang di kandang mereka. Semua akan berjalan menarik lah,” imbuh pria yang juga melatih SMPN 255 Jakarta tersebut. Rasa optimis juga diperlihatkan kapten tim SMAN 61, Tyas Satrio. Siswa kelas XII tersebut tidak ingin mengulangi kegagalan di tahun lalu.

“Aku merasakan langsung kegagalan tahun lalu. Kami tidak trauma, justru setelah kalah tahun lalu pelatih langsung menyeleksi 12 pemain terbaik. Dan kami akan buktikan kalau kami memang terbaik,” ujar cowok 17 tahun tersebut. (*)

Story Provided by Warta Kota

BEDA NASIB DUA FINALIS
10 October 2018

DKI JAKARTA- Di tengah riuhnya persiapan para sekolah wilayah Selatan. Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region sudah melaksanakan Technical Meeting (TM). East Region sendiri akan terselenggara di GOR Kecamatan Pulo Gadung pada 26 Oktober hingga 2 November nanti. Bertempat di Agathis Room Hotel Max One Pemuda, Jakarta Timur kemarin (9/10) 29 tim turut hadir di TM tersebut. East Region terlihat lebih spesial.

Pasalnya, dua finalis Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu berasal dari wilayah Jakarta Timur. Adalah SMAN 22 Jakarta yang keluar sebagai juara dan SMAN 71 Jakarta yang harus puas finish di peringkat kedua, Langkah kedua tim itu berbeda nasib di East Region tahu ini. Tapi, keduanya tetap ngotot ingin bertemu kembali di final tahun ini.

Sebagai runner-up tahun lalu, Sapta Eka (julukan SMAN 71) masih merasa geregetan dengan performanya dua tahun terakhir ini. Sudah dua seri beruntun, 2016 dan 2017, Sapta Eka merasakan atmosfer final Honda DBL DKI Jakarta. Namun, tim asal Duren Sawit itu selalu berakhir di peringkat kedua. Melihat hasil ini, kapten tim Sapta Eka Nasser Muhammad tetap memasang target juara di tahun ini. “Dua kali kegagalan beruntun membuat kami selalu berbenah. Sudah puas kami menjadi pemanis di final. Tahun ini Sapta Eka akan angkat trofi,” tungkasnya.

Jika melihat hasil drawing pada TM kemarin, perjalanan Sapta Eka menuju babak final dihadapkan dengan jalan terjal. Mereka satu bagan dengan salah satu rivalnya SMAN 61 Jakarta. Selain itu, salah satu tim underdog SMA Al Ma’ruf juga siap menerkam sang runner up. Namun, Nasser dan tim tetap yakin  mereka tembus final. “Aku puas namun sempat terkejut melihat hasil drawing. Di laga awal kami lawan SMAN 105, tapi perjalanan sesungguhnya kala bertemu SMAN 61 nanti,” cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara mental juara juga tetap diperlihatkan SMAN 22. Datang sebagai juara bertahan Riverside (julukan SMAN 22) di atas angin. Namun, beban berat tetap berada di pundak Adra Novena sebagai salah satu pemain Riverside untuk mempertahankan gelar. “Kami akan melalui perjalanan panjang sebelum melangkah jauh ke final. Kami belum pernah bertemu SMAN 14 sebelumnya. Tapi, aku yakin, materi pemain kami di atas mereka” imbuh siswa kelas XI tersebut.

Adra turut berkomentar ketika melihat bagan TM. Menurutnya, perjalanan semua tim di Jakarta Timur akan berlangsung menegangkan di tiap laga. Dirinya juga berkomentar, petualangan Riverside akan lebih mulus dibanding lawannya di final tahun lalu. “Menarik banget ya, SMAN 71 tidak satu bagan dengan kami. Namun perjalanan mereka lebih berat karena ada SMAN 61 di sana. Tapi tetap kami ingin bertemu mereka lagi di final,” tutur cowok berusia 16 tahun itu.

Sementara dari wilayah Selatan, lima pertandingan akan dihelat pada opening party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region pada 13 Oktober nanti. Diantaranya, ada laga big match tim putra SMAN 82 Jakarta kontra SMAN 8 Jakarta serta tim putri SMAN 3 Jakarta yang akan meladeni perlawanan SMAN 70 Jakarta. (*)

Story Provided by Warta Kota

AMBISI DAHA TUMBANGKAN RAKSASA
9 October 2018

DKI JAKARTA- Datang sebagai tim penuh pengalaman, SMAN 82 Jakarta sangat ambisius untuk mengunci gelar Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region. Di tahun ini mereka mengirimkan dua tim, putra dan putri. Untuk tim putra, Honda DBL DKI Jakarta bukanlah ajang baru bagi mereka. Sebab, Daha (julukan SMAN 82) putra tak pernah absen di liga basket bergengsi ini. Sementara, tim putri yang baru menyicipi kompetisi di tahun ini, langsung menghadapi ujian, dengan bertemu runner up dua tahun lalu, SMAN 34 Jakarta.

Sadar akan pengalaman, Daha putra tidak ingin datang sebagai tim penghibur saja. Jika menarik sejarah, mereka dibayangi mimpi kelam. Daha selalu gagal di babak awal sedari empat tahun silam. Prestasi terbaik tim yang bermarkas di daerah Kebayoran Baru, Jaksel ini adalah menjadi semifinalis pada tahun 2012 silam.

Melihat hal ini, sang kapten Rafif Hafizha memiliki tekad untuk mematahkan paceklik kemenangan yang diperoleh Daha. Tak tanggung-tanggung dirinya dan tim mematok target  juara di Jakarta Selatan. “Ini tahun terakhirku di SMAN 82. Tentu aku akan berjuang mati-matian agar bisa membawa Daha juara. Aku yakin Daha bisa menumpas semua lawan, meski kami harus bertemu tim unggulan,” ujar siswa kelas XII tersebut.

Tak jauh berbeda dari tim putra. Para srikandi Daha memasang target untuk bisa mewakili South Region di babak Championship 10-17 November nanti. Melihat hasil drawing lalu, Daha harus bekerja esktra guna mencapai targetnya tersebut. Pasalnya, mereka harus berhadapan dengan SMAN 34 terlebih dulu di babak awal. “Pada head to head terakhir, kami memang kalah. Tapi, mereka kesulitan menembus pertahanan man-to-man kami. Tentu kami akan memanfaatkan tiap celah untuk mendulang angka dan meraih kemenangan,” ucap Trigita Ramadhani, kapten tim putri Daha.

Saat ditanya seberapa besar peluang Daha putri di South Region, dirinya mengaku yakin seratus persen. Tanpa keraguan, Trigita dkk akan pulang dengan kepala tegak dari GOR Bulungan nanti. “Kami sudah belajar dari pengalaman. Sekalipun lawan tim raksasa, kami akan libas mereka. Tunggu Daha beraksi di final nanti,” ujar siswi kelas XII tersebut dengan menggebu.

PERSIAPAN DINI

Dari East Region, meski tip off wilayah Jakarta Timur masih dua minggu lagi. SMA Labschool Jakarta telah mempersiapkan skuadnya lebih awal. Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region sendiri baru akan dilaksanakan pada 26 Oktober sampai 2 November mendatang di GOR Kecamatan Pulo Gadung.

Maira Naya Paritra selaku kapten tim putri Labsraw (julukan SMA Labschool Jakarta) mengaku sudah satu tahun, timnya mempersiapkan diri guna ambil bagian di Honda DBL DKI Jakarta. Tentu momentum ini tidak akan dilewatkan begitu saja oleh Maira dan tim.

 

“Tahun lalu kami memang belum ikut, karena materi pemain masih kurang. Namun, di tahun ini materi kami lengkap, semua elemen sekolah pun mendukung. Dari orang tua, guru, ataupun pelatih support kami seratus persen,” ungkap Maira. Dengan persiapan yang matang ini, tentu Labsraw tidak ingin angkat koper lebih dini dari panggung Honda DBL DKI Jakarta.

Siswi kelas XI itu yakin, East Region akan menjadi milik mereka. “Kami akan bermain di daerah sendiri. Tentu itu seperti bermain di rumah sendiri. Ini jadi satu kelebihan agar kami bisa menjadi juara di East Region,” imbuh cewek berusia 15 tahun itu.

Hal senada juga diungkapkan tim basket putra Labsraw, Alfian Kamaludin Syah. Menurutnya tidak ada yang perlu ditakuti di daerah Jakarta Timur. “Persaingan memang ketat. Namun kami tidak takut dengan tim manapun. Karena harusnya Labsraw yang ditakuti seluruh tim di sini,” ucapnya saat roadshow kemarin. (*)

Story Provided by Warta Kota

JALAN TERJAL TIM BASKET PUTRI SMAN 34
7 October 2018

DKI JAKARTA- Technical Meeting (TM) Honda DBL DKI Jakata Series 2018 – South Region telah berlangsung Sabtu (6/10) kemarin. Bertempat di Kantorkuu Coworking Space & Office Agro Plaza, Kuningan, Jakarta Selatan antusias peserta tidak terbendung. Sebanyak 32 tim akan memperebutkan empat tiket ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018, guna berhadapan dengan tiga region lainnya (West, North, dan East).

Selain pembacaan regulasi, TM juga menghasilkan drawing pertandingan. Raut wajah peserta TM seketika berubah menjadi tegang saat drawing dilaksanakan. Di sektor putri, pemegang gelar terbanyak SMAN 3 Jakarta harus menumpas perlawanan rivalnya SMAN 70 Jakarta, sebelum melaju ke babak selanjutnya. Tentu, ini mengingatkan pertemuan kedua tim pada empat tahun silam, saat itu Teladan (julukan SMAN 3) berhasil mengungguli SMAN 70.

Undian berat juga didapatkan juara bertahan SMAN 8 Jakarta, semifinalis tiga tahun silam SMAN 28 Jakarta dan runnerup tahun lalu SMAN 34 Jakarta. Khususu SMAN 8, mereka diuntungkan karena mendapatkan lucky draw. Sedangkan SMAN 34 harus mengalahkan SMAN 82, jika ingin revans dengan SMAN 8.

Berkaca dari sejarah, SMAN 34 takluk dari SMAN 8 pada babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta Series 2017. Meski demikian pemain SMAN 34, Maharani Aprilia yakin timnya melangkah jauh di regional Selatan ini. “Bertemu SMAN 8? tentu kami ingin menebus kekalahan tahun lalu. Tapi, kami harus fokus. Perjuangan kami dimulai dari melawan SMAN 82. Mereka seperti underdog, patut diwaspadai,” ucapnya.

Kapten tim putri SMAN 8 Lula Maria optimis menyambut hasil undian. Menurutnya, persaingan akan semakin ketat menuju tangga juara. “Kalau SMAN 34 menang, kami akan bertemu mereka. Tentu ini awal perjalanan berat buat kami. Semua akan berjalan menegangkan,” ujar siswi kelas XII tersebut.

Sementara di sektor putra, kekuatan SMAN 70 Jakarta diuji setelah absen tiga tahun. Tim yang bermarkas di daerah Bulungan ini yakin menorehkan hasil manis. Apalagi mereka akan mereka akan bermain di kandang sendiri. Kapten tim Seventy (julukan SMAN 70) Fikri Azhari sangat ambisius untuk menyegel status juara di region Selatan. “Ini momentum, kami akan bermain di publik sendiri. Jika kami juara, tentu ini semakin megukuhkan kami sebagai penguasa Bulungan dan Jakarta Selatan,” ujarnya. (*)

Story Provided by Warta Kota

JUARA BERTAHAN PANASKAN TENSI PERSAINGAN
5 October 2018

DKI JAKARTA- Pada pelaksanaan Roadshow Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – South Region kemarin (4/10), tim DBL Jakarta menyambangi dua sekolah penuh pengalaman. Adalah SMAN 63 Jakarta dan SMAN 8 Jakarta. SMAN 63 merupakan tim yang telah ambil bagian di tiga tahun terakhir. Sementara SMAN 8 merupakan juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu di sektor putri. Keduanya akan bertarung dengan sekolah lainnya di wilayah Selatan, untuk memperebutkan tiket ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta dengan tiga region lainnya (West, North, dan East).

Sebagai sekolah yang sudah merasakan pahit manisnya Liga basket terbsesar se tanah air ini, SMAN 63 tetap menaruh harapan besar di tahun ini. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tim putra dan tim putri enamtiga (julukan dari SMAN 63) memasang target untuk menjadi juara South Region. Secara prestasi dewi fortuna seakan belum berpihak kepada enamtiga. Sebab sekolah yang bermarkas di daerah Petukangan Utara, Jaksel itu selalu tumbang di babak awal.

Di tiga tahun terakhirnya, putri enamtiga gagal melangkah ke babak selanjutnya. Bahkan, di tahun 2015 dan 2016 enamtiga tumbang dari lawan yang sama, SMAN 6 Jakarta. Begitupun dengan tim putra enamtiga. Mereka tumbang dari SMA Kasih Kemuliaan pada 2016 dan takluk dari juara tahun lalu, SMAN 22 Jakarta pada tahun 2017.

Tentu di tahun ini, Revo Gilang Persada yang didaulat sebagai kapten ingin membuat torehan manis di tahun terakhirnya di sekolah. “Melihat kerja keras dan semangat tim, aku yakin dan optimis SMAN 63 dapat menggapai target juara. Ini juga jadi kado terakhir aku untuk sekolah di tahun terakhirku di enamtiga,” ujar siwa kelas XII tersebut.

Tidak jauh berbeda, kapten dari tim putri enamtiga, Farhani Sefina mengaku kerja keras merupakan salah satu usaha dari tim untuk meraih gelar juara. “Aku sudah ikut DBL dari tahun lalu. Semoga kerja keras kami dan pengalamanku bisa membangkitkan mental juara kami di DBL,” ujar pemain berposisi guard tersebut.

Lebih lanjut, Safina menuturkan tim yang berada di South Region memamg patut diwaspadai, terutama juara bertahan SMAN 8. Namun, bukan berarti kewaspadaan tersebut berujung kepada sikap panik ataupun menyerah sebelum berjuang. “Siapapun lawan kita nanti, enamtiga tidak akan takut menghadapi. Kami sangat ingin menumbangkan juara bertahan, SMAN 8 di tahun ini,” lanjut siswi kelas XII tersebut.   

PERTAHANKAN GELAR

Sementara di kesempatan lain, tim putri SMAN 8 juga tidak ingin melepaskan titel juaranya begitu saja. Sebagai juara bertahan Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu, tim putri SMAN 8 memang sangat diwaspadai lawan. Di tahun ini SMAN 8 mengirimkan tim putra dan tim putri. Lula Maria Amanda, kapten tim putri delapan (sebutan untuk SMAN 8) memiliki tanggung jawab besar. Sebab, datang sebagai juara bertahan bukanlah hal yang mudah menurutnya. “Dua tahun lalu kami datang sebagai debutan. Tahun lalu kami juara. Tentu tahun ini bukan hanya Selatan saja, Championship pun akan kami pertahankan,” ucap cewek berusia 16 tahun itu.

Selain tim putri, tim putra delapan juga memiliki beban berat. Jagad Putra Dewanto dkk memasang target untuk dapat lolos ke babak Championship. Optimistis anak-anak Delapan bukan hanya isapan jempol belaka. Berbeda dari tahun sebelumnya, persiapan skuad delapan putra sangat optimal. Mereka memiliki pemain yang bagus secara skill. “Dari tiga kejuaraan di tahun ini, dua kali kami menjadi juara. Selain itu materi para pemain kami lebih siap secara pengalaman dan skill untuk dapat disegani di wilayah Selatan,” jelasnya. (*)

PERSAINGAN PANAS DI JAKARTA SELATAN
4 October 2018

DKI JAKARTA- Dua sekolah dengan nama besar basket di Jakarta turut ambil bagian pada  Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region di GOR Bulungan 13-20 Oktober mendatang. Adalah SMAN 28 Jakarta dan SMAN 3 Jakarta yang sama-sama memiliki track record baik di kompetisi basket bergengsi se tanah air ini. SMAN 28 putri merupakan juara supporting event 3x3 di Honda DBL DKI Jakarta tahun lalu, serta semifinalis pada tiga tahun lalu. Sementara, SMAN 3 merupakan sekolah yang berhasil mengawinkan gelar putra dan putri pada tahun 2016.

Sempat absen di dua tahun terakhir, Dua Delapan (sebutan SMAN 28) kembali dengan materi yang komplit. Namun, mereka mengirimkan tim putri saja. Pada roadshow kemarin (3/10), tim basket dua delapan mengajak seluruh pendukungnya agar memberi dukungan. Kapten dua delapan, Sophia Adventa menuturkan  atmosfer Honda DBL DKI Jakarta berbeda dengan kompetisi lain. Karena itu, sang kapten Sophia Adventa tetap mewaspadai tim-tim dari Jakarta Selatan.

"Persaingan di Jaksel sangat ketat. Kami ingin membawa nama dua delapan kembali harum di DBL. SMAN 8 dan SMAN 34 dua tim yang paling kami pantau," ucap siswi kelas XI tersebut. Perombakan di sektor official juga jadi bukti keseriusan tim yang bermarkas di daerah Jati Padang tersebut. Adventa dkk mengambil pelatih baru untuk ikut di Honda DBL DKI Jakarta ini. Tentu hal itu makin mematangkan persiapan anak-anak dua delapan.

"Tahun ini kami kembali dan siap baik secara materi pemain maupun official. Tentu jadi juara target utama kami," ujar cewek 16 tahun itu. Roadshow juga makin meriah dengan penampilan Crescent (sebutan tim dance SMAN 28). Carissa dan tim membawakan konsep modern dance dengan tema Bruce Lee. "Kami memilih konsep dan tema itu karena gerakannya powerful. Kami juga ingin menampilkan hip-hop yang berbeda dengan baju serta gerakan khas  Bruce Lee," ungkap siswi kelas XI itu.

Pada sesi akhir, instuktur keselamatan Honda, Siswanto juga menjelaskan bagaimana cara mengendarai motor yang aman. "Yang paling penting helm, jaket, dan sarung tangan. Dan tidak ngebut-ngebutan di jalan," ujarnya.

DIHANTAM BADAI CEDERA

Tim bertabur prestasi lainnya, SMAN 3 juga berkesempatan memperkenal skuadnya pada roadshow Rabu (3/10).  Datang sebagai unggulan membuat anak-anak asal Setiabudi tentu ingin menjaga nama baik. Tim putri yang dua tahun beruntun tampil di final, membuat Insyira Keysa dkk memikul beban berat. Ditambah badai cedera yang sempat dialami dua punggawa putri Teladan (julukan tim basket SMAN 3).

Sang kapten Insyira semestinya menepi selama 8 bulanTapi, tekad yang kuat memimpin tim di lapangan menjadi pecutan untuknya membela Teladan."Belum lama ini Aku dan Jofinka Putri, mengalami cedra di bagian lutut. Tapi bukan.masalah besar buat kami untuk membela Teladan di DBL. Target  kami tetap menguasai Selatan lalu mengunci juara di Championship," pungkas kapten tim putri Teladan Insyira.

Tak jauh berbeda, tim putra Teladan  yang masuk dalam unggulan di Honda DBL DKI Jakarta wilayah Selatan, sempat kehilangan kaptennya, Salman Alfarisi. Cowok berusia 17 tahun itu juga sempat bermasalah di bagian lututnya. Namun, tim dengan torehan dua gelar Honda DBL DKI Jakarta ini tetap akan meladeni siapun lawannya."Bulungan akan kami hentakan. Kami optimis akan mengawinkan gelar juara seperti dua tahun lalu," ujarnya (*)

Gonz dan Twenty Six Siap Geber South Region
3 October 2018

DKI JAKARTA- Belum beranjak dari euforia kemegahan final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region. Wilayah Jakarta Selatan siap menggeber kemeriahan dan panasnya persaingan di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - South Region pada 13-20 Oktober di GOR Bulungan. SMA Kolese Gonzaga dan SMAN 26 Jakarta jadi pembuka rangkain roadshow kompetisi basket bergengsi se tanah air ini. Tentu hal itu sekaligus menandakan dimulainya perjalanan panjang para tim di South Region untuk mewaklili wilayahnya di Championship Honda DBL DKI Jakarta 10-17 November mendatang.  

Pada pagi hari, tim DBL Jakarta menyambangi SMA Kolese Gonzaga. Datang sebagai salah satu debutan, sekolah yang bermarkas di daerah Pejaten ini tidak bisa dipandang dengan sebelah mata. Kepercayaan serta optimisme tinggi menjadi modal utama anak-anak Gonz (julukan SMA Kolese Gonzaga) untuk menjadi juara di Honda DBL DKI Jakarta Series regional Selatan.

Persiapan dan uji coba melawan tim lain telah dilakukan Normand Xavier dan tim. Sang kapten sendiri telah memetakan kekuatan tim basket di daerah Jakarta Selatan. “Tim di daerah Jakarta Selatan memang terkenal garang, SMAN 34 salah satu rival kami. Kami datang untuk menang, kendalikan diri dan tenang di lapangan kunci kita meraih kemenangan siapapun lawannya,” ucap Normand Xavier,

            Porsi latihan semakin ditambah tim basket Gonz untuk menghadapi liga paling bergengsi ini. Meski sempat dirundung cedera, para pemain Gonz sudah mulai kembali beradaptasi untuk mengikuti Honda DBL DKI Jakarta. “Forward kami ada yang cedera, tapi dia sudah mulai kembali berlatih. Tentu dengan materi yang lengkap, kami bisa jadi yang disegani di DBL tahun ini,” jelas pemain guard tersebut.

Selain tim basket, tim dance Kolese Gonzaga juga memiliki semangat juang tinggi. Foxy Dance Crew (nama tim dance Kolese Gonzaga) ini sudah menyiapkan penampilan yang terbaik untuk ajang UBS Gold Dance Competition dari bulan Agustus lalu. “Kami terinspirasi dari film The Purge. Kami akan mengangkat konsep tarian hip-hop yang dikombinasikan dengan dance hall untuk gerakannya,” ujar Agnes Metta kapten dari tim dance Foxy Dance Crew.

Selain gerakan enerjik, mereka telah mempersiapkan kostum dan properti yang sesuai dengan tema yang akan diangkat oleh mereka. “Rencananya kami akan memakai outfit warna biru dan emas dibalut  jumpsuit hitam,” ucap siswi kelas XI tersebut.

Sementara, pada siang harinya, SMAN 26 Jakarta juga menyambut Roadshow dengan meriah. sang kapten Fazri Azfiansyah Yazid menyanyikan yel-yel sekolah mereka untuk membakar semangat para pendukungnya. Tak ketinggalan, Fazri juga meminta dukungan agar mereka bisa juara di South Region dan lolos ke babak Championship nanti. “Kami akan akan bermain ngotot tentunya untuk dapat menjadi juara DBL. Kami memiliki kekompakan yang baik dan semangat juang yang kuat,” pungkasnya.

Tim dance SMAN 26 pung tak kalah heboh. Detak (sebutan tim dance SMAN 26) memperlihatkan performanya di tengah lapangan waktu roadshow kemarin. Gerakan tari tradisional yang dicampur dengan tari modern menjadi konsep utama Detak dalam penampilan mereka. “Meski ada unsur tradisional, kostum berbeda akan kami kenakan di setiap kami perform nanti,” ujar Alvia Maura, kapten dari Detak.  (*)

The Lions Bidik Mangsa di Championship
30 September 2018

DKI JAKARTA- Auman lantang The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) bergema di GOR Cempaka Putih kemarin. Nathan dkk berhasil menjinakan perlawanan SMA Permai di Final Party Honda DBL DKI Jakarta Series - North Region dengan skor 52-31. Kemenangan ini menjadikan mereka meraih titel juara di wilayah Jakarta Utara dan Pusat. Sementara sang lawan, SMA Permai tetap mendampingi The Lions melangkah ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta Series pada 10-17 November mendatang..

Pada awalnya, The Lions sempat terseok-seok menghadapi SMA Permai. Motor serangan Permai Aldy Adrian, kerap masuk dan membredel pertahanan The Lions. Kuarter pertama pun dikuasai oleh Permai dengan keunggulan tipis 11-10, The Lions tertinggal. Meskipun begitu, kehebatan Permai dalam menguasai permainan tidak berlangsung lama. Aldy yang didaulat sebagai motor utama mulai terlihat letih menjelang kuarter kedua berakhir. Penyerangan yang dilakukan oleh Permai makin terlihat tidak efektif, The Lions mulai mengejar.

Melihat salah satu pemain lawan kelelahan, Wahyu A Nughoro, pelatih The Lions mengambil inisiatif agar timnya tampil lebih agresif, agar lawan terpancing dari sisi emosionalnya. “Melihat kelemahan pemain lawan yang sering melakukan foul saat bertahan, saya menginstruksikan anak-anak untuk selalu melakukan drive kedalam, agar dapat poin dan fooul” ujar coach Sinyo (sapaan Wahyu).

Terbukti strategi ini sangat efektif. Di kuarter akhir, Aldy mengalami cedera engkel yang mengakibatkan dirinya harus ditandu keluar lapangan. Pasukan The Lions semakin gahar mengoyak ring Permai. Easy basket Caleb Ruben menjadi penutup kemenangan The Lions. Skor akhir 52-31 menjadi pertanda keganasan dari tim asal Kelapa Gading tersebut.

Setelah memastikan diri sebagai juara, The Lions sendiri sudah membidik mangsa-mangsanya di babak Championship. Sang kapten Nathan sendiri memiliki beberapa pandangan mengenai calon lawannya nanti. Salah satunya, SMAN 2 Jakarta dari Jakarta Barat Head to head keduanya berakhir seimbang, satu menang dan satu kalah.

Sementara, wakil dari West Region lainnya SMA Bukit Sion, juga menjadi lawan yang patut untuk diwaspadai saat di series Championship nanti. Darryl Sebastian menjadi salah satu pemain yang sangat dipantau oleh Nathan dkk. “Darryl memiliki pengalaman bermain yang sangat luar biasa. Kami akan mewaspadai gerakannya jika harus bertemu mereka (re: Bukit Sion). Dan tentu kami akan buat kejutan di Championship nanti” ujarnya. (*)

ADU JITU JENDERAL LAPANGAN
29 September 2018

DKI JAKARTA- Final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region tim putra akan mempertemukan SMAK 5 Penabur kontra SMA Permai. Selain menentukan siapa penguasa di regional Utara, laga ini juga menjadi panggung untuk kedua jenderal lapangan. Stanley Hidayat dari SMAK 5 Penabur siap memimpin timnya membawa pulang kemenangan. Sementara, SMA Permai memiliki motor serangan Aldy Adrian yang siap mengeruk poin untuk timnya.

Sebelum melangkah ke partai puncak, kedua tim harus melalui jalan terjal, terutama pada babak semifinal. Kedua tim dipaksa memainkan laga dramatis demi satu tiket final guna menuju Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018. Masih tersebesit dalam ingatan, bagaimana SMAK 5 Penabur bekerja ekstra kala mengalahkan salah satu tim kuat SMA Kolese Kanisius dengan skor 47-43. Begitu pun sang penantang, SMA Permai ketika menaklukan perlawanan SMA IPEKA Sunter dengan skor tipis 48-45.

Jika menilik dari statistik efektfitas kedua tim dalam mencetak angka tidak perlu diragukan. Hanya saja, kedua tim masih bertumpu pada satu pemain. Dari 145 poin yang dicetak The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) hampir setengahnya ditorehkan oleh forward andalan mereka Stanley Hidayat. Tak jauh beda, Aldy Adrian merupakan penyumbang poin terbesar untuk timnya. Dari 119 poin yang dicetak Permai, 50 diantaranya diceploskan oleh pemain bernomor 26 itu.

Tapi, barisan pertahanan Permai harus lebih jeli dan kuat menahan pergerakan Stanley Hidayat. Pasalnya, akurasi tembakan dua poin dan drive menusuk ke jantung pertahanan lawan Stanley mencapai 39%, sementara Aldy hanya meraih 33%. Tapi, The Lions juga tak boleh lengah, kala Aldy memegang bola di luar area setengah lingkaran. Efektifitas three point Aldy mencapai 24%, unggul 4% dibanding Stanley.

Sementara, dari sisi pertahanan, Permai lebih rapih dibanding The Lions. Tercatat defensive rebound mereka mencapai 68 kali, unggul 13 angka dibanding The Lions. Namun, The Lions memiliki visi bermain yang lebih baik. Para punggawa The Lions mampu mencatatkan 61 steal ketika tim lawan sedang memegan bola. Tentu, potensi fast break patut diwaspadai tim asuhan Fidelis Krisna Hernawan.

Secara keseluruhan tim, keduanya akan tampil ngotot di partai puncak North Region ini. Keduanya sendiri, belum pernah head to head, dengan begitu, laga perdana mereka akan ditentukan hari ini. Kapten tim The Lions sangat optimis mereka bisa menggondol titel juara North Region. “Kami memliki visi jauh. Datang sebagai debutan nggak membawa kami tertekan. Hal itu kami buktikan ketika mengalahkan Kanisius. Sekolah lain harus waspada dengan kejutan-kejutan dari kami,” pungkas pemain bernomor 34 itu.

Tak mau kalah, kapten tim Permai Aldy Adrian juga makin tersulut untuk membawa timnya meraih juara Honda DBL DKI Jakarta Series North Region ini. “Juara adalah target setiap tim. Tapi, kali ini target kami lah yang akan menjadi kenyataan,” ucapnya dengan penuh membara. (*)

WASPADA DI PAINT AREA
29 September 2018

DKI JAKARTA- Laga mendebarkan final Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region di GOR Cempaka Putih, mempertemukan dua tim debutan putri. Adalah tim putri SMAN 30 Jakarta yang akan menjajal kemampuan SMAN 18 Jakarta hari ini. Perlu diketahui, kedua tim sama-sama memiliki produktifitas di dalam paint area. Pertemuan antar debutan ini diprediksi akan sengit hingga titik darah penghabisan.

Kombinasi antara Alvionita Safitri dan Siti Nurhasanah terlihat garang di area bawah ring lawan. Statistik mencatat kedua pemain ini sama-sama membukukan 19 poin untuk Labas (julukan SMAN 18). Dengan memanfaatkan postur 172 cm, Siti biasanya akan mendapatkan poin melalui under basket. Sementara rekannya, Alvionita memiliki kecepatan serta kelihaian drive bola yang diakhiri lay-up.

Selain dapat diandalkan pada saat menyerang, kedua pemain ini juga memiliki catatan baik ketika bertahan. Total rebound 13 kali serta 4 defensive rebound dari Siti menjadi rapor tersendiri untuk Gabriella Abigael dkk ketika sedang beradu duel di daerah pertahanan Labas.

Di sisi lain, Deflover (julukan SMAN 30) bukanlah lawan sembarangan. Secara keseluruhan statistik tim, tim yang bermarkas di Rawasari itu unggul dari sisi rebound, dengan torehan sebesar 83 kali ketika sedang berduel di udara. Siti harus mewaspadai pergerakan kapten Deflover, Gabriella. Sebab pemain bernomor punggung 15 itu telah memenangkan 19 kali rebound, 12 kalinya diantaranya saat offensive rebound.

Selain itu, srikandi Labas juga harus lebih tenang ketika sedang berduel udara untuk menghindari personal foul. Deflover memiliki akurasi free throw sebesar 33%, tentu ini menjadi ancaman untuk Labas, agar tidak kecolongan poin lewat free throw.

Kedua tim memang terlihat memiliki kemampuan baik di bawah area ring. Karena itu, Gabriella telah melakukan pemantauan terhadap lawannya di final. “Jika dilihat dari segi postur, center lawan (re: Siti Nurhasanah) mungkin memiliki keunggulan dari tinggi badan. Namun saya memiliki kekuatan lebih dalam body charge untuk dapat melindungi bola ketika duel di udara,” ucap pemain yang akrab disapa Gaby tersebut.

Tidak mau kalah, Alvionita juga memiliki siasat untuk dapat meminimalisir kemampuan Gaby saat bertahan. “Gaby merupakan pemain center yang gempal. Dia memiliki power yang besar. Untuk dapat mengalahkannya kami akan berusaha agar tidak memberi ruang lebih untuknya. Aku yakin, center kami, Siti mampu memenangkan duel dengannya,” ucap pemain berusia 15 tahun tersebut.

Pertarungan sengit kedua sekolah merupakan adu gengsi, siapa yang akan meraih titel penguasa North Region. Dengan begitu, perwakilan dari region lain juga harus mewaspadai para debutan yang mengancam dari North Region. (*) 

Drama Detik Akhir Warnai Laga Semifinal
28 September 2018

DKI JAKARTA- Tren positif terus ditorehkan SMAK 5 Penabur. Datang sebagai debutan, tim asal Kepala Gading itu berhasil mengandaskan laju salah satu favorit juara di Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - North Region, SMA Kolese Kanisius. Kemenangan ini membawa mereka melaju ke final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara. Selain itu, keberhasilan ini menjadi sejarah penting internal tim. Pasalnya, The Lions (julukan SMAK 5 Penabur) selalu tunduk dalam kurun lima tahun dari Kanisius.

Pertarungan sudah terlihat ketat sejak awal. Namun, drama pertandingan benar-benar panas saat kuarter akhir berlangsung. Pada awal kuarter keempat musibah menimpa Kanisius. Samuel James Pinaringan, pemain center dari Kanisius harus diganti karena mengalami cedera bahu. Kerugian yang dialami oleh Kanisius dapat dimanfaatkan dengan baik oleh The Lions untuk memperlebar skor. Kapten The Lions, Nathan mampu memanfaatkan peluang serta memperlihatkan visi bermain yang ciamik. Ditambah performa garangnya pemain nomor 10 The Lions, Stanley Hidayat yang bisa melihat peluang di paint area lawan, makin membuat Kanisius terdesak.

Tapi, Kanisius tidak diam. Tim polesan Turindro Baru Cahyono ini dapat membaca permainan dari The Lions. Pada menit kelima kuarter keempat, para pemain Kanisus menempel ketat pergerakan Stanley, sehingga dia dipaksa melakukan offensive foul. Pelanggaran yang dilakukan Stanley tersebut membuatnya berada dalam situasi foul trouble sehingga pemain berposisi forward tersebut bermain lebih hati-hati kala Kanisius menyerang.

Memanfaatkan kelemahan lawan, shooting guard Kanisius, Ariel Leonardo menyamakan kedudukan melalui akurasi tembakannya, skor pun berubah imbang menjadi 38-38. Sang pelatih, Turindro Baru Cahyono mencoba kembali memasukan Samuel. Pemain yang sempat cedera itu justru menebar ancaman di dekat ring The Lions. Lima poin beruntun diceploskan pemain bernomor 14 tersebut. Kanisius terus menempel ketat perolehan poin.

Sempat leading 2 poin, tidak membuat Kanisius berada di atas angin. Tim yang bermarkas di Menteng Raya itu justru dibuat repot oleh gaharnya Stanley Hidayat. Pemain kelas XI tersebut melakukan solo run untuk drive bola ke jantung pertahanan lawan, enam poin beruntun mampu membawa The Lions mengembalikan keadaan. Lima detik sebelum akhir pertandingan, pelatih The Lions mengambil dua kali time out untuk menenangkan para pemain. Hasilnya, laga ketat tersebut berakhir dengan skor 47-43 untuk keunggulan The Lions.

Stanley Hidayat menjadi player of the match pada malam itu, dengan meraih double-double dari 21 poin dan 11 rebound. “Di luar dugaan, drama detik-detik akhir bisa kami lalui. Kanisius bukan lawan mudah. Tapi hasil ini bisa membuat saya tidur nyenyak malam ini,” ucap Wahyudi A. Nugarah usai pertandingan.

Di laga lain, drama pertandingan seru juga terjadi kala SMA Permai bertemu dengan SMA IPEKA Sunter. Aldy Adrian kembali menjadi pahlawan bagi teman-temannya saat memperebutkan tiket menuju final. Meskipun dirinya sempat menemui kebuntuan di kuarter pertama sampai ketiga. Namun, Aldy mampu menunjukkan tajinya di satu menit akhir. Dengan meraih produktivitas sebesar 21 poin dan 9 rebound pemain bernomor punggung 26 tersebut menjadi momok yang menakutkan bagi Ipsun (Julukan IPEKA Sunter).

 

Sempat tertinggal pada kuarter pertama dengan skor 13-9, Permai coba bangkit. Bermain dengan sabar, Permai mulai memangkas selisih poin menjadi satu angka pada kuarter kedua menjadi 20-21. Bak mesin diesel, para pemain Ipsun (julukan SMA IPEKA Sunter) tak mampu membendung laju Aldy. Dengan kemampuan dribble serta layup ciamik. Pemain berusia 17 tahun itu dapat mengembalikan keadaan.

Akurasi tembakan dua angka Aldy di dua detik akhir membuat Permai menutup kemenangan timnya atas Ipsun skor 48-45 Permai menang. Hasil ini turut membawa The Lions dan Permai lolos ke babak Championship Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim juga akan bentrok di laga final Honda DBL DKI Jakarta regional Utara pada hari Sabtu (29/9) di GOR Cempaka Putih. (*)